Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

‘SETELAH’ Sholat Baru Teringat Ada Najis Di Pakaian, Apa Yang Harus Dilakukan..?

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
‘DI TENGAH’ Sholat Baru Teringat Ada Najis Di Pakaian, Apa Yang Harus Dilakukan..?

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Jangan Ikuti Arusnya .. Tapi Teguhlah Di Atas Agama-Nya

Jangan ikuti arusnya .. Tapi teguhlah di atas Agama-Nya.

======

Saudaraku kaum muslimin yang saya cintai karena Allah.

Sadarlah .. bahwa kita akan terus digiring untuk menjauhi apa yang dinilai buruk oleh musuh-musuh Islam .. dan digiring untuk melakukan apa yang dinilai baik oleh mereka.

Contohnya: Jauhi wahabi, radikal, teroris, takfiri, ekstrim, kaku, kolot, jumud, dst .. tapi standarnya dari mereka, bukan dari Islam.

Contohnya lagi: Jadilah orang yang rahmatan lil ‘alamin, bijak, toleran, hormat kearifan lokal, moderat, maju, dst .. tapi standarnya dari mereka, bukan dari Islam.

Jika hal ini kita ikuti sesuai standar mereka, maka jelas lama-lama Islam, hanya tinggal nama .. kelihatannya berlabel Islam, tapi sejatinya hanyalah mengikuti apa yang mereka inginkan.

Perkataan imam kita, Imam Syafi’i -rohimahullah- telah lama membantah mereka, beliau mengatakan:

آمنت بالله وبما جاء عن الله، على مراد الله. وآمنت برسول الله، وبما جاء عن رسول الله، على مراد رسول الله

“Aku beriman kepada Allah, dan apapun yang datang dari Allah, sesuai yang diinginkan Allah.

Aku juga beriman kepada Rosulullah, dan apapun yang datang dari Rosulullah, sesuai yang diinginkan oleh Rosulullah”

Standarnya adalah apa yang diinginkan oleh Allah dan Rosul -shollallahu ‘alaihi wasallam- .. bukan apa yang diinginkan mereka (musuh-musuh Islam).

Oleh karena itu, bersabarlah untuk tetap teguh dengan Alquran dan Assunnah, sebagaimana dipahami oleh para Salaful Ummah .. meski akan banyak ujian yang kita alami dan hadapi.

Inilah jalan yang menjadikan Islam kita terjaga, tetap seperti yang diinginkan oleh Allah dan Rosulnya .. inilah jalan keselamatan .. inilah jalan yang lurus menuju surga Allah ta’ala.

Teruslah mengingat, bahwa semakin berat suatu amalan, maka semakin berat juga timbangannya .. semoga Allah memberikan keteguhan kepada kita hingga husnul khotimah, amin.

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Kaidah Besar ke 2 Dari Ushul Fiqih : Keyakinan Tidak Bisa Dikalahkan Oleh Keraguan…

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Kaidah Besar ke 3 Dari Ushul Fiqih – part 1 : Kaidah Kesusahan Mendatangkan Kemudahan…

Kaidah Besar ke 3 Dari Ushul Fiqih – part 2 : Sebab-Sebab Yang Mendatangkan Kemudahan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Menyikapi Ucapan Seseorang Yang Merendahkan Kedudukan Seorang Nabi ‘alayhissalam…

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Jangan Katakan “KENAPA” Dan “BAGAIMANA”, Bila…

Jangan katakan “KENAPA” dan “BAGAIMANA“, bila Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam memerintahkannya atau melarangnya…
.
Imam Syafi’i -rohimahulloh- mengatakan:

“… akan tetapi Allah telah menyuruh Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dan semua makluk-Nya dengan perintah apapun yang Dia kehendaki melalui lisan Nabi-Nya. Maka, tidak boleh baginya -siapapun orangnya-, untuk memasukkan kata “kenapa” dan “bagaimana” serta pendapat apapun ke dalam hadits yang datang dari Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-. Begitu pula tidak boleh baginya untuk menolak hadits tersebut, bila datang dari orang yang terpercaya menurutnya, walaupun dia hanya satu orang.” 

.
[Kitab: Ikhtilaful Hadits, karya: Imam Syafi’i, hal: 16].
.

———

.
Sayangnya seringkali sebagian orang di zaman ini, ketika datang kepadanya Sunnah Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, baik itu perintah atau larangan, dengan mudahnya dia mengatakan: “kenapa perintahnya seperti itu“, “kenapa dilarang ?!”Semoga perkataan Imam Syafi’i di atas, dapat menjadi masukan bagi mereka… dan itulah yang pantas bagi kita sebagai umatnya yang mengaku mencintai beliau shollallohu alaihi wasallam.

Cobalah bayangkan bila beliau shollallohu alaihi wasallam masih hidup di depan kita, dan menyuruh atau melarang sesuatu kepada kita, pantaskah kita mengatakan “kenapa” atau “bagaimana“, atau bahkan menolaknya mentah-mentah…?

Semoga bermanfaat….

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da270415-1415

Layak Untuk Direnungkan…

Jika Anda selalu membandingkan
kesejahteraan hidup Anda dengan
orang-orang kaya… maka, harusnya
Anda bandingkan juga keadaan agama
Anda dengan orang-orang yang bertakwa.
Itu baru adil.

Belum lagi dengan yang pertama, Anda
akan rugi dengan hilangnya ketenangan
hati… sedang dengan yang kedua, Anda
akan untung dalam agama dan dunia
sekaligus.

Ust. DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله

da140116-1323

AGAMA Adalah Pemersatu Yang Paling Kuat…

Karena sebenarnya yang mempersatukan hati manusia adalah Allah [Al-Anfal 63] .. dan Allah memerintahkan manusia untuk bersatu dengan Agama-Nya [Ali Imran 103].

Oleh karena itu, Anda tidak akan dapatkan persatuan yang lebih besar daripada persatuan AGAMA.

Oleh karenanya, seringkali masalah keluarga lebih mudah diselesaikan dengan sentuhan agama .. begitupula masalah-masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat .. karena memang agama itu bisa mempersatukan.

Nah, ini yang tidak disenangi oleh musuh Islam .. sehingga mereka berusaha agar kaum muslimin tidak bisa bersatu dengan agama mereka .. maka dijadikanlah semangat kedaerahan sebagai salah satu alat yang lumayan efektif agar kaum muslimin tetap terpecah dengan agama mereka.

Dan contoh mudahnya adalah Islam Nusantara .. nanti ada Islam kejawen .. dan Islam-Islam dengan semangat kedaerahan yang lainnya .. sehingga kaum muslimin bisa terpecah pecah dengan Islamnya.

Oleh karenanya, jangan sampai kita sambut gayung ini .. tapi tetaplah teguh dengan persatuan Islam ..

Satukanlah daerah-daerah yang kita cintai dengan semangat Islam .. Jangan pecah belah Islam dengan semangat kedaerahan.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat ..

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.

Tentang Menggabungkan Beberapa Niat Dalam Satu Ibadah Yang Sejenis…

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syubhat…

Silahkan belajar agama kepada siapa saja, yang penting “Ambil baiknya, buang buruknya“.

Jawaban:

⚉   Berarti boleh belajar ilmu agama kepada Iblis ?! Yang penting ambil baiknya, buang buruknya.

⚉   Berarti tidak usah pilih-pilih guru agama .. silahkan belajar kepada orang syiah, orang liberal, orang khawarij, orang mu’tazilah, orang qodariyah, orang jabariyah, dan siapa saja .. yang penting ambil baiknya, buang buruknya.

⚉   Berarti, kalau kita belajar agama, silahkan belajar kepada orang-orang yang jahil dalam agama .. yang penting ambil baiknya, buang buruknya.

⚉   Kalau ini dalam agama, apalagi dalam masalah dunia .. Berarti silahkan belajar ilmu ekonomi kapada ahli saraf .. atau belajar pijat kepada ahli teknik .. atau belajar ilmu kedokteran kepada koki .. dan seterusnya.

Lihatlah bagaimana buruknya kosekuensi prinsip ini .. dengan adanya konsekuensi buruk yang banyak ini, itu menunjukkan buruknya prinsip tersebut.

👉🏼  Prinsip ini, sebenarnya bisa digunakan dalam menerima kebenaran yang datang kepada kita .. BUKAN dalam menjadikan seseorang sebagai rujukan menimba ilmu agama.

Semoga mudah dipahami dan bermanfaat, amin.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى