Category Archives: BBG Kajian

Ilmu Dan Kasih Sayang

Ilmu jika tidak disertai rahmat atau kasih sayang seringkali menimbulkan sikap arogan.. dan kasih sayang tanpa ilmu seringkali menimbulkan kerusakan.

Maka ilmu dan kasih sayang dua perkara yang hendaknya berjalan bersama.

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

وهكذا الرجل كُلَّما اتَّسع علمه اتَّسعت رحمته، وقد وسع ربنا كلَّ شيء رحمةً وعلمًا.

“Demikianlah seseorang.. semakin ilmunya luas maka semakin luas pula kasih sayangnya. Robb kita rahmat-Nya meluasi segala sesuatu..” (Ighotsatu Lahafan 2/251)

Allah sayang kepada hamba-hambaNya dengan cara menyelamatkan dari api neraka walaupun dengan kesusahan yang menimpa si hamba.

Maka kasih sayang kepada manusia yang paling besar adalah menyelamatkan mereka dari api neraka.. dengan menjelaskan kepada mereka tauhid dan syirik, bid’ah dan sunnah, halal dan haram.. dan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akherat.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

Menjadi Hamba Allah, Itulah KEMERDEKAAN Yang Hakiki Dan Tertinggi

Syeikh Al-‘Utsaimin rohimahullah mengatakan:

العبودية لله هي حقيقة الحرية، فمن لم يتعبد له، كان عابدا لغيره.

“Menjadi hamba Allah, itulah kemerdekaan yang hakiki, karena siapapun yang tidak menghamba kepada Allah, dia pasti menghamba kepada yang selain-Nya..” [Syarah Akidah Wasithiyyah, 365].

Ya, itulah kenyataannya.. manusia berada di antara dua pilihan, menjadi hambanya Allah atau menjadi hambanya yang lain.. tidak ada pilihan ketiga..!

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah dalam Nuniyyah-nya mengatakan:

هَربوا من الرق الذي خُلقوا له ♡ فبُلُوا برِقِّ النفس والشيطان

“Mereka lari dari penghambaan (kepada Allah) yang mereka diciptakan untuknya.. akhirnya mereka dihukum dengan penghambaan kepada hawa nafsu dan setan..”

Jika kita menghamba hanya kepada Allah, maka kita akan bebas dan merdeka dari penghambaan kepada semua makhluk-Nya .. dan itulah kemerdekaan tertinggi yang bisa dicapai oleh manusia.

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Buktikan Imanmu Saat Ujian Datang Dengan Bersabar

Syaikh Al ‘Utsaimin -rohimahullah- mengatakan:

“Palsunya emas, tidak bisa diketahui kecuali jika kita lelehkan dengan api.

Wanginya gaharu, tidak bisa diketahui kecuali jika kita bakar dengan api.

Begitu pula seorang mukmin, tidak bisa diketahui (imannya) kecuali dengan ujian dan cobaan.

Maka saudaraku, bersabarlah..

Bisa jadi engkau diganggu karena agamamu.
Bisa jadi engkau dihina, bisa jadi engkau dicurigai, bisa jadi engkau diawasi.
Meski demikian, tetaplah bersabar dan teguh.

Lihatlah apa yang didapatkan oleh para Rosul yang berjuluk “Ulul Azmi” .. bersabarlah dan berharaplah pahala dari kesabaranmu.

Ketahuilah, bahwa ujian apapun yang menimpamu, maka puncaknya adalah kematian. Padahal jika engkau mati dalam keadaan bersabar karena Allah, maka sejatinya engkau telah berpindah dari suatu negeri ke negeri lain yang lebih baik darinya..”

[Tafsir Al Baqarah 3/41]

Penterjemah,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Memakai Pakaian Yang Bagus Dan Tidak Jelek

Malik bin Nadhlah berkata:

“Aku mendatangi Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam dalam keadaan memakai baju yang jelek dan lusuh..

Beliau bersabda, “Apakah kamu memiliki harta..?”
“Punya..” jawabku.
Beliau bertanya lagi, “Harta apa..?”
Aku menjawab, “Semua harta telah Allah berikan kepadaku; unta, kuda, hamba sahaya dan kambing..”

Beliau bersabda,

إذا آتاك الله عز وجل مالا فلير عليك

“Apabila Allah memberimu harta, maka hendaklah terlihat pada dirimu..” (HR Ahmad dengan sanad yang shohih)

Namun bukan dengan memakai pakaian yang amat mahal karena itu termasuk pakaian syuhroh..
Akan tetapi pakaian yang bagus dan tidak jelek..
Sebagai rasa syukur kepada Allah atas pemberian-Nya..

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata, “Salaf terdahulu memakai pakaian pertengahan; tidak terlalu mahal dan tidak jelek.. dan mereka memilih pakaian yang bagus khusus untuk sholat jum’at, hari raya dan bertemu dengan teman-teman..” (Al Muntaqo An Nafiis min Talbis Iblis hal. 256)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Mati Diatas Syirik

Orang yang mati diatas syirik tak akan masuk ke dalam surga selama lamanya…

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ

“Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan Allah, maka Allah haramkan ia masuk surga dan tempatnya adalah neraka..” (Al Maidah: 72)

Tidak ada dosa yang lebih besar dari syirik..
Maka selayaknya kita merasa takut untuk terjatuh dalam syirik..
Dan tidak merasa aman darinya atau merasa tauhid kita telah hebat..

Sebagaimana Nabi Ibrahim berlindung kepada Allah dari kesyirikan…
Demikian pula Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam..
Padahal mereka adalah manusia yang paling mentauhidkan Allah ‘Azza wajalla..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jiwa Mukmin Yang Mulia

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

فعلى الإنسان أن يكون مقصوده نفع الخلق والإحسان إليهم مطلقا، وهذا هو الرحمة التي بعث بها محمد صلى الله عليه وسلم

“Setiap insan hendaklah berkeinginan untuk memberi manfaat kepada orang lain dan berbuat baik kepada mereka. Inilah rahmat yang Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam diutus dengan membawanya..”

(Jami’ul Masail 6/37)

Itulah jiwa mukmin yang mulia..
Selalu ingin memberi manfaat kapada orang lain..
Bukan memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Katanya

Katanya:
“Dulu di zaman Nabi gak ada TV, begitu ada TV media ini dipakai untuk dakwah, begitu pula dengan musik..!”

=====

Sanggahan:
kalau TV gak ada di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; memang benar, maka tidak mungkin beliau gunakan sebagai media dakwah.

Tapi kalau alat musik, maka yang benar di zaman Beliau sudah ada, dan beliau tidak gunakan sebagai media dakwah.

Bahkan Beliau haramkan dan Beliau katakan: “Akan ada banyak orang yang menghalalkannya..” [HR. Bukhari: 5590].

Dan sabda beliau itu telah nyata terbukti di zaman ini, dengan banyaknya orang-orang di zaman ini yang menghalalkannya, bahkan oleh mereka yang bergelar Ustadz, Habib, Gus, dst..!

Maka bersabarlah wahai saudaraku yang berpegang teguh kepada Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, teruslah bersabar sampai kita berjumpa dengan Beliau di telaganya, amin.

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

#COVID_19 : Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Berikut ini adalah beberapa artikel yang telah kami posting sebelumnya terkait musibah wabah Covid-19, semoga bermanfaat..

  1. Do’a Saat Tertimpa Musibah
  2. Do’a Mohon Perlindungan Dari Keburukan Segala Penyakit
  3. Do’a Mohon Perlindungan Dari Berubahnya Kesehatan
  4. Do’a Mohon Perlindungan Dari Segala Bahaya
  5. Do’a Saat Menghadapi Kesulitan
  6. Dzikir Ketika Melihat Oang Lain Terkena Musibah Penyakit
  7. Dzikir Saat Mengalami Kesusahan/Kesedihan
  8. Keutamaan Bersedekah Di Hari-Hari Ini
  9. SELESAI – MASIF : WAKAF 2 Sumur Bor + 2 Jaringan Pipa
  10. Keutamaan Sedekah Air #1
  11. Keutamaan Sedekah Air #2
  12. Memberikan Minuman = Sedekah Yang PALING Afdhol…
  13. Berniat Mengharapkan Pahala Dari Musibah Dunia
  14. Ladang Pahala Yang SANGAT BESAR..
  15. SELESAI – Tebar Sembako dan Air Minum
  16. Ladang Pahala
  17. Sikap Orang Beriman Terhadap Wabah Virus Corona
  18. Apakah Wafat Di Hari Selain Jum’at Tidak Mendapatkan Husnul Khotimah..?
  19. Ampuni dan Sayangilah Kami Ya Ghofuur Ya Rohiim
  20. Tawakal Yang Hakiki
  21. Do’akan Kebaikan Bagi Saudaramu
  22. Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Dari Qs Al Baqoroh
  23. Tentang Berjabat Tangan
  24. Apakah Takut Terinfeksi Corona Merusak Tauhid..?
  25. Apakah Qunut Nazilah Disyari’atkan Dalam Kasus Wabah Penyakit..?
  26. Hal Ghoib Semakin Dipercaya
  27. Tenanglah Wahai Saudaraku Seiman
  28. Penjelasan Hadits Tentang Berlindung ke Masjid Ketika Wabah
  29. Ringankan Orang Yang Sakit
  30. Peniadaan Kegiatan Sholat Jum’at Besok di Jakarta
  31. Pahala Yang Sama Bila Ada Udzur
  32. Sholatlah Di Rumah Saat Wabah Seperti Ini
  33. Jangan Sampai Kita Kalah Dengan Ketakutan Kita Sendiri !
  34. Agar Tidak Tertular Atau Menularkan
  35. Pelajaran Dari Peristiwa Penyakit Menular Di Suriah dan Mesir
  36. Kabar Gembira
  37. Karena Musibah Adalah Bagian Dari Nikmat…
  38. Bahagia Itu Bila Orientasi Anda Akherat…
  39. Nasehat dan Fatwa dan Tata Cara Sholat Bagi Tenaga Medis
  40. Besarnya Pahala Akan Sesuai Dengan Besarnya Cobaan
  41. Physical Distance Juga Bagian Dari Islam
  42. Beriman Kepada Qodar Baik Dan Buruk Keduanya Dari Allah
  43. Untukmu Yang Harus Keluar Rumah Untuk Mencari Nafkah
  44. Landasan Setiap Kebaikan
  45. Musibah Menghapus Dosa…
  46. Mendung Kan Berakhir
  47. Ampuni dan Sayangilah Kami Ya Ghofuur Ya Rohiim
  48. Bersabar Menghadapi Musibah
  49. Allah Yang Mengetahui Akhir Dari Perkara Kita
  50. Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolongmu
  51. Jangan Sampai Anda Turut Menularkan Virus
  52. Bertambah Kesulitan, Betambah Pula Keimanannya
  53. Akibat Dosa
  54. Yang Penting Untuk Di Pahami Saat Menghadapi Musibah
  55. Agar Musibah Anda Berpahala… Agar Kesedihan Anda Seakan Tiada…
  56. Hakikat Iman
  57. Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
  58. Bersabarlah Dan Berhusnudzonlah Kepada Allah Dalam Ujian Dan Musibah
  59. Bisa Jadi Pada Wabah Ini Banyak Kebaikan
  60. Saling Mendo’akan
  61. Renungan Ayat – 3
  62. Menunggu Jalan Keluar
  63. Tentang Sholat Iedul Fitri Di Rumah
  64. Tentang Tidak Sholat Berjama’ah Di Masjid Saat Pandemi Virus Corona

MUTIARA SALAF : Nasihat Bagi Para Wanita Muslimah

Al Imam Al Baghowi rohimahulloh berkata,

“Apabila seorang wanita berbicara dengan laki-laki asing (bukan mahrom), maka selayaknya ia berbicara dengan lantang (tidak mendayu-dayu) untuk mencegah hasrat buruk (para lelaki)..”

[ Ma’aalimuttanzil – 3/635 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Lombok

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL