Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Biasakanlah Menyebutkan DALIL Saat Mendidik Anak

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Sebaiknya anak-anak diberikan pengetahuan tentang hukum-hukum sesuatu beserta dalil-dalilnya… misalnya: ketika kamu mengatakan kepada anakmu: “Bacalah basmalah saat akan makan, dan bacalah hamdalah saat kamu selesai makan..!”, jika kamu mengatakan itu; maka maksud perintahnya sudah tercapai.

Tapi bila kamu mengatakan:

“Bacalah basmalah saat akan makan, dan bacalah hamdalah saat kamu selesai makan, KARENA Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- menyuruh (kita) agar membaca basmalah sebelum makan,” beliau (shollallohu ‘alaihi wasallam) juga mengatakan: ‘Sungguh Allah meridhoi seorang hamba yang memakan sesuap makanan dan dia membaca hamdalah karenanya, dan (seorang hamba) yang meminum seteguk minuman dan dia membaca hamdalah karenanya..!”

Jika kamu melakukan hal ini, kamu akan mendapatkan 2 manfaat:

PERTAMA: Kamu membiasakan anakmu untuk mengikuti dalil.

KEDUA: Kamu mendidik anakmu untuk mencintai Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam-, dan bahwa Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam- adalah seorang imam/pemimpin panutan yang wajib diikuti arahan-arahannya.

Dan hakekat ini banyak dilalaikan, kebanyakan orang mengarahkan anaknya kepada hukum-hukumnya saja, namun dia tidak mengaitkan arahan itu dengan sumbernya, yaitu: Alkitab dan Assunnah..”

[Kitab: Al-Qoulul Mufid ala Kitabit Tauhid: 2/423].

———-

Ada MANFAAT KETIGA yang bisa ditambahkan di sini: bahwa ORANG TUA juga akan belajar mengetahui dalil-dalil tersebut, dan menyampaikannya kepada anaknya, sehingga akan berkumpul banyak dalil padanya dan dia dapat menghapalnya dengan mudah karena dibarengi dengan praktek, wallohu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Note Ilmu Dari Syaikh Sholeh Al-Ushoimi حفظه الله تعالى

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA, حفظه الله تعالى

 

HIJRAH dalam syariat berarti: “Meninggalkan sesuatu yang dibenci dan ditentang Allah, menuju sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah”.

Hijrah ini ada 3 macam:

1. Hijrah (meninggalkan) amalan yang buruk: yaitu dengan meninggalkan kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Begitu pula kemusyrikan dan kebid’ahan.

2. Hijrah (meninggalkan) negeri yang buruk: seperti berhijrah dari negeri kafir menunju ke negeri islam.

3. Hijrah (meninggalkan) teman yang buruk: yaitu dengan meninggalkan orang yang diperintahkan oleh syariat untuk meninggalkannya, seperti: orang kafir, orang musyrik, ahli bid’ah, dan ahli maksiat.

======

Pembahasan HIJRAH ini di luar pembahasan DAKWAH… yakni pada asalnya kita diperintahkan untuk berhijrah (meninggalkan) mereka yang kafir (misalnya), tapi jika tujuannya untuk BERDAKWAH, maka kita boleh mendatangi mereka untuk menyampaikan kebenaran dan rahmatnya Islam agar mereka mau menerimanya, wallohu a’lam.

TIGA Pilar Utama

Dakwah Salaf berdiri di atas 3 pilar utama:

(1) Memurnikan Ibadah untuk Allah ta’ala dan memerangi kesyirikan.

(2) Taat dan tunduk kepada pemimpin muslim dalam perintah yang bukan maksiat.

(3) Menghidupkan Sunnah, dan memerangi bid’ah.

——–

Tiga hal ini bisa disimpulkan dari Hadits Irbadh -rodhiallohu ‘anhu-, yang disebut sebagai NASEHAT PERPISAHAN NABI -shollallohu ‘alaihi wasallam-, beliau bersabda di dalamnya:

“Aku BERWASIAT kepada kalian:

(1) agar BERTAQWA kepada Allah,

(2) dan MENDENGAR juga TAAT (kepada penguasa), walaupun dia seorang budak (hitam) dari Habasyah, karena orang yang hidup (lama) dari kalian akan melihat banyak perselisihan.

(3) Dan Waspadalah kalian terhadap semua ‘PERKARA-PERKARA BARU (dalam agama)’, karena itu adalah kesesatan..”

[HR. Attirmidzi: 2676, dishohihkan oleh Syeikh Albani]

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Ringkasan Tentang Hukum PALA

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

1. Biji pala merupakan sesuatu yang memabukkan, sebagaimana ditegaskan oleh banyak ulama.

Adapun buahnya, maka tidak tergolong memabukkan, sebagaimana dibuktikan dengan percobaan, wallohu a’lam.

2. Memakan biji pala secara terpisah diharamkan, walaupun sedikit, karena dia memabukkan ketika dimakan dalam takaran banyak.

Nabi -shollalohu alaihi wasallam- telah bersabda: “Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya juga diharamkan”.

3. Menjadikan biji pala sebagai bumbu masakan dan penyedap rasa, bila kadarnya sedikit dan tidak sampai memabukkan, maka dibolehkan, karena sifat memabukkan yang menjadi ‘illat haramnya’ telah hilang, dan hukum itu berputar bersama illatnya, sehingga ketika ‘illat haramnya’ hilang, maka ‘hukum haramnya’ pun hilang.

4. Diantara ulama yang memilih pendapat ini: Ibnu Farohun Almaliki, Arromli Asy Syafii, Sy Albani, Sy Ali hasan Alhalabi, Sy Kholid Muslih, Sy Sulaiman Almajid, Sy Wahbah Azzuhaili, dll.

5. Mungkin ada yang bertanya: Mengapa ketika dimakan secara terpisah; haram, walaupun sedikit dan tidak sampai memabukkan, tapi ketika dicampur dengan bahan lain yang banyak menjadi halal.

Karena ketika dikonsumsi secara terpisah; hakekatnya tetap ada dan belum berubah, meski hanya sedikit. Adapun ketika dicampurkan dengan yang lain yang jumlahnya banyak, maka hakekatnya seakan hilang, tanpa menyisakan efek buruk yang menjadikannya diharamkan.

Ketika segelas khomr menjadikan seseorang mabuk, maka meminum setetes darinya pun haram, karena statusnya dia masih minum khomr, meski hanya sedikit.

Tapi ketika setetes itu dipakai untuk campuran obat batuk -misalnya- yang jumlahnya sangat banyak hingga sifat memabukkan setetes khomr tadi hilang, maka setetes khomr tadi dianggap hilang, dan obat batuknya tetap halal.

6. Adakah contoh yang lain?

Banyak sekali contoh-contoh dalam masalah ini, misalnya:

a. Bahan pengawet dalam sebuah makanan, bila dimakan terpisah akan mematikan dan diharamkan, tapi ketika dicampur dalam sebuah makanan sebagai bahan pengawet dan pengaruh mematikannya dianggap hilang, maka dibolehkan.

b. Bahan Flouride, jika dimakan terpisah akan mematikan, tapi bila telah dicampur dalam minuman dalam kadar yang sangat sedikit, sehingga pengaruh mematikannya seakan tidak ada, maka air itu tetap halal diminum.

c. Alkohol diharamkan, tapi alkohol yang dikandung tape dan makanan lainnya yang kadarnya sedikit dan efek memabukkanya hilang; halal dimakan.

d. Kafein diharamkan, tapi kafein yang dikandung oleh kopi dan minuman lainnya yang kadarnya sedikit dan efek negatifnya dianggap hilang, maka dibolehkan.

e. Begitu pula banyak zat-zat kimia yg dicampurkan dalam makanan, banyak yang jika dikonsumsi secara terpisah diharamkan karena efek buruknya, tapi ketika dicampurkan dalam sebuah makanan menjadi boleh, karena kadarnya yang sangat sedikit dan efek buruknya dianggap hilang.

f. Sumur budho’ah di zaman Nabi -shollalohu alaihi wasalam- tetap dipakai airnya dan dianggap suci oleh Nabi -shollalohu alaihi wasallam- dan para sahabatnya, walaupun banyak kotoran dan najis dimasukkan ke dalamnya.

g. Air laut dan sungai, tetap dihukumi suci, walaupun banyak bangkai dan kotoran dilemparkan kepadanya.

7. Namun, terlepas dari itu semua, tetap saja lebih baik meninggalkan penggunaan biji PALA sama sekali, karena itu lebih selamat dan bisa mengeluarkan seseorang dari khilaf yang ada dalam masalah ini.

Harus dibedakan antara masalah FATWA dan TAQWA… Dalam berfatwa kita melihat masalah berdasarkan dalilnya.

Adapun dalam perakteknya, bisa jadi kita meninggalkan sesuatu yang mubah, karena dorongan ketakwaan kita,

Wallohu ta’ala a’lam.

Kata Syi’ah

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Syiah mengatakan:

Cobalah jawab, mana yang harusnya lebih tahu tentang Islam yang dibawa Nabi, keluarga beliau, ataukah para sahabat beliau?! Bukankah seharusnya keluarga beliau adalah orang yang paling banyak tahu tentang Islam?!

Kita katakan:

1. Kalau kaidah ini mutlak benarnya, tentunya tidak ada kerabat Nabi -shollalohu alaihi wasallam- yang masuk neraka, namun ternyata ada, diantaranya paman beliau: Abu lahab, Abu jahal, dll.

2. Orang yang paling banyak tahu tentang Islam adalah orang yang paling banyak bersama beliau dan paling banyak mengambil ilmu dari beliau, baik dia itu keluarga beliau atau yang lainnya.

Ketika di rumah, maka keluarga yang sedang bersama beliau yang lebih tahu… Ketika di luar rumah, maka orang yang bersama beliau yang lebih tahu.

3. Keluarga beliau mencakup isteri beliau,hampir setiap hari beliau bersama isterinya, lalu mengapa mereka dicampakkan oleh kaum syiah?

4. Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- tidak membedakan dalam menyampaikan Risalah Islam, sebagaimana ditunjukkan oleh perkataan Sahabat Ali -rodhiallohu anhu-:

“Tidak ada kitab (khusus) yang kami baca, selain kitabulloh dan apa yang ada dalam lembaran ini, di dalamnya ada aturan hukum qishosh dan umur-umur onta”, lalu beliau menyebutkan beberapa hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam-. [HR. Bukhori]

5. Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- lebih banyak menyampaikan Islam di luar rumah, baik di masjid beliau ataupun di tempat lain. Sehingga tidak otomatis keluarga beliau lebih tahu ilmu daripada orang lain.

6. Sebagaimana telah biasa terjadi, orang yang paling tahu tentang ilmu seseorang adalah orang yang paling banyak mengambil ilmu dari orang tersebut, dan itu tidak mengharuskan dari keluarganya.

Bahkan seringkali seorang murid kesayangan atau teman akrab seseorang lebih banyak tahu tentang ilmu orang tersbut daripada keluarganya sendiri.

7. Ajaran para Ahlul Bait tidak bertentangan dengan ajaran para Sahabat Nabi, ajaran mereka sama dan saling melengkapi, sehingga tidak perlu dipertentangkan.

Sungguh mencintai Ahlul Bait adalah tuntutan iman kita… Tapi mencintai mereka tidak mengharuskan kita meninggalkan atau membenci atau merendahkan para sahabat Nabi lainnya.

Karena mereka adalah satu generasi yang saling melengkapi dan tidak mungkin dipisahkan, wallohu a’lam.

 

Awas, Jangan Berdusta Saat Bersumpah Atas Nama Allah

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Awas, jangan berdusta saat bersumpah dengan nama Allah, karena Allah akan menjadi musuhmu…

======

Syeikh Athiyyah Salim -rohimahulloh- mengatakan:

“Jadi arti sebuah sumpah (dalam kontek ini) adalah: menjadikan Allah -subhanah- sebagai saksi untuk menolak tuduhan, bila dia jujur maka Alhamdulillah, namun bila dia dusta, maka Allah-lah yang akan menjadi lawannya.

Oleh karena itu, bila kamu memperhatikan keadaan manusia, dan meneliti orang-orang yang bersumpah DUSTA dengan nama Allah -dan inilah sumpah yang menjerumuskan orangnya ke dalam neraka-, kamu akan dapati Allah (biasa) MENYEGERAKAN hukuman bagi mereka di dunia, dan mungkin banyak orang yang mendengar kisah-kisah dalam hal ini, dan perkara (hukuman) tersebut tidak hanya terbatas pada (hukuman) hari kiamat saja”.

Beliau juga memberikan faedah berharga, ketika mengatakan:

“Dari sini kita tahu makna sebuah hadits shohih: “Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah jatuh dalam kesyirikan”, apa hubungan antara syirik dengan sumpah dengan selain nama Allah?

Karena ketika kamu bersumpah dengan selain Allah, seakan kamu memberikan kepada selain Allah; sebagian sifat Allah.

Ketika kamu bersumpah dengan nabi, atau malaikat, atau orang saleh, atau siapapun, seakan kamu memberikan orang yang kau jadikan sumpah itu; sifat maha tahu, sifat maha melihat, dan kemampuan untuk membalas, padahal ini tidak ada melainkan pada Allah”.

[Kitab: Syarah Arba’in Nawawi, Syarah Hadits: 33].

Komentar Ibnu Katsir Rahimahullah Tentang Khowarij

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Komentar Ibnu Katsir -rohimahulloh- tentang KHOWARIJ, seakan sedang mengomentari kekejaman ISIS di zaman ini.

========

“Karena jika mereka (Kaum Khowarij) menjadi kuat, tentu mereka akan merusak bumi seluruhnya, baik Bumi Irak maupun Bumi Syam.

Mereka tidak akan menyisakan anak laki-laki maupun anak perempuan, mereka tidak akan menyisakan seorang pria maupun wanita.

Karena menurut mereka, SEMUA orang telah rusak sangat parah, hingga tidak ada yang bisa memperbaiki keadaan mereka kecuali penumpasan secara total.”

[Kitab: Al-Bidayah wan Nihayah 10/584-585].

————

Semoga Allah menyelamatkan kita dan kaum muslimin semuanya dari cobaan ini, amin.

Keadaan Manusia

Kadang heran memperhatikan keadaan manusia..

1. Mereka bingung cari cara menurunkan berat badan.. Padahal dengan puasa; dia dapat pahala, sehat, dan badannya otomatis bisa susut.

2. Mereka bingung cari jalan pembuka rizki, bahkan tak sedikit yang ndukun, padahal Islam dari dulu sudah memberikan banyak amalan pembuka rizki, mulai dari istighfar, silaturrahim, sedekah, dan banyak amalan lainnya.

3. Mereka bingung mencari ketenangan, kebahagiaan, dan kesejukan hati, padahal Islam dari awal sudah mengatakan :
– dengan berdzikir hati menjadi tenang
– dengan beramal sholeh hidup akan menjadi baik

Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Intinya: Sebenarnya Islam sudah memberikan solusi untuk semuanya, hanya saja apakah kita punya tekad atau tidak untuk mengaplikasikannya, tanyalah diri Anda..

????
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Ada 4 Orang Di Dunia Ini.. Anda Termasuk Yang Mana..?

1. Orang yang meraih dunia, dengan mengorbankan akheratnya..

maka, itu sebuah kerugian, karena dia mengorbankan kenikmatan yang sangat berharga, untuk mendapatkan kenikmatan yang sangat murah, dan ini banyak terjadi dan bukan hal yang hebat, meski banyak orang terkecoh dengannya.. karena banyaknya propaganda konsep kapitalis ini.

2. Orang yang tidak meraih dunia, padahal sudah mengorbankan akheratnya..

maka, ini sungguh kerugian yang paling nyata, susah di dunia, tersiksa di akherat… Ini juga banyak kita dapati di sekeliling kita, banyak orang yang sudah miskin dunia, tapi dia juga tidak memperhatikan akheratnya… Semoga Allah melindungi kita darinya.

3. Orang yang meraih sedikit dunia, namun dia menjaga akheratnya dengan tidak melanggar syariatNya..

maka, ini sudah merupakan keuntungan yang besar, karena dia seperti orang yang mengorbankan sesuatu yang sangat murah untuk meraih sesuatu yang sangat berharga.

4. Orang yang meraih dunia bersama dengan akheratnya..

maka, inilah keuntungan yang hebat dan istimewa, hanya sedikit orang yang bisa mendapatkannya.. Karena di saat dunia leluasa menggodanya, dia masih tetap tegar untuk memanfaatkannya dalam jalan-jalan kebaikan.

Saya yakin banyak yang ingin menjadi orang keempat ini.. tapi itulah, sesuatu yang istimewa, pasti banyak disukai, karena hal itu susah didapatkan.. Kalau itu mudah diraih, tentu bukan hal yang istimewa lagi.

Oleh karenanya, mari berjuang untuk meraihnya, semoga Allah memberikan taufiqNya kepada kita.. amin.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Islam Yang Diasingkan Dan Dimusuhi… Bangunlah Dari Buaian Tidurmu, Wahai Kaum Muslimin…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

1. Biarawati boleh menutup tubuhnya dari kepalanya hingga ujung jari kakinya untuk mendermakan hidupnya dalam ibadah kepada tuhannya… Tapi seorang muslimah, jika melakukan hal yang sama, mengapa ditekan dan dilawan?!

2. Ketika wanita barat memutuskan untuk selalu di rumahnya, mengorbankan hidupnya demi keluarga dan anak-anaknya; dia sangat dihargai masyarakatnya… Tapi seorang muslimah, jika melakukan hal yang sama, mengapa dicemooh dan direndahkan?!

3. Ketika wanita manapun bisa pergi ke kampusnya mengenakan pakaian model apapun yang dia kehendaki, dia bebas dan sesukanya dalam memilih dan memakainya… Tapi seorang muslimah, ketika dia memilih pakaian kesuciannya untuk pergi ke kampusnya, mengapa dilarang dan diperangi?!

4. Ketika anak kecil menaruh perhatian khusus pada bidang tertentu, dia disebut-sebut memiliki kelebihan dalam hal tersebut, dan masa depannya cemerlang… Tapi ketika anak kecil muslim, menaruh perhatian khusus pada agamanya; dia dianggap kuno dan masa depannya hilang.

5. Ketika ada orang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kehidupan orang banyak; maka dia dianggap pahlawan dan semua orang menghormatinya… Tapi ketika orang Palestina mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya, ibunya, rumahnya, masjidnya; dia dituduh sebagai teroris!

6. Ketika seorang yahudi membunuh orang lain; hal itu tidak dihubungkan dengan agamanya… Namun, ketika seorang muslim dituduh melakukan hal yang sama; maka AGAMA ISLAM lah yang menjadi tertuduh utama.

7. Ketika muncul masalah, kita menerima solusi apapun… Namun, bila solusi itu ada pada Islam, maka semuanya menolak, bahkan melirik pun tidak!

8. Ketika ada orang mengendarai mobil mewah tanpa aturan dan akhirnya mobilnya rusak; tidak ada seorang pun yang menyalahkan mobilnya… Namun, ketika ada seorang muslim melakukan kesalahan atau tidak baik dalam bergaul dengan orang lain; mereka mengatakan: ‘Islamlah sebabnya’.

9. Ketika media menuduh Kaum Muslimin sebagai teroris, pembunuh, brutal; mereka sangat percaya… Namun, ketika Alqur’an dan Sunnah mengatakan Islam adalah rahmatan lil aalamin, penyempurna akhlak mulia, dst; mereka tutup mata dan telinga.

[@Inti_Karikatur]

Kesalahan Kaum Muslimin di mata mereka adalah karena mereka beragama Islam, maka sungguh benar firman Allah ta’ala:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Kaum Yahudi dan Kaum Nasrani tidak akan rela denganmu hingga kamu mengikuti agama mereka”. [Al-Baqoroh: 120].