Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Awas! Jangan Sampai Kepalamu Berubah Jadi Kepala Keledai…

Masak kepala manusia bisa berubah menjadi kepala keledai ?
Sobat, jangan heran dulu, siapkan pikiran anda untuk menganalisa dan merenungkan baik baik hadits berikut yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

أما يخشى أحدكم إذا رفع رأسه قبل الإمام أن يجعل الله رأسه رأس حمار أو يجعل صورته صورة حمار

“Apakah engkau tidak measa kawatir ketika mengangkat kepalanya mendahului imam, bila Allah merubah kepalamu menjadi kepala keledai atau merubah wujudmu menjadi wujud keledai ?” (Bukhari)

Sobat, ada dua penjelasan ulama’ tentang hadits ini, dan keduanya bisa diterima, apalagi yang melakukan perubahan adalah Allah, tiada yang mustahl bagi-Nya.

Penafsiran pertama: hadits ini menggunakan gaya bahasa kiasan, alias orang yang tidak mengindahkan hukum sholat berjama’ah sehingga sesuka hatinya mendahului grakan imam, terbukti bodoh atau dungu bagaikan keledai. Dengan demikian, orang yang bersikap bodoh seperti ini diserupakan dengan keledai yang telah menjadi simbol kebodohan dan kedunguan. Rupa sih manusia, tapi perilaku dan cara berpikirnya kayak keledai.

Penafsiran kedua: sangat dimungkinkan orang tersebut bila sering dan dengan tanpa perasaan dosa terus menerus melakukan perbuatan dungu ini, yaitu mendahului gerakan imamnya, suatu saat benar-benar dirubah wujudnya atau rupanya menjadi rupa keledai. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, walaupun hadits ini berupa peringatan atau ancaman, dan ancaman tidak harus selalu terjadi, bisa jadi terjadinya kelak di akhir zaman.

Akan tetapi, penafsiran pertama telah terbukti nyata, betapa banyak orang yang tidak tahu diri, tidak mau belajar dan tidak juga mau diajak berpikir, rupa sih manusia tapi sikap, perilaku, dan pola pikir tak ubahnya keledai, dungu kelewat dungu.

Na’uzubillah min zalika.

DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Antara Teman dan Musuh Dalam Selimut…

Teman adalah orang yang baik dan mengajak anda untuk baik, sedangkan orang yang menyeret anda kepada jurang, adalah musuh walau dia selalu bersamamu sampaipun ketika anda berselimut.

Namun demikian, karena kebodohan, dan nafsu anda sering kali salah menilai, anda merasa sakit ketika diajak berbuat baik, tersinggung ketika ditegur, merasa terusik ketika diingatkan.

Sebagaimana anda bisa saja merasa terpuji ketika dipuji walaupun anda nyata nyata salah, atau merasa tersanjung ketika mereka bersorak, padahal anda sedang terperosok dalam jurang.

Betapa sering anda lebih memilih untuk berteman dengan orang yang hobi memuji anda atau merestui setiap ucapan dan tindakan anda.

Sobat, memang kadang kala kebenaran terasa pedih dan perih, karena bertentangan dengan nafsu, sebaliknya kesalahan itu terasa manis dan menyenangkan karena sejalan dengan nafsu anda.

Hanya orang yang berilmu dan mendapat petunjuk yang mampu membedakan antara musuh dalam selimut anda dari kawan walau berada di sebrang jalan,

Fakta ini bukan hanya berlaku pada sahabat, namun juga pada semua ikatan dan hubungan.

Guru sepatutnya mewaspadai murid yang selalu mengiyakan keinginannya tanpa pernah sudi untuk mengingatkan gurunya yang terbukti lupa atau lalai. Sebagaimana murid juga demikian, sepatutnya waspada dari guru yang selalu menuruti kemauannya.

Sehebat apapun guru anda maka dia manusia yang bisa lupa dan setulus apapun murid anda maka tetap saja ia manusia yang masih sering alpa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُنْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُوْمًا ، قَالُوْا ياَ رَسُوْلُ اللهِ هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُوْمًا فكيف ننصره ظالما ؟ قال : تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ .

“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim atau yang dizalimi, para sahabat berkata: wahai Rasulullah, wajar kita menolong saudara kita di saat ia dizalimi, maka bagaimana kami menolongnya ketika ia berbuat zalim? Rasululla Shallallahu ‘alaihi wa sallam . menjawab: kamu mencegahnya dari perbuatan zalimnya)” (Al Bukhari)

DR. Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى

Kisah Seorang Wanita Idaman Pria…

KISAH SEORANG WANITA IDAMAN PRIA…
(Semoga di dunia ini masih ada yang seperti dia).

‘Aisyah radhiallahu ‘anha bercerita:
“Suatu hari ada seorang wanita miskin datang ke rumahku dengan membawa serta dua orang putrinya, lalu aku memberinya tiga buah biji kurma. Segera wanita itu memberi masing masing putrinya sebiji kurma, sedangkan kurma ketiga hendak ia makan.

Tiba tiba kedua putrinya merengek meminta kurma ketiga yang hendak ia makan tersebut. Tanpa ragu, segera wanita itu membelah kurma yang hendak ia makan tersebut menjadi dua bagian, lalu memberikannya kepada kedua putrinya. Akupun kagum dengan sikap wanita tersebut, sehingga aku menceritakan sikap wanita itu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Mendengar ceritaku, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إن الله قد أوجب لها بها الجنة ‏ ‏أو أعتقها بها من النار

Atas sikapnya itu, SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MENJAMIN SURGA UNTUKNYA, ATAU MENJAMINNYA TERBEBAS DARI SIKSA NERAKA. (Muslim dan lainnya)

Bagaimana dengan anda dengan putri anda wahai
saudariku?

DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Uji Nyali Bagi Yang Merasa Pemberani…

Sobat,
pernahkah anda minum air panas, sehingga lidah anda terasa terbakar ?
Akibat seteguk air panas yang anda minum, lidah anda sakit dan untuk beberapa waktu anda tidak dapat merasakan enaknya makanan yang anda makan.

Coba anda bayangkan bila air panas yang anda minum ternyata membakar lidah, mulut, kerongkongan hingga lambung anda. Kira-kira bagaimana rasa sakit yang menimpa anda?

Tahukah anda bahwa salah satu siksa penghuni neraka ialah ketika penghuni neraka kehausan dan minta minum, mereka diberi minum air mendidih yang sangat panas hingga menghancurkan lambung mereka.

Simaklah firman Allah berikut:

وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

Mereka diberi minum air panas mendidih yang mengakibatkan lambung mereka terpotong-potong.( Muhammad 15 )
Bagaimana tidak hancur lambungnya, walau telah masuk ke lambung, air minum atau makanan penghuni neraka masih mendidih dengan keras.

طَعَامُ الْأَثِيمِ

Makanan orang yang banyak berbuat dosa.

كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ

Bagaikan timah panas yang mencair dan terus mendidih dengan keras di dalam perut mereka.

كَغَلْيِ الْحَمِيمِ

Bagaikan air panas yang mendidih. (ad Dukhan 44-46)

Sobat!
Mungkinkah anda penasaran atau tertantang untuk uji nyali mengincipi makanan dan minuman penghuni neraka ?

DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Penghuni Neraka Juga Punya Jasa…

Sobat tahukah anda bahwa banyak dari penghuni neraka yang semasa hidupnya memiliki jasa besar, namun semua sia-sia karena tertutupi oleh dosa-dosa mereka yang terbukti lebih banyak..?

Sebaliknya, tahukah pula anda bahwa banyak dari penghuni surga yang semasa hidupnya memiliki banyak dosa, namun semuanya terhapuskan oleh pahala kebaikannya yang lebih besar..?

Karena itu, janganlah terperdaya dengan banyaknya pahala ibadah anda, karena bisa jadi dosa anda lebih besar atau lebih banyak dari pahala anda..

Dan jangan pula pernah putus asa karena banyaknya dosa anda, karena pahala taubat tentu lebih besar dari semua dosa anda, karena itu teruslah perbanyak amal ibadah anda, dan segeralah bertaubat dan jangan pernah menundanya walau hanya sesaat..

Ditulis oleh
Ustadz DR Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Tuhanmu Di Saat Susah Dialah Tuhanmu Di Saat Engkau Senang…

Sobat..!
Mengapa di saat anda susah, anda lebih mudah untuk berdo’a kepada Allah dan menyadari bahwa anda tiada meliki daya dan upaya selain karunia dari-Nya ?

Namun ketika anda dalam kondisi lapang, betapa mudahnya anda lalai dan bahkan menyombongkan diri ?

Apa anda lupa bahwa Allah yang kemarin anda ketuk pintu-Nya dengan do’a-do’a anda, adalah Tuhan yang harus anda sembah pula di saat anda senang dan kaya raya ?
Atau barang kali di saat susah anda menyembah Allah, dan tatkala anda senang anda menemukan Tuhan selain-Nya?

(فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ)

Bila mereka sedang berlayar di atas perahu maka mereka berdoa dengan memurnikan segala permohonan mereka hanya kepada Allah, namun tatkala Allah telah menyelamatkan mereka hingga tiba di daratan, tiba tiba mereka semua menyekutukan-Nya. [Surat Al-Ankabut 65]

Sobat..!
Tidakkah anda merasa malu kepada Allah, yang telah membebaskan anda dari berbagai derita yang melilit anda sebelumnya, lalu kini anda sedikit demi sedikit mulai melalaikan-Nya ?

DR Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Sholat Di Masjid Yang Di Bangun Oleh Non-Muslim…

Pertanyaan :
Jika seorang non-Muslim (kafir) membangun sebuah Masjid untuk dipakai oleh kaum Muslimin, apakah ia mendapatkan pahala dan apakah kita ummat Islam boleh sholat di Masjid tersebut ?

Jawaban :
Orang kafir tidak dapat pahala di khirat dari membangun Masjid, tapi sholat di sana tetap sah, kecuali bila dia bangun untuk merusak dan memecah Jama’ah Masjid sebelumnya, maka tidak boleh sholat di situ karena itu masjid dhirar.

Namun bila dia niat untuk membantu ummat Islam maka tetap sah sebagai Masjid, karena itu bumi Allah dan orang non-Muslim tersebut (kafir) sudah memberikannya kepada ummat Islam, dan ummat Islam menerimanya sebagai Masjid.

Wallahu a’lam

DR Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى

Puasa Membuktikan Bahwa Hanya Allah Ta’ala Yang Maha Kuasa…

Ternyata kegagahan, kecantikan, kecerdasan, dan kehebatan manusia yang lain sekejap bisa rusak bahkan hilang gara-gara kurang makan atau minum, mengapa semua itu disombongkan ? Bila ternyata semuanya semu.

Di saat anda lapar atau dahaga, maka ingatlah Allah Ta’ala Yang Maha Hidup dan Maha Kuasa tanpa perlu pada makan dan minum bahkan tiada henti memberi makan dan minum kepada seluruh makhluq-Nya.

Ketika lapar, anda mulai merasa lelah, mengantuk dan akhirnya banyak yang menyerah dan terlelap tidur.
Namun Allah Ta’ala walau tidak pernah makan tidak pernah minum, tiada pernah lelah, atau mengantuk, padahal Allah Ta’ala mengurus semua urusan semua hamba-Nya, bahkan semua urusan langit dan bumi beserta isinya.

Karena itu, dengan berpuasa, anda semakin kenal tentang diri anda dan semakin mengagungkan Allah Ta’ala.
Agar anda semakin mengenal Allah di saat anda berpuasa, silahkan anda membaca ayat Kursi, yaitu ayat ke 255 dari surat Al Baqarah.

Bila anda telah memahami salah satu hikmah puasa ini, semoga puasa anda benar-benar telah mengantarkan anda sebaga orang yang bertaqwa. Amiin

DR Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Sabar, Sabar, Sampai Kapan..?

Mungkin demikian gumam anda tatkala sedang mendapat kesusahan atau musibah lalu dinasehati agar bersabar.

Sobat! memang sabar itu terasa berat, betapa tidak, raga bisa jadi merasakan sakit, , lisan ingin berteriak, jiwa ingin melawan, namun ujung-ujungnya kok malah disuruh diam, dan menerima dengan lapang dada.

Memang, sabar sering kali mudah diucapkan di lisan namun berat dipraktekkan, walaupun hasilnya pasti baik dan pahalanya begitu besar:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az Zumar 10)

Karena sabar itu berat namun pahalanya begitu besar dan efeknya luar biasa, maka Allah Ta’ala melatih anda agar bisa bersabar, yaitu dengan mensyari’atkan puasa.

Ketika anda berpuasa maka anda dilatih bersabar menahan rasa susah dan derita, yaitu rasa dahaga, lapar, lelah dan lainnya, tanpa keluh atau kesah. Anda sadar bahwa rasa lapar, dan dahaga yang anda alami hanyalah sesaat dan pasti segera berlalu, demikian pula dengan segala derita dan kesusahan dunia lainnya, semua itu hanya sementara dan pasti segera berlalu.

Anda juga dilatih untuk bersabar dari melakukan maksiat walaupun ada kesempatan dan andapun merasa aman tiada yang mengetahuinya. Walaupun tidak ada orang yang melihat anda, maka tetap saja anda menahan diri dari makan, minum dan melampiaskan syahwat anda.

Anda menahan diri dari itu semua karena anda sadar bahwa makan dan minum di siang hari di bulan Ramadhan adalah haram. Walau tidak ada orang yang melihat tapi anda sadar bahwa Allah Ta’ala melihat dan mengetahui perbuatan anda.

Sebagaimana anda juga dilatih untuk bersabar menjalankan ketaatan kepada Allah, bangun pagi untuk bersahur, mendirikan sholat tarawih, membaca Al Qur’an, sedekah dan ibadah lainnya yang anda laksanakan di bulan ramadhan ini. Anda melakukan semua itu karena anda mengharapkan pahala dari Allah .

Selain yakin bahwa itu berpahala, anda juga sadar bahwa sebagai amalan itu berguna bagi anda di dunia, semisal makan sahur. Walau malas, ngantuk dan alasan lainya, anda tetap makan sahur agar tidak kelaparan di siang harinya.

Sobat! camkan dan kemudian terapkan ketiga jenis kesabaran di atas dalam setiap sendiri kehidupan anda, niscaya anda menemukan kunci bahagia hidup dunia yang sejati yaitu sabar.

Selamat berjuang menerapkan kesabaran dalam hidup anda.

Ustadz DR Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى

Cepat Atau Lambat Engkau Pasti Meninggalkannya…

Sobat, saat ini anda masih bisa menikmati makan, minum dan kenikmatan lainnya. Namun cepat atau lambat semua itu pasti berakhir, dan anda akan menghadap kepada Allah Ta’ala.

Saat ini anda menyantap makanan dan minuman yang lezat sebagai bekal hidup anda di dunia, Namun esok, makanan atau minuman tidak lagi dapat anda bawa sebagai bekal perjalanan anda. Yang dapat anda bawa sebagai bekal perjalanan panda anda adalah pahala rasa lapar dan dahaga yang selama ini anda tahan ketika berpuasa.

Kalau saat ini anda girang karena menikmati lezatnya hidangan makanan dan minuman buka puasa anda, maka esok semoga Anda girang ketika menemukan pahala dahaga dan lapar anda.

Dan saat itu anda akan menyadari bahwa ternyata nikmatnya dahaga dan lapar jauh lebih besar dibanding nikmatnya hidangan buka puasa anda.

Saat itu anda akan sadar bahwa ternyata seberat apapun pengorbanan yang anda lakukan di jalan Allah ternyata tiada sia sia. Semua jerih payah dan rasa letih yang anda jalani penuh dengan keikhlasan dan lapang dada, berbuah manis. Saat itu anda menyadari bahwa rasa dahaga dan lapar anda semasa di dunia ternyata membentengi anda dari siksa neraka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

“Setiap orang yang berpuasa itu pastilah merasakan dua kegirangan: kegirangan di saat ia berbuka puasa, dan kegirangan di saat ia menghadap kepada Tuhan-nya.” (Bukhari dan Muslim)

Semoga esok hari, tatkala raga kita telah berkalang tanah, kita berbahagia dengan pahala puasa kita sebagaimana saat ini raga kita berbahagia tatkala berbuka puasa. Amiin

DR. Muhammad Arifin Badri, MA,  حفظه الله تعالى