Category Archives: Kholid Syamhudi

Ruginya Tidur Setelah Shubuh

Salah satu kebiasaan buruk yang menjamur, terutama di bulan Ramadhan, adalah tidur di waktu pagi. Apakah kerugian tidur diwaktu pagi?
 
1. Kehilangan barakah pagi hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka”. Ini adalah doa yang agung yang  Rasulullah panjatkan agar umatnya memberi perhatian yang besar kepada waktu pagi.

2. Bisa ketinggalan waktu shalat subuh
Tidak sedikit dari kita tidur setelah sahur sehingga hal ini bisa menyebabkan ketinggalan jamaah shalat subuh (bagi laki-laki) atau bahkan kehilangan waktu shalat subuh.

3. Menyelisihi kebiasaan para salaf
Yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat adalah setelah mereka melaksanakan shalat subuh  mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.

4. Membuat malas dan melemahkan badan
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, : “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

5. Pagi adalah waktu dibaginya rizki
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari..” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah).

Baca lengkap disini KLIK
http://m.klikuk.com/ruginya-tidur-setelah-subuh/

Keutamaan Tauhid

Syeikhul Islam ibnu Taimiyah -Rahimahullah- berkata:

SYIRIK adalah KERUSAKAN terbesar sebagaimana TAUHID adalah KEBAIKAN terbesar.

(Majmu’ Fatawa 18/103).

» Share Facebook https://www.facebook.com/notes/klikukcom/keutamaan-tauhid/1780218225450434 

KlikUK.com
titian ilmu penyejuk qalbu 

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Tj Membuat Aplikasi Yang Dipakai Bank Ribawi…

449. BBG Al Ilmu – 359

Pertanyaan:
Apakah seseorang yang membuat suatu produk (dalam hal ini software aplikasi) yang kemudian produk itu dipakai dalam menulis transaksi di bank ribawi. Apakah si pembuat aplikasi termasuk kedalam orang yang menulis riba ? sebagaimana dalam hadits yang shahih tentang ancaman bagi orang yang menulis transaksi riba.

Jawaban:

Itu tergantung kesepakatan awal. Jika aplikasi itu dibuat khusus untuk bank ribawi tersebut maka ia berdosa.

jika itu aplikasi umum dan ia juga mempunyai hak untuk memasarkannya, maka hindari pembelian aplikasi anda tersebut oleh bank ribawi atau yang sejenisnya.

والله أعلم بالصواب

Ustadz Kholid Syamhudi Lc,  حفظه الله تعالى 

============

ARTIKEL TERKAIT – (Klik Link Dibawah Ini)

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…

Lemah Lembut Dalam Dakwah

Syeikh Abdulaziz bin Baaz -rahimahullah- berkata:

Nabi صلى اللّه عليه وسلم pernah bersabda:
“Sesungguhnya LEMAH LEMBUT tidak ADA pada sesuatu kecuali akan MENGHIASInya dan tidak HILANG dari sesuatu kecuali MERUSAKnya” (Hadits Shahih Muslim).

Apalagi di zaman ini. Zaman ini adalah zaman lemah lembut, sabar dan hikmah bukan zaman bersikap keras.

Manusia mayoritas dalam kebodohan, lalai dan mementingkan dunia. Sehingga harus sabar, harus lemah lembut hingga sampai dakwah kepada mereka dan sehingga sampai ajakan kepada manusia dan hingga mereka diajari.

Kita memohon kepada Allah petunjuk untuk semua.

(Majmu’ Fatawa wa Maqalaat ibnu Baaz 8/334).

Disadur oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله تعالى

Manusia Dan Ilmu “TIDAK TAHU”

Al-Khalil bin Ahmadal-Farahidi -Rahimahullah- pernah berkata:

Manusia itu ada empat :

1. Orang yang TAHU dan MENGETAHUI dia tahu. Itulah orang ALIM maka ambillah ilmu darinya.

2. Orang yang TAHU dan dia TIDAK SADAR bahwa dia tahu, itulah orang LUPA maka ingatkanlah!

3. Orang yang TIDAK TAHU dan dia MENYADARI bahwa dia tidak tahu, inilah orang yang MENCARI PETUNJUK, maka ajarilah!

4. Orang yang TIDAK TAHU dan dia TIDAK SADAR kalau dia tidak tahu. Inilah orang BODOH maka tinggalkanlah!

(Al-Ma’rifah wat Tarikh2/38 diambil dari kitab al-Ulama wa ilmu Laa Adri karya Abdurrahman YusufaliFarhaan, hlm 7).

Disadur oleh Ustdz Kholid Syamhudi, Lc 

» Share Web
http://m.klikuk.com/manusia-dan-ilmu-tidak-tahu/

Orang Ikhlas Adalah Yang Senang Dinasehati

Orang yang mengharapkan wajah Allah tidak takut dikritik kesalahannya dalam berkata dan tidak khawatir ditunjukkan kebatilan perkataannya, bahkan ia menyintai kebenaran darimanapun datangnya dan menerima petunjuk (huda) dari orang yang memberinya petunjuk.

Kekerasan dalam kebenaran dan nasehat lebih ia cintai dari bermanis muka atas perkataan buruk. Temanmu adalah yang meluruskanmu secara jujur, bukan yang selalu membenarkanmu.

(Al-Awaashim walQawaashim, karya Ibnul Wazir 1/223).

Disadur oleh Ustadz Kholid Syamhudi

– – – – – •(*)•- – – – –

Puasa Syawwaal Atau Bayar Hutang Puasa Ramadhan

Bulan Syawal tengah berjalan, dan ada kesempatan mendapatkan pahala berlipat di bulan ini dengan menjalankan puasa Syawal. Bagaimana dengan mereka yg memiliki hutang puasa?

Perlu diketahui bahwa tidak boleh mendahulukan puasa Syawal sebelum meng-qadha’ puasa atau membayar hutang puasa. Karena jika kita mendahulukan puasa Syawal dari qadha’ sama saja dengan mendahulukan yang sunnah dari yang wajib. Ini tidaklah tepat. Lebih-lebih lagi yang melakukannya tidak mendapatkan keutamaan puasa 6 hari di bulan Syawal sebagaimana disebutkan dalam hadits,

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh” (HR. Muslim no. 1164).

Untuk mendapatkan keutamaan puasa setahun penuh, puasa Ramadhan haruslah dirampungkan secara sempurna, baru diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal.

Selain itu, qadha’ puasa  berkaitan dengan dzimmah (kewajiban), sedangkan puasa Syawal tidaklah demikian. Dan seseorang tidak mengetahui kapankah ia masih hidup dan akan mati. Oleh karena itu, wajib mendahulukan yang wajib dari yang sunnah. Sebagaimana dalam hadits qudsi juga disebutkan bahwa amalan wajib itu lebih utama dari yang sunnah,

“Tidaklah hambaku mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib hingga aku mencintainya” (HR. Bukhari no. 6502)

Sa’id bin Al Musayyib berkata mengenai puasa sepuluh hari (di bulan Dzulhijjah),

“Tidaklah layak melakukkannya sampai memulainya terlebih dahulu dengan mengqodho’ puasa Ramadhan.” (Diriwayatkan oleh Bukhari)

Baca selengkapnya disini, KLIK http://m.klikuk.com/puasa-syawal-atau-bayar-hutang-puasa-ramadhan/

Perbaiki Qalbu

Oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله تعالى

Imam al-Hasan al-Bashri -Rahimahullah- pernah berkata kepada seorang: “Obati Qalbu (hati) mu! Karena Allah hanya butuh dari hambaNya Qalbu yang baik.

Imam ibnu Rajab dalam Jaami’ al-Uluum wal Hikaam 1/211 menjelaskan maksud ucapan ini,  maksudnya adalah yang Allah inginkan dan tuntut dari seorang Hamba adalah Qalbu yang baik.

Tidak akan baik Qalbu hingga benar-benar mengenal Allah, keagungan, kecintaa, rasa takut, segan, berharap dan tawakkal pada Allah dan semua ini telah memenuhi kalbunya. Inilah hakekat tauhid dan pengertian Laa Ilaaha Illallah”. Mari mengenal Allah lebih dekat dan penuhi kalbu kita dengan ilmu yang manfaat dan amal shalih! Semoga manfaat!

KLIK :
http://m.klikuk.com/perbaiki-qalbu/

Macam Macam Nikmat

Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc حفظه الله تعالى

Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Arab menemui Amirul Mukminin Ar Rosyid. Orang itu berkata,

“Wahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada-Nya dan kontinu dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat yang ada padamu namun tidak engkau rasakan, semoga juga engkau mensyukurinya”

Ar Rosyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata:

“Sungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi”

Adalah nikmat yang nampak di mata, pula nikmat yang diharapkan kehadirannya, dan nikmat yang tidak dirasakan.
( Ibnul Qayyim Rahimahullah )
 
Itulah nikmat yang sering kita lupakan. Kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, semisal rumah yang mewah, motor yang bagus, dsb.

Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya, dsb. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat.
 
Semoga kita termasuk orang yang mensyukuri tiga macam nikmat ini.

http://m.klikuk.com/macam-macam-nikmat/ 

Semoga bermanfaat
Sebarkan

Jazaakumullah khairan

Adab Adab I’tikaf

I’TIKAF : Amalan Khusus Ramadhan

. Ustdz Kholid Syamhudi

Subhanallah, kita segera memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, dimana kita disunnah melakukan amalan I’tikaf. Mari sejenak kita pelajari tentang keutamaan I’tikaf, agar ibadah kita semakin sempurna. InsyaaAllah

• MAKNA •
I’tikaf berasal dari bahasa Arab yang bermakna berdiam diri pada sesuatu. Kata ini dipakai juga untuk ibadah dengan tinggal dan menetap dimasjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Pelaku ibadah ini dinamakan Mu’takif atau ‘Aakif.

• HIKMAH •
Berkata ibnul Qayim: “… Kemudian mensyariatkan mereka I’tikaf yang tujuan dan intinya adalah hati tinggal menghadap Allah, menyatukan kekuatannya, berkholwat dengan Nya, menghilangkan kesebukan dengan makhluk dan hanya sibuk menghadap Allah saja”

• PENSYARIATAN •
I’tikaf adalah ibadah yang disunnahkan untuk dilakukan pada bulan Romadhon dan selainnya, baik didahului dengan puasa atau tidak, akan tetapi yang paling utama di bulan Ramadhon dan disepuluh hari terakhir. Sesungguhnya Rasululloh telah beri’tikaf disepuluh hari pertengahan Romadhon lalu I’tikaf pada tahun tersebut sampai pada malam keduapuluh satu yaitu malam beliau keluar I’tikaf dipaginya beliau berkata barang siapa yang beri’tikaf bersamaku maka hendaklah beri’tikaf di sepuluh terakhir. 
 
• SYARAT dan TEMPAT •
I’tikaf hanya boleh dilakukan dimasjid dan tidak keluar darinya kecuali hajat dan darurat. Tidak boleh dilakukan pada selain masjid. Sebagaimana firman Allah:

وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. (Al Baqoroh 187)

• HAL-HAL yang DIPERBOLEHKAN saat I’TIKAF •

1. Boleh keluar masjid karena hajat dan boleh juga mengeluarkan kepalanya keluar masjid untuk dicuci atau disisiri. Aisyah berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اعْتَكَفَ يُدْنِي إِلَيَّ رَأْسَهُ فَأُرَجِّلُهُ وَكَانَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلَّا لِحَاجَةِ الْإِنْسَانِ
Nabi jika beri’tikaf mengeluarkan kepalanya kepada saya lalu saya sisiri, dan beliau tidak keluar kecuali untuk hajat (kebutuhan).

2. Dibolehkan berwudhu dimasjid.

3. Boleh membuat kemah kecil atau kamar kecil dengan kain di bagian belakang masjid sebagai tempat beri’tikaf, sebagaimana Aisyah membuat kemah kecil untuk Nabi beri’tikaf.

4. Dibolehkan meletakkan kasur atau dipan dalam I’tikaf, sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar dari Nabi, bahwa beliau jika beri’tikaf disiapkan atau diletakkan kasur atau dipan dibelakang tiang taubah.

5. Boleh mengantar istrinya yang mengunjungunya dimasjid sampai pintu masjid.

6. Wanita boleh beri’tikaf dimasjid selama aman dari fitnah, dengan dalil:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
Nabi beri’tikaf di sepuluh akhir dari romadhon sampai wafat kemudian istri-istri beliau beri’tikaf setelahnya.

Baca lengkap disini :
http://m.klikuk.com/amalan-dan-hukum-sekitar-ramadhan-seri-7/ 
Semoga bermanfaat ..
Silakan bantu sebarkan
Jazaakumullah khoiron

klikUK.com
titian ilmu penyejuk qalbu