Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Surat Al-Mulk, Penjaga Dari Siksa Kubur Dan Neraka?

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Pertanyaan: Apakah shohih? Hadits yang menyatakan bahwa dengan hapal surat Al-mulk dan dibaca berulang-ulang dapat menjaganya dari siksa kubur, dan di akherat nanti dapat menjadi salah satu syafaat? Makasih.

Jawaban:

Pertama: 
Memang banyak fadhilah dan keutamaan dari surat al-Mulk, diantaranya yang shohih (bisa dijadikan pegangan) adalah:

ـ(1) عن أبي هريرة، عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: سورة من القرأن، ثلاثون اية؛ تَشْفَعُ لصاحبها حتى يُغْفَرَ له: تبارك الذي بيده الملك. (رواه أبو داود واللفظ له, والترمذي وغيرهما، وصححه ابن حبان والحاكم والذهبي، وحسنه الترمذي والألباني)ـ

Dari Abu Huroiroh, Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Ada surat dari Alqur’an yang terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat memberikan syafa’at bagi ‘temannya’ (yakni orang yang banyak membacanya) sehingga orang tersebut diampuni dosanya, yaitu: Surat Tabarokalladi bi yadihil mulk“. (HR. Abu Dawud dengan redaksinya, diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi, sedangkan at-Tirmidzy dan Albani menghasankannya)

ـ(2) عن أنس بن مالك قال، قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: سورة من القرآن، ما هي إلا ثلاثون آية، خاصمت عن صاحبها حتى أدخلته الجنة، و هي تبارك. (رواه الطبراني في المعجم الأوسط وحسنه الألباني في صحيح الجامع)ـ

Anas bin Malik mengatakan, Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam bersabda: “Ada surat dari Alqur’an, ia hanya terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat membela ‘temannya’ sehingga memasukkannya ke surga, yaitu: Surat Tabarok“. (HR. Thobaroni dalam Mu’jamul Ausath, dan dihasankan oleh Albani dalam Shohihul Jami’)

ـ(3) عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: من قرأ تبارك الذي بيده الملك كل ليلة، منعه الله عز وجل بها من عذاب القبر، وكنا في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم نسميها “المانعة”، وإنها في كتاب الله عز وجل سورة، من قرأ بها في ليلة فقد أكثر وأطاب.  (رواه النسائي واللفظ له والحاكم وقال صحيح الإسناد وحسنه الألباني)ـ

Abdulloh bin Mas’ud mengatakan: “Barangsiapa membaca surat Tabarokalladi bi yadihil mulk setiap malam, maka Alloh azza wajall menghindarkannya dari adzab kubur, dan dahulu kami (para sahabat) di saat Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- (masih hidup) menamainya “al-Mani’ah” (penghindar/penghalang). Sungguh surat tersebut ada dalam Kitabulloh, barangsiapa membacanya dalam suatu malam, maka ia telah banyak berbuat kebaikan” (HR. Nasa’i dengan redaksinya, diriwayatkan pula oleh al-Hakim dan ia mengatakan: sanadnya shohih, dan dihasankan oleh Albani)

ـ(4) عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الم تَنْزِيلُ وَتَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ. (رواه أحمد والترمذي وغيرهما وصححه الألباني)ـ

Dari Jabir, sesungguhnya Nabi -shollallohu alaihi wasalam- tidak pernah tidur (malam) sehingga ia membaca surat Alif lam mim tanzil (biasa disebut Surat as-Sajdah) dan surat Tabarokalladi bi yadihil mulk (biasa disebut surat al-Mulk). (HR. Ahmad, at-Tirmidzi dan yang lainnya, dihasankan oleh Albani)

ـ(5) عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أُعْطِيتُ مَكَانَ التَّوْرَاةِ السَّبْعَ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الزَّبُورِ الْمَئِينَ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الْإِنْجِيلِ الْمَثَانِيَ، وَفُضِّلْتُ بِالْمُفَصَّلِ. (رواه أحمد وحسنه الألباني والأرناؤوط)ـ

Dari Waatsilah ibnul Asqo’, sesungguhnya Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Aku telah dikaruniai Assab’u yang sebanding dengan kitab Taurat, aku juga diberi Alma’in yang sebanding dengan kitab Zabur, aku juga diberi Almatsani yang sebanding dengan kitab Injil, dan aku dikaruniai kelebihan dengan Almufash-shol” (HR. Ahmad, dan dihasankan oleh Albani dan Al-Arnauth).

Kedua:
Fadhilah Surat Almulk bisa diraih oleh mereka yang banyak membacanya, terutama di waktu malam menjelang tidur, sebagaimana diterangkan dalam hadits no: 3 dan 4. Jadi tidak tepat kalau dikatakan bahwa keutamaan tersebut hanya khusus bagi mereka yang menghafalnya saja.

Ketiga:
Waktu untuk membaca Surat Almulk ini bisa kapan saja, akan tetapi Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- biasa membacanya saat menjelang tidur malam.

Keempat:
Melihat keterangan hadits-hadits di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa memperbanyak membaca Surat Almulk dapat menghindarkan seseorang dari siksa kubur dan siksa neraka.

Kelima:
Perlu kami ingatkan di sini, bahwa banyak sekali hadits-hadits tentang keutamaan surat Alqur’an yang dhoif (lemah) bahkan maudhu’ (palsu). Oleh karena itu, hendaklah kita berhati-hati dalam menerima keterangan tentang keutamaan surat Alqur’an, agar kita tidak terjatuh dalam amalan bid’ah dan kepercayaan yang tak berdasar. Hendaklah kita tidak mengamalkan hadits, kecuali telah jelas keshohihannya…

Wallohu a’lam bis showab, sekian jawaban dari kami, semoga bermanfaat bagi diri ana sendiri, penanya, dan para pembaca semuanya… amin… wassalam…

Ref:
http://addariny.wordpress.com/2009/08/05/surat-al-mulk-penjaga-dr-siksa-kubur-neraka/

Tidak Ada Yang Menandingi ISLAM Dalam Memuliakan WANITA

Masa kecilnya menjadi pintu surga bagi kedua orang tuanya.

Masa remajanya menjadi pelengkap agama dan perhiasan terbaik bagi suaminya.

Ketika sudah menjadi ibu, SURGA di bawah telapak kakinya.

========

Silahkan merenungkan sabda-sabda berikut:

1. “Barangsiapa menghidupi dua anak WANITAnya hingga dewasa; maka aku dan dia akan bersama-sama memasuki surga seperti dua jari ini”, dan beliau menunjuk jari telunjuk dan jari tengahnya..” [Dishohihkan oleh Syeikh Albani].

2. “Jika seorang hamba menikah, berarti dia melengkapkan SETENGAH agamanya, maka hendaklah dia takut kepada Allah dalam menjaga setengah agamanya yang lain..” [Dihasankan oleh Syeikh Albani]

3. “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita salehah..” [HR. Muslim]

4. “Jaahimah pernah mendatangi Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, dia mengatakan: “Aku ingin berangkat PERANG, dan aku datang untuk meminta pendapatmu..”

Beliau bertanya: “Kamu memiliki IBU..?”
Dia menjawab: “Ya..”
Beliau mengatakan: “Teruslah bersamanya, karena surga di bawah kedua telapak kakinya..”

[Syeikh Albani menilai hadits ini hasan shohih]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Ketika Bahasa Dan Budaya Islam Digugat

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Ada yang mengatakan:

“Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita jadi budaya arab. Bukan untuk ‘aku’ jadi ‘ana’, ‘sampeyan’ jadi ‘antum’, ‘sedulur’ jadi ‘akhi’… Kita pertahankan milik kita, kita harus serap ajarannya, tapi bukan budaya arabnya”.

========

Kita katakan:

1. Dalam masalah budaya, tidak mengapa kita menyerap budaya bangsa lain, selama budaya itu bermanfaat bagi kita dan tidak menyelisihi Ajaran Islam dan nilai-nilainya.

2. Bahkan kita harus mengganti sebagian budaya kita, bila memang menyelisihi Islam dan nilai-nilainya, lihatlah bagaimana dahulu Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam- berjuang keras untuk mengubah budaya-budaya Arab yang menyelisihi prinsip Risalah Islam yang dibawa beliau.

3. Tentang menyerap bahasa asing, itu juga sudah sangat lazim di lisan masyarakat kita… I love you, oke, leadership, yes, no, well, problem, amazing, sorry, thank you, please, dst, adalah rentetan kata yang banyak digunakan masyarakat kita tanpa ada pengingkaran yang berarti.

Jika itu TIDAK diingkari, mengapa ketika obyek serapannya Bahasa Arab diingkari?! Bukankah yang lebih pantas adalah sebaliknya, karena bahasa arab adalah bahasa yang dipilih Allah untuk kitab suci yang paling agung, dia juga bahasa yang Allah pilih untuk Nabi yang paling mulia.

4. Jika kita memperhatikan Syariat Islam secara menyeluruh, kita akan menemukan Isyarat dari Allah, bahwa Dia menghendaki agar Bahasa Arab bisa menyebar dan membumi bersama Islam.

Lihatlah bagaimana Bahasa Al Qur’an tidak boleh diganti dengan bahasa lain, bahasa sholat tidak boleh diganti dengan bahasa lain, dan bahasa dzikir-dzikir yang sangat banyak tidak boleh diganti dengan bahasa lain.

Lihat pula bagaimana Allah menghendaki sumber-sumber utama Ilmu-Ilmu Islam menggunakan bahasa arab, sehingga untuk mempelajarinya harus paham Bahasa Arab dengan baik.

5. Sangat wajar bila lisan kita terbawa oleh kebiasaan, orang yang biasa belajar Bahasa Arab, atau hidup di Arab; lisannya akan terbawa dengan kebiasaannya… Begitu pula orang yang biasa belajar Bahasa Barat, atau hidup di sana; lisannya juga akan terbawa dengan kebiasaannya.

Dan yang lebih mengherankan lagi, di sekeliling kita banyak sekali budaya barat yang diserap oleh masyarakat, semisal: pakaian ketat, rok mini, pacaran, dansa, dst, tapi seringkali tidak diingkari… Sebaliknya ketika ada yang bercadar, berjenggot, memakai jilbab besar, menjaga pandangan, rajin ke masjid, dst, malah diingkari, digunjing, dan dipersoalkan, wallohul musta’an.

———

Kesimpulannya: Kata-kata di atas sangat tidak obyektif, diskriminatif terhadap bahasa arab, dan sangat tidak pantas diucapkan oleh orang yang cinta kepada Islam, Al Qur’an, dan Nabi Agung Muhammad -shollallohu ‘alaihi wasallam-.

Wallohu a’lam.

Rajin Sholat

RAJIN SHOLAT merupakan sebab utama seseorang bisa mengendalikan emosinya.

Cobalah renungkan Firman Allah ta’ala (yang artinya):

“Sungguh manusia itu diciptakan dengan SIFAT berkeluh kesah lagi kikir.

Apabila ia ditimpa kesusahan ia BERKELUH KESAH. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.

KECUALI orang-orang yang mengerjakan SHOLAT, yang mereka itu RUTIN dalam mengerjakan sholatnya..”

[Al-Ma’arij: 19-23]

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Yang Paling Banyak Membinasakan

Sesuatu yang paling banyak membinasakan orang-orang yang sholeh adalah sikap takjub terhadap amal-amal ketaatan yang dilakukan.

Dan sesuatu yang paling banyak membinasakan para pendosa adalah sikap meremehkan perbuatan-perbuatan maksiat.

Adapun orang yang benar-benar mengenal Allah, maka dia tidak akan merasa ketaatannya berlebih, dan dia juga tidak memandang remeh tindakan kemaksiatan.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Mengikuti Agama Siapa ?

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Kebanyakan orang mengikuti agama penguasanya, lalu agama ulamanya…

======

Sudah jelas dalam sejarah dan kenyataan, bahwa kebanyakan orang memilih madzhab dan akidahnya BUKAN berdasarkan penelitian, usaha ijtihad, dan kerelaan.

Namun mereka memilih madzhab dan akidahnya karena harus adaptasi dan mengikuti keadaan politik dan sosial yang populer di masyarakatnya.

Karena sebagian besar manusia sejak dahulu kala -dan akan terus seperti itu-; mereka mengikuti agama penguasa mereka -itu yang pertama-, dan agama ulama mereka -dan itu yang kedua-.

Ketika Syiah Rofidhoh Ismailiyah menguasai Mesir; sebagian besar masyarakatnya berpindah ke madzhab mereka, lalu ketika Ayyubiyyun merebut kembali kekuasaannya; orang-orang meninggalkan madzhab itu, dan mereka kembali kepada madzhab-madzhab Ahlussunnah yang empat, dan ini merupakan hal yang telah tetap secara mutawatir dan tidak perlu bukti penguat.

[Oleh: Dr. Kholid Kabir ‘Allal].

——–

Oleh karena itu, jangan kesampingkan masalah mendakwahi kepala-kepala pemerintahan… baik dari lingkup yang paling kecil, hingga lingkup yang paling besar… tentunya sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing… Tujuannya adalah agar dakwah ini bisa menyebar dengan baik.. Wallohu a’lam.

Mana Bekal Anda..?

Kita hidup di dunia, tidak lama..

Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda:

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampui umur tersebut.”

Dan ternyata dalam waktu yang sebentar itu, kita memerlukan bekal yang banyak untuk mengarunginya.. BAHKAN kadang kita harus BANTING TULANG demi mencari bekal untuk kehidupan ini.

Jika untuk waktu +-70 tahun saja kita harus BANTING TULANG untuk mencari bekalnya, lalu sudahkah kita banting tulang untuk kehidupan alam barzakh yang mngkin bisa sampai RIBUAN TAHUN ?!

Setelah alam barzakh juga kita harus dibangkitkan dan hidup dalam waktu yang sangat lama, SATU HARINYA = 50 RIBU TAHUN..

Ingat, ketika itu tak ada yang berguna kecuali amal baik kita.. Tak ada pakaian, tak ada sandal, matahari hanya berjarak 1 mil dan tak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Sungguh, kehidupan setelah kehidupan dunia ini jauh lebih lama, dan jauh lebih berat… tentu itu memerlukan usaha mengumpulkan BEKAL yang jauh lebih banyak dan jauh lebih intens.

Oleh karena itu, lihatlah diri Anda, sudahkah dia mempersiapkannya…?!

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan LIHATLAH DIRI MASING-MASING apakah yang sudah dia PERSIAPKAN untuk KEHIDUPAN ESOK..” [Al-Hasyr:18]

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Kemuliaan Yang Hakiki

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Tidak ada yang bisa mengangkat derajatmu di dunia, seperti agama dan imanmu.

Maka, barangsiapa silau dengan kedudukannya; ingatlah Raja Fir’aun.

Barangsiapa silau dengan hartanya, maka ingatlah Qarun dan hartanya.

Barangsiapa silau dengan nasabnya, maka ingatlah, putra Nabi Nuh yang durhaka, ayah Nabi Ibrohim yang musyrik, dan Abu Lahab paman Nabi kita -shollallohu ‘alaihi wasallam-.

Kemuliaanmu yang hakiki hanyalah ada pada agamamu. Semakin tinggi agamamu, semakin tinggi kemualiaanmu.

Allah taala berfirman (yang artinya):

“Sungguh orang yang paling mulia dari kalian adalah orang yang paling bertakwa” [Hujurot: 13].

Allah juga berfirman (yang artinya):

“Barangsiapa ingin kemuliaan, maka hanya milik Allah semua kemuliaan” [Fathir:10]

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Agar Anda TEGAR Dalam Hidup, Lihatlah Kehidupan Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam

Ada orang tua Anda yang meninggal..?
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- tumbuh besar dalam keadaan yatim piatu, tanpa kedua orang tuanya.

Ada anak Anda yang meninggal..?
Semua anak Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- wafat ketika beliau masih hidup, kecuali Fatimah -rodhiallohu ‘anha- yang meninggal beberapa bulan setelah wafatnya beliau.

Kehormatan Anda pernah dilecehkan..?
Kehormatan Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- pernah dilecehkan, dengan dituduhnya isteri beliau Aisyah -rodhiallohu ‘anha- telah berselingkuh, hingga Allah membebaskannya dari tuduhan keji tersebut dari atas langit ketujuh.

Anda terjerat hutang..?
Ketika Rosulullah -shollallohu ‘alaihi wasallam- wafat, baju perang beliau masih tergadaikan di tangan seorang yahudi

Anda terhimpit dengan keadaan, hingga tidak memiliki apapun untuk makan..?
Api dapur di rumah Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- biasa tidak menyala hingga beberapa bulan.

Ada putri Anda yang ditalak suaminya..?
Dua putri Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- pernah ditalak oleh suaminya.

Anda harus pergi meninggalkan tempat kelahiran anda..? baik karena dipaksa atau terpaksa.
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- telah diusir oleh kaumnya sendiri dari tempat kelahirannya.

Anda pernah menjadi sasaran rencana pembunuhan..?
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- sering menjadi sasaran rencana pembunuhan dari kaum yahudi dan kaum musyrikin

Ada tetangga yang mengganggu Anda..?
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- telah diganggu tetangganya yang yahudi, namun demikian beliau tetap mengunjunginya saat dia sakit

Orang yang Anda senangi tidak mau mendengar Anda, tapi malah mendengar musuh-musuh Anda..? 

Rosululloh -shollalohu ‘alaihi wasallam- tidak didengar oleh pamannya Abu Tholib, tapi dia malah taat kepada Abu Jahal.

Anda pernah dihina seseorang..?
Rosululloh -shollalohu ‘alaihi wasallam- telah dicela kaumnya, bahkan telah diletakkan kotoran onta di atasnya

Pernah merasakan sempit rezeki dan diboikot orang yang berada di sekitar Anda..?
Rosululloh -shollalohu ‘alaihi wasallam- pernah diboikot kaumnya di sebuah daerah kecil selama 3 tahun.

Anda memiliki beban pikiran..?
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- memiliki beban dakwah dan bagaimana risalah islam bisa menyebar.

Anda pernah didustakan dan perkataan Anda ditolak mentah-mentah..?
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- telah didustakan dan ditolak perkataannya oleh kaumnya

Gigi Anda sakit..?
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- telah retak gigi serinya.

Pernah dituduh melakukan sesuatu yang tidak Anda lakukan..?
Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- telah dituduh gila dan melakukan praktek sihir.

Anda lelah dalam beribadah kepada Allah..?
Kedua kaki Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- pernah sampai bengkak, karena lamanya beliau dalam sholat malam.

Mungkin ada satu atau lebih dari masalah-masalah ini pernah menimpa Anda, sehingga Anda merasakan hidup yang sedih, berat, galau, dan cemas… lalu bagaimana jika semua masalah tersebut berkumpul pada satu orang..?

Meskipun demikian, Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- dahulu tetap bahagia dan optimis, karena beliau menemukan kenyamanan hatinya dalam ketaatan kepada Robbnya, sebagaimana beliau isyaratkan dalam sabdanya: “Senangkan hati kami dengan sholat, wahai Bilal..!”

Maka, ini merupakan pesan berharga bagi kita semua, khususnya yang lagi sedih dan ditimpa musibah, tidakkah kita rela dengan musibah tersebut dan mengharap pahala dari Allah… Tidakkah kita menjadikan Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- sebagai teladan dan panutan yang baik.

Marilah kita bersholawat kepada beliau -shollallohu ‘alaihi wasallam-.

[Terjemahan]

Penterjemah,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى.