Category Archives: BBG Kajian

Manusia Dan Ilmu “TIDAK TAHU”

Al-Khalil bin Ahmadal-Farahidi -Rahimahullah- pernah berkata:

Manusia itu ada empat :

1. Orang yang TAHU dan MENGETAHUI dia tahu. Itulah orang ALIM maka ambillah ilmu darinya.

2. Orang yang TAHU dan dia TIDAK SADAR bahwa dia tahu, itulah orang LUPA maka ingatkanlah!

3. Orang yang TIDAK TAHU dan dia MENYADARI bahwa dia tidak tahu, inilah orang yang MENCARI PETUNJUK, maka ajarilah!

4. Orang yang TIDAK TAHU dan dia TIDAK SADAR kalau dia tidak tahu. Inilah orang BODOH maka tinggalkanlah!

(Al-Ma’rifah wat Tarikh2/38 diambil dari kitab al-Ulama wa ilmu Laa Adri karya Abdurrahman YusufaliFarhaan, hlm 7).

Disadur oleh Ustdz Kholid Syamhudi, Lc 

» Share Web
http://m.klikuk.com/manusia-dan-ilmu-tidak-tahu/

Merdeka, Merdeka, Merdeka

Kata2 itu dijadikan sebagai yell-yell di hari yang diklaim sebagai hari kemerdekaan..

Pertanyaannya: anda, saya & kita semua sudah merdeka dari apa?

Merdeka dari penjajahan..?

Merdeka dari perbudakan..?

Seharusnya kita malu, katanya kita sudah merdeka..??

Tetapi makam keramat dimana-mana…

Acara2 ritual yang berbau syirik masih dilestarikan..

Orang2 pintar yang suka meramal & memperaktekan perdukunannya dengan ilmu sihir laris manis tanjung kimpul..

penyimpangan & kemaksiatan sungguh merajalela ..

Apakah ini namanya merdeka, apa kata Dunia??

Ibnu Qoyyim rahimahullah bertutur, “Manusia jangan pernah mengklaim dirinya merdeka bila masih menggagungkan makhluk & meremehkan Allah..

Dan jangan pernah menganggap dirinya merdeka jika belum mampu membebaskan dirinya dari segala penyimpangan dengan taubat, hati yang bergantung hanya kepada Allah, mampu meredam emosi dan mampu menahan nafsu..”

Semoga setelah ini kita semua bisa memahami arti kemerdekaan yang sesungguhnya!

Kendaraan Yang Terbaik

Mobil..
Motor..
Kebutuhan hidup..
Keinginan kita tentu yang terbaik..
Yang terbaik bukan selalu yang mewah..
Atau mahal harganya..
Tapi..
Yang membantu untuk menaati Allah..
Yang tidak membuat ujub dan bangga diri..
Yang tidak menodai hati dengan kesombongan..
Yang tidak menyibukkan dari mengingat Allah..
Ya..
Memang..
Inginnya punya kendaraan yang wah..
Namun..
Buat apa wah..
Bila mendatangkan kemurkaan Allah..
Buat apa mewah..
Jika membuat lupa dan bangga diri..
Tapi..
Semua itu butuh qona’ah..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى

Persahabatan Yang Memberikan Faedah

Malik bin Dinaar rahimahullah berkata ;

“كل أخ وجليس وصاحب لا تستفيد منه خيرًا في أمر دينك؛ ففرّ منه”

“Semua teman duduk dan sahabat yang engkau tidak mengambil faedah kebaikan agama darinya maka hendaknya engkau lari darinya” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyaa)

Sungguh persahabatan menyita waktu yang sanagat banyak, karenanya bersahabatlah dengan kawan yang engkau bisa mengambil faedah agama darinya atau sebaliknya engkau memberikan faedah agama kepadanya.

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Orang Ikhlas Adalah Yang Senang Dinasehati

Orang yang mengharapkan wajah Allah tidak takut dikritik kesalahannya dalam berkata dan tidak khawatir ditunjukkan kebatilan perkataannya, bahkan ia menyintai kebenaran darimanapun datangnya dan menerima petunjuk (huda) dari orang yang memberinya petunjuk.

Kekerasan dalam kebenaran dan nasehat lebih ia cintai dari bermanis muka atas perkataan buruk. Temanmu adalah yang meluruskanmu secara jujur, bukan yang selalu membenarkanmu.

(Al-Awaashim walQawaashim, karya Ibnul Wazir 1/223).

Disadur oleh Ustadz Kholid Syamhudi

– – – – – •(*)•- – – – –

Perhatikanlah Amalanmu

Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimat yang berada diatas hidayah dan rahmat ALLAH.

Kehidupan didunia ini merupakan tempat untuk mengkoreksi diri, maka koreksilah/periksalah diri engkau, perhatikanlah selalu setiap amal-amal yang engkau kerjakan pada waktu siang dan malam sampai ajal menjemputmu kelak!

Jika seandainya engkau termasuk orang yang istiqomah dijalan ketaatan pada-Nya, maka panjatkanlah puji dan syukur kepada ALLAH serta mohonlah taufiq dan tsabat kepada ALLAH agar tetap istiqomah dijalan-Nya sampai ALLAH mewafatkanmu..

Adapun jika engkau termasuk manusia yang mengurangi/lalai dari amal-amal ketaatan, maka perbaikilah dirimu, segera mohon ampun dan bertaubatlah kepada ALLAH.

Dan bersegera untuk kembali kepada amalan-amalan kebajikan yang dahulu engkau pernah menyepelekannya…
yang dahulu engkau pernah meremehkannya…

Wahai saudara-saudariku…
Beristiqomahlah untuk menjalankan dari setiap perintah-perintah ALLAH, jauhilah larangan-larangan-Nya dengan bersumber dari niatan yang tulus serta kejujuran yang ada pada dirimu…

Dan tunaikanlah dari setiap amalanmu dengan penuh keikhlasan kepada ALLAH dan mengikuti sunnah Nabimu صلى الله عليه وسلم serta pengaharapan keutamaan yang besar dari sisi ALLAH subhaanahu wa ta’ala.

Dan semoga setiap amal yang kita kerjakan didunia ini kelak menjadi pemberat timbangan kebaikan kita nanti pada yaumul qiyamah.

Semoga memberikan manfaat untuk diriku dan saudara-saudariku sekalian.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Wajibnya Seorang Muslim Untuk Mencari Nafkah & Jangan Pernah Menjadi Beban Bagi Orang Lain

Oleh : Ust. Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

Ikhwani….
ALLAH & Rasul-Nya memerintahkan & menganjurkan kpd kaum muslimin seluruhnya utk bekerja mencari nafkah, utk keperluan pribadinya, orang tuanya, anak & istrinya apabila dia telah berkeluarga.

Artinya bekerja utk mencari rezeki yg halal. & sesungguhnya kita mengetahui dg jelas dari petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa para Nabi & Rasul seluruhnya mereka mencari nafkah, mereka bekerja keras & berusaha utk menghidupi diri serta keluarganya & ini merupakan bentuk kemuliaan, karena mereka para Nabi & Rasul sangat menyukai makan dari jerih payah sendiri, hasil keringat sendiri & yg demikian adalah lebih terhormat & nikmat.

Perhatikan pelajaran diatas, yg kita mengetahui mereka adalah orang yg mulia tetapi tetap mereka mencari nafkah utknya & keluarganya.

Sedangkan mengadahkan tangan, meminta2 kpd orang lain serta makan dari hasil jerih payah orang lain merupakan suatu kehinaan pada dirinya & menghilangkan kehormatan padanya & termasuk perbuatan tercela. Olh sebab itu islam agama yg mulia ini sgt menganjurkan akan kita berusaha & bekerja serta berharap kepada ALLAH, karena ALLAH lah yg memberikan rezeki kepada seluruh makhluk.

Akhir pembahasan ini saya akan membawakan hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلمyg menunjukkan tanda2 kemuliaan seorang mukmin.

Malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi yg mulia صلى الله عليه وسلم ;Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin yaitu pada Shalatnya diwaktu malam & TIDAK PERNAH MENGHARAPKAN sesuatu kepada orang (silsilah shohihah:831)

& harus diketahui;
Biasanya orang yg selalu berharap dgn apa yg ada pada tangan manusia biasa mereka akan mengalami KEKECEWAAN!

Sebaliknya! apabila mereka putus asa atas apa yg ada pada tangan manusia, niscaya mereka akan menjadi yg paling kaya & bahagia.

Semoga memberikan manfaat & pelajaran yg berharga bagi orang yg mau mengambil pelajaran.

Tata Cara Puasa Syawal

Tata Cara Puasa Syawal

Puasa Syawal kita tahu memiliki keutamaan yg besar yaitu mendapat pahala puasa setahun penuh. Namun bagaimanakah tata cara melakukan puasa Syawal?

Keutamaan Puasa Syawal

Kita tahu bersama bahwa puasa Syawal itu punya keutamaan, bagi yg berpuasa Ramadhan dgn sempurna lantas mengikutkan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yg berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Itulah dalil dari jumhur atau mayoritas ulama yg menunjukkan sunnahnya puasa Syawal. Yg berpendapat puasa tersebut sunnah adalah madzhab Abu Hanifah, Syafi’i & Imam Ahmad. Adapun Imam Malik memakruhkannya. Namun sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah, “Pendapat dalam madzhab Syafi’i yg menyunnahkan puasa Syawal didukung dengan dalil tegas ini. Jika telah terbukti adanya dukungan dalil dari hadits, maka pendapat tersebut tidaklah ditinggalkan hanya karena perkataan sebagian orang. Bahkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah ditinggalkan walau mayoritas atau seluruh manusia menyelisihinya. Sedangkan ulama yg khawatir jika puasa Syawal sampai disangka wajib, maka itu sangkaan yg sama saja bisa membatalkan anjuran puasa ‘Arafah, puasa ‘Asyura’ & puasa sunnah lainnya.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)

Seperti Berpuasa Setahun Penuh

Kenapa puasa Syawal bisa dinilai berpuasa setahun? Mari kita lihat pada hadits Tsauban berikut ini,

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا) »

Baca selengkapnya di :
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/tata-cara-puasa-syawal.html

Puasa Syawwaal Atau Bayar Hutang Puasa Ramadhan

Bulan Syawal tengah berjalan, dan ada kesempatan mendapatkan pahala berlipat di bulan ini dengan menjalankan puasa Syawal. Bagaimana dengan mereka yg memiliki hutang puasa?

Perlu diketahui bahwa tidak boleh mendahulukan puasa Syawal sebelum meng-qadha’ puasa atau membayar hutang puasa. Karena jika kita mendahulukan puasa Syawal dari qadha’ sama saja dengan mendahulukan yang sunnah dari yang wajib. Ini tidaklah tepat. Lebih-lebih lagi yang melakukannya tidak mendapatkan keutamaan puasa 6 hari di bulan Syawal sebagaimana disebutkan dalam hadits,

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh” (HR. Muslim no. 1164).

Untuk mendapatkan keutamaan puasa setahun penuh, puasa Ramadhan haruslah dirampungkan secara sempurna, baru diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal.

Selain itu, qadha’ puasa  berkaitan dengan dzimmah (kewajiban), sedangkan puasa Syawal tidaklah demikian. Dan seseorang tidak mengetahui kapankah ia masih hidup dan akan mati. Oleh karena itu, wajib mendahulukan yang wajib dari yang sunnah. Sebagaimana dalam hadits qudsi juga disebutkan bahwa amalan wajib itu lebih utama dari yang sunnah,

“Tidaklah hambaku mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib hingga aku mencintainya” (HR. Bukhari no. 6502)

Sa’id bin Al Musayyib berkata mengenai puasa sepuluh hari (di bulan Dzulhijjah),

“Tidaklah layak melakukkannya sampai memulainya terlebih dahulu dengan mengqodho’ puasa Ramadhan.” (Diriwayatkan oleh Bukhari)

Baca selengkapnya disini, KLIK http://m.klikuk.com/puasa-syawal-atau-bayar-hutang-puasa-ramadhan/