Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
237.
238.
239.
ARTIKEL TERKAIT
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
237.
238.
239.
ARTIKEL TERKAIT
Ibnu Hazm rohimahullah berkata,
فكم شاهدنا ممن أهلكه كلامه، ولم نر قط أحدا بلغنا أنه أهلكه سكوته”.
“Berapa banyak kita menyaksikan orang yang dihancurkan oleh ucapannya. Namun belum pernah kita melihat orang yang hancur karena diamnya..”
ابن حزم (الرسائل: 402/1)
Banyak bicara seringkali menjatuhkan pelakunya kepada kesalahan..
Sedangkan banyak diam adalah keselamatan..
Kecuali diam dari kemungkaran padahal ia mampu mengingkarinya..
✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Yahya bin Mu’adz rohimahullah berkata,
على قدر خوفك من الله يهابك الخلق، وعلى قدر حبك لله يحبك الخلق، وعلى قدر شغلك بالله يشتغل الخلق بأمرك
– Semakin kamu takut kepada Allah, manusiapun semakin segan kepadamu..
– Semakin kamu mencintai Allah, manusiapun semakin mencintaimu..
– Semakin kamu sibuk dengan Allah, manusiapun semakin sibuk dengan urusanmu..
(Sifatush-Shofwah 3/343)
Disegani manusia itu biasanya karena kedudukan..
Atau karena keberanian dan kekuatan badan..
Atau karena kepintaran..
Itu semua tidak menjadikan pelakunya mulia..
Tetapi ketika disegani manusia karena rasa takut yang kuat kepada Allah..
Adalah kemuliaan yang Allah berikan di dunia..
Sebelum kemuliaan akherat..
Lihatlah Muhammad bin Al Auqash..
Badannya buruk, tengkuknya menonjol dan lehernya masuk..
Namun ia amat disegani karena keilmuan dan ketaqwaannya..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
NB :
Ibrahim Al-Harbi rohimahullah pernah berkata,
“Muhammad bin Abdirrahman Al-Auqash adalah seorang yang lehernya sangat pendek sampai masuk ke badannya sehingga kedua bahunya menonjol keluar, seakan-akan dua mata tombak. Lalu dengan penuh perhatian dan kasih sayang ibunya berpesan,
يَا بُنَيَّ، لَا تَكُونُ فِي قَومٍ إِلَّا كُنْتَ المَضْحُوكَ مِنْهُ المَسْخُورَ بِهِ، فَعَلَيْكَ بِطَلَبِ العِلْمِ؛ فَإِنَّهُ يَرْفَعُكَ
“Wahai anakku sayang, tidaklah engkau berada di suatu kaum melainkan engkau akan selalu ditertawakan dan direndahkan, maka hendaklah engkau menuntut ilmu karena ilmu akan mengangkat derajatmu..”
Ia pun mematuhi pesan ibunya, ia bersungguh-sungguh menuntut ilmu agama sehingga ia pun menjadi hakim agung di Makkah selama 20 tahun. Karena kemuliaannya, ketika seorang yang sedang berperkara duduk di hadapannya, orang itu akan menggigil hingga ia bangkit dari tempatnya..”
(Miftah Daris Sa’adah – Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah – 1: 501-502)
DIBUKA PENDAFTARAN AL FAWAID AL ILMIYAH
Pendaftaran gelombang ke-3 hingga tanggal 11 Maret 2023.
Silahkan daftarkan diri anda melalui : https://www.fawaid.or.id/daftar
Pemateri : Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حَفِظَهُ الله تعالى
Ibnu Batthol rohimahullah berkata,
“Mudaroh adalah akhlak kaum mukminin, yaitu :
– rendah hati
– ucapan yang santun, dan
– tidak bersikap kasar
Itulah penyebab semakin kuat pertemanan dan hilangnya kebencian..”
(Syarah Al Bukhori 9/305)
Jiwa manusia menyukai akhlak yang mulia..
Dan tidak menyukai akhlak yang buruk..
Tawadhu..
Kata-kata yang baik dan tidak kasar..
Saling membantu dan bahu membahu..
Tidak mudah suuzhon..
Mudah memaafkan..
Itulah modal dalam pertemanan..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Ibrahim bin Al Mudzoffar Al Baghdadi rohimahullah berkata,
كم جاهل متواضع … ستر التواضع جهله
“Banyak orang yang bodoh tapi tawadhu, tawadhunya menutupi kebodohannya..
ومميزا في علمه … هدم التكبر فضله
Sedangkan orang yang hebat ilmunya, dihancurkan oleh kesombongannya..
فالكبر عيب للفتى … أبدا يقبح فعله
Sombong itu aib selamanya bagi pemuda, dan menjadikan buruk perbuatannya..”
[ Adz-Dzail ‘alaa Thobaqot al-Hanabilah 3/319 ]
Orang yang sombong merasa akan terhormat dengan kesombongannya..
padahal hanya akan menghancurkan kemuliaannya..
Sebaliknya..
sebagian orang memandang tawadhu itu adalah kehinaan..
padahal ia adalah kemuliaan..
Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tidaklah seseorang itu merendahkan diri kerana mengharapkan keridhoan Allah, melainkan ia akan diangkat darjatnya oleh Allah ‘Azza wajalla..”
(Hadits Riwayat Muslim)
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Syeikh Al-Utsaimin rohimahullah mengatakan,
الإنسان الموفق يكون دائما في يقظة، والمخذول يكون دائما في غفلة، قال الله تعالى: ( ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان أمره فرطا) ولهذا إذا رأيت من نفسك أنك لا تعمل وتمضي عليك الأيام فاتهم نفسك، فإن قلبك يكون غافلا عن ذكر الله عز وجل؛ لأن من أقبل على الله بارك له في وقته وفي عمله، وكانت ساعاته كلها معمورة بما فيه الخير
“Orang yang mendapat taufiq itu selalu dalam keadaan SADAR, sedang orang yang hina itu selalu dalam keadaan LUPA.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):
“Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami LALAIKAN dari mengingat kami, dia menuruti keinginannya, dan keadaannya sudah melewati batas..” [QS. Al-Kahfi: 28]
__
Oleh karena itu, bila engkau melihat dirimu tidak beramal, dan hari-harimu berlalu begitu saja, maka curigailah dirimu, sungguh (engkau akan dapati) hatimu selalu lupa dari MENGINGAT Allah ‘Azza wa Jalla.
Karena orang yang menghadapkan dirinya kepada Allah, tentu Allah akan MEMBERKAHI waktu dan amalnya, serta semua waktunya akan HIDUP dengan sesuatu yang ada kebaikannya..”
[Syarah al-Kafiah Asy-Syafiah 4/109]
Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
233.
234.
235/236.
ARTIKEL TERKAIT
Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,
“Aku tahu bahwa setan terus berusaha menebar permusuhan diantara kaum muslimin, maka aku tak ingin membantu setan atas kaum mukminin..”
(Majmu’ Fatawa – 3/271)
Membantu setan untuk menebar permusuhan :
– dengan mengadu domba dan ghibah..
– dengan suuzhon dan tajassus..
– dengan menuduh tanpa bukti yang jelas..
– dengan menegakkan cinta dan kebencian bukan karena Allah, tapi karena kepentingan dunia..
– dengan membuat lari seorang muslim dari kebenaran akibat sikap ghuluw yang kita lakukan..
dan sebagainya..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
فإن الإنسان لا يسكت البتة : فإما لسان ذاكر وإما لسان لاغ ولا بد من أحدهما فهي النفس إن لم تشغلها بالحق شغلتك بالباطل وهو القلب إن لم تسكنه محبة الله عز و جل سكنه محبة المخلوقين
“Karena insan itu tidak akan diam. Jika lisan tidak berdzikir maka akan melakukan sia sia. Jiwa jika tidak disibukkan dengan kebenaran maka ia akan sibuk dengan kebatilan..
Hati jika tidak merasa tenang dengan cinta kepada Allah, maka ia akan tenang dengan mencintai makhluk..”
(Al Wabilushoyyib – Ibnul Qoyyim)
Demikian juga status fb kita..
Jika tidak dituliskan hal hal yang bermanfaat..
Maka akan ditulis dengan hal yang sia sia..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى