Category Archives: BBG Kajian

Ruginya Tidur Setelah Shubuh

Salah satu kebiasaan buruk yang menjamur, terutama di bulan Ramadhan, adalah tidur di waktu pagi. Apakah kerugian tidur diwaktu pagi?
 
1. Kehilangan barakah pagi hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka”. Ini adalah doa yang agung yang  Rasulullah panjatkan agar umatnya memberi perhatian yang besar kepada waktu pagi.

2. Bisa ketinggalan waktu shalat subuh
Tidak sedikit dari kita tidur setelah sahur sehingga hal ini bisa menyebabkan ketinggalan jamaah shalat subuh (bagi laki-laki) atau bahkan kehilangan waktu shalat subuh.

3. Menyelisihi kebiasaan para salaf
Yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat adalah setelah mereka melaksanakan shalat subuh  mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.

4. Membuat malas dan melemahkan badan
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, : “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

5. Pagi adalah waktu dibaginya rizki
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari..” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah).

Baca lengkap disini KLIK
http://m.klikuk.com/ruginya-tidur-setelah-subuh/

Jagalah Kehormatan Saudaramu

Telah berkata Al-imam ibnu qoyyim al-jauziyyah:

Dan diantara perkara yang mengherankan bahwa umumnya manusia bisa menjaga diri-diri mereka dari memakan makanan yang haram, berbuat dzholim, berzina, mencuri, minum khomr, dari memandang suatu yang diharamkan ataupun selainnya.
AKAN TETAPI sangat disayangkan mereka sangat susah untuk menjaga gerakan-gerakan lisannya. Sampai ada seseorang yang dikenal dia sebagai ahli ibadah, orang yang zuhud, dan gemar beribadah, akan tetapi mereka sering berbicara dgn ucapan yang dimurkai oleh ALLAH, yang dengan sebab ucapannya ia dilempar keneraka jahannam yg jaraknya lebih jauh dari jarak antara timur dan barat. Betapa banyak orang yang demikian, engkau melihat dia sebagai org yg wara’, meninggalkan kekejian, kedzoiman, AKAN Tetapi lisannya dibiarkan olehnya kesana-kemari utk MENJATUHKAN KEHORMATAN SESEORANG baik orang tersebut masih hidup ataupun yg telah wafat..
tanpa mempedulikan lagi kata-kata yg diucapkannya.

(Kitab Ad-Daa’ wad Dawaa’, hal: 226-227)

Semoga pelajaran malam yang cerah ini memberikan manfaat terutama utk diri saya pribadi & kepada ikhwah sekalian. Dan semoga ALLAH سبحانه وتعالى memberikan kemudahan kpd kita semua utk senantiasa menjaga lisan-lisan kita dari perkara-perkara yang dimurkai oleh ALLAH serta memudahkan lisan kita untuk mengucapkan sesuatu yg di ridho’i oleh ALLAH سبحانه وتعالى

Akhukum Ahmad Ferry Nasutio

Sikap Pasca Ramadhan

Hendaknya romadhan yang telah berlalu kemarin ini membawa bekas pada diri kita..

Seorang mu’min semakin bertambah rasa takut, harap, dan cinta kepada Allah dengan amalan dan perbuatan. Baik nampak maupun tidak nampak.

Sehingga semakin bertambah dekatya kematian itu maka semakin banyak melakukan amalan kebaikan. Tentu dengan niat yang ikhlas dari dalam hati yang paling dalam. Setiap waktu yang anda lalui akan ditanya Allah ta’ala diakhirat.

Jadilah orang yang tidak merugi dihari pembalasan..

Hari yang tidak lagi bermanfaat benda maupun harta.. Anak dan handai tolan

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

Mau Jadi Istri Shalehah Dan Diridhoi Suami ?

Ust. Firanda Andirja MA

1. Segera menyahut dan hadir apabila diajak untuk berhubungan.

2. Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dengan syariat.

3. Tidak bermasam muka terhadap suami.

4. Senantiasa berusaha memilih perkataan yang terbaik ketika berbicara.

5. Tidak memerintahkan suami untuk mengerjakan pekerjaan wanita.

6. Keluar rumah hanya dengan izin suami.

7. Berhias hanya untuk suami.

8. Tidak memasukkan orang ke dalam rumah tanpa seijin suami.

9. Menjaga waktu makan ϑαπ waktu istirahat suami.

10. Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami. Terutama ibu mertua.

11. Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau.

12. Segera minta maaf jika melakukan kesalahan kepada suami.

13. Mencium tangan suami tatkala datang ϑαπ pergi.

14. Mau diajak oleh suami utk sholat malam, ϑαπ mengajak suami utk sholat malam.

15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang!!

16. Tidak membentak atau mengeraskan suara ϑί hadapan suami.

17. Berusaha untuk bersifat qona’ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kepada suami.

18. Sedih ϑαπ bergembira bersama suami ϑαπ berusaha pandai mengikuti suasana hatinya.

19. Perhatian akan penampilan, jangan sampai terlihat ϑαπ tercium oleh suami sesuatu yang tidak disukainya.

20. Berusaha mengatur uang suami ϑαπ tidak boros.

21. Tidak menceritakan kecantikan ϑαπ sifat-sifat wanita lain kepada suaminya.

22. Berusaha menasehati suami dengan baik tatkala suami terjerumus dalam kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan.

23. Menjaga pandangan ϑαπ tidak suka membanding-bandingkan suami dengan para lelaki lain.

24. Lebih suka menetap ϑί rumah, ϑαπ tidak suka sering keluar rumah.

25. Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Karena ini sebab terbesar wanita masuk neraka.

Sumber:
http://www.firanda.com/index.php/artikel/keluarga/252-hanya-untuk-para-istri-karakte

Didiklah Anakmu

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

(ditulis ulang oleh Ust. Rochmad Supriyadi LC)

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا}

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)

Seorang ibu, ayah, serta pengajar, akan ditanya di hadapan Allah tentang pendidikan generasi ini. Apabila mereka baik dalam mendidik, maka generasi ini akan bahagia dan begitu pula mereka juga akan bahagia di dunia dan akhirat. Namun, apabila mereka mengabaikan pendidikan generasi ini, maka generasi ini akan celaka, dan dosanya akan ditanggung oleh pundak-pundak mereka. Oleh karena itu dikatakan dalam sebuah hadits,

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan pemimpin akan ditanyai tentang kepemimpinannya” (Muttafaqun ‘alaihi).

Berita gembira bagimu wahai para pengajar, dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam,

فَوَاللهِ لَيَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ خُمْرِ النَّعَمَ

“Demi Allah, jika Allah menunjuki seseorang lewatmu, ini lebih baik daripada unta-unta merah”

Berita gembira bagi kalian berdua wahai ayah dan ibu, dengan sebuah hadits yang shahih:

اِذَ مَاتَ اْلإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal, maka amalannya terputus kecuali tiga perkara. Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat serta anak shalih yang mendoakannya” (HR. Muslim).

Wahai para pengajar, hendaknya engkau memperbaiki dirimu terlebih dahulu.

Kebaikan menurut anak-anak adalah apa-apa yang engkau lakukan. Sebaliknya, keburukan menurut mereka adalah apa-apa yang engkau tinggalkan.

Baiknya perilaku pengajar dan kedua orang tua di hadapan anak-anak merupakan sebaik–baiknya pendidikan bagi mereka.

Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlash

Diantara keutamaan membaca surat al-Ikhlash adalah Allah akan membangunkan untuk orang yang membacanya istana di surga.

Rasululloh صلى الله عليه و سلم bersabda:
(( من قرأ { قل هو الله أحد } حتى يختمها عشر مرات، بنى الله له قصرا في الجنة ))
قال عمر: ” إذن نستكثر قصورا يا رسول الله .
قال: (( الله أكثر و أطيب ))
[الصحيحة: ٥٨٩]
Artinya:
«Siapa yang membaca { قل هو الله أحد }sampai selesai, sebanyak sepuluh (10) kali, maka akan Allah bangunkan untuknya istana di surga»
Umar bin Khathab mengatakan: “Kalo demikian, maka kami akan banyak meminta istana-istana di surga”
Rasululloh صلى الله عليه و سلم menjawab: «Yang di sisi Allah lebih banyak dan lebih bagus»

[Lihat “Silsilah Ash-Shohihah” no 589].

Ust. Fath El Bari, Klender-Bulak

Perkataan Para Ulama Sunnah Tentang Pentingnya Mempelajari Adab-Adab Dalam Menuntut Ilmu

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

1. Di dalam hadits yg SHOHIH, Rasulullah shallallahu laihi wasallam bersabda:
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
(Innamaa Bu’itstu Li Utammima Makaarimal Akhlaaq)

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah hanyalah untuk menyempurkan akhlak yg mulia.” (Dikeluarkan oleh Az-Zarqoni di dlm Mukhtashor Al-Maqooshid no.184).

2. Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إن المؤمن ليدرك بحسن خلقه درجة الصائم القائم
(Innal Mu’mina Layudriku Bihusni Khuluqihi Darojata Ash-Shoo-imi Al-Qoo-imi)

Artinya: “Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlaknya yg mulia dapat menyamai derajat orang yg (rajin) berpuasa dan qiyamul lail.” (Hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani rahimahullah).

3. Sebagian ulama salaf berkata: “Mempelajari Adab-adab islami yg dapat mensucikan jiwa itu semestinya dilakukan sebelum mempelajari adab-adab yg berkaitan dengan materi pelajaran.”

Maksudnya, mempelajari adab-adab islami yg dapat mensucikan jiwa manusia dari akhlak yg tercela dan sifat-sifat yg buruk seperti sifat sombong, dengki, dusta, kikir, khianat, bangga diri, riya (pamer) dan selainnya harus lebih di dahulukan sebelum memulai mempelajari ilmu syar’i itu sendiri.

4. Yusuf bin Husain rahimahullah berkata: “Dengan (memahami n mengamalkan) adab islami engkau dapat memahami ilmu agama (dengan baik n benar).” (Lihat Iqtidho’ul ‘Ilmi Al-‘Amal karya Al-Khothib Al-Baghdadi hal.170)

5. Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata kepada seorang pemuda dari suku Quraisy: “Wahai anak saudaraku, pelajarilah olehmu adab-adab (islami) sebelum engkau mempelajari ilmu agama.” (Lihat Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al-Ashbahani VI/330)

6. Zakariya Al-‘Anbary rahimahullah berkata: “Ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa kayu bakar. Dan adab tanpa ilmu bagaikan ruh tanpa jasad.”

7. Disebutkan bahwa jumlah jama’ah yg hadir di majlis ta’limnya imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mencapai 5000 (lima ribu) orang. Akan tetapi yg mencatat ilmu (hadits yg disampaikan oleh imam Ahmad, pent) hanya 500 (lima ratus) orang. Sedangkan yg lainnya hanya mempelajari akhlak n adab (sopan santun) yg baik dari beliau.”

8. Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata: “Mereka (para sahabat n tabi’in) mempelajari adab-adab islami sebagaimana mereka mempelajari ilmu syar’i.”

9. Ibunya imam Malik berkata kpd imam Malik rahimahullah: “Pergilah engkau ke Robi’ah (seorang ulama salaf), lalu pelajari adab-adab (sopan-santun)nya sebelum engkau pelajari ilmu yg dimilikinya.”

10. Muhanna (salah seorang murid imam Ahmad) rahimahullah berkata: “Aku pernah berguru kepada imam Ahmad bin Hanbal, dan aku telah belajar dari beliau tentang adab dan ilmu beliau.”

11. Para ulama yg mulia menceritakan kpd kita ttg beberapa adab imam Malik rahimahullah, yaitu bahwa beliau apabila hendak menyampaikan dan mengajarkan Hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau mandi terlebih dahulu, lalu mengenakan pakaiannya yg paling bagus dan memakai wewangian. Ini merupakan bentuk pengagungan beliau terhadap hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

12. Ibnu Wahb rahimahullah berkata: “Apa yg telah kami pelajari dari Adab (sopan santun)nya imam Malik lebih banyak drpd apa yg telah kami pelajari dari ilmunya.” (Lihat Siyaru A’laami An-Nubala’ karya imam Adz-Dzahabi VIII/113).

Demikianlah beberapa perkataan para ulama sunnah tentang pentingnya memahami dan mengamalkan adab-adab menuntut ilmu syar’i. Smg menjadi ilmu yg bermanfaat. Dan smg Allah memberikan taufiq n kemudahan kpd kita utk menghiasi diri kita dengan akhlak n adab islami yg mulia.
(Jakarta, 26 Agustus 2013)

» Artikel BBG Majlis Hadits, chat room Bening Hati.

(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.com

Hadirilah Majlis Ilmu

Ikhwan & akhwat yg berbahagia diatas hidayah islam & sunnah…

Nabi bersabda:
“Barangsiapa yg menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka ALLAH akan mudahkan baginya jalan menuju syurga” (R. Muslim).

Ma’na kalimat “berjalan menuntut ilmu” itu ada 2 arti,
1. Ya’ni benar-benar berjalan utk menghadiri majelis para ulama.
2. Segala bentuk cara/usaha manusia agar mendapatkan ilmu, apakah menghafal, membaca dll.

Utk itu ikhwan sekalian, sungguh-sungguhlah agar dpt menghadiri majelis para ulama, majelis para asatidzah yg berdakwah diatas manhaj yg haq & jgn sekali-kali kita meninggalkan majelis ilmu!

Dan harus antum ketahui, setiap pengorbanan kita serta cape lelah letih kita dlm mendapatkan ilmu ini اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ diberikan ganjaran oleh ALLAH selama kita ikhlash dlm menuntutnya.

Sebagai renungan utk kita semua, ada seorg sahabat yg bernama Jabir bin abdillah yg beliau korbankan hartanya hanya utk membeli seekor keledai yg dia gunakan utk menempuh perjalanan 1 bulan lamanya hanya utk mendapatkan 1 buah hadits, beliau relakan hartanya serta fisiknya dlm rangka mencari hadits Rasulullah.

Bagaimana dgn kita??

Akhi, hadirilah terus majelis ilmu! yg dgn demikian engkau akan mendapatkan kelezatan ilmu syar’I, yg engkau peroleh dgn bersusah payah. Dan jgn sampai terbetik dalam pemikiran dan hatimu saat ini & selamanya dgn banyaknya sarana-sarana dakwah baik lewat radio, televisi, sms , Bbm, internet & yg semacamnya, akan menjadikan alasan bagi sebagian kaum muslimin utk meninggalkan majelis ilmu sehingga mereka merasa tdk perlu lagi menghadiri majlis ilmu…sungguh, yg demikian akan menghilangkan keberkahan & keutamaan ilmu tersebut.

Semoga ALLAH memberikan kebaikan, KESEHATAN serta keutamaan kepada guru kami agar kami bisa mengambil manfaat yang besar tentang islam yang mulia ini.

Tips Dihormati Anak

Ust. Djazuli Lc – حفظه الله تعالى

Tiada yang lebih menyejukkan hati orang tua daripada dihormati anak & mereka pun bisa menjadi sarana ibadah bagi orang tua mereka…

Ketahuilah! Bahwa kewibawaan hanya dapat diraih dgn ketakwaan dan taat kepada Allah…

Berikut ini beberapa tips agar dihormati anak:

1. Ikhlas dalam mendidik dan membesarkan mereka

2. Bertakwa kepada Allah, sebab ketakwaan dapat menumbuhkan rasa cinta & hormat pada hati anak

3. Menjadi ayah & ibu yang saling menghormati, sehingga sang anak ns belajar bagaimana cara menghormati orang lain

4. Mengajarkan kpd anak2 Al-Qur’an dan hadist shahih khususnya yg membahas ttg keutamaan berbakti & menghormati orang tua

5. Memberitahu kepada anak ttg hak ibu & ayah mereka dgn cara yg baik dalam suasana yang penuh keakraban & kelembutan

6. Menerangkan kepada mereka bahwa taat & patuh kepada orang tua adalah bagian dari ketaatan kpd Allah

Dikutip dari sebagiannya kitab Fiqih Tarbiyatul Awlad Hal. 134 karya Syekh Mustofa Al’adawy

Semoga bermanfaat…

Akhlak Yang Baik

Rasulullah shalallhu alaihi wasalam bersabda:

اِنَّ مِنْ اَحَبِّكُمْ اِلَىَّ وَاَقْرَ بِكُمْ مِنِّى مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَحْسَنُكُمْ اَخْلاَقًا.

“ Sesungguhnya, orang yang paling aku senangi dan paling dekat kepadaku tempat duduknya pada hari kiamat, adalah orang yang paling baik akhlaknya”. ( HR. Bukhari).

Akhlak Baik menurut Kaum Salaf sebagaimana dikatakan;
Al-Hasan berkata: ”Berakhlak baik itu adalah bermuka cerah, ramah, dan tidak menyakiti orang lain.”
Abdullah Ibn Al-Mubarak berkata: . ”Berakhlak baik itu terdapat dalam tiga hal, yaitu menjauhi yang haram, mencari yang halal, dan lapang dada terhadap istri.”

Mari bercermin, dan perhatikan bagaimana sifat kita?

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك
Www.abu-riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈