Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Konon ! Wali Tuh Tetap Sakti Walau Sudah Mati…

Bagi banyak orang, wali adalah segala-galanya, dan mampu melakukan segala-galanya.

Seakan mereka lupa bahwa kalaupun mereka benar wali, toh tetap saja mereka itu manusia biasa, tidak memiliki apa-apa, bahkan telah terbukti, menyelamatkan nyawanya sendiri dari malaikat Maut saja ndak kuasa. Bahkan sekedar untuk memasukkan jasadnya ke liang lahatnya juga ndak kuasa.

Lebih parah, ketika dimandikan, mereka tak kuasa menutupi auratnya, mereka membiarkan orang-orang melepaskan bajunya, untuk dimandikan, bahkan dibolak dan dibalikkan, lalu dibungkus dengan kain kafan.

Walau demikian, masih saja ada yang meyakini dongeng bahwa wali tuh walaupun sudah dimasukkan ke dalam kubur, para wali tersebut bisa leluasa gentayangan, keluar masuk kuburannya.

Mungkinkah masyarakat mulai menduga bahwa para wali lebih hebat dibanding Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Na’uzubillah min zalika.

Ndak percaya? Baca sendiri deh ayat berikut:

قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا {20} قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا {21} قُلْ إِنِّي لَن يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا

Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya”. Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudaratan pun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan”. Katakanlah: Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorang pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya”.

Nampaknya kini kuburan yang berubah fungsi menjadi berhala telah menjamur, ada kuburan yang dijadikan tempat mencari nomer jitu, ada pula untuk mencari jodoh, kekayaan, dan bahkan banyak yang menyuguhkan sesajian ke kuburan-kuburan tersebut.

Mungkinkah kuburan-kuburan itu mulai bernasib serupa dengan kuburan Al Latta da Al Unzza?

Imam Malik meriwayatkan dalam kitabnya Al Muwata’, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

(اللهُّم لاَ تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَناً يُعبَد، اشْتَدَّ غَضَبُ الله عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ)

“Ya Allah! Janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah. Allah sangat murka terhadap kaum yang menjadikan kuburan nabi mereka sebagai masjid”.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid, bahwa Al Lata yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah seorang lelaki shaleh yang memiliki rajin membuatkan adonan gandum dicampur minyak samin atau lainnya, untuk disajikan kepada jama’ah haji. Sepeninggalnya, orang musyrikin beri’tikaf di atas kuburannya. Penjelasan serupa juga diutarakan oleh sahabat Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma.

Ternyata berhala tuh dahulunya adalah kuburan, atau patung orang-orang sholeeeeeh sekali.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Wali Asli Vs Wali Imitasi…

Mungkin anda sering denger kata wali, ada wali kelas, ada wali nikah, ada wali kota dan ada pula wali yang katanya sakti mandraguna.

Ketika mendengar dongeng tentang wali bisa jadi anda berdecak kagum, konon wali yang model ini sakti mandraguna, bisa terbang, bisa, sholat lima waktu di Makkah dan ada lagi yang kebal ndak mempan ditembak, mampu ngangkat gunung dan lain-lain.

Namun anehnya, ketika anda amati tingkah lakunya, anda semakin berdecak kagum, eh bingung. Betapa tidak, dari mereka ada yang ndak sholat, ndak mandi berbulan bulan, alias ndak pernah jum’atan, ada pula yang ngakunya sholat lima waktu di Makkah, alias ndak solat sama sekali, ada pula yang budil alias ndak pakai baju, hiiii, sereeem.

Benarkah demikian sobat?

Ndak usah bingung, mudah kok jawabannya, sebenarnya tuh ada dua model wali:
1. wali Allah
2. wali setan.

Wali Allah tuh, rajin sholat, menutup aurat, kalau sholat ya di masjid terdekat dengan rumahnya, rajin baca al qur’an, pokoknya mukmin banget gitu.

Allah Ta’ala berfirman:

(أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ {62} الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ )

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (Yunus 62-63)

Adapun wali setan tuh pasti aneh-aneh, males shalat, jarang atau ndak pernah wudhu, ndak sholat dan kerjanya baca mantra, bakar kemenyan, dan hobi dengan tempat keramat bin angker, hiiii, ampek mrinding bayanginya. Allah Ta’ala berfirman:

( يا بني آدم لا يفتننكم الشيطان كما أخرج أبويكم من الجنة ينـزع عنهما لباسهما ليريهما سوءاتهما إنه يراكم هو وقبيله من حيث لا ترونهم إنا جعلنا الشياطين أولياء للذين لا يؤمنون)

“Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat tertipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-peminpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al A’araf 27).

Pada ayat lain Allah juga berfirman:

(وإن الشياطين ليوحون إلى أوليائهم ليجادلوكم وإن أطعتموهم إنكم لمشركون)

“Sesungguhnya setan itu mewahyukan (membisikkan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu, dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (Al An’am 121)

Piye, masih bingung bedain wali imitasi alias wali setan dari wali Allah? kalau masih bingung, saya jadi bingung njelaskannya.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله

Dengan Do’a, Ndak Perlu Mantra…

Rumah angker, atau melintas di tempat angker? Jangan kawatir, ndak usah panggil mbah dukun atau baca mantra atau pakai ajimat, percayakan semuanya kepada Allah, dengan membaca do’a berikut:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan Kalimat-kalimat Allah Yang Maha Sempurna dari segala kejahatan segala makhluq yang Ia ciptakan”

Sahabat Khaulah binti Hakim radliallahu ‘anha menuturkan :

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (من نزل منـزلاًفقال: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، لم يضرَّه شيئ حتَّى يرتحل من منـزله ذلك)، رواه مسلم.

“Aku mendangar Rasulullah bersabda :”Barang siapa yang singgah di suatu tempat, kemudian mengucapkan do’a’ : Aku berlindung dengan Kalimat-kalimat Allah Yang Maha Sempurna dari segala kejahatan yang Ia ciptakan, maka ia tidak akan diganggu oleh sesuatu apa pun, sampai ia meninggalkan tempat tersebut”, (Hadits riwayat Muslim)

Tinggalkan dukun, mantra, ajimat dan yang serupa, segera percayakan segala urusan anda kepada Allah Ta’ala, beres deh.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله

Ngrasa Perkasa, Padahal Loyooooo…

Orang kuat tuh yang bertawakkal hanya kepada Allah Ta’ala. Ia takut hanya kepada Allah, mengharap hanya kepada Allah, menanti pertolongan hanya dari Allah.

Adapun orang yang ditubuhnya deembel-ebeli ajimat atau mantra atau nama-nama setan, maka sejatinya mereka itu lemah alias loyo.

Sahabat Imran bin Khusain radliallahu ‘anhu mengisahkan :

أَنَّ النَّبيَّ صلى الله عليه وسلم رأى رجلاً في يده حَلْقًةٌ من صفرٍ، فقال: “ما هذه؟”. قال: من الواهنَة، فقال: “انزِعْها؛ فإِنَّها لا تزيدك إلاَّ وَهَناً؛ فإنَّك لو متَّ وهي عليك ما أفلحت أبداً.” رواه أحمد بسند لا بأس به.

Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari melihat seseorang memakai gelang dari kuningan, lalu beliau bertanya: “Apakah ini?”, ia menjawab : gelang penangkal penyakit loyo “al-wahinah”. Segera beliau perintahkan lelaki itu untuk menanggalkan gelang itu dengan bersabda : “Lepaskanlah, karena sesungguhnya gelang itu tiada gunanya, selain semakin menambah dirimu semakin loyo, seandainya engkau mati dan gelang itu masih ada padamu, maka engkau tiada pernah beruntung selama-lamanya.” (Hadits riwayat Ahmad).

Apalagi orang yang sumber kekuatannya berasal dari setruman alias ces-cesan dari mbah dukun atau juru kunci kuburan, maka ya sudah barang tentu semakin loyo dan loyo.

Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al Jin 6)

Sobat! jadilah orang kuat sejati, yaitu dengan bertawakkal kepada Allah Ta’ala Yang Maha Kuat, bukan dengan minum obat kuat, apalagi memakai ajimat atau komat-kamit membaca mantra-mantra untuk memanggil khodam, atau ngecas kekuatan lewat mbah dukun.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله

Inilah Umar bin Khatthab radhiallahu ‘anhu…

Sahabat Ibnu Umar mengisahkan: Pada peperangan Jalula’ aku membeli sebagian hasil rampasan perang seharga 40 ribu Dirham. Selanjutnya aku pulang ke Madinah dan berjumpa dengan ayahku Umar.

Mengetahui transaksi yang aku lakukan ini, ayahku berkata: Aku menduga bahwa ketika engkau melakukan transaksi ini, mereka merasa sungkan kepadamu, karena engkau adalah sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, putra Amirul Mukminin dan orang yang paling ia cintai dari keluarganya. Akibatnya mereka lebih suka untuk merugi 100 dirham pada transaksinya denganmu, daripada menaikkan harganya walau hanya 1 dirham.

Karena itu biarkan aku menjual ulang barang pembelianmu selama 7 hari. 

Subhanallah, sungguh benar praduga Khalifah Umar, ia berhasil menjual kembali barang pembelian putranya seharga : 400 ribu dirham.

Selanjutnya beliau mengembalikan modal putranya ditambah dengan keuntungan 100 %, yaitu sebesar 80 ribu dirham. Adapun sisanya, yaitu 320 ribu dirham dibagikan kembali kepada seluruh kaum muslimin yang turut berjihad pada peperangan Jalula’. (Ibnu Abi Syaibah no : 34471)

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Cadar…

Cadar ya cadar, kalau butterfly itu mah hewan yaitu kupu kupu.

Sobat, anda seorang muslim atau muslimah? Bila anda muslim atau muslimah pasti mengetahui bahwa menutup aurat adalah satu kewajiban, demi menjaga kehormatan dan kesucian diri anda.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا 
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (Al Ahzab 59)

Menutup aurat sebagai bentuk rasa iba kepada saudara anda lawan jenis yang tidak halal memandangnya. Kasihan mereka bila anda memamerkan aurat anda, mereka bisa jungkir balik karena tergoda.

صنفان من أمتي من أهل النار لم أرهم بعد نساء كاسيات عاريات مائلات مميلات على رؤوسهن أمثال أسنمة الإبل لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها ورجال معهم أسياط كأذناب البقر يضربون بها الناس 
Dua golongan dari ummatku yang menjadi penghuni neraka, aku belum pernah melihat mereka: wanita-wanita berpakaian, namun telanjang, melenggak lenggok dan menggoda (pandangan lelaki), di atas kepala mereka bagaikan punuk onta. Mereka tidak masuk surga, dan tidak dapat mencium aromanya. Dan lelaki – lelaki yang membawa cambuk bagaikan ekor sapi, mereka mencambuk masyarakat dengan cambuk tersebut. (Hr Muslim)

Aneh, bila kaum muslimah yang telah mengenakan pakaian yang sesuai syari’at lalu mundur beberapa langkah dengan memakai pakaian yang penuh dengan modifikasi dan pernak pernik. Bila kemaren mereka berhasil menjaga kehormatan dirinya, dan juga hati lawan jenisnya.

Namun kini, karena lalai banyak dari mereka yang mulai mengenakan jilbab yang penuh dengan pernak pernik, bunga bungi, dan rumbai rumbai yang terus melambai lambai seakan memanggil lawan jenis agar memandanginya.

Ada cadar butterfly yang melambai lambai, ada pula cadar yang penuh dengan bordir dengan berbagai motif dan warnanya, dan ada pula cadar dengan berbagai manik manik yang berkilau kilau. Pokoknya aduuuuh kasihan deh, mau menutup aurat atau menggoda lawan jenis, agar memandang dan terus terngiang ngiang?

Ya Allah! Tunjukilah wanita wanita muslimah agar menutup auratnya dengan benar dan sucikanlah jiwa para pemuda dari berbagai godaan nafsu setan. Amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله

Hitung Dosamu…

Betapa sering anda menghitung uang harta kekayaan, unit usaha dan jasa kebaikan anda.

Pernahkah anda berpikir, untuk apa Anda Menghitung semua itu Anda kawatir ada yang hilang, berkurang atau dicuri orang?

Perkenankan saya bertanya sekali lagi : Pernahkah anda Menghitung dosa dan kesalahan anda? berapa banyak? dan sudahkah anda menyiapkan tebusannya?

Sobat ! percayalah bahwa dosa dan kesalahan anda pasti akan anda pertanggungjawabkan . Esok atau lusa, anda pasti mendapatkan balasan dan siksa atas seluruh dosa dan kesalahan, sebagaimana saat ini anda menikmati keberhasilan dan kekayaan anda.

Sobat! Ketahuilah, bahwa orang bijak bukanlah orang yang pandai menghitung keberhasilan, harta kekayaan dan jasa kebaikannya. Orang bijak adalah orang yang selalu menghitung dosa dan kesalahan lalu ia membenahinya dan beristighfar memohon ampunan kepada Allah Azza wa Jalla.

Dahulu sahabat Abdullah Bin Masud radhiallahu ‘anhu berkata:

عدوا عليكم سيئاتكم فإني أضمن على الله ألا يضيع شيء من حسناتكم

Hitung dan Ingatlah selalu dosa-dosa kalian, dan aku jamin bahwa tidak satupun dari kebaikanmu yang akan Allah lupakan.

Astaghfirullah, ya Allah ampunilah dosa dosa hamba-Mu yang lemah lagi bodoh ini. Amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Kawatir Suami Digoda Wanita Murahan Ketika Bepergian..?

Sobat! Di saat ada seorang keluargamu hendak bepergian, terlebih ke tempat yang jauh dan untuk waktu yang lama, sering kali anda merasa kawatir. Berbagai bayangan negatif dan kekawatiran menghantui pikiran anda; bagaimana bila ia kehabisan bekal, tersesat jalan, atau ditipu orang.

Bahkan betapa sering anda juga mengawatirkan nasibnya bila ia mengalami kecelakaan atau kejadian buruk serupa lainnya. Dan bila anda adalah orang yang beragama, maka sering kali anda mengawatirkan nasib agamanya; anda kawatir bila kerabat anda tersebut tergoda berbuat maksiat atau digoda wanita lain. Bukankah demikian sobat?

Sebagian orang mengira bahwa solusi dari semua itu ada pada perusahaan asuransi; sehingga mereka mengikuti program asuransi kecelakaan, membekalinya dengan travel cek, atau hal lain yang serupa.

Namun benarkah semua itu benar benar dapat melindungi nasibnya? Tentu saja tidak, semua fasilitas itu kalaupun benar berguna hanya meringankan efek dari berbagai petaka di atas. Hingga saat ini tidak ada satu perusahaan asuransi yang dapat membentengi anda dari kecelakaan atau godaan wanita jalang atau lelaki hidung belang. Alias kerabat atau keluarga anda yang bepergian tersebut tetap saja berada dalam ancaman dan bahaya.

Namun, tahukah anda bahwa ada satu cara agar kerabat atau keluarga anda tersebut benar benar terlindung dari berbagai petaka dan godaan?

Titipkan dirinya kepada Allah Azza wa Jalla, Dia-lah yang kuasa melindungi dan membela keluarga anda dari segala petaka dan godaan.

Karenanya, dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu melakukannya bila melepas kepergian kerabat atau sahabatnya, dengan membaca doa:

أستودعُ اللهَ دينَك وأمانتَك وخواتيمَ عملِك

Aku titipkan agamamu, keluarga yang engkau tinggalkan dan akhir dari amalanmu kepada Allah . (Abu Dawud dan At Tirmizy)

Sobat! Bila semuanya telah anda titipkan kepada Allah Azza wa Jalla, mungkinkah akan celaka atau ditimpa petaka? Bila Allah telah melindungi suami atau istri anda, mungkinkah ada wanita murahan atau lelaki hidung belang yang dapat menggoda atau menodai kesucian mereka?

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Kepada Siapa Engkau Titipkan…?

Sobat! Di saat hendak bepergian, sering kali anda merasa kawatir akan harta kekayaan dan bahkan urusan keluarga yang anda tinggalkan. Karenanya sering kali anda merasa perlu untuk menitipkannya kepada orang yang anda percaya.

Sikap ini anda lakukan karena merasa kawatir, bila tidak dititipkan harta tersebut bisa hilang diambil orang atau mengalami kesusahan.

Namun demikian, benarkan anda sepenuhnya merasa tenang dan nyaman?

Betapa sering anda masih saja dirundung kekawatiran, walau sudah menitipkan harta kekayaan atau keluarga anda kepada orang yang anda percayai, bahkan kepada orang tua anda.

Kawatir, menyusahkan, kawatir orang yang anda titipi lalai atau bahkan berkhianat. Atau bisa jadi anda kawatir bila ternyata sepulang dari bepergian, orang yang anda titipi menuntut oleh oleh atau upah atau imbalan. Bukankah demikian sobat?

Sobat! Tahukah anda bahwa ada tempat penitipan yang pasti aman, tanpa anda perlu merasa kawatir, baik kawatir dikhianati atau kawatir ditagih upah atau imbalan?

Dia-lah Allah, titipkan harta kekayan dan juga keluargamu kepada-Nya, niscaya tidak akan pernah hilang, atau berkurang atau celaka.

Rasuulullaah bersabda:
إذا خرجت إلى سفر فقل لمن تخلفه:  أَسْتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِيْ لاَ تَضِيْعُ وَدَائِعُهُ
Jika engkau hendak keluar safar, maka katakanlah kepada keluargamu yang hendak engkau tinggalkan: “Aku menitipkan kalian semua kepada Allah yang tidak  pernah hilang titipan-Nya. (Hasan; HR. Ahmad, dll)

Selamat menerapkan, semoga puas.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله

Domba Membangunkan Srigala Tidur…

Sehebat apapun domba, tidak akan pernah menang bila melawan srigala. Dan selemah apapun srigala, pasti mampu menebar ancaman kepada segerombolan domba.

Karena itu tidak bijak bila domba berlaku genit membangunkan srigala yang sedang tidur, terlebih bila srigala tidur bukan seorang diri namun bersama gerombolannya.

Namun, haruskah domba berserah diri, terus menjadi mangsa srigala?

Tentu tidak. Domba harus berpikir cerdas agar dapat mengusir segerombolan serigala.

Bagaimana caranya? bersatu, menggalang kekuatan dan mengatur strategi agar kekuatan domba menjadi satu, sehingga dapat mengalahkan tajamnya kuku dan taring srigala.

Tajamnya taring dan kuku srigala dapat dikalahkan oleh kerasnya tanduk domba yang bersatu padu dan menyeruduk secara bersama-sama.

مَا مِنْ ثَلاثَةٍ فِي قَرْيةٍ ، وَلاَ بَدْوٍ ، لا تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلاَةُ إلاَّ قَد اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِم الشَّيْطَانُ . فَعَلَيْكُمْ بِالجَمَاعَةِ ، فَإنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الغَنَمِ القَاصِيَة

Tidaklah ada tiga orang di suatu kampung atau pedalaman tidak mendirikan sholat berjamaah, melainkan mereka akan dikuasai oleh setan. Karenanya hendaknya kalian merajut persatuan, karena sesungguhnya domba yang akan menjadi mangsa srigala ialah domba yang terpisah dari gerombolannya. (Abu Dawud)

Hadits di atas mengajarkan kepada kita bahwa membangun kebersamaan atau yang lebih tepat disebut dengan persatuan atau ukhuwah di atas satu prinsip yang kokoh dan tidak mungkin luntur oleh apapun adalah sumber kekuatan yang sebenarnya.

Ummat Islam tidak akan pernah berjaya hanya dengan jeritan : pemerintah kafir, atau sistem kafir atau jeritan serupa lainnya, sedangkan idiologi ummat dibiarkan bobrok, ummat dibiarkan terkotak kotak oleh berbagai golongan dan kepentingan.

Sebagai ummat Islam, persatuan di atas aqidah atau iman yang benar adalah satu-satunya jalan yang benar guna merajut persatuan dan membangun kejayaan dan menundukkan lawan. Bukti sejarah telah menjadi saksi terbaik, bahwa dengan akidah para sahabat bersatu padahal seelumnya mereka tercerai berai oleh berbagai kabilah dan kepentingan. Allah berfirman;
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ
فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imran 103)

Karenanya, dakwah dan ishlah Islam haruslah berawal dari menyatukan aqidah atau idiologi yang kokoh sehingga tidak lekang karena perbedaan kepentingan dan tidak luntur dimakan umur, bukan sekedar menyamakan baju dan suara jeritan.

Aqidah yang benar pasti menyatukan dan merekatkan, tidak luntur oleh apapun. Ummat Islam walau lemah secara ekonomi, persenjataan, politik dan lainnya namun kekuatan persatuan dapat mengalahkan segala kekuatan lainnya, karena kekuatan persatuan di atas iman kepada Allah Azza wa Jalla bersumberkan dari kekuatan pertolongan Allah Azza wa Jalla.

Sama halnya dengan kesadaraan domba bahwa dirinya adalah domba, walau lemah secara individu namun dengan bersatu bersama sesama domba mereka dapat mengalahkan serigala.

Sobat! Mari kaji, terapkan dan dakwahkan aqidah yang benar terlebih dahulu agar persatuan umat segera terwujud, dan segala perbedaan selain akidah dapat luntur karenanya.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله