Category Archives: BBG Kajian

Kedudukanmu Di Sisi Allah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

جاء عنْ بعْضِ السَّلفِ أَنَّهُ قال: إذا أَحبَّ أَحدُكمْ أنْ يَعْلَم كيف مَنْزِلَتُهُ عِنْدَ اللَّهِ؟ فَلْيَنْظُرْ كَيْفَ مَنْزلَةُ اللَّهِ منْ قَلْبِهِ؟ فإِنَّ اللَّهَ يُنْزِلُ العَبدَ مِنْ نَفْسِهِ حَيْثُ أَنْزَلَهُ العَبْدُ منْ قَلْبِهِ

“Sebagian salaf berkata, “Bila kamu ingin mengetahui bagaimana kedudukanmu di sisi Allah, maka lihatlah bagaimana kedudukan Allah di hatimu. Karena Allah Mendudukkan hamba-Nya sesuai dengan kedudukan Allah di hati hamba..”

(Majmu Fatawa 2/384)

Semakin Allah agung di hati seorang hamba..
Semakin agung si hamba di mata Allah ‘Azza wajalla..
Semakin ia banyak mengingat Allah semakin banyak pula Allah mengingat dia..

Tanda orang yang mengagungkan Allah adalah..
Mengagungkan perintah dan larangan-Nya..
Maka bila seorang hamba meremehkan syari’at-Nya..
Maka ia pun remeh di mata Allah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Getirnya Ujian Sebelum Datangnya Kenikmatan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

Diantara ihsan Allah yang sempurna kepada hamba-hambaNya adalah memberikan getirnya ujian sebelum diberi kenikmatan.

Ketika Allah hendak menyempurnakan kenikmatan surga kepada Adam, Allah berikan kepadanya pedihnya dikeluarkan dari surga dan merasakan derita kehidupan dunia yang kesenangannya diwarnai oleh kepayahan.

– Tidaklah Allah menguji hamba-Nya kecuali karena Dia ingin memberinya kenikmatan.

– Tidaklah Allah menimpakan bala kepadanya kecuali karena Dia ingin memberinya keselamatan.

– Tidaklah Allah mematikannya kecuali karena Dia ingin menghidupkannya kembali.

– Tidaklah Dia menjadikan dunia penuh kepayahan kecuali agar si hamba berharap kehidupan akherat, dan

– Tidaklah Allah mengujinya dengan sikap manusia yang tidak baik kepadanya, kecuali karena agar si hamba kembali kepada-Nya.

( Mukhtashor Showa’iq Mursalah hal. 844 )

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bagaikan Emas Sepuhan

Al Fudhail bin Iyadh rohimahullah berkata,

إِذَا ظَهَرَتِ الْغِيبَةُ، ارْتَفَعَتِ الْأُخُوَّةُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، إِنَّمَا مَثَلُكُمْ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ مَثَلُ شَيْءٍ مَطْلِيٍّ بِالذَّهَبِ، أَوْ بِالْفِضَّةِ دَاخِلُهُ خَشَبٌ وَخَارِجُهُ حَسَنٌ

“Apabila telah tampak ghibah maka akan terangkatlah pertemanan karena Allah ‘Azza wajalla.

Dan perumpamaan kalian di zaman tersebut bagaikan sesuatu yang disepuh dengan emas atau perak padahal ia adalah kayu agar terlihat bagus.”

(Attaubikh Wattanbih – karya Abu Syaikh Al Ashbahani no 183)

Seperti halnya di zaman ini..
Sebagian orang terlihat anggun dengan kesolehannya..

Namun saat bersendirian dengan media sosial..
Ia suka meng-ghibah, mengadu domba dan mejelek jelekkan..
Bahkan dibumbui dengan kedustaan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Ridho Dengan Ketentuan Allah

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

إنّ الرِّضا من جُمْلةِ ثمراتِ المَعْرِفة، فإذا
‏عَرَفْتَهُ رضِيتَ بِقَضائِه.

“Sesungguhnya ridho adalah termasuk buah dari pengetahuan. Bila kamu mengenal Allah, kamu pasti ridho dengan ketentuan-Nya..”

(Shoidul Khothir 1/109)

Karena Allah tak pernah menzholimi hamba hamba-Nya..
Ketentuan-Nya dipenuhi hikmah dan keadilan..
Ilmu dan kasih sayang-Nya meluasi segala sesuatu..

Dia memberi ujian bukan untuk menzholimi..
Tapi untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat..

Namun…
Semua itu membutuhkan keyakinan..
Lemahnya keyakinan seringkali menimbulkan su-uzhon kepada-Nya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Cita Cita Yang Paling Tinggi

Ibnu Hibban rohimahullah berkata,

‏مَن لم يكُن لهُ هِمّةٌ إلّا بطنه وفرجه؛ عُد
‏من البهائم، والهمّة تبلغ الرتبة العالية،
‏لأنّ النّاس بِهمتهم.

“Siapa yang keinginannya terbatas pada perut dan kemaluannya maka ia sama dengan binatang ternak.

Karena cita cita itu hendaknya tinggi, dan nilai manusia itu sesuai dengan cita cita dan keinginannya..”

(Roudhotul ‘Uqola hal 253)

Cita cita yang paling tinggi adalah meraih surga Allah Azza wajalla..
Itulah menjadikan keinginan kita selalu kepada kebaikan..

Namun saat cita cita kita sebatas dunia..
Kita sering tak peduli dengan batasan batasan Allah..
Malas kepada ketaatan dan amal salih..
Keinginan pun sebatas kepuasan dunia semata..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Keadaan Manusia Di Kuburnya

● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

حال العبد في القبر كحال القلب في الصدر، نعيماً وعذاباً، وسجناً وانطلاقاً.

“Keadaan hamba di kuburnya seperti keadaan hati di dadanya, dalam kenikmatan, adzab, penjara dan kebebasan..” (Zaadul Ma’ad)

● Allah berfirman:

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُۗ (٥)

Dan tahukah kamu apakah (neraka) Huthomah itu..?
(Q.S. Al-Humazah ayat 5)

نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ (٦)

(Yaitu) api (adzab) Allah yang dinyalakan,
(Q.S. Al-Humazah ayat 6)

الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ (٧)

yang (membakar) sampai ke hati.
(Q.S. Al-Humazah ayat 7)

اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ (٨)

Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,
(Q.S. Al-Humazah ayat 8)

فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ࣖ (٩)

(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
(Q.S. Al-Humazah ayat 9)

=======

Keadaan manusia di kuburnya mengikuti keadaan hatinya saat hidup di dunia..

Hati yang luas dengan iman dan takwa, diberikan keluasan di alam kuburnya..

Sedangkan hati yang tertutup rapat dari menerima hidayah..
Terikat oleh hawa nafsu dan syahwat..
Ia pun akan di masukkan dalam tempat yang sempit dan tertutup dalam jahannam.
Dalam keadaan diikat di tiang tiang..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Do’a Untuk Negeri

DO’A UNTUK NEGERI

رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa..”

(QS Al-Baqoroh [2]: 126)

Nikmat aman adalah sesuatu yang patut kita selalu syukuri, suatu hal yang amat berharga, dimana kita bisa beribadah kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dengan tenang dan aman, semoga Indonesia selalu Allah jaga dan selalu dalam lingkup Rahmat-Nya, Aamiin.

courtesy of ma’had syathiby
FB/IG/YT : @syathibyid

MUTIARA SALAF : Menghancurkan Berhala Yang Ada Di Dalam Hati

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

التوحيد والهوى متضادان، فإن الهوى صنم ولكل عبد صنم في قلبه بحسب هواه، وإنما بعث رسله لكسر الأصنام وعبادة الله وحده لاشريك له، وليس مراد الله سبحانه كسر الأصنام المجسدة وترك الأصنام التي في القلب، بل المراد كسرها من القلب أولاً

Tauhid dan hawa nafsu itu saling bertentangan. Karena hawa nafsu adalah berhala yang ada di hati.

Setiap hamba memiliki berhala di hatinya sesuai dengan kekuatan hawa nafsunya. Allah mengutus para rosul untuk menghancurkan berhala dan agar beribadah kepada Allah saja.

Yang diinginkan oleh Allah bukan semata menghancurkan berhala yang nyata dan meninggalkan berhala yang ada di hati. Namun yang pertama kali dihancurkan adalah berhala yang ada di hati..”

(Raudhotul Muhibbin hal 643)

Allah Ta’ala berfirman,

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ (٢٣)

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya .. Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)..?! Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran..?!”

(Q.S. Al-Jasiyah ayat 23)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Hendaknya Kita Selalu Berniat Kepada Kebaikan

Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar menulis surat kepada ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz, rohimahumullah,

كتب سالم بن عبدالله بن عمر لعمر بن عبدالعزيز رحمهم
الله:
*”فإن نويت الحقّ وأردته أعانك الله عليه، وأتاح لك عمالاً، وأتاك بهم من حيث لاتحتسب، فإن عون الله على قدر النيّة، فمن تمت نيته في الخير تم عون الله له، ومن قصرت نيته قصر من العون بقدر ما قصر منه. والسلام”*

“Apabila kamu berniat kebenaran dan menginginkannya, maka Allah akan membantumu kepadanya dan memberimu orang orang yang akan membantumu kepadanya.

Karena bantuan Allah itu sesuai niatmu. Siapa yang berniat kepada kebaikan maka Allah akan membantunya .. dan siapa yang kurang niatnya kepada kebaikan maka berkurang juga bantuan Allah sesuai kekurangan niatnya..”

(Az Zuhud – Imam Ahmad bin Hanbal,)

Menjaga niat adalah perkara yang tak mudah..
Namun pengaruhnya amat besar dalam kehidupan..

Seseorang akan berbuat sesuai dengan niatnya..
Siapa yang niatnya lurus maka akan menimbulkan perbuatan yang baik..

Sebaliknya perbuatan perbuatan yang buruk..
Adalah Akibat niat niat yang buruk..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Do’a Nabi Musa ‘Alayhissalam

Syaikh Abdurrozaq Al Badr hafizhohullah berkata,

“Seorang yang membutuhkan pekerjaan dan membutuhkan pernikahan yang layak (pasangan yang sholeh/sholehah) maka ia selalu mengulang-ulang do’a mulia ini :

رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

⁣ROBBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHOIRIN FAQIIR

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku..”⁣

(QS. Al-Qashas: 24)⁣

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

ref : https://t.me/SRB_Official/1558