Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Negara Islam Atau Negara Kafir…?

Tema ini mulai ditabuh oleh sebagian orang, namun sebenarnya menurut saya, tema ini tema penuh duri, karena kalaupun kita benar, apa manfaat yang dapat dipetik? lebih besarkah manfaatnya dibanding madharatnya?

Apalagi kalau salah, haduuuh ribet banget deh.

karena itu; himbauan saya: coba belajar lagi, belajar lagi, belajar lagi, bukan ekspos lagi ekspos lagi.

Baca satu buku, belum jadi ulama’, apalagi baru baca beberapa halaman saja.

Pesan saya: JADI MUSLIM, TERLEBIH BERILMU, JANGAN HOBI MANCING DAN JANGAN PULA MUDAH DIPANCING.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله

image

Gerhana Panumbra… Apakah Disyari’atkan Untuk Sholat Gerhana…?

Di beberapa media diinformasikan akan terjadi gerhana bulan, gerhana panumbra.

Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan jelas namun cahayanya nampak sedikit suram.

Bagi umat Islam, terjadinya gerhana adalah satu peringatan yang sepatutnya disikapi dengan arif, yaitu dengan mendirikan sholat gerhana, memperbanyak istighfar dan sedekah. Gerhana bukanlah momentum indah yang perlu dibanggakan.

Dengan gerhana, Allah mengancam dan memberi peringatan bahwa Allah kuasa menjadikan matahari tidak lagi berputar, tidak lagi bersinar. Allah kuasa menjadikan matahari berhenti di tempat atau bisa pula menjadikan perjalanan matahari dan bulan terus beriringan sehingga gelap gulita .

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
الشمس والقمر أيتان من ايات الله يخوف الله بهما عباده لا تنكسفان لموت أحد ولا لحياته فأذا رايتم شيئا من ذلك فازعوا الى الصلاة
Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda keesaan Allah. Dengan keduanya Allah memberi peringatan kepada hamba-hamba-Nya. Keduanya tidak akan mengalami gerhana hanya karena kematian seseorang atau terlahirnya seseorang. Jika kalian mendapatkan gerhana maka segera tegakkanlah sholat

Menurut informasi yang beredar, pada hari ini Rabu 23 maret 2016 akan terjadi gerhana bulan panumbra.

Sebagai orang Islam, hal pertama yang anda pertanyakan ialah : apakah disyari’atkan untuk sholat gerhana bila benar benar terjadi gerhana panumbra?

Jawabannya:
Bila bulan benar benar tetap bercahaya tanpa ada yang menutupinya, dan hanya berwarna sedikit suram, maka tidak disyari’atkan untuk sholat gerhana, serupa dengan kondisi bila bulan tertutup oleh awan. Wallahu Ta’ala a’alam bisshawab.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Katanya : “Muslim Banyak Korupsi, Non Muslim Banyak Yang Jujur” coba gimana tuh..?….

Demikian celoteh sebagian orang yang imannya mulai luntur oleh godaan harta dan berita sampah.

Namun kalaupun benar, maka itu hanya ada di negara dengan penduduk yang didominasi oleh ummat Islam. Adapun di negri dengan dominasi nachoro atau bud’ho atau hundi, maka koruptornya tentu saja ya nachoro, atau bud’ho atau hundi. Adapun orang islam di sono pasti saja jarang atau bahkan ndak ada yang korupsi, percaya to?

Jadi yang salah apanya kalau sudah gini, hayooo?

yang salah tentu saja yang tinggal di negri  Islam lalu ingin yang koruptornya adalah nachoro, atau bud’ho atau hundi, alias ingin nyoba nyoba dipimpin oleh wong kafir & kecewa dengan keislamannya.

Bukan berarti rela bila muslim korupsi, karena saya percaya bahwa muslim jujur dinegri kita ini masih buaaaanyaaaaak sekali, terlalu banyak muslim yang jujur dan tidak korupsi, diantaranya ialah bapak, ibu dan seluruh orang – orang Islam yang khilaf sehingga membela “ohok-ohok”, bukankah demikian  ? Atau barang kali anda juga mengakui bahwa sebenarnya anda juga bagian dari orang – orang yang anda katakan “muslim koruptor”, atau malah anda sudah tidak rela menjadi muslim dan ingin segera berpindah agama agar masuk dalam nominator “kapir ndak korup” ? na’uzubillah min zaalik.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Menyambut Gerhana Matahari Dengan Meriah …?

Gegap gempita, riuh riang & pesta pora menyambut momentum gerhana matahari seakan gerhana matahari adalah berkah dan rejeki.

Betulkah demikian dahulu Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam tatkala mendapatkan momentum serupa beliau tidak menyambutnya dengan pesta apalagi menganggapnya sebagai ajang wisata yang patut dipromosikan atau dimeriahkan.

Dahulu nabi sallallahu ‘alaihi wasallam begitu takut dan khawatir dengan gerhana matahari beliau beralasan bahwa gerhana bukanlah rejeki atau wisata akan tetapi gerhana matahari adalah ancaman dan peringatan bahwa Allah kuasa menjadikan matahari tidak lagi berputar tidak lagi bersinar tidak lagi berjalan namun berhenti di tempat atau bisa pula menjadikan perjalanan matahari dan bulan terus beriringan sehingga gelap gulita .

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

الشمس والقمر أيتان من ايات الله يخوف الله بهما عباده لا تنكسفان لموت أحد ولا لحياته فأذا رايتم شيئا من ذلك فازعوا الى الصلاة

“Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda keesaan Allah dengan keduanya Allah memberi peringatan kepada hamba-hambanya keduanya tidak akan mengalami gerhana hanya karena kematian seseorang atau terlahirnya seseorang jika kalian mendapatkan gerhana maka segera tegakkanlah sholat.”

Sobat masihkah anda ingin menyambut gerhana matahari karena ingin berwisata Menikmati keindahan gerhana selanjutnya selfi sana dan Selfi sini ataukah anda ingin menjadikan momentum gerhana matahari total  sebagai  momentum bermuhasabah mengasah rasa takut; khawatir dan iman anda kepada kuasa Allah & selanjutnya memperbanyak do’a kepada Allah?

Astaghfirullahalazim. astaghfirullahalazim.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Andakah Orang Yang Paling Baik Itu…?

Disaat anda melihat dan mengetahui kesalahan orang lain barangkali Anda berkata: iih Kok demikian sih, keterlaluan sekali.

Namun ketika Anda menyadari telah terjerumus dalam dosa dan kesalahan, betapa sering anda merasa bahwa kesalahan itu kecil & terlalu banyak orang yang kesalahannya jauh lebih besar.

Di saat yang sama barangkali anda merasa telah memiliki cadangan pahala dan janji Atau jaminan masuk surga.

Sobat! Sadarkah Anda bahwa cara berpikir seperti di atas adalah wujud dari kesombongan?

Betapa indahnya andai anda berpikir sebaliknya .

Ketika anda terjerembab dalam dosa dan kesalahan, anda merasa bahwa anda adalah orang yang paling banyak dosanya & dan paling sedikit amal ibadahnya.

Sedangkan tatkala anda melihat Saudara anda terjerumus dalam dosa, Alangkah indahnya bila anda berusaha berhusnudzon dengan berkata : Aaah bisa jadi ia tidak sadar atau tidak mengetahui bahwa itu adalah dosa.

Atau paling kurang Anda mengira bahwa ia memiliki banyak persediaan pahala yang cukup untuk menebus dosa-dosa nya, atau memiliki amalan yang tidak Anda ketahui yang dapat menjadi tebusan dosa-dosanya.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Ikatan Cinta Ahlul Bait Dengan Keluarga Abu Bakar radhiallahu ‘anhu…

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

1. Nabi Muhammad rmenikahi ‘Aisyah bintu Abi Bakar radhiallahu ‘anhu.

Orang pertama yang menjalin hubungan pernikahan antara kedua keluarga besar ini ialah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau menikahi ‘Aisyah putri Abu Bakar radhiallahu ‘anhuma. Tidak ada satu orangpun, baik dari kalangan Syi’ah ataupun Ahlis Sunnah yang mengingkarinya. Walau demikian, sedikit sekali tokoh agama Syi’ah, baik yang hidup pada zaman dahulu atau sekarang yang sudi untuk mengucapkan doa “semoga Allah meridhoinya” (radhiallahu ‘anha) . Yang tejadi malah sebaliknya, banyak sekali dari mereka yang dengan terus menerus mengutuknya dan menuduh ‘Aisyah radhiallahu ‘anha telah berzina. Bahkan mereka juga dengan tanpa rasa malu menjadikan kutukan kepada sahabat Abu Bakar radhiallahu ‘anhu sebagai bagian dari bacaan dalam sholat .wirid

 

2. Al Hasan bin Ali Bin Abi Thalib.

Muhammad Baqir Al Majlisi, wafat thn 1111 H, menyebutkan  bahwa A Hasan bin Ali bin Abi Thalib, yang oleh agama Syi’ah dinobatkan sebagai imam mereka yang ke-2, telah menikahi Hafshah binti Abdurrahman bin Abi Bakar As Shiddiq.([1])

Fakta ini menunjukkan bahwa Abu Bakar As Shiddiq dan Ali bin Abi Thalib, dan juga anak keturunannya tidak saling bermusuhan. Bahkan antara mereka terjaling hubungan yang sangat harmonis dan persaudaraan yang sangat erat.

 

3. Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal ‘Abidin bin Al Husain.

Imam ke-5 agama Syi’ah ini menikahi Ummu Farwah binti Al Qaasim bin Muhammad bin Abi Bakar As Shiddiq. Pernikahan ini diungkapkan oleh As Syeikh Al Mufid dalam kitabnya Al Irsyad2/176, juga oleh Al Kulainy dalam kitabnya Al Kaafi 1/472, Abul Faraj Al Ashfahaany dalam kitabnya Maqaatilut Taalibiyyin 109 & Al Majlisy dalam kitabnya Bihaarul Anwaar 47/5.

Dari pernikahan ini, Muhammad Al Baqir dikaruniai putra yang kemudian diberi nama Ja’far As Shaadiq, yang oleh agama Syi’ah dinobatkan sebagai imam mereka yang ke-6.

Pada suatu hari, Ja’far As Shaadiq berbangga-bangga dengan silsilah nasabnya dengan berkata:

وَلَدَنِي أَبُو بَكَر مَرَّتَينِ

“Aku telah dilahirkan oleh Abu Bakar dua kali”.([2]    

Maksud ucapan Ja’far As Shadiq ini – Abul Qasim Al Musawi Al Khu’i- adalah: Ibu kandung Ja’far As Shaadiq adalah Ummu Farwah binti Al Qasim bin Muhammad bin Abi Bakar, sedangkan ibu kandung Ummu Farwah adalah Asma’ binti Abdurrahman bin Abi Bakar As Shiddiq.

Menurut hemat anda, mungkinkah seorang imam agama Syi’ah berbangga-bangga dengan nasabnya yang tersambung dengan Khalifah Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam Abu Bakar As Shiddiq, bila antara imam-imam agama Syi’ah dan para khulafa’ Rasulullah r dan juga sahabat lainnya terjadi permusuhan?

Perlu diketahui bahwa Ali Zainal Abidin dan Al Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar adalah saudara sepupu, yang demikian itu dikarenakan Ibu mereka berdua adalah dua bersaudara, yaitu kedua putri raja Persia yang bernama Yazdajird bin bin Syahriyar bin Kisra.([3])

Yang lebih unik lagi adalah perihal Asma’ bintu ‘Umais radhiallahu ‘anha, ia adalah istri Ja’far bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu saudara kandung Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Sepeninggal Ja’far radhiallahu ‘anhu, ia dinikahi oleh Abu Bakar As Shiddiq radhiallahu ‘anhu, dan dari pernikahan ini terlahirlah Muhammad bin Abi Bakar. Lalu sepeninggal Abu Bakar radhiallahu ‘anhu, Asma’ bintu Umais radhiallahu ‘anha dinikahi oleh Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, sehingga Muhammad bin Abu Bakarpun diasuh oleh ayah tirinya, yaitu Ali bin Abi Thalib. Selanjutnya dari pernikahan ini mereka berdua (Ali & Asma’) dikaruniai dua orang putra yang diberi nama Yahya dan ‘Aun.([4])

Saudaraku! Apa perasaan anda setelah mengetahui fakta yang membutikan akan adanya saling santun menyantuni antara keluarga Abu Bakar radhiallahu ‘anhu dan keluarga Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Mungkinkah anda masih bisa menolerir anggapan agama Syi’ah bahwa Abu Bakar As Shiddiq radhiallahu ‘anhu telah merebut kekuasaan dari tangan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, sehingga terperciklah api permusuhan yang tak kunjung padam antara mereka dan keturunannya hingga hari qiyamat?

[1] ) Biharul Anwar oleh Al Majlisy 44/173.

[2] ) Al Irsyad oleh As Syeikh AL Mufid 2/176, Maqatilut Taalibiyyin oleh Abul Faraj AL Ashfahaany 109 & Bihaarul Anwaar oleh  Al Majlisy 47/5.

[3] ) Al Irsyad  oleh As Syeikh Al Mufid 2/137 & Wafayaatul A’yan oleh Ibnu Khalikaan 3/267.

[4] ) Al Ishabah oleh Ibnu Hajar Al Asqalaany 7/489 & Al Irsyad  oleh As Syeikh Al Mufid 1/354.

Ref : http://arifinbadri.com/ikatan-cinta-ahlul-bait-dengan-keluarga-abu-bakar-radhiallahu-anhu/

Awas! Lindungi Istri Dan Putri-Putri Anda Dari Germo Persia…

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Anda penasaran mengapa banyak orang terutama dari kalangan hidung belang, untuk masuk ke agama syi’ah?

Marketer syi’ah menggunakan memelet mereka dengan iming-iming surga dengan cara mengumbar nafsu kepada wanita seluas-luasnya. Simak contoh riwayat riwayat palsu karya mereka yang mereka ajarkan kepada para hidung belang beriktu ini:

Pemeluk agama Syi’ah merekayasa riwayat palsu dari Ja’far As Shadiq berikut:

ليس منا من لم يؤمن بكرتنا ولم يستحل متعتنا

“Tidak termasuk golongan kita siapa saja yang tidak beriman kepada raj’ah (kebangkitan kita) dan menghalalkan pernikahan mut’ah kita.”

Riwayat palsu ini dapat anda temukan di beberapa referensi Syi’ah berikut: Man laa Yahdhuruhu Al Faqih 3/458, karya As Syeikh Shaduq wafat thn 381 H, Al Masa’il As Sarawiyah 30, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn 413 H, At Tafsir As Shafi 1/440, karya Al Muhsin Al Faidh Al Kasyaani wafat thn : 1091 H, & Wasaa’ilus Syi’ah 21/7-8 , karya Al Hur Al ‘Amili wafat thn 1104 H.

Belum merasa cukup dengan anjuran di atas, marketer agama Syi’ah masih merasa perlu untuk membuat rekayasa riwayat dari Abu Abdillah Ja’far As Shadiq, guna merangsang air liur para hidung belang agar sudi bergabung dengan mereka :

ما من رجل تمتع ثم اغتسل إلا خلق الله من كل قطرة تقطر منه سبعين ملكا يستغفرون له إلى يوم القيامة ويلعنون متجنبها إلى أن تقوم الساعة. 

“Tidaklah ada seorang lelakipun yang menjalankan nikah mut’ah, kemudian ia mandi janabah (seusai menggauli istri mut’ahnya) melainkan Allah akan menciptakan dari tiap tetes air yang menetes dari tubuhnya tujuh puluh malaikat yang akan memohonkan ampunan untuknya hingga hari qiyamat dan akan melaknati orang yang enggan menjalankannya hingga hari qiyamat.”

Riwayat ini dapat anda temukan pada referensi Syi’ah berikut: Risalatul Mut’ah hal: 9, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn : 413 H, Wasa’ilus Syi’ah 21/8, karya Al Hur Al ‘Aamili wafat thn 1104 H, & Bihaarul Anwaar 100/307, karya Muhammad Baqir Al Majlisi wafat thn: 1111 H.

Masih belum puas dengan pahala yang demikian besar, Fathullah Al Kasyaani merekayasa dua hadits dari Nabi berikut:

من تمتع مرة كان درجته كدرجة الحسين عليه السلام، ومن تمتع مرتين فدرجته كدرجة الحسن عليه السلام، ومن تمتع ثلاث مرات فدرجته كدرجة علي بن أبي طالب عليه السلام، ومن تمتع أربع مرات فدرجته كدرجتي

“Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Husain ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Hasan ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Ali bin Abi Thalib ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah empat kali, maka kedudukannya menyamai kedudukanku”.

Saudaraku! Anda boleh saja bertanya: Bila demikian kedudukan orang yang nikah mut’ah, maka apakah penjahat bengis, pezina ulung, pemabok, pemakan riba dan kejahatan lainnya dapat menggapai kedudukan ini hanya dengan nikah mut’ah ?

Bayangkan saudaraku! Lelaki hidung belang dan germo bejat dapat menyamai kedudukan Nabi yang rajin ibadah hingga kaki beliau pecah-pecah. Menurut anda, agama model apakah ini ? 

من تمتع مرة أمن من سخط الجبار ومن تمتع مرتين حشر مع الأبرار، من تمتع ثلاث مرات زاحمني في الجنان

“Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka ia terbebas dari kemurkaan Allah Yang Maha Perkasa. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka ia akan dibangkitkan bersama dengan orang-orang yang berbakti. Dan barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka ia akan berdesakan denganku di dalam surga.”

Kedua riwayat ini dapat anda temui dalam kitab: Manhajus Shaadiqin Fi Ilzamil Mukhalifin 493, karya Maula Fathullah Al Kasyaani wafat thn 997 H.

Ini adalah pahala yang bakal diterima oleh lelaki yang menjalankan nikah mut’ah.

Saudara! masihkah anda merasa aman dari mereka? akankah anda membiarkan mereka mengancam istri dan putri putri anda?

Tua Ilmu Atau Tua Umur…?

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُلْتَمَسَ الْعِلْمُ عِنْدَ الْأَصَاغِرِ» 

Diantar tanda dekatnya hari kiyamat ialah bila masyarakat telah menimba ilmu dari orang orang kecil (kerdil).

Imam Abdullah Bin Al Mubarak perawi hadits ini berkata: yang dimaksud dengan orang orang kecil (kerdil) adalah ahlul bid’ah. ( riwayat Ibnul Mubarak dan Al lalakaa’i)

Ibnu Abdil Bar meriwayatkan dalam kitab Jami’ Bayaan Al ‘Ilmi wa Fadhlihi, bahwa Ibnu Mubarak berkata: 

الذين يقولون برأيهم، فأما صغير يروي عنكبير فليس بصغير»

وذكر أبو عبيد في تأويل هذا الخبر عن ابن المبارك أنه كان يذهب بالأصاغر إلى أهل البدع ولا يذهب إلى السن، 

Yang dimaksud dengan orang orang kecil (kerdil) adalah orang yang berpendapat hanya berdasarkan akalnya. Adapun anak muda yang meriwayatkan (mengikuti) dari ulama’ yang lebih besar maka ia tidak dianggap sebagai orang kerdil.

Selanjutnya beliau menukilkan penjelasan Abu Ubaid tentang ucapan Ibnu Mubarak di atas, bahwa Ibnu Mubarak berpendapat bahwa yang di maksudkan dengan orang orang kerdil adalah ahlul bid’ah dan bukan orang yang berumur muda.

Sekedar tua umur, buaaanyak, namun tua ilmu belum tentu, betapa banyak orang tua umurnya, namun kerdil ilmunya, dan betapa banyak orang yang muda umurnya, namun tuaaa benget ilmunya.

Wanita Yang Selalu Hadir Dalam Hatiku…

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Saudaraku, coba kembali anda mengingat betapa hangat dan indahnya pelukan ibunda semasa anda masih kecil. Kedamaian, ketenangan dan kebahagiaan sekejap menyelimuti diri anda tatkala anda berada di pangkuan dan pelukan ibunda tercinta. Bukankah demikian?

Pernahkah anda merasakan kedamaian, kehangatan dan kebahagian yang melebihi kedamaian berada dalam pelukan dan belaian ibunda?

Kuasakah anda melupakan kasih sayang dan kehangatan pelukan ibunda?

Coba sekali lagi anda mengingat-ingat dan membayangkan diri anda yang sedang berada dalam pelukan ibunda. Ia membelai rambut anda, mengecup kening anda, dan memeluk dengan hangatnya tubuh anda yang kecil mungil.

Betapa indahnya lamunan dan gambaran yang hadir dalam benak anda, seakan hati anda tak kuasa untuk berpisah dari lamunan indah ini.

Sekali lagi, coba kembali anda membayangkan apa yang dilakukan ibunda semasa anda demam atau sakit? Dengan tabah ia menunggu anda, merawat anda, dan mungkin saja tanpa ia sadari tetes air matanya berderai karena tak kuasa menahan rasa khawatir terhadap kesehatan anda.

Mungkinkah masa-masa indah bersama ibunda tercinta ini dapat anda lupakan? Mungkinkah hati anda kuasa untuk menahan rasa rindu kepadanya?

Tidakkah anda pernah bertanya: Mengapa ibunda melakukan itu semua kepada anda?

Jawabannya hanya ada satu: kasih sayang.

Benar, hanya kasih sayang beliaulah yang mendasari perilakunya itu. Tulus tanpa pamprih sedikitpun. Satu-satunya harapan ibunda ialah anda tumbuh dewasa dan menjadi orang yang beriman, bertakwa, sehingga berguna bagi agama, negara dan kedua orang tuanya.

Pernahkah, ibunda anda sekarang ini meminta balasan atau upah atas segala jerih payahnya merawat dan mengasuh anda?

Jawabannya pasti : tidak dan tidak mungkin ia melakukannya.

Saudaraku! Coba kembali anda berusaha mereka-reka gambaran ibunda sedang menggendong dan menimang-nimang tubuh anda yang kecil-mungil. Mungkinkah ibunda tercinta tega menjatuhkan diri anda atau bahkan mencampakkan anda ke dalam api?

Jawabannya pasti tidak, bahkan kalaupun harus memilih, saya yakin ibunda akan memilih menceburkan dirinya ke api asalkan anda selamat dari pada menceburkan anda ke dalamnya sedangkan dirinya selamat. Bukankah demikian?

Benar-benar gambaran seorang ibu yang penyayang dan cinta terhadap putranya.

Pada suatu hari didatangkan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam segerombolan tawanan perang. Tiba-tiba ada seorang wanita dari tawanan perang itu yang menemukan seorang anak kecil. Spontan wanita itu memeluknya dengan hangat dan segera menyusuinya. Menyaksikan pemandangan yang demikian, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabatnya: “Mungkinkah wanita ini tega mencampakkan putranya itu ke dalam api?” Para sahabatpun spontan menjawab: ” Selama ia kuasa untuk tidak melakukannya, mustahil ia melakukan perbuatan itu.”

Selanjutnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

(لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا). متفق عليه

“Sungguh Allah lebih sayang terhadap hamba-hamba-Nya dibandingkan wanita ini terhadap putranya.” (Muttafaqun ‘alaih).

Ketahuilah saudaraku! Kasih sayang ibunda yang pernah anda rasakan, hanyalah secuil atau setetes dari lautan kasih sayang Allah yang di turunkan ke muka bumi.

(إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ مِائَةَ رَحْمَةٍ كُلُّ رَحْمَةٍ طِبَاقَ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ فَجَعَلَ مِنْهَا فِى الأَرْضِ رَحْمَةً فَبِهَا تَعْطِفُ الْوَالِدَةُ عَلَى وَلَدِهَا وَالْوَحْشُ وَالطَّيْرُ بَعْضُهَا عَلَى بَعْضٍ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أَكْمَلَهَا بِهَذِهِ الرَّحْمَةِ). متفق عليه

“Sesungguhnya tatkala Allah menciptakan langit dan bumi, Ia menciptakan seratus kasih sayang (kerahmatan). Masing-masing kerahmatan sebesar langit dan bumi. Selanjutnya Ia menurunkan satu kasih sayang (kerahmatan) saja ke muka bumi. Dengan satu kasih sayang inilah seorang ibu menyayangi putranya, binatang buas dan burung-burung menyayangi sesama mereka. Dan bila kiamat telah tiba, maka Allah akan mengenapkan kesembilan puluh sembilan kerahmatan yang tersisa di sisi-Nya dengan satu kerahmatan yang telah Ia turunkan ke bumi. (Muttafaqun ‘alaih)

Pada riwayat lain Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

(لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِائَةُ رَحْمَةٍ وَإِنَّهُ قَسَمَ رَحْمَةً وَاحِدَةً بَيْنَ أَهْلِ الأَرْضِ فَوَسِعَتْهُمْ إِلَى آجَالِهِمْ وَذَخَرَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ رَحْمَةً لأَوْلِيَائِهِ وَاللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَابِضٌ تِلْكَ الرَّحْمَةَ الَّتِى قَسَمَهَا بَيْنَ أَهْلِ الأَرْضِ إِلَى التِّسْعَةِ وَالتِّسْعِينَ فَيُكَمِّلُهَا مِائَةَ رَحْمَةٍ لأَوْلِيَائِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ) رواه أحمد

“Allah Azza wa Jalla memiliki seratus kasih sayang (kerahmatan). Dan Sesungguhnya Allah telah membagi-bagi satu kasih-sayang-Nya kepada seluruh penduduk bumi, dan itu telah mencukupi mereka hingga masing-masing mereka dijemput oleh ajalnya. Allah masih menyisihkan sembilanpuluh sembilan kerahmatan buat para wali-Nya (hamba-hamba-Nya yang sholeh). Dan kelak pada hari qiyamat Allah mengambil kembali satu kerahmatan yang telah Ia turunkan itu guna disatukan dengan kesembilan puluh sembilan kerahmatan yang ada di sisi-Nya untuk selanjutnya diberikan kepada para wali-wali-Nya (orang-orang yang sholeh).” (Riwayat Ahmad).

Bila setetes dari satu kasih sayang dan kerahmatan yang berhasil dimiliki anda rasakan dari ibunda terasa begitu indah dan begitu membahagiakan, maka betapa indah dan bahagianya bila anda berhasil mendapatkan satu kerahmatan secara utuh?

Dan betapa indah dan bahagianya bila anda berhasil merasakan keseratus kerahmatan Allah kelak di hari kiamat.

Saudaraku! Anda penasaran, ingin tahu siapakah berhak mendapatkan keseratus kerahmatan dan kasih sayang Allah ?

Jawabannya terdapat pada firman Allah Ta’ala berikut :

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَـاةَ وَالَّذِينَ هُم بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ الأعراف 156

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (Al A’araf 156).

Anda merasa tertantang dan bermimpi untuk menjadi salah satu dari orang-orang yang dapat merasakan keseratus kerahmatan dan kasih sayang Allah di hari kiamat?

Inilah saatnya anda mewujudkan dan mengukir impian anda. Bulan suci ramadhan adalah peluang anda merintis terwujudnya impian dan harapan besar anda.

(إِذَا كَانَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ) رواه مسلم

“Bila Ramadhan telah tiba, maka pintu-pintu kerahmatan dibuka.” (Riwayat Muslim).

Sekarang inilah saatnya anda memasuki pintu-pintu kerahmatan Allah yang telah dibuka lebar-lebar untuk anda.

Akankah kesempatan emas ini berlalu begitu saja dari kehidupan anda?

Mungkinkah pintu-pintu kerahmatan Allah Ta’ala yang telah terbuka lebar-lebar untuk anda ini ditutup kembali sedangkan tak sedikitpun bekal untuk memasukinya berhasil anda ukir ?

Saudaraku! singsingkan lengan bajumu, kencangkan ikat pinggangmu dan ayuhlah langkahmu menuju pintu kerahmatan Allah yang telah dibuka untukmu.

Bila anda bertanya: Apakah perbekalan yang harus saya bawa agar dapat menggapai pintu kerahmatan Allah yang telah terbuka?

Dengarlah kembali jawabannya:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَـاةَ وَالَّذِينَ هُم بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ الأعراف 156

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (Al A’araf 156).

Wujudkanlah ketakwaan dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan. Tunaikanlah zakat dan kokohkanlah keimanan anda kepada setiap ayat-ayat Allah Ta’ala. Dengan berbekalkan ketiga hal ini, niscaya pada bulan suci ini anda berhasil memasuki pintu kerahmatan Allah.

Selamat berjuang melangkahkan kaki menuju kerahmatan Allah, semoga Allah Ta’ala mempertemukan kita di dalamnya. Amiin.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya, amiiin.