Category Archives: BBG Kajian

#COVID_19 : Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Berikut ini adalah beberapa artikel yang telah kami posting sebelumnya terkait musibah wabah Covid-19, semoga bermanfaat..

  1. Do’a Saat Tertimpa Musibah
  2. Do’a Mohon Perlindungan Dari Keburukan Segala Penyakit
  3. Do’a Mohon Perlindungan Dari Berubahnya Kesehatan
  4. Do’a Mohon Perlindungan Dari Segala Bahaya
  5. Do’a Saat Menghadapi Kesulitan
  6. Dzikir Ketika Melihat Oang Lain Terkena Musibah Penyakit
  7. Dzikir Saat Mengalami Kesusahan/Kesedihan
  8. Keutamaan Bersedekah Di Hari-Hari Ini
  9. SELESAI – MASIF : WAKAF 2 Sumur Bor + 2 Jaringan Pipa
  10. Keutamaan Sedekah Air #1
  11. Keutamaan Sedekah Air #2
  12. Memberikan Minuman = Sedekah Yang PALING Afdhol…
  13. Berniat Mengharapkan Pahala Dari Musibah Dunia
  14. Ladang Pahala Yang SANGAT BESAR..
  15. SELESAI – Tebar Sembako dan Air Minum
  16. Ladang Pahala
  17. Sikap Orang Beriman Terhadap Wabah Virus Corona
  18. Apakah Wafat Di Hari Selain Jum’at Tidak Mendapatkan Husnul Khotimah..?
  19. Ampuni dan Sayangilah Kami Ya Ghofuur Ya Rohiim
  20. Tawakal Yang Hakiki
  21. Do’akan Kebaikan Bagi Saudaramu
  22. Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Dari Qs Al Baqoroh
  23. Tentang Berjabat Tangan
  24. Apakah Takut Terinfeksi Corona Merusak Tauhid..?
  25. Apakah Qunut Nazilah Disyari’atkan Dalam Kasus Wabah Penyakit..?
  26. Hal Ghoib Semakin Dipercaya
  27. Tenanglah Wahai Saudaraku Seiman
  28. Penjelasan Hadits Tentang Berlindung ke Masjid Ketika Wabah
  29. Ringankan Orang Yang Sakit
  30. Peniadaan Kegiatan Sholat Jum’at Besok di Jakarta
  31. Pahala Yang Sama Bila Ada Udzur
  32. Sholatlah Di Rumah Saat Wabah Seperti Ini
  33. Jangan Sampai Kita Kalah Dengan Ketakutan Kita Sendiri !
  34. Agar Tidak Tertular Atau Menularkan
  35. Pelajaran Dari Peristiwa Penyakit Menular Di Suriah dan Mesir
  36. Kabar Gembira
  37. Karena Musibah Adalah Bagian Dari Nikmat…
  38. Bahagia Itu Bila Orientasi Anda Akherat…
  39. Nasehat dan Fatwa dan Tata Cara Sholat Bagi Tenaga Medis
  40. Besarnya Pahala Akan Sesuai Dengan Besarnya Cobaan
  41. Physical Distance Juga Bagian Dari Islam
  42. Beriman Kepada Qodar Baik Dan Buruk Keduanya Dari Allah
  43. Untukmu Yang Harus Keluar Rumah Untuk Mencari Nafkah
  44. Landasan Setiap Kebaikan
  45. Musibah Menghapus Dosa…
  46. Mendung Kan Berakhir
  47. Ampuni dan Sayangilah Kami Ya Ghofuur Ya Rohiim
  48. Bersabar Menghadapi Musibah
  49. Allah Yang Mengetahui Akhir Dari Perkara Kita
  50. Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolongmu
  51. Jangan Sampai Anda Turut Menularkan Virus
  52. Bertambah Kesulitan, Betambah Pula Keimanannya
  53. Akibat Dosa
  54. Yang Penting Untuk Di Pahami Saat Menghadapi Musibah
  55. Agar Musibah Anda Berpahala… Agar Kesedihan Anda Seakan Tiada…
  56. Hakikat Iman
  57. Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
  58. Bersabarlah Dan Berhusnudzonlah Kepada Allah Dalam Ujian Dan Musibah
  59. Bisa Jadi Pada Wabah Ini Banyak Kebaikan
  60. Saling Mendo’akan
  61. Renungan Ayat – 3
  62. Menunggu Jalan Keluar
  63. Tentang Sholat Iedul Fitri Di Rumah
  64. Tentang Tidak Sholat Berjama’ah Di Masjid Saat Pandemi Virus Corona

MUTIARA SALAF : Nasihat Bagi Para Wanita Muslimah

Al Imam Al Baghowi rohimahulloh berkata,

“Apabila seorang wanita berbicara dengan laki-laki asing (bukan mahrom), maka selayaknya ia berbicara dengan lantang (tidak mendayu-dayu) untuk mencegah hasrat buruk (para lelaki)..”

[ Ma’aalimuttanzil – 3/635 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Lombok

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Bahagia Juga Bagian Dari Takdir

Bahagia juga bagian dari takdir. 

=====

Banyak orang tidak menyadari bahwa KESENANGAN dan KEBAHAGIAAN di dunia merupakan nikmat Allah yang sudah tidak bisa ditambah atau dikurangi lagi, setiap orang sudah Allah tentukan bagiannya sendiri-sendiri.

Apapun yang dilakukan manusia, ia takkan mampu meraih kebahagiaan melebihi jatah yang Allah tentukan untuknya.

Oleh karenanya, carilah kebahagiaan dan kesenangan dengan jalan yang halal, karena hasil akhirnya akan sama, tidak akan bisa berkurang ataupun bertambah dari yang telah Allah tentukan.

Ingat Sabda Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-:

واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك ولو اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك رفعت الأقلام وجفت الصحف

“Ketauhilah, bahwa apabila seluruh umat bersatu padu untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka takkan mampu memberikannya, kecuali yang telah Allah tetapkan untukmu..

(Sebaliknya), seandainya mereka bersatu padu untuk menimpakan bahaya atasmu, mereka tidak akan mampu menimpakannya, kecuali yang telah Allah tetapkan atasmu. PENA-PENA sudah diangkat dan LEMBARAN-LEMBARAN sudah kering..” [HR. Tirmidzi, 2516, shohih]

Apabila SELURUH umat tidak akan mampu menambahi SATU manfaat saja untuk kita, apalagi jika yang berusaha menambahinya hanya kita sendiri, atau segelintir orang saja..! Dan termasuk diantara manfaat tersebut adalah KESENANGAN dan KEBAHAGIAAN.

Inilah salah satu buah manis dari IMAN kita kepada TAKDIR Allah ‘azza wajall, wallohu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Hati-Hatilah Dalam Berfatwa

Jika mati karena wabah itu syahid.. bukan berarti kita boleh menyengaja terpapar wabah..!

Bukankah mati karena terbakar juga syahid.. mati karena tenggelam juga syahid..
Apa boleh sengaja membakar diri, apa boleh sengaja menenggelamkan diri..?!

Hati-hatilah dalam berfatwa, apalagi yang bisa mengorbankan nyawa banyak kaum Muslimin..

Ingat, fatwa kita juga akan dihisab oleh-Nya..!

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://www.facebook.com/addariny.abuabdillah

Hukum Ajakan Ber-DONASI

Mencarikan donasi untuk saudara yang membutuhkan adalah bentuk kepedulian seorang muslim kepada saudaranya yang sangat dianjurkan.

Masuk dalam keumuman firman Allah:

وتعاونوا على البر والتقوى

“Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan..”

Masuk dalam keumuman hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضهم بعضا

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya itu seperti satu bangunan yang saling menguatkan..”

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu beberapa kali mencarikan donasi untuk sebagian sahabat beliau, diantaranya:

1. Untuk keluarga Ja’far .. beliau mengatakan:

اصنعوا لآل جعفر طعاما، فقد أتاهم ما يشغلهم

“Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far, karena sedang ada sesuatu (kesedihan karena kematian) yang menyibukkan mereka..”

2. Untuk sekelompok sahabat dari kabilah Mudharr yang sangat miskin .. akhirnya banyak dari para sahabat beliau yang berdonasi untuk mereka. Kemudian beliau bersabda:

من سن في الإسلام سنة حسنة، فله أجرها وأجر من عمل بها بعده من غير أن ينقص من أجورهم شيئا.

“Barangsiapa memberikan contoh kebaikan dalam Islam, maka baginya pahala amalan itu dan pahala orang-orang yang mengikuti dia setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sama sekali..”

3. Untuk seorang sahabat yang banyak hutangnya, karena rusaknya sebagian besar buah yang telah dia beli .. maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:

تصدقوا عليه

“Bersedekahlah kalian kepadanya” .. Dan akhirnya beberapa orang bersedekah kepadanya, hingga bisa mengurangi beban hutang dia..” [HR. Ibnu Majah, shahih].

Inilah beberapa contoh dari Beliau, yang menunjukkan bolehnya mengumpulkan donasi untuk orang yang membutuhkan.

Adapun hadits yang menjelaskan larangan meminta-minta, maka maksudnya adalah meminta-minta untuk diri sendiri.

Adapun mengumpulkan donasi untuk orang lain yang sangat membutuhkan, atau korban bencana, atau untuk dakwah ilallah, atau untuk masjid .. maka ini masuk dalam bab mengajak orang lain untuk bersedekah dan berinfak, dan ini suatu kebaikan dan kemuliaan.

Dua masalah ini harus dibedakan .. agar kita bisa lebih tepat dalam menerapkan dalil-dalil yang ada, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Bersikap Pertengahan Di Masa Pandemi

Sebagai umat Nabi termulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu umat Islam dikaruniai oleh Allah banyak keistimewaan yang tidak diberikan pada umat-umat sebelum mereka. Di antara keistimewaan tersebut adalah dijadikannya mereka sebagai umat pertengahan. Tidak ekstrim kanan dan tidak pula ekstrim kiri. Allah ta’ala berfirman,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا

Artinya: “Begitulah Kami menjadikan kalian sebagai umat pertengahan..” QS. Al-Baqarah (2): 143.

Umat Islam memiliki prinsip pertengahan dalam akidah, ibadah, akhlak dan seluruh aspek kehidupan. Termasuk dalam menyikapi pandemi.

Ekstrim Kanan Vs Ekstrim Kiri

Dalam menyikapi pandemi ini, kita menyaksikan adanya dua kubu yang bertolak belakang. Ekstrim kanan dan ekstrim kiri.

Ekstrim kanan adalah golongan yang terlalu berlebihan dalam bersikap. Sedangkan ekstrim kiri adalah golongan yang bersikap meremehkan dan menyepelekan.

Kaum ekstrim kanan tenggelam dalam kecemasan dan kekhawatiran yang tidak wajar. Hingga taraf mengalami gangguan paranoid atau takut berlebihan. Hal ini dipicu dari terlalu sibuk siang dan malam mengupdate berita yang mengerikan tentang parahnya lonjakan penularan virus.

Sekedar mengetahui secara global kondisi terkini level pandemi tentu penting; untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun tidak boleh berlebihan. Hingga tidak sempat membaca al-Qur’an dan berdzikir. Bahkan saat shalat pun yang dipikirkan adalah situasi terkini pandemi.

Padahal ketenangan hati dan ketentraman jiwa di masa genting seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Adapun golongan ekstrim kiri adalah mereka yang bersikap meremehkan pandemi. Sikap menyepelekan itu bertingkat-tingkat. Ada yang sama sekali tidak percaya adanya Covid-19. Ada yang percaya, namun menganggap bahwa itu penyakit ringan biasa. Adapula yang percaya Covid-19 itu berbahaya, namun malas menerapkan protokol kesehatan. Tidak peduli bahwa sikap cueknya itu bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Keberadaan golongan ini memiliki andil yang cukup besar untuk memicu drastisnya peningkatan kasus positif Covid-19 di dunia belakangan ini.

Sikap Ideal

Yang benar adalah bersikap pertengahan. Yaitu mengambil sikap waspada tanpa ketakutan yang berlebih. Menjalankan protokol ketat kesehatan, setelah mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Dengan cara bertaubat nasuha, menjaga shalat lima waktu, merutinkan dzikir pagi dan petang, memperbanyak istighfar, serta konsisten membaca al-Qur’an setiap hari minimal 1 juz.

Jika sudah maksimal dalam bertawakal dan berikhtiar pencegahan, lalu ditakdirkan tertular, maka tetap mengedepankan optimisme bahwa Allah Maha Kuasa untuk menyembuhkan. Bila ternyata berakhir dengan kematian, maka semoga meraih pahala syahid.

Sungguh kematian adalah sebuah keniscayaan. Yang selamat dari Covid-19 pun akan meninggal dengan sebab lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah, bukan su’ul khatimah.

Ditulis oleh,
Ustadz Abdullah Zaen MA, حفظه الله تعالى

Kematian

Kematian adalah suatu keniscayaan, tidak dengan covid dengan sebab yang lain, orang kan mati, cepat atau lambat, semua kita hanya menunggu giliran.

Bila covid mengganas dan mulai menjemput kematian banyak dari orang yang kita kenal, kita cintai dan sayangi, maka jadikan hal itu pelajaran untuk selalu waspada dan bersiap-siap.

Perbanyak husnuz zhan pada Allah bahwa apa yang dia tentukan dan pilihkan untuk kita maka itulah yang terbaik, pasrah dan tawakkal menjadi kunci ketenangan batin, dengan tetap maksimal menyempurnakan ikhtiar.

Sejak sekarang mari perbanyak amal, tunaikan kan hak Allah dan hak makhluk yang masih nyangkut di kita. Hanya dengan menunaikan dua hak tersebut saja kita kan selamat berjumpa Allah, dan Allah ridho pada kita.

Jangan ada setetes darahpun yang kita tumpahkan, harta orang lain yang tidak kita kembalikan, kehormatan dan nama baik orang kita cemarkan. Bila ada maka segera selesaikan sebelum terlambat.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

Para Fakir Miskin.. Sungguh Beruntungnya Mereka, Bila Sabar Menjalaninya

Seringkali orang yang hidup miskin merasa sangat rugi dan kecewa dengan keadaan hidupnya.

Tapi sungguh perasaan itu akan sirna bila dia melihat bagaimana Agama Islam memuliakannya, lihatlah beberapa poin berikut:

1. Keberadaan orang miskin sangat penting dalam masyarakat, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Tidakkah kalian diberi pertolongan dan diberi REZEKI, melainkan dengan orang-orang lemah kalian..” [HR. Bukhori: 2896]. Dan termasuk dalam kriteria orang lemah adalah mereka yang miskin sebagaimana dijelaskan para ulama.

2. Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- berharap hidup miskin dan digiring di akherat bersama para fakir miskin, Beliau dahulu berdoa:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Ya Allah hidupkanlah aku sebagai seorang miskin, matikanlah aku sebagai seorang miskin, dan giringlah aku pada hari kiamat bersama kelompoknya orang-orang miskin..” [HR. Attirmidzi: 2352 dan yang lainnya, hadits ini dihasankan oleh Syeikh Albani].

3. Mayoritas penduduk SURGA adalah kaum fakir miskin, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Aku telah berdiri di depan pintu surga, maka (kulihat) mayoritas orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin..” [Muttafaqun Alaih, Bukhori: 6547, Muslim: 2736].

———

Sungguh begitu mulia, para fakir miskin dalam pandangan Islam.

Semoga kita bisa mensyukuri hidup ini apapun keadaannya… dan bisa memanfaatkan kehidupan ini untuk mengumpulkan bekal akherat dengan sebaik-baiknya… amin. Ingatlah selalu firmanNya:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Carilah bekal, dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan..” [QS. Albaqoroh: 197].

Ketakwaan adalah melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/12777

Serba-Serbi DZULHIJJAH – Kumpulan Artikel Terkait Ibadah Qurban dan Ibadah Di Bulan Dzulhijjah

Untuk memudahkan pencarian, berikut adalah daftar SERBA SERBI DZULHIJJAH – Kumpulan Artikel Terkait Ibadah Kurban dan Ibadah Di Bulan Dzulhijah yang pernah kami posting dari berbagai sumber.

SERBA SERBI DZULHIJJAH – Daftar Isi LENGKAP

  1. Larangan Mencukur Bagi Yang Hendak Ber-qurban
  2. Apa Saja Amalan Di Awal Bulan Dzulhijjah..? (audio) 
  3. Tentang Puasa Di 9 Hari Awal Dzulhijjah
  4. Lebih Utama 
  5. Berqurban ? Ah, Sayang Uangnya..!
  6. Bolehkah Qurban Atas Nama Organisasi..?
  7. Qurban Giliran Dalam Keluarga
  8. Qurban Atas Nama Istri Karena Niat Berqurban Tapi Dari Uang Suami, Siapa Yang Tidak Potong Rambut dan Kuku..?
  9. Ingin Qurban Tapi Masih Punya Hutang
  10. Peringatan Bagi Yang Akan Ber-Qurban Termasuk Panitia Qurban (audio)
  11. Bolehkah Suami dan Istri Sama-Sama Berqurban..? (audio)
  12. Apakah Boleh Menyatukan Niat Aqiqah Dengan Niat Ber-Kurban…?? (audio)
  13. Sunnah Yang Terlupakan Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah 
  14. Berqurban Untuk Orangtua Yang Sudah Meninggal (audio)
  15. E-Book Panduan Kurban Praktis
  16. Rancu Antara Batas Iuran dan Batas Pahala per Hewan Qurban (audio)
  17. Takbir Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah
  18. Beredarnya Hadits PALSU Terkait Keutamaan 10 HARI PERTAMA Bulan DZUL-HIJJAH
  19. Hadits Dhoif Seputar Dzulhijjah 
  20. Tentang Derajat Hadits Puasa Tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah (audio)
  21. Jangan Dekati Masjid Kami..!! 
  22. Bolehkah Puasa Arafah Dan Puasa Awal Dzulhijjah Namun Masih Memiliki Hutang Puasa Ramadhan..? 
  23. Belasan Jam Untuk 2 Tahun
  24. Hari Arofah
  25. Daging Qurban Tercampur
  26. Amalan di Hari-Hari Tasyrik (11-12-13 Dzulhijjah)
  27. Mengapa Dilarang Puasa Di Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah)..? 
  28. Puasa Ayyamul Biidh Tanggal 13 Dzulhijjah..?
  29. Satu Qurban untuk Satu Keluarga, Apa Maksud Satu Keluarga..?
  30. Memotong Rambut Dengan Sengaja, Apakah Sah Qurbannya..?
  31. Pahala Qurban Untuk Siapa Saja..? (audio)