Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Agar “MENUNGGU” Menjadi MENYENANGKAN…

Syeikh Abdul Karim Alu Khudhoir -hafizhohulloh-:

“Termasuk hal yang paling memberatkan adalah “menunggu“, akan tetapi bila seseorang BERZIKIR ketika dia MENUNGGU, maka dia tidak akan merugi bila temannya telat datang satu jam, atau lebih, atau kurang.

Bahkan bila dia telah merasakan (manfaat) dzikir dan nyaman dengan Allah ta’ala -jalla wa’ala-, bisa saja dia berharap temannya tidak datang, (atau) berharap temannya telat.

(Karena) di dalam dzikir ada lebih dari 100 faedah (keuntungan), dan hal tersebut telah disebutkan oleh Al-Allamah Ibnul Qoyyim di dalam kitabnya Al-Wabil As-Shoyyib.”

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny, MA حفظه الله تعالى

da221114-1530

Pesan Dari Salah Seorang Hamba Allah…

Jika hawa nafsu Anda mengajak untuk bermaksiat, maka cobalah menyanggahnya dengan halus, ingatkanlah dia dengan ayat ini:

قُلْ أَذَلِكَ خَيْرٌ أَمْ جنّةُ الخُلْدِ الَّتي وُعِدَ المُتَّقُونَ

Apakah itu lebih baik, ataukah surga keabadian yang dijanjikan untuk mereka yang bertakwa ?!” [QS. Alfurqon:15]

Ya, surga itu dijanjikan bagi orang yang bertakwa; orang yang menjalankan keta’atan dan menjauhi kemaksiatan, semoga Allah memasukkan kita dalam golongan mereka.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da060415-2132

Allah Ta’ala Maha Tahu Atas Segala Sesuatu

⚉   Banyak orang bertanya: mengapa terjadi gempa di Lombok, padahal di sana banyak orang-orang baik, salih, dan agamis ?

Jawaban paling logisnya adalah karena banyaknya kemaksiatan yang dibiarkan di sana .. terutama di pinggir-pinggir pantainya yang katanya di sepanjang pantainya ada “sumur-sumur” yang siap di minum.

Ini mengingatkan kita tentang hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya: “apakah kita akan binasa, padahal ada orang-orang saleh di tengah-tengah kita ?!“, Beliau menjawab: “iya, jika keburukan sudah banyak !

⚉   Mungkin ada yang bertanya: bukankah di negara kafir lebih parah keadaannya, kenapa mereka tidak ditimpa gempa ?!

Jawabannya:

a.  Tidak benar di sana tidak ada gempa, ada juga gempa di negara-negara kafir.

b.  Adzab Allah tidak hanya berupa gempa, tapi ada juga adzab Allah yang lainnya yang Allah timpakan kepada mereka, seperti angin topan, banjir, tanah longsor, bumi yang tiba-tiba “ndelesep” ke bawah, jiwa yang gersang, hati yang mati dan terkunci, dll.

c.  Jangan samakan antara kasih sayang Allah kepada kaum muslimin dengan kasih sayang Allah kepada orang-orang kafir.

Allah menyayangi kaum muslimin dengan memberikan peringatan kepada mereka, agar mereka segera bertaubat dan kembali kepada jalan yang benar .. sehingga siksa di akhirat ringan, atau bahkan bebas dari siksaan.

Adapun orang-orang kafir, maka bisa saja Allah membiarkan mereka dalam keburukannya hingga ajal menjemput mereka, sehingga nantinya mereka akan menerima azab yang jauh lebih berat .. dan ini tanda TIDAK sayangnya Allah kepada mereka.

⚉   Mungkin ada juga yang bertanya: bukankah sebab gempa itu proses alami dari bergesernya lempengan-lempengan tektonik ?!

Jawabannya: memang itu proses alam .. tapi kita harus tahu bahwa proses alam itu tidak berjalan sendiri .. ada yang mengaturnya, Dialah Sang Pencipta alam semesta ini .. dan Dia telah berkehendak, bahwa peringatan-Nya akan didatangkan kepada hamba-Nya yang pantas menerimanya .. dan diantara peringatan itu adalah gempa bumi.

Jika demikian adanya, maka harusnya kita ingatkan diri akan pentingnya syiar “amar ma’ruf nahi mungkar” .. mari kita GENCARKAN kembali syiar ini .. terutama orang-orang yang sudah diberi kekuasaan .. tujuannya agar kita selamat semuanya .. agar kita terhindar dari peringatan Allah ta’ala sebelum Allah menimpakannya .. atau mengangkatnya setelah kedatangannya.

Allah ta’ala berfirman:

لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

[Surat Yunus 98]

Ketika kaum Yunus itu beriman, Kami hilangkan dari mereka AZAB yang menghinakan dalam kehidupan DUNIA, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat.

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى.

Apakah Patokan Safar Itu Jarak Ataukah Waktu Tempuh.?

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Sadarlah Wahai Saudaraku…

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- berkata:

Mungkin saja engkau memakai jam tanganmu, lalu yang melepaskannya dari tanganmu itu pewarisnya…

Mungkin saja engkau menutup pintu mobilmu, lalu yang membukakannya untukmu petugas ambulan…

Mungkin saja engkau memasang kancing bajumu, lalu yang membukakannya untukmu pemandi mayat…

Mungkin saja engkau memejamkan mata saat berbaring di kamarmu, lalu mata itu tidak terbuka lagi melainkan di hadapan Allah Penakluk langit dan bumi pada hari kiamat…

Tidakkah kita melihat bagaimana kita menghidupkan waktu kita, dengan apa kita mengisinya, dan dengan apa hidup kita akan ditutup ?!

Ya Allah… sadarkanlah kami dari kelalaian ini!

Penterjemah:
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da110717-2032

Agama Islam Ini Mudah…

Pendapat yang mengharuskan sama antara Indonesia dan Arab Saudi dalam puasa arafah, itu masuk dalam bab ilmu ushul fikih: “TAKLIFU MAA LAA YUTHOOQ” (**) apabila diterapkan di zaman dahulu, yakni zaman disabdakannya hadits tentang keutamaan puasa arafah.

Dan kalau di zaman dulu tidak mungkin dijalankan, bagaimana di zaman ini menjadi diwajibkan ?!

Ingatlah bahwa agama Islam ini mudah dari asalnya, dan bisa diterapkan oleh siapapun dan kapanpun.

—–

** “TAKLIFU MAA LAA YUTHOOQ“, adalah membebani seorang hamba dengan sesuatu yang tidak dimampui olehnya .. ini tidak ada dalam syariat Islam yang Allah penuhi dengan kemudahan.

Allah berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidaklah membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kemampuannya.” [Al-Baqarah, 286]

Silahkan dishare, semoga bermanfaat.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Jangan Sampai…

Jangan sampai engkau jadikan hubunganmu dengan Allah seperti hubunganmu dengan mobil Ambulance, engkau hanya menghubunginya saat darurat saja.

Akan tetapi,

Jadikanlah hatimu selalu bergantung kepada Allah, baik saat darurat maupun saat lapang.. Ingatlah selalu kepada-Nya, baik saat sedih maupun saat bahagia.

Sungguh, ingat kepada Allah dan dekat dengan-Nya adalah sumber kebahagian.. sebagaimana dekat dengan orang-orang yang engkau cintai mendatangkan kebahagiaan.

Jika dengan mendekat kepada Allah belum menjadikan engkau bahagia, berarti engkau sebenarnya belum mencintai Allah.. Cintailah Allah sepenuh hati, niscaya akan datang kebahagiaan hakiki yang tiada tara.

Dan buktikan cinta itu dengan MENTA’ATI semua yang datang dari utusan-Nya Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana firman-Nya (yang artinya):

“Katakanlah: jika kalian MENCINTAI Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. [Alu Imran: 31].

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da190817-2052

Kaidah Besar ke 3 Dari Ushul Fiqih – part 2 : Sebab-Sebab Yang Mendatangkan Kemudahan…

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

1. SAFAR

==================================================
2. SAKIT

==================================================
3. TERPAKSA

==================================================
4. LUPA

==================================================
5. KE-TIDAK TAHUAN

==================================================
6. SULIT MENGHINDARI

==================================================
7. KEKURANGAN YANG ADA PADA DIRI/FISIK

==================================================
8. KEADAAN GENTING/DARURAT

==================================================
9. TIDAK SENGAJA

 

ARTIKEL TERKAIT
Kaidah Besar ke 2 Dari Ushul Fiqih : Keyakinan Tidak Bisa Dikalahkan Oleh Keraguan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Kaidah Besar ke 3 Dari Ushul Fiqih – part 1 : Kaidah Kesusahan Mendatangkan Kemudahan…

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Kaidah Besar ke 2 Dari Ushul Fiqih : Keyakinan Tidak Bisa Dikalahkan Oleh Keraguan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

‘DI TENGAH’ Sholat Baru Teringat Ada Najis Di Pakaian, Apa Yang Harus Dilakukan..?

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
‘SETELAH’ Sholat Baru Teringat Ada Najis Di Pakaian, Apa Yang Harus Dilakukan..?

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih