Category Archives: Firanda Andirja

Mereka Akan Menjadi Saksi

Janganlah engkau memusuhi syaitan tatkala di hadapan manusia, namun engkau menjadi sahabatnya tatkala bersendirian.

Tatkala engkau menutup pintu kamar, lalu menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada orang yang melihatmu, tatkala itu ingatlah :

1)  Allah Maha Melihat dan Mendengar..

2)  Jangankan gerakan tubuhmu, bahkan lirikan dan jelalatan matamu diketahui oleh Allah bahkan telah dicatat oleh Allah sebelum engkau mengedip matamu, bahkan isi hatimu diketahui oleh Allah..

3)  Allah mengadakan pengawasan yang ketat dengan menugaskan para malaikat untuk mencatat segala gerak-gerikmu. Bahkan malaikat Raqib dan ‘Atid senantiasa menyertaimu..

4)  Bukan hanya buku catatan amalanmu yang akan menjadi saksi kelak pada hari kiamat, bahkan tanganmu dan kakimu akan menjadi saksi, sementara mulutmu ditutup, maka bagaimana engkau bisa membela dirimu..?

5) Bahkan kulitmu akan berbicara membeberkan aib-aibmu yang kau lakukan tatkala bersendirian …

6) Demikian juga bumi tempat pijakmu tatkala engkau bermaksiat akan ikut pula menjadi saksi …

7)  Lantas bagaimana lagi jika ternyata yang memaparkan files aib-aibmu dan yang akan mengadilimu adalah Allah..

8)  Lantas bagaimana lagi jika pengumbaran aib-aibmu ternyata di hadapan khalayak ramai, di hadapan kedua orang tuamu, istrimu, anak-anakmu, para sahabatmu, & murid-muridmu yang selama ini hanya mengenal penampilanmu sebagai orang baik di hadapan mereka..?

Ya Allah anugrahkanlah kepada kami rasa khosyah kepada-Mu tatkala kami bersendirian.

Ditulis oleh,
Ustadz Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

Ibarat Pena

Manusia dan amal perbuatannya itu ibarat pena yang terus menulis hingga habislah tintanya, setelah itu yang tersisa hanyalah tulisannya.

Terkadang sang pena menulis kebaikan akan tetapi banyak pena yang lebih sering menulis keburukan.

Manusia adalah makhluk yang aktif, hampir setiap detik yang ia lewati pasti aktif dalam amal perbuatan.. hingga akhirnya iapun sirna..

Yang tersisa hanyalah amal perbuatannya yang akan dijadikan bahan bukti persidangan dalam persidangan akhirat kelak.

Ditulis oleh,
Ustadz Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Sungguh Mengherankan…!!!

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Sebagian kaum muslimin begitu bersemangat menyatakan kebencian dan permusuhan kepada kaum kafir, bahkan semangat menyerukan penerapan syariat islam, akan tetapi ternyata mereka :

– Juga sangat bersemangat mengikuti acara-acara kaum kafir.

– Bahkan memberi selamat ikut bergembira dengan perayaan-perayaan keagamaan mereka…

– Juga sangat bersemangat mengikuti gaya berpakaian dan mode orang-orang kafir..

– juga bangga berbahasa fasih dengan bahasa mereka…. sementara tidak mengerti bahasa Al-Qur’an.

– Banyak menghafalkan lantunan lagu-lagu orang kafir…bahkan sangat cinta dengan para penyanyi tersebut…sementara firman-firman Allah serta sabda-sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mereka hafalkan.

Sungguh mengherankan…!!!!

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Laa Adri !! (Saya Tidak tahu)

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Sebuah perkataan yang semestinya tidak ragu-ragu untuk diucapkan seorang muslim tatkala ditanya tentang permasalahan agama yang ia tidak mengetahui atau ragu akan jawabannya. Tidak perlu ia mutar kanan..mutar kiri hanya karena malu untuk mengucapkannya.

Sungguh seorang ulama besar sekelas Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbaad betapa sering saya mendengarnya mengucapkan Laa Adri. Padahal beliau mengucapkannya dihadapan banyak orang..di mesjid Nabawi…padahal pertanyaan yang beliau tidak tahu tersebut seandainya ditanyakan kepada sebagian kita maka dengan segera akan menjawabnya tanpa ragu dan penuh PeDe. Akan tetapi beliau tidak mau menjawab kecuali di atas ilmu dan keyakinan, jika beliau ragu maka beliau tidak malu dan tidak segan untuk mengatakan Laa Adri.

Belasan tahun yang lalu saya pernah bertanya kepada seorang ustadz :”Mana yang lebih dahulu Imam Malik ataukah Imam Abu Hanifah?”

Maka sang ustadz berkata : “Lebih dahulu apanya, lahirnya atau wafatnya?”

Saya berkata : “Terserah ustadz deh, mau lahirnya atau wafatnya.”

Sang ustadz berkata : “Kalau lahirnya saya tidak tahu, adapun wafatnya…hm hm, saya juga tidak tahu.” Hatiku berkata, “Kenapa tidak dari awal bilang saja tidak tahu, jadi tidak perlu ngalor ngidul dan memerinci tanpa faedah.”

Saya jadi teringat dengan sebuah lelucon :

Paijo bercerita :” Saya punya tiga ekor sapi, warta putih, hitam, dan coklat. Yang putih dan hitam saya keluarkan untuk digembalakan pada jam 8 pagi. Adapun yang coklat…juga saya keluarkan untuk digembalakan pada jam 8 pagi. Pada jam 5 sore, yang putih dan hitam saya masukan dalam satu kandang, adapun yang coklat…maka saya masukan juga kedalam kandang yang sama dengan yang putih dan hitam. Yang putih dan hitam saya perah susunya pada jam 10, adapun yang coklat juga saya perah susunya pada jam 10.”

Paimen komentar : “Wahai Paijo, kenapa kamu perinci dan kamu bedakan antara sapi putih dan hitam dengan sapi coklat? wong semuanya sampean perlakukan sama saja !!.”

Paijo menimpali : “Saya perinci karena sapi putih dan hitam adalah sapi milik saya.”

Paimen bertanya: “Emang yang coklat milik siapa?”

Paijo menjawab: “Adapun sapi yang coklat…juga sapi milik saya !!!”

Sebagian orang terpancing untuk mudah menjawab pertanyaan yang diajukan karena kasihan melihat kondisi orang yang bertanya…akan tetapi hendaknya ia ingat dan kasihan dengan kondisinya kelak pada hari kiamat jika ia dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas fatwanya yang ngawur dan tanpa ilmu.

Dan ingatlah pula bahwasanya jika ia salah berfatwa maka dosa pelakunya akan ditanggung olehnya !!!

View

Angkuhnya Orang Berilmu

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Angkuh/kasarnya orang berilmu & tawadhu’/lembutnya orang jahil/sesat merupakan musibah.

Masyarakat akhirnya menjauhi orang berilmu tersebut dan malah simpati kepada orang yang jahil dan sesat.

Ilmu seharusnya semakin menambah tawadu dan ramahnya seseorang bukan semakin manjadikannya angkuh dan kasar.

Sungguh sedih tatkala melihat seorang awam tertarik dengan dai syi’ah karena lembutnya dan trauma dengan dai ahlus sunnah karena kasarnya

View

Mensikapi Perbedaan Dalam Memilih Pemimpin

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Pemilu.. oo.. pemilu.. sungguh engkau cukup membuat pilu.. membuat pilu dikalangan kaum muslimin. Pemimpin.. pemimpin itu adalah yang menuntukan arah jalan yang dipimpin, apakah dia membawa kita kepada surga atau malah kepada neraka waliyadzubillah.

Memang demokrasi bukanlah dari islam namun bagaimanakah kita menghadapi dan menyikapi jika hal itu bertabrakan dengan kita ?

Saksikan video penjelasannya oleh Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

KLIK:
http://www.youtube.com/watch?v=Q4VaMDE5yKk

Semoga bermanfaat.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Ngeyel

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Pepatah Arab:

: عَنْزَة وَلَوْ طَارَتْ

“Kambing meskipun terbang !!!”

Dikisahkan bahwasanya ada dua orang arab yang melihat seekor hewan dari kejauhan, yang pertama berkata : “Itu adalah kambing,” yang kedua berkata : “Itu adalah burung.”

Akhirnya keduanya mendekati hewan tersebut, ternyata hewan tersebutpun terbang, maka yang kedua berkata : “Bukankah telah saya katakan itu adalah burung !!.”

Maka yang pertama dengan PeDe nya dan NGEYELnya berkata : “Itu adalah kambing meskipun terbang.”

Sikap ngeyel sering menimpa dua golongan manusia :

PERTAMA : Orang Pintar yang ujub. Dia merasa pendapatnyalah yang terbaik, ide-nyalah yang terbagus, sehingga tidak menghargai pendapat orang lain. Akhirnya jika telah nampak bahwa pendapatnya salah dan keliru ia akhirnya ngeyel mempertahankan pendapatnya. Waspadalah jangan sampai anda terjangkiti sikap ngeyel yang menunjukan anda telah terjangkiti penyakit ujub

KEDUA : Orang bodoh tapi merasa pintar. Ia merasa pendapatnya benar, dan ia ngeyel mempertahankannya, padahal semua orang pintar tahu bahwasanya ia telah keliru. Kebodohannyalah yang membuat ia merasa benar dan pintar sehingga iapun ngeyel. Ia bodoh kalau ia adalah orang bodoh. Waspadalah jangan sampai anda ngeyel karena kebodohan anda.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Tanda Keikhlasan

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Diantara tanda keikhlasan seseorang adalah ia semakin gembira dan bahagia tatkala semakin tidak ada orang yang melihat atau mengetahui amalan sholeh yang ia kerjakan.

Tatkala ia mengetahui bahwasanya hanyalah Allah yang mengetahui amalan sholehnya maka hatinyapun berbinar-binar. Pernahkan anda merasakan kebahagiaan tersebut?? jika pernah maka bergembiralah, pertahankanlah kebahagiaan tersebut, semoga anda termasuk orang-orang yang ikhlas.

Namun jika tidak pernah anda rasakan maka berangan-anganlah jika anda beramal sholeh baik haji atau umroh atau bersedekah atau ikut pengajian atau berdakwah atau membantu orang lain agar tak seorangpun yang mengetahuinya kecuali Allah ta’aalaa.

Angan-angan ini sangatlah berat dan sulit…akan tetapi berdoalah…Allahlah yang membolak-balikan hati anda.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Antara Kematian Dan Sikap Kita

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Kematian adalah perkara yang sangat diyakini sekaligus sangat diragukan oleh manusia….semua orang meyakini bahwa dirinya pasti akan mati cepat atau lambat…akan tetapi ternyata perbuatan dan tingkah laku banyak orang yang tenggelam dalam dunia dan terjerumus dalam kemaksiatan menunjukan bahwa mereka sangat ragu akan datangnya kematian.

Apakah kita termasuk orang yang meyakini ataukah yang meragukannya??!! jawabannya terletak pada amal perbuatan kita…..

Semoga Allah menjadikan kita orang yang yakin dengan datangnya kematian sehingga menjadikan kita untuk terus bersabar dalam beramal sholeh dan meninggalkan kemaksiatan…aaamiiin

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Bergegaslah Memasuki Pintu Kebaikan

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Seorang salaf berkata :
“Jika pintu kebaikan dibukakan untukmu maka bergegaslah memasuki pintu kebaikan tersebut, karena kamu tidak tahu kapan pintu tersebut tertutup.”

Sungguh betapa sering Allah memberikan kita kesempatan untuk beramal akan tetapi kita menunda-nundanya…seakan-akan pintu kesempatan tersebut akan terbuka setiap saat untuk kita…akan tetapi kenyataannya begitu cepat ia tertutup..bahkan terkadang tidak pernah terbuka lagi selamanya…yang tertinggal hanyalah penyesalan yang tiada guna.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View