Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Hati Adalah Barometer Ilmu Anda

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Ilmu Agama bukan ditentukan oleh gelar.

Bukan pula dengan banyaknya riwayat dan maklumat.

Bukan pula untuk dibanggakan.

Tapi…

Ilmu Agama itu ditentukan oleh meresapnya maklumat yang BENAR di dalam dada.

Ilmu Agama itu cahaya yang dilemparkan Allah ke dalam hati seorang hambaNya.

Dan ilmu Agama adalah untuk diterapkan sehingga menciptakan rasa tawadhu’ dan rasa takut dalam dada kepada Allah azza wajalla.

Kesimpulannya, bahwa ilmu itu sangat erat hubungannya dengan HATI… maka perhatikanlah hati Anda, dia adalah barometer ilmu Anda, jika memang Anda berilmu, harusnya hati Anda menjadi lembut, putih, dan bersih, wallohu a’lam.

Sholatlah Di Masjid, Walaupun Anda Sudah Ketinggalan Jama’ah

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Karena Nabi -shollallohu alaihi wasallam- pernah bersabda:

“Barangsiapa telah berwudhu dan dia membaguskan wudhunya, kemudian dia pergi (ke masjid), tapi dia dapati orang-orang telah selesai melakukan sholat (berjama’ah); maka Allah azza wajall memberikan kepadanya pahala SEPERTI pahala orang yg melakukan sholat tersebut secara berjama’ah, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka”.

[Shohih Sunan Abi Dawud: 564].

Sungguh betapa luasnya rahmat dan karunia Allah.

Hadits di atas juga menunjukkan anjuran untuk berwudhu di rumah kita… Mungkin ini juga merupakan tuntunan yang kurang diperhatikan oleh orang-orang, padahal dengan menerapkan sunnah ini, kita dapat menghidupkan rumah dengan ibadah, dan meringankan beban kebutuhan air di masjid, wallohu a’lam.ً

Kita Itu Lemah, Allah Yang Menguatkan Kita

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh-:

“Seseorang selama ruhnya masih di raganya, dia bisa saja ter-‘fitnah’, oleh karena itu aku berpesan kepada diriku sendiri dan kalian semua, agar kita selalu meminta kepada Allah KETEGUHAN di atas iman.

Dan hendaknya kalian takut, karena ada banyak tempat licin di bawah kaki kalian, bila Allah -azza wajall- tidak meneguhkan kalian, maka kalian akan terjatuh dalam kebinasaan.

Dengarkanlah firman Allah kepada RosulNya -shollallohu ‘alaihi wasallam- yang merupakan orang paling kuat keteguhannya dan paling kuat imannya:

“Kalau Kami tidak meneguhkanmu, niscaya kamu hampir saja condong sedikit kepada mereka..”

Jika ini berlaku pada diri Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam-, lalu bagaimana dengan kita yang lemah iman dan keyakinannya, serta sering dihinggapi syubuhat dan syahawat..?!

Sungguh kita berada dalam bahaya besar, oleh karenanya kita harus memohon kepada Allah ta’ala KETEGUHAN di atas kebenaran, dan agar Dia tidak menjadikan hati kita condong pada kesesatan.

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)..”

[Diringkas dari Syarhul Mumti’ 5/388]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Dzikir…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Dengan DZIKIR, Anda dapat bersedekah tanpa harta, berjihad tanpa perang, menjaga daerah perbatasan tanpa pindah tempat, dan dapat beramal tanpa harus disibukkan dengannya.

DZIKIR itu paling mudah diucapkan, paling ringan dikerjakan, dan paling baik untuk dilakukan.

DZIKIR itu sesuatu yang paling berat dalam timbangan dan sesuatu yang paling dicintai oleh Allah yang Maha Penyayang.

Maka, perbanyaklah berdzikir kepada Allah dan basahilah lidah Anda dengannya.

Jangan lupa… Ikhlaskan niat Anda karenaNya, dan sesuaikanlah dzikir Anda dengan tuntunan nabi-Nya -shollallohu alaihi wasallam-.

Surga Di Bawah Kedua Telapak Kaki Ibumu…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sungguh memprihatinkan… Sebagian orang menyangka bahwa DURHAKA itu, sebatas bila si anak memukuli orang tua, atau mengusir orang tua, atau menghinakannya di depan umum.

Sehingga mereka dengan seenaknya mencampuri urusan pribadi orang tuanya, menyetir orang tuanya, membentak orang tuanya, memarahi orang tuanya, dst…

Padahal itu semuanya adalah bentuk durhaka kepada orang tua yang hukumannya akan disegerakan di dunia.

Jika Allah memasukkan kata “uff” kepada orang tua sebagai bentuk tindakan durhaka karena bisa menyakiti hati orang tua, bagaimana dengan tindakan membentak, memarahi, menyetir mereka, mencampuri urusan mereka, dst… yang tentunya jauh lebih menyakiti hati mereka.

Anda ingin mengetahui perasaan mereka? Bayangkanlah bila anda di posisi mereka, dan bayangkan betapa pilu dan tersayatnya hati Anda ketika dibentak oleh anak yang Anda lahirkan, Anda perjuangkan hidupnya, Anda korbankan semuanya untuk dia, dst…

Subhanallah, dimanakah sikap merendah mereka kepada orang tua yang diperintahkan Alqur’an. Mana pula belas kasih sayang terhadap orang tua; seorang yang paling banyak berjasa kepada mereka setelah Allah ta’ala?!

Jika mereka sudah merasa TIDAK butuh lagi dengan pahala berbakti kepada orang tua yang sangat besar, maka paling tidak harusnya mereka takut dengan sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Ada dua pintu (dosa) yang hukumannya disegerakan di dunia: ZINA dan DURHAKA.”

[HR. Alhakim, lihat Silsilah Shohihah: 1120]

Semoga bermanfaat…

Agar Anda TEGAR Menghadapi Cobaan Berat

1. Sadarlah bahwa Anda tidak sendirian, ada Allah bersama Anda.

2. Ingatlah bahwa di balik takdir Allah pasti ada hikmah yang indah.

3. Tidak ada yang dapat memberi kebaikan dan menyelamatkan dari keburukan kecuali Allah, maka janganlah menggantungkan harapan kecuali kepada-Nya.

4. Apapun yang ditakdirkan menimpamu; ia tidak akan meleset darimu. Dan apapun yang ditakdirkan meleset darimu; ia tidak akan dapat menimpamu.

5. Ketahuilah hakekat dunia, maka jiwa Anda akan menjadi tenang.

6. Berbaik-sangkalah kepada Rabb Anda.

7. Pilihan Allah untuk Anda, itu lebih baik daripada pilihan Anda untuk diri Anda sendiri.

8. Cobaan yang semakin berat, menunjukkan pertolongan Allah semakin dekat.

9. Jangan pikirkan bagaimana datangnya pertolongan Allah, karena jika Allah berkehendak, Dia akan mengaturnya dengan cara yang tidak terlintas di akal manusia.

10. Anda harus berdoa meminta kepada Allah, yang di tangan-Nya ada kunci-kunci kemenangan.

———-

Kalau kita perhatikan, kebanyakan prinsip di atas mengaitkan kita dengan Allah ta’ala.

Karena memang manusia itu makhluk lemah, dan dia tidak akan menjadi kuat kecuali jika mendapatkan suntikan kekuatan dari luar, dan tidak ada yang mampu memberikan kekuatan seperti Allah azza wajall.

Dari sini, kita juga bisa memahami, mengapa semakin orang dekat dengan Allah, semakin kuat pula jiwanya.. dan mengapa semakin kuat akidah seseorang, semakin kuat pula kepribadiannya, wallohu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

DZIKIR Yang Sangat Dahsyat Pahalanya

Suatu saat Nabi -shollallohu alaihi wa sallam- melihat Abu Umamah -rodhiallohu ‘anhu- menggerakkan bibirnya, maka beliau bertanya: “Apa yang sedang kau baca wahai Abu Umamah ?”
Dia menjawab: “Aku sedang berdzikir kepada Allah”

Beliau mengatakan: “Maukah aku tunjukkan kepadamu dzikir yang pahalanya LEBIH BANYAK dari dzikirmu selama SEHARI SEMALAM ?”

Kemudian beliau mengajarinya (…dzikir di bawah ini…), dan beliau berpesan ajarkanlah dzikir ini kepada orang-orang setelahmu.

[HR Ath-Thobroni dalam Kitab Al Mu’jam Al Kabir no 7930, Hadits dishohihkan oleh Syeikh Albani dalam Shohihul Jami’: 2615].

Mari kita berdzikir dengannya, dan mari kita ajarkan kepada orang lain.

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ مَا خَلَقَ،
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ،
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ،
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ كُلِّ شَيْءٍ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ كُلِّ شَيْءٍ.

سُبْحَان الِله عَدَدَ مَا خَلَقَ، وَسُبْحَان الِله مِلْءَ مَا خَلَقَ،
وَسُبْحَان الِله عَدَدَ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ،
وَسُبْحَان الِله عَدَدَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ، وَسُبْحَان الِله مِلْءَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ،
وَسُبْحَان الِله عَدَدَ كُلِّ شَيْءٍ، وَسُبْحَان الِله مِلْءَ كُلِّ شَيْءٍ.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

KAPAN MEMBACANYA..?
.
Jawab: ini termasuk dzikir mutlak, yaitu dzikir yang tidak terkait dengan waktu, jumlah, tempat dan keadaan.. jadi silahkan bila hendak membacanya beberapa kali dan waktunya juga bebas kapan saja, wallahu a’lam

ARTIKEL TERKAIT
1393. Kapan Membaca DZIKIR Dahsyat Ini..?

NB:
Latin:
Alhamdulillahi ‘Adada Maa Kholaqo
Walhamdulillahi Mil-a Maa Kholaqo
Walhamdulillahi ‘Adada Maa Fis-samaa-waati Wa Maa Fil-Ardhi
Walhamdulillahi ‘Adada Maa Ahsho Kitaabuhu
Walhamdulillahi Mil-a Maa Ahsho Kitaabuhu
Walhamdulillahi ‘Adada Kulli Syai-in
Walhamdulillahi Mil-a Kulli Syai-in

Subhaanallahi ‘Adada Maa Kholaqo
Wa Subhaanallahi Mil-a Maa Kholaqo
Wa Subhaanallahi ‘Adada Maa Fis-samaa-waati Wa Maa Fil-Ardhi
Wa Subhaanallahi ‘Adada Maa Ahsho Kitaabuhu
Wa Subhaanallahi Mil-a Maa Ahsho Kitaabuhu
Wa Subhaanallahi ‘Adada Kulli Syai-in
Wa Subhaanallahi Mil-a Kulli Syai-in

Artinya :
Segala puji bagi ALLAH sebanyak semua ciptaan-Nya,
dan segala puji bagi ALLAH sepenuh semua ciptaan-Nya,
dan segala puji bagi ALLAH sebanyak seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi
dan segala puji bagi ALLAH sebanyak semua yang dicatat kitab-Nya,
dan segala puji bagi ALLAH sepenuh apa yang dicatat kitab-Nya,
dan segala puji bagi ALLAH sebanyak segala sesuatu,
dan segala puji bagi ALLAH sepenuh segala sesuatu.

Maha Suci ALLAH sebanyak semua ciptaan-Nya,
dan Maha Suci ALLAH sepenuh semua ciptaan-Nya,
dan Maha Suci ALLAH sebanyak seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi
dan Maha Suci ALLAH sebanyak semua yang dicatat kitab-Nya,
dan Maha Suci ALLAH sepenuh apa yang dicatat kitab-Nya,
dan Maha Suci ALLAH sebanyak segala sesuatu,
dan Maha Suci ALLAH sepenuh segala sesuatu.

ARTIKEL TERKAIT
Serba-Serbi DZULHIJAH…
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

 

Lebih Utama

Tahukah Anda bahwa 10 hari pertama bulan dzulhijjah lebih utama daripada hari-hari di Bulan Ramadhan..!

Oleh karena itu manfaatkanlah 10 hari ini untuk memperbanyak amal ibadah, sungguh tiada amalan yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amalan yang dilakukan pada 10 hari ini.

Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah melebihi 10 hari ini”. Para sahabat bertanya, “Tidak pula amalan jihad fi sabilillah..?”. Nabi berkata, “Tidak pula amalan jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (untuk jihad) dengan jiwa dan hartanya lalu dia tidak membawa kembali apapun yang dia bawa itu..” [HR Al-Bukhari]

Oleh karena itu, marilah kita perbanyak dzikir, membaca Qur’an, sedekah, puasa, membantu orang lain, dan amalan baik lainnya. Semoga Allah menerimanya sebagai tabungan amal kita di hari akhir nanti.

Sebarkanlah pesan ini, marilah saling mengingatkan, dan raihlah pahala sebagaimana pahala orang yang melakukan kebaikan itu..!

Penulis,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

HALUSNYA Godaan Dan Tipu Daya Setan…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sesungguhnya setan dengan godaan HALUSNYA; (pada awalnya) dia menampakkan (kepada seseorang) bahwa doa di sisi kuburan itu baik, dan bahwa berdoa seperti itu adalah lebih baik daripada berdoa di rumahnya atau di masjidnya atau di waktu sahur.

Jika hal itu telah meresap padanya, maka setan membawanya ke tahap berikutnya, dari tahap berdoa di sisinya menuju ke tahap berdoa (bertawassul) dengannya dan bersumpah dengannya dalam meminta kepada Allah, dan hal ini lebih parah dari sebelumnya, karena kedudukan Allah lebih agung (dan tidak pantas) untuk disumpahi, atau dimintai dengan menyebut salah seorang makhluk-Nya, dan para imam islam telah mengingkari hal itu…

Jika setan telah meresapkan padanya bahwa bersumpah dengannya dalam meminta kepada-Nya dan doa (bertawassul) dengannya itu lebih menunjukkan pengagungan dan penghormatan, dan lebih ampuh untuk mengabulkan hajatnya, maka setan membawanya ke tahap berikutnya, yaitu: berdoa meminta langsung kepadanya, bukan kepada Allah lagi.

Kemudian setelah itu, setan membawanya ke tahap yang lain, hingga dia menjadikan kuburan itu sebagai berhala yang dia tunggui, dia terangi dengan lentera, dia gantungi kain sitar, dia banguni masjid di atasnya, dia ibadahi dengan bersujud untuknya, berthowaf mengelilinginya, menciumnya, mengusapnya, bersafar kepadanya, dan menyembelih di sisinya.

Kemudian setan membawanya ke tahap yang lain, yaitu tahap mengajak manusia untuk menyembah kuburan itu, dan menjadikan hari khusus untuk perayaan dan upacara, dan dia katakan bahwa hal itu lebih berguna bagi mereka, baik di dunia maupun di akherat.

[Oleh: Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- dalam kitabnya: Ighotsatul Lahafan 1/296-298].

———–

Oleh karena itu, waspadalah terhadap tipu daya setan, dan lihatlah diri masing-masing, sudah sampai tahap manakah setan membawanya… semoga Allah melindungi kita dan kaum muslimin dari godaannya.

Sungguh Mengherankan… Andai Saja Mereka Berpikir…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Sungguh aku HERAN dengan mereka yang pergi ke kuburan si fulan dan si fulan, mereka meminta kepadanya agar dia menghilangkan petaka-petaka yang menimpanya dan mendatangkan kebaikan-kebaikan kepadanya, padahal mereka tahu bahwa orang tersebut saat hidupnya tidak akan mampu melakukan hal itu, bagaimana setelah meninggalnya, setelah dia telah menjadi mayat, bahkan bisa jadi telah rusak tubuhnya karena dimakan tanah?!

Lalu mereka pergi mendatanginya untuk meminta kepadanya, dan mereka meninggalkan doa meminta kepada Allah azza wajall yang Dia (jelas-jelas) Penghilang petaka, Penarik maslahat dan kebaikan.

Padahal Allah ta’ala telah memerintahkan ‘berdoa kepada-Nya’ atas mereka dan (bahkan) mendorong mereka untuk melakukannya, Dia menfirmankan (yang artinya):

“Robb kalian berfirman: Berdoalah kepadaku, niscaya aku mengabulkannya untuk kalian”. [Al-Ghofir: 40]

Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya):

“Jika hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sungguh Aku dekat, Aku mengabulkan doa orang yang memohon jika dia memohon kepada-Ku”. [Al-Baqoroh: 186]

Dia juga berfirman untuk mengingkari orang yg berdoa meminta kepada selain-Nya:

“Siapakah yang mengabulkan (permohonan) orang yang terhimpit ketika berdoa dan yang menghilangkan keburukan (yang menimpanya), serta yang menjadikan mereka kholifah-kholifah di muka bumi?! Adakah Tuhan lain bersama Allah?!” [An-Naml: 62].

Saya memohon kepada Allah ta’ala, agar Dia memberi kita semua petunjuk kepada jalan-Nya yang lurus.

[Oleh: Syeikh Utsaimin, dalam kitan: Majmu’ Fatawa Syeikh Utsaimin 2/351].