Category Archives: BBG Kajian

Rahmat ALLAH Bagi Kita Pelaku Dosa…!!!

Allah masih sayang kepada kita, tatkala kita bermaksiat…

1. Allah masih menutup aib kita…, seandainya Allah membongkar satu saja dosa/aib kita maka betapa malunya kita..

2. Allah tidak langsung mengadzab kita…, seandainya Allah langsung mengadzab setiap dosa yang kita lakukan tentu kita tidak akan bisa hidup diatas muka bumi ini… tentu kita akan segera binasa sebelum sempet bertaubat.

3. Bahkan Allah masih terus memberikan rezki kepada kita… bahkan terkadang ditambah rizki kita, apakah kita tidak malu…? Bermaksiat tapi terus dibaiki oleh Allah…??

4. Allah selalu memberi kesempatan bertaubat bagi kita… bahkan hingga nafas terakhir kita.

5. Bahkan Allah sangat gembira pada hambanya yang bertaubat…(padahal baru saja sang hamba tenggelam dalam
kemaksiatan).

6. Allah juga memberi ganjaran besar bagi kita yang bertaubat… lantas… kenapa kita masih menunda taubat ? kenapa masih beristigfar tapi dengan hati lalai ? Apakah kita terus demikian hingga Allah cabut rahmatNya sehingga kita meninggal dalam berlumuran dosa…

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Adzan Itu Indah…

Adzan itu indah..
bagi yang ada di hatinya iman dan islam..
kalimat kalimat yang mengumandangkan tauhid..
lantunan dzikir yang menggetarkan hati..

Adzan itu indah..
Bagi orang yang mengharapkan akherat..
dan hatinya dipenuhi ketaqwaan..
dan mengagungkan syi’ar syi’ar Allah..

Namun adzan itu bagaikan palu gada..
bagi kaum munafiqin dan musyrikin..
yang hatinya membenci iman dan islam..
yang tak pernah mengenal syariat islam..
yang menganggap konde lebih indah dari cadar..
dan hatinya membatu bahkan lebih keras dari batu..

Kelak di hari kebangkitan..
semua manusia akan dikumpulkan..
untuk diberikan balasan yang setimpal..
Dan Allah maha keras siksaNya..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

PETUAH-PETUAH Imam Syafi’i Rahimahullah Tentang ADAB BERGAUL…

اِذَا كَانَ لَكَ صَدِيْقٌ فَشُدَّ بِيَدَيْكَ بِهِ, فَإِنَّ اتِّخَاذَ الصَّدِيْقِ صَعْبٌ, وَمُفَارَقَتُهُ سَهْلٌ

Jika engkau memiliki sahabat maka peganglah kedua tangannya erat-erat, karena mencari sahabat (sejati) sangatlah sulit, adapun meninggalkan sahabat adalah perkara yang mudah

مَنْ صَدَقَ فِي أُخُوَّةِ أَخِيْهِ: قَبِلَ عِلَلَهُ, وَسَدَّ خَلَلَهُ, وَعَفَا عَنْ زَلاَّتِهِ

Siapa yang tulus menjalin persaudaraan dengan sahabatnya maka ia akan menerima kesalahan-kesalahannya, mengisi kekurangannya, dan memaafkan ketergelincirannya

مَنْ نَمَّ لَكَ نَمَّ عَلَيْكَ, وَمَنْ نَقَلَ إِلَيْكَ نَقَلَ عَنْكَ

Barangsiapa yang menyebarkan namimah (mengadu domba) kepadamu maka ia akan bernamimah tentangmu. Barangsiapa yang menukilkan kejelekan orang lain kepadamu, maka ia akan menukilkan kejelekanmu (kepada orang lain)”

Artinya jika ada seseorang berbuat namimah dihadapanmu atau mengghibahi saudaramu dihadapanmu maka berhati-hatilah, karena bisa jadi engkau adalah korban berikutnya…karenanya janganlah merasa aman bergaul dengannya.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Benarkah Ia Sayang Padamu..?

Seseorang berkata:
“Aku bertanya kepada seorang bijak, Bagaimanakah aku mengetahui siapa yang mencintai dan sayang kepadaku ?

Ia berkata :
Yaitu orang yang ikut memikul kesedihanmu..,
selalu bertanya tentangmu..,
tidak bosan denganmu..,
mema’afkan kesalahan-kesalahanmu..,
menasehatimu jika bersalah..,
selalu mengingatmu dan menyertakanmu dalam do’anya”

Siapakah yang benar-benar menyayangimu ?
Siapa pula yang benar-benar engkau sayangi ?

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Termasuk Tindakan Yang Bodoh…

“Maka termasuk tindakan yang bodoh, jika engkau datang ke kuburan orang yang sudah jadi tulang belulang, lalu engkau meminta kepadanya, padahal DIALAH YANG SEBENARNYA BUTUH KEPADA DO’AMU. Dan engkau tidaklah butuh untuk meminta kepadanya.

Karena dia sama sekali tidak kuasa memberikan SEDIKITPUN manfaat ataupun mudharat untuk dirinya sendiri, lalu bagaimana dia akan memberikan hal itu kepada yang lain ?!”

[Syeikh Utsaimin rohimahulloh, dalam Alqoulul Mufid 1/11]
Diterjemahkan oleh :
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Kisah Di Balik Pengumpulan dan Pembukuan Al Qur’an…

Simak penjelasan dalam 4 Sesi singkat oleh Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

SESI 1 (audio di bawah) : Latar Belakang Pengumpulan dan Penulisan Ulang Di Zaman ‘Uthman bin ‘Affan Rodhiyallahu ‘anhu 👇👇👇

SESI 2 (audio di bawah) : Siapa Nama Sahabat Yang Ditugaskan Dalam Proses Penulisan Ulang 👇👇👇

SESI 3 (audio di bawah) : Metode Yang Diterapkan Dalam Penulisan Ulang 👇👇👇

SESI 4 (audio di bawah) : Perbedaan Latar Belakang Pengumpulan dan Penulisan Ulang Di Zaman Abu Bakar dan ‘Uthman bin ‘Affan rodhiyallahu ‘anhumaa 👇👇👇

.
.
Dari Kisah Sahabat ‘Uthman bin ‘Affan rodhiyallahu ‘anhu yang disampaikan di TV Rodja.

Janji Persahabatan Yang Terlupakan

لِمَاذَا تَرَانِي بِقَفْرٍ سَحِيْقٍ ===== فَتُعْرِضُ عَنِّي وَتَنْسَى الصَّدِيْقَ

Kenapa tatkala engkau melihatku dalam padang tandus yang sangat jauh.. lantas engkau berpaling dariku dan engkau melupakan sahabatmu ini.. 

وَأَلْمَحُ فِي نَظَرَاتِكَ هَجْرًا ===== فَتَتْرُكَنِي فِي الْمَعَاصِي غَرِيْق

Aku merasakan dari pandanganmu engkau menjauhiku dan menghindar dariku.. engkau membiarkan ku tenggelam dalam kemaksiatan.. 

لِمَاذَا أُخَيَّ أَمُدُّ يَدَيَّ ===== فَتَتْرُكَهَا لِلَّظَى وَالْحَرِيْقِ

Mengapa wahai sahabatku..? tatkala aku menjulurkan kedua tanganku (untuk kau tolong).. lantas engkau membiarkan juluran tanganku dalam api yang membakar dan menyala-nyala..?

أَتَعْلَمُ أَنِّي أَزِيْدُ انْحِدَارًا ===== وَأَنْتَ تَرَانِي بِهَذَا الطَّرِيْقِ

Tidakkah engkau tahu bahwasanya aku semakin tersesat ke jalan yang menyimpang.. padahal engkau melihat aku berjalan di jalan menyimpang tersebut.. 

لِمَاذَا أُخَيَّ تُشِيْحُ بِوَجْهٍ ===== عَبُوْسٍ قَنُوْطٍ بِأَنْ لاَ أُفِيْقُ

Wahai sahabatku, kenapa engkau membuang mukamu.. dengan wajah yang merengut dan masam yang putus asa seakan-akan aku tidak akan bisa sadar kembali.. 

أَتَنْسَى زَمَانًا بَهِيًّا نَدِيًّا ===== أَمِ الشَّوْقُ وَلَّى فَهَانَ الرَّفِيْق

Apakah engkau lupa masa yang indah.. Ataukah kerinduanmu telah sirna dan rendahlah sahabatmu ini.. 

أَتَذْكُرُ عَهْداً قَطَعْنَاهُ يَوْمًا ===== بِأَنْ نَتَآخَى كَظِلٍّ لَصِيْقٍ

Apakah engkau ingat janji yang pada suatu hari pernah kita patrikan.. bahwasanya kita akan bersaudara sebagaimana bayangan yang selalu menempel.. 

زَهِدْتَ بِقُرْبِي وَخَلَّفْتَ قَلْبِي ===== حَزِيْنًا رَهِيْنًا لِغَمٍّ وَضِيْقٍ

Engkau semakin menjauh dariku dan engkau meninggalkan hatiku.. dalam kesedihan dan kegelisahan dan kesempitan.. 

تُسَاوِرُنِي وَسْوَسَاتُ الدَّنَايَا ===== وَيُطْرِبُنِي عَزْفُ مَكْرٍ رَقِيْبق

Bisikan-bisikan keburukan menggrogotiku.. dan lantunan tipu daya yang halus telah membuai dan melenakanku..

فَخُضْتُ الذُّنُوْبَ وَكَمْ مِنْ مَلاَهٍ ===== أَتَيْتُ وَكَمْ مِنْ حَيَاءٍ أُرِيْقُ

Maka akupun tenggelam dalam dosa-dosa, betapa banyak perkara yang melalaikan aku kerjakan.. dan betapa banyak rasa maluku yang aku tumpahkan (karena bermaksiat).. 

أُخَيَّ تَمَهَّل وَخُذْنِي إِلَيْكَ ===== فَمَا عَادَ قَلْبِي لِبُعْدٍ يُطِيْقُ

Sahabatku berhentilah sejenak dan ambil dan ajaklah diriku bersamamu.. Sungguh hati ini tidak sanggup untuk menjauh..

وَمُدَّ الْأَيَادِي وَلاَ تَنْتَقِصْني ===== وَكُنْ لِجِرَاحِي الطَّبِيْبَ الشَّفِيْقَ

Dan ulurkanlah kedua tanganmu dan janganlah engkau mencelaku.. dan jadilah engkau terhadap luka-lukaku seorang tabib/dokter penyayang..

إِذَا مَا مَرَرْتَ بِقُرْبِي سَرِيْعًا ===== تَذَكَّرْ قَدِيْمًا عُهُوْدَ الصَّدِيْقِ

Jika tatkala engkau lewat di dekatku lantas engkau berjalan dengan cepat (untuk menjauhiku).. maka ingatlah janji persahabatan kita dahulu.. 

=======
Sungguh ada sahabat-sahabat dekat kita dahulu yang saat ini butuh untuk kita dekati. Justru tatkala ia semakin jauh dari jalan Allah bukan semakin kita jauhi.. akan tetapi semakin kita dekati.

Persahabatan yang dulu pernah kita jalin hendaknya tidak terlupakan dan sirna. Justru persahabatan lampau menuntut kita untuk menyayangi sahabat kita yang berada di persimpangan jalan..

Kasus yang sering terjadi juga adalah tatkala ada saudara atau sahabat kita yang futur (malas beribadah) atau bahkan terjerumus dalam kemaksiatan lantas sebagian kita malah menjauhinya.. bahkan menjauh sejauh-jauhnya. Tidak ada yang mengunjunginya.. tidak ada yang menasehatinya.. akhirnya iapun semakin terpuruk dan semakin jauh dari jalan Allah.

Persaudaraan, terlebih lagi persahabatan, mengkonsekuensikan sikap yang sebaliknya, yaitu.. mendekati dan menasehati.. bukan menjauhi dan mencibir..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Urusan Macet Karena Maksiat…

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

وَمِنْهَا تَعْسِيْرُ أُمُوْرِهِ عَلَيْهِ فَلاَ يَتَوَجَّهُ لِأَمْرٍ إِلاَّ يَجِدُهُ مُغْلَقًا دُوْنَهُ أَوْ مُتَعَسِّراً عَلَيْهِ, وَهَذَا كَمَا أَنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ جَعَلَ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا, فَمَنْ عَطَّلَ التَّقْوَى جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ عُسْرًا, وَيَالله الْعَجَب كَيْفَ يَجِدُ الْعَبْدُ أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَالْمَصَالِحِ مَسْدُوْدَةً عَنْهُ مُتَعَسِّرَةً عَلَيْهِ وَهُوَ لاَ يَعْلَمُ مِنْ أَيْنَ أَتَى

Diantara dampak seseorang bermaksiat adalah Allah menyulitkan urusannya, maka tidaklah ia menuju suatu urusan kecuali ia mendapati urusan tersebut tertutup baginya, sulit untuk ditempuhnya. Hal ini sebagaimana bahwasanya barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memudahkan urusannya. Barang siapa yang membuang ketakwaannya maka Allah akan menyulitkan urusannya. Sungguh mengherankan bagaimana seorang hamba mendapati pintu-pintu kebaikan dan kemaslahatan telah tertutup di hadapannya dan sulit baginya, lantas ia tidak tahu kenapa bisa hal ini menimpanya ??!!” (Al-Jawaab al-Kaafi)

Maka jika anda merasa urusan-urusan anda sulit dan terhambat bahkan sering gagal… maka koreksilah diri anda… jangan-jangan pakaian ketakwaan anda mulai anda tanggalkan sedikit demi sedikit.

Sebaliknya jika anda dimudahkan urusannya… bahkan datang rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, maka semoga itu semua adalah kabar baik akan pertanda ketakwaan anda. Allah berfirman

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢)وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS At-Tholaaq :2-3)

Adapun jika anda terus bermaksiat akan tetapi rizki dan urusan terus lancar maka waspadalah…jangan-jangan itu adalah ISTIDROJ.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Salah Sangka Tentang Persahabatan

(1) Persahabatan tidak mengharuskan sahabatmu tidak boleh salah kepadamu. Sahabatmu –sebagaimana dirimu- pasti punya kekurangan dan kesalahan, bahkan bisa jadi berbuat salah kepadamu.

Pepatah berkata:

تُرِيْدُ صَاحِبًا لاَ عَيْبَ فِيْهِ …فَهَلِ الْعُوْدُ يَفُوْحُ بِلاَ دُخَانِ

“Kau menghendaki seorang sahabat yang tidak ada kekurangannya… Apakah ada kayu gaharu yang mengeluarkan bau wangi tanpa asap..??”

(2) Persahabatan tidaklah mengharuskan engkau harus terus berada bersamanya dan menghabiskan waktumu bersamanya, sehingga akhirnya waktu untuk suamimu/istrimu, anakmu, kerabatmu, dan untuk Robbmu akhirnya terkorbankan. Justru jika sering bertemu akan menghilangkan/memudarkan rasa cinta dan rindu, berbeda jika tidak keseringan bertemu.

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

زُرْ غِبًّا تَزْدَدْ حُبًّا

“Kunjungilah, jangan keseringan, maka akan menambah kecintaanmu..” (HR At-Thobroni dan dishohihkan oleh Al-Albani)

(3) Persahabatan tidaklah mengharuskan sahabatmu tidak boleh dekat dengan selainmu. Ia boleh mencari sahabat selainmu. Sebagian orang jika telah mengambil sahabat, seakan-akan sahabatnya itu hanya miliknya saja, dan tidak boleh dekat dengan orang lain.

(4) Persahabatan tidaklah mengharuskan sahabatmu menceritakan seluruh permasalahannya padamu.

(5) Persahabatan tidaklah mengharuskan engkau harus mengetahui seluruh rahasia sahabatmu. Karenanya jika engkau bertanya sesuatu kepadanya lantas ia terasa berat atau menghindar untuk menjawab maka janganlah engkau mengejarnya dengan pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Sikapnya tersebut menunjukkan ia tidak ingin engkau mengetahui permasalahan dan rahasianya tersebut.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى