Category Archives: BBG Kajian

MUTIARA SALAF : Sebarkan Ilmumu, Agar Tidak Hilang Dan Terlupa

Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan :

“Barangsiapa menyimpan ilmunya, tidak menyebarkannya, dan tidak mengajarkannya (kepada orang lain), Allah pasti akan memberikannya musibah dengan lupa dan hilangnya ilmu tersebut darinya, sebagai balasan yang sejenis dengan perbuatannya.

Dan hal ini merupakan perkara yang bisa disaksikan oleh indera dan nyata adanya..”

[Miftahu Daris Sa’adah 1/172]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/16525

Janji Allah Bagi Orang Beriman

Inilah JANJI ALLAH bagi kita semua yang mungkin saat ini sedang gelisah, sedih, dan gundah gulana menghadapi situasi covid-19.. .
.
PERBANYAK DZIKIR MENGINGAT ALLAH..
.
1️⃣ Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, “Aku bersama dengan hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebutkan-Ku..”

[ HR. Ibnu Majah dan Ahmad ]
Shohiihul Jaami’ no. 1906
.
2️⃣ Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),
.
“Ucapan yang paling dicintai Allah ada 4..
.
➡️ Subhaanallah
➡️ Walhamdulillah
➡️ Wa laa ilaaha illallah
➡️ Wallahu Akbar
.
Tidak mengapa bagimu memulai dari yang mana saja..”
.
[ HR. Muslim no. 2137 ]
.
.
#ppkmdarurat
#Covid_19
#karantina
#lockdown
.
Ayat

MUTIARA SALAF : Mengintip Aib Diri

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

“Siapa yang ingin mengetahui kekurangan yang ada pada dirinya, maka ada empat cara :

1. Duduklah di hadapan seorang syaikh yang amat faham mengenal kesalahan diri. Ia akan memberitahumu dan memberi obatnya. Namun cara ini amat jarang di zaman ini.

2. Memiliki teman yang jujur yang mengingatkan kesalahannya. Dahulu Umar bin Khathab berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan aib-aib kami.” Demikian pula salafushalih terdahulu suka bila ada yang mengingatkan kesalahannya. Sedangkan di zaman ini, orang yang mengingatkan kesalahan kita mungkin orang yang paling tidak kita sukai.

3. Mendengar dari lisan musuh. Karena mata yang memusuhi biasanya akan memperlihatkan aib sekecil apapun. Ini lebih bermanfaat untuk mengenal aib sendiri dibandingkan teman yang menjilat

4. Bergaul dengan manusia. Sesuatu yang tercela diantara mereka jauhilah.

(Mukhtashor Minhajil Qoshidin hal 156)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Bisa Jadi Ajalmu Sudah Dekat

Syaikh Bin Baz -rohimahullah- berkata :

قد يكون الأجل قد قرب ودنا وأنت في غفلة، قد يصبح الإنسان ولا يمسي، ويمسي ولا يصبح، وقد ينام ولا يقوم. فَالعاقل والحازم ه‍و الذي يعد العدة دائماً، ويكون دائماً على حذر وإعدادٍ للآخرة، لعله ينجو

“Bisa jadi ajal itu sudah dekat, sementara engkau masih lalai..

Bisa jadi seseorang masih hidup di waktu pagi, tapi tidak mendapati waktu sore..

Bisa jadi dia masih hidup di waktu sore, namun tidak mendapati waktu pagi..

Bisa jadi seseorang tidur, dan akhirnya tidak bangun lagi..

Maka, orang yang cerdas dan bijaksana adalah orang yang selalu menyiapkan persiapannya, yang selalu waspada dan menyiapkan diri untuk akhiratnya, agar dia selamat..”

[ Syarh Riyadushsholihin 1/245 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Bedakan Antara Mencari Kebenaran dan Menerima Kebenaran

Syaikh Dr. Sulaiman Ar-Ruhaili hafizhahullahu berkata:

“Telah ditetapkan oleh para ulama (Ahlussunnah wal jama’ah) bahwa tidak boleh mencari kebenaran dari ahlul batil. Akan tetapi jika kebenaran itu telah datang (nampak di hadapan), maka wajib diterima dari siapapun juga..

Tidak boleh mencari kebenaran/ilmu dari ahlul batil. Tidak boleh kita pergi kepada mereka untuk mencari kebenaran, karena secara asal mereka itu menyeru kepada kebatilan. Tidak boleh kita pergi kepada ahlul bid’ah untuk menimba ilmu dari mereka atau mencari kebenaran dari mereka. Akan tetapi jika kebenaran itu datang kepada kita dengan cahayanya yang bersinar terang, maka kita menerima kebenaran dari siapa saja..”

(Diterjemahkan dari Telegram Fawaid Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili pada tanggal 24 Juni 2021)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abdurrahman Thoyyib Lc, حفظه الله تعالى

Pahami Pola Penggiringan Opini

Coba pahami pola penggiringan opini di bawah ini:

1. Jenggotan = katanya seperti Yahudi .. Padahal seperti itulah dahulu keadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

2. Cadaran = katanya budaya Arab .. Padahal seperti itulah Alquran dan Hadits memerintahkan.

3. Rajin shalat berjamaah di Masjid = katanya ciri teroris .. Padahal seperti itulah perintah Alquran dan Haditsnya.

4. Melarang Bid’ah = katanya Wahabi .. Padahal seperti itulah dahulu Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-, beliau sering memperingatkan umatnya tentang bahaya bid’ah.

5. Mengatakan Allah di atas ‘Arsy = katanya akidah sesat .. Padahal seperti itulah yang ada dalam Alquran, Hadits, dan Ijma’ para ulama Ahlussunnah di zaman awal Islam.

=====

Inilah pola yang digunakan orang-orang di zaman ini untuk mengaburkan ajaran Islam yang hakiki.

Oleh karena itu, jika ada orang yang mencela sesuatu tentang Islam, jangan langsung percaya .. tapi lihatlah dalil yang menjadi dasarnya, dan lihatlah bagaimana para ulama salaf memahaminya.

Dengan begitu kita akan sampai kepada kebenaran dan selamat dari musibah dalam agama, wallahu a’lam.

Ya Muqollibal Quluub, Tsabbit Quluubana ‘Ala Diinik, amin..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Untukmu Yang Harus Keluar Rumah Untuk Mencari Nafkah

Jangan sampai lupa:

1. Membaca dzikir keluar rumah berikut ini:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “barangsiapa membaca dzikir ini saat keluar rumah, maka dia akan di berikan petunjuk, dicukupi kebutuhannya, dan akan dilindungi (dari bahaya apapun).” [HR. Abu Dawud: 5095, shahih].

2. Membaca do’a singgah di suatu tempat ini:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقْ

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda: “barangsiapa yang singgah di suatu tempat, dan dia baca dzikir ini, maka tidak ada sesuatupun yang bisa membahayakannya, sampai dia meninggalkan tempat itu.” [HR. Muslim: 2708]

3. Membaca setiap pagi dan sore, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak 3 kali.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda: “Bacalah Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain, saat pagi dan sore, sebanyak 3 kali, itu akan melindungimu dari segala sesuatu.” [HR. Abu Dawud: 5082, Hasan].

4. Membaca dzikir saat melihat orang yang terkena bala’ ini:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكُمْ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda, “barangsiapa melihat orang yang terkena bala’, dan membaca dzikir ini, maka dia akan diselamatkan dari bala’ itu.” [HR. Attirmidzi: 3431, Hasan].

5. Bersedekah semampunya .. meski hanya sedikit.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda, “bahwa sedekah bisa menolak kematian yang buruk.” [HR. Attirmidzi: 664, Hasan].

6. Melakukan usaha lahir (sebab kauni) yang bisa menjaga dan menyelamatkan diri dari bala’ dan musibah.. sebagaimana arahan ahli kesehatan, seperti: memakai masker, makan yang bergizi, istirahat yang cukup, vaksinasi, dst.

7. Bertawakkal kepada Allah setelah melakukan semua usaha di atas.. serahkan semuanya kepada Allah, Dialah sebaik-baik penjaga dan penyelamat kita .. dan Dialah yang paling menyayangi para hamba-Nya yang patuh dan taat kepada-Nya.

Allah ta’ala berfirman yang artinya: “Bertawakkallah kalian hanya kepada Allah, jika kalian benar beriman” [QS. Al-Ma’idah: 23]

Semoga Allah menjaga dan menyelamatkan kita semua, dari bala’ dan musibah yang ada, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

TAMBAHAN :

8. Membaca dzikir berikut se:tiap pagi dan petang masing-masing sebanyak 3x

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda, “Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dari setiap harinya dan setiap petang dari setiap malamnya kalimat: BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’ WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM (dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak aka nada apa pun yang membahayakannya.” [HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi. at-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih]

Berikut adalah lafazh do’a no 1,2, 4 dan 8 dengan text besar (klik gambar)

 

MUTIARA SALAF : Pesan-Pesan Istimewa Bagi Kawula Muda

Wahai pemuda yang mendapat taufiq-Nya.. ini pesan-pesan khusus, yang aku sampaikan sebagai nasehat seorang yang sayang dan peduli kepadamu..

Jika kau ambil, tentu itu akan menjadi sebab keselamatan, keberuntungan, kebahagiaanmu di dunia dan akherat..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau menjaga dan melindungi masa mudamu, dengan menjauhi berbagai macam keburukan dan kerusakan, dengan meminta tolong dan tawakkal kepada Allah semata dalam menjalani itu semua..

Semua pintu, atau lorong, atau jalan menuju kepada keburukan atau kerusakan, maka jauhilah dan bersungguh-sungguhlah dalam mewaspadainya..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau benar-benar menjaga kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan dalam Agama Islam, terutama shalat, karena shalat bisa menjagamu dari keburukan dan bisa mengamankanmu dari kebatilan..

Karena shalat juga dapat menolongmu dalam melakukan kebaikan, dan menjadikanmu takut melakukan semua keburukan dan kebatilan..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau menunaikan hak-hak manusia yang Allah wajibkan kepadamu, dan yang paling besar dari hak-hak itu adalah hak dua orang tuamu, sungguh itu merupakan hak yang sangat agung dan kewajiban yang sangat besar..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau dekat dengan para ulama kibar yang mulia, dengan mendengarkan perkataan mereka, mengambil arahan dari fatwa-fatwa mereka, mengambil ilmu mereka, dan meminta pendapat kepada mereka dalam perkara yang membingungkanmu..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau mewujudkan apa yang Allah wajibkan kepadamu, berupa sikap mendengar dan taat kepada penguasa, karena sikap itu akan mendatangkan keselamatan.

Adapun cara-cara yang dasarnya mengacu pada sikap membangkang terhadap penguasa, keluar dari persatuan jamaah, dan melepaskan tangan dari ketaatan, maka ini tidaklah mengantarkan pelakunya, melainkan kepada keburukan dan kebinasaan..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau di dalam hari-hari dan malam-malammu melakukan upaya untuk melindungi diri dengan dzikir kepada Allah jalla wa’ala, dan dengan rutin membaca dzikir-dzikir pagi dan sore, dzikir selesai shalat, dzikir masuk dan keluar rumah, serta dzikir naik kendaraan dan dzikir yang semisal dengannya..

Karena dzikir kepada Allah itu dapat menjaga seseorang dari gangguan setan, dan dapat mengamankan pelakunya dari bahaya dan bala’..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau juga memiliki wirid Qur’an harian, agar hatimu tenang, karena kitabullah itu dapat menenangkan hati, dan dapat menjadikannya bahagia di dunia dan akherat. Allah telah berfirman :

“Dialah orang-orang yang beriman dan tenang hatinya dengan dzikir kepada Allah, ingatlah bahwa dengan berdzikir kepada Allah semua hati akan tenang..” [QS. Arra’d:28]

Wahai pemuda..
Harusnya engkau banyak berdo’a kepada Allah azza wajall, meminta agar diteguhkan dalam kebenaran dan petunjuk. Dan meminta agar Allah melindungimu dari keburukan dan kehinaan.
Karena do’a adalah kunci semua kebaikan di dunia dan akherat..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau semangat untuk berteman dan bersahabat dengan orang-orang yang baik dan saleh, karena ada kerugian besar dalam bersahabat dengan orang-orang buruk..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau sangat berhati-hati dengan sarana-sarana yang dipakai musuh untuk memerangi generasi muda, terutama internet, agar selamat agamamu dan terjaga urusanmu, sungguh nikmat selamat itu tidak ada tandingannya..

Wahai pemuda..
Harusnya engkau selalu ingat bahwa engkau suatu hari nanti akan berdiri di hadapan Allah, dan Dia akan menanyakan kepadamu akan masa muda ini, engkau habiskan untuk apa..?!

Semoga Allah azza wajall melindungimu dengan perlindungan yang diberikan kepada hamba-hambanya yang shaleh..”

Ditulis oleh,
Syeikh Prof DR ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdil Muhsin Alubadr, حفظه الله تعالى

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Ref : https://bbg-alilmu.com/archives/16222

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Mudah.. Jangan Dipersulit

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang memberat beratkannya kecuali akan segera lemah. Maka bersikap luruslah, mendekatlah, bergembiralah, dan minta bantuanlah dengan waktu pagi dan waktu sore serta sebagian waktu malam..”

(HR. Bukhari dan Muslim)

BERSIKAP LURUS artinya tidak berlebihan dan tidak juga meremehkan..

MENDEKATLAH artinya jika tidak mampu melakukannya dengan sempurna maka setidaknya mendekati..

BERGEMBIRALAH yaitu dengan pahala sempurna walaupun kita hanya melakukan semampunya..

MINTA BANTUANLAH dengan waktu-waktu yang kita semangat padanya dan kuat. Karena ibadah saat loyo pastinya tidak akan dapat dilakukan dengan baik..

Itulah tata cara beramal..
Ukurlah sesuai kemampuan..

Perumpamaannya kaya gowes pake erbe..
Jika kita hanya mampu 20 km dengan kecepatan maximal 20 km perjam ya lakukanlah sesuai kemampuan..
Yang penting langgeng dan kontinyu..

Tapi jika kita paksa ingin seperti orang lain yang memiliki kemampuan lebih..
Pasti kita akan segera lelah..
Lalu berhenti..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Pesan Ringkas Dan Padat Bagi Pasutri

Abul Aswad Addu’ali (pencetus ilmu nahwu, wafat tahun 69 H, rohimahulloh)… ketika menikahkan putrinya beliau berpesan kepadanya:

“Muliakanlah kedua matanya, hidungnya, dan kedua telinganya.”

[Lihat kitab Mu’jamul Udaba’ 4/1467].

Tidak semua orang mampu memahaminya, karena bahasanya yang tinggi… Namun bila direnungkan, sungguh dalam pesan yang singkat itu terdapat makna yang dalam, beliau menginginkan agar putrinya tersebut, memuliakan suaminya dengan tiga hal:

1. Penampilan yang indah, agar kedua mata suaminya senang dan selalu tertarik memandangnya.
2. Parfum yang wangi, agar hidung suaminya nyaman mencium harumnya.
3. Kata-kata yang baik, agar kedua telinga suaminya terhibur dan bahagia ketika mendengarnya.

Meskipun pesan ini dikatakan Abul Aswad untuk putrinya, bukan berarti seorang suami tidak perlu melakukan hal ini… Bahkan sudah sepantasnya, seorang suami juga berusaha untuk mewujudkan isi pesan ini.

Karena Allah ta’ala telah berfirman:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Para istri itu berhak mendapatkan kebaikan, sebagaimana kebaikan yang dibebankan kepada mereka..” [Al-Baqoroh: 228].

Mari jaga jalinan suci pernikahan, dengan cara saling memuliakan… Muliakanlah dia dengan penampilan yang indah, aroma yang wangi, dan perkataan yang baik dan menghibur.

Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/17406