Category Archives: Rochmad Supriyadi

Keutamaan Niyat

Ust. Rochmad Supriyadi Lc

Niyat merupakan amal yang sangat lembut, yang tertanam di lubuk hati manusia.

Dengan niyat, suatu amal menjadi sah dan diterima disisi Robb Yang Maha Tinggi, dan tergantung niyat pula amal akan dilipat gandakan berdasarkannya.

Berkata Umar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ. ” Sebaik-baik amal adalah menegakkan apa yang difardhukan Allah سبحانه وتعالى , waro’ (berhati-hati) terhadap apa yg Allah haramkan, dan niyat yang jujur kepada Allah سبحانه وتعالى “.

Berkata sebagiyan salaf,” Bisa jadi suatu amal yang kecil menjadi besar dan agung karena niyat yang tulus, dan bisa jadi suatu amal yang amat besar menjadi kecil dan hina karena niyat yang salah”.

Berkata Yahya ibnu Abi Katsir,” Belajarlah ketulusan niyat, karena ketulusan niyat lebih berharga dari pada suatu amal”.

– Tazkiyatun Nufus 20 –

Ikhlas

Ust. Rochmad supriyadi LC

Ibadah adalah urusan yang sakral, dan syarat diterima ibadah tersebut adalah ikhlas dan mutabaah.

Para ulama menjabarkan makna ikhlas diantaranya;

– Memurnikan niyat hanya mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى dan menjauhi dari segala kotoran yg melumurinya.

– Mengesakan Allah سبحانه وتعالى dalam meniyatkan segala ketaatan.

– Melupakan pandangan para makhluk dengan senantiasa melihat Allah سبحانه وتعالى.

Segala bentuk bagiyan dunia senantiasa mengoda jiwa, hati condong padanya, entah disadari atau tidak, sedikit atau banyak.

Tatkala manusia tergerak utk amal, niscaya banyak godaan hingga menghilangkan keikhlasan.

Olih karenanya para salaf mengatakan,” Barang siapa yang selamat sesaat dalam umurnya utk ber-ikhlas untuk wajah Allah sungguh ia akan beruntung”.

Betapa tidak? Ikhlas sangatlah berat dan sukar, dikarenakan berbolak-baliknya hati.

Singkat kata, ikhlas adalah membersihkan hati dari segala noda kotoran semuanya, sedikit dan banyak nya, hingga hati tersebut hanya semata berupaya mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى , hingga tiada niayatan lain.

Perkara ini tidaklah timbul melainkan hanya orang yang cinta Allah dan mengharap perjumpaan akhirat, hingga tidak tersisa untuknya perkara dunia didalam hatinya.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Katakanlah (wahai Muhammad) Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya? Merekalah orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya”. Al-Kahfi 103-104.

Salaf dan Ikhlas

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Berkata Ya’kub ; ” Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan amal kebajikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukannya”.

Berkata As-susyi; ” Orang yang ikhlas niscaya akan menghilangkan pandangan ke-ikhlasan. Sesungguhnya barang siapa yg bersaksi tentang ke-ikhlasan, maka sungguh ke-ikhlasan nya butuh pada ikhlas “.

Apa yang disebutkan olih para salaf adalah isyarat agar suatu amal hendaknya terbebas dari ujub dan bangga diri. Sesungguhnya orang yang memandang pada ke-ikhlasan, maka ia terjerumus pada penyakit ujub dan bangga diri. Dan ini adalah jeratan syaithon, sedang orang yang ikhlas niscaya terbebas dari jeratan syaithon.

Berkata Ayub ; ” Memurnikan niyat dalam beramal merupakan perkara yang paling berat dari pada mengerjakan segala bentuk amalan “. Berkata para salaf ; ” Melakukan Ikhlas sesaat, akan membawa keberuntungan selamanya, akan tetapi ikhlas itu amat berat “.

Dikatakan kepada Suhail, ” Apa yang paling berat bagi jiwa? Ia menjawab; ” Ikhlas.

Berkata Al-Fudhail ; “Meninggalkan amal lantaran manusia adalah riyak. Sedang beramal untuk manusia adalah syirik. Dan Ikhlas adalah bilamana Allah membebaskan hatimu dari keduanya”.

– Tazkiyantun Nufus 17 –

AGAMA FITRAH

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Allah سبحانه وتعالى berfirman yg artinya, “Maka hadapkanlah wajahmu dg lulus kpd agama (Islam) yg sesuai fitrah Allah yg Dia telah ciptakan manusia menurut fitrah itu. Tdk ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yg lurus,tetapi kebanyakan manusia tdk mengetahui”. QS Ar-Rum 30.

Ibnu Qoyyim berkata,” Allah سبحانه وتعالى menerangkan bahwa arti “menghadapkan wajah” adalah berbuat iklas dlm hati, dan berjuang utk Agama Allah, yg mengandung atas kecintaan kpd Nya, yg diwujudkan dg beribadah sesuai kebenaran, hanya menghambakan diri kpd-Nya, dan berpaling dari selain-Nya سبحانه وتعالى.

Dan ini adalah agama fitrah yg Allah telah ciptakan para hambanya diatas fitrah ini, akan tetapi kemudian para manusia merusak fitrah tersebut, melumurinya dg noda dan kotoran, sebagaimana Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tdk lah seseorang yg dilahirkan kecuali ia diatas fitrah (agama tauhid) maka ayah mereka merubahnya menjadi yahudi, nasrani, majusi “.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda dlm hadist Qudsi, Allah سبحانه وتعالى berkata, “Sesungguhnya aku ciptakan manusia dlm keadaan lurus tdk condong, akan tetapi kemudian para syaiton datang dan menggoda mereka dari agama nya, mereka diperintah agar menyekutukan Ku yg tdk ada dalil sedikitpun padanya”. HR Muslim.

– Bada’iut Tafsir 3/391 –

HATI YANG BERSIH

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Allah سبحانه وتعالى menurunkan Al-Kitab dan Mengutus Para Rusul, tidak lain dan bukan dalam rangka membersihkan jiwa dan hati para manusia, sebagaimana halnya diutus nya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم disebutkan dlm firman Nya,” Dialah Allah Yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yg ummi, dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan Ayat-ayat Nya, mensucikan jiwa mereka, mengajarkan Al-Kitab dan Hikmah, meski sebelumnya mereka benar-benar dlm kesesatan yg nyata”. Al-Jumu’ah : 2.

Allah سبحانه وتعالى kaitkan keberuntungan hamba dg kesucian jiwa dan hati, bahkan Allah bersumpah berturut-turut karenanya.

” Demi matahari dan sinarnya di pagi hari. Demi bulan bila mengiringinya. Demi siang bila menampakkannya. Demi malam bila menutupinya. Demi langit dan susunannya. Demi bumi serta hamparannya. Demi jiwa dan kesempurnaan ciptaannya. Maka jiwa tsb diilhami jalan kejahatan dan ketaqwaan. Maka sungguh beruntung orang yg mensucikan jiwa nya. Dan sungguh rugi orang yg mengotorinya “. Asy-Syams : 1-10.

Mensucikan jiwa artinya membersihkan dari segala noda hati yang mengotorinya, baik itu berupa keinginan-keinginan yg buruk, ambisi yg kotor, kedengkiyan dan kroni-kroni nya. Sebagaimana sedekah harta juga dinamakan pembersih harta, karena dg sedekah berarti ia telah menyalurkan hak Allah kepada orang yg membutuhkannya.

HATI YANG BUSUK

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Agama Islam bukanlah sekedar slogan dan retorika serta pandai membikin kata-kata, namun Islam adalah Agama Selamat dan menghantarkan pd keselamatan dlm semua sisi.

Bahkan kelak d akhirat, yg akan memasuki surga merekalah yg memiliki HATI YANG SALIM dari segala unsur2 keburukan.

Bagaimana tidak? Karena ia selalu membaca dan mentadaburi KALAM ALLAH, dan sungguh Allah سبحانه وتعالى berfirman ,” Katakanlah, Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bg orang2 yg beriman? “. QS Fushilat 44.

Hati yang kotor bisa saja menimpa semua orang, bahkan tidak sedikit aktivis dakwah dan penyandang ilmu agama yang terasuki penyakit hati kotor ini.

Hingga dalam berdakwah dan ceramah maupun lembaran tulisan2 mereka tidak diniyatkan murni dan ikhlas kpd Allah سبحانه وتعالى.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Ingatlah ! Hanya milik Allah agama yg murni dari syirik “. QS Az-Zumar 3.

Allah سبحانه وتعالى juga berfirman,” Katakanlah ! Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dg penuh ketaatan kpd-Nya “. QS Az-Zumar 11.

Perlu kita menginggat, harta, tahta, jabatan, ketersohoran, aneka barang yang kita miliki, semua akan kita tinggal begutu saja tatkala ajal menjemput kita.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Semua yg ada d bumi itu akan binasa “. QS Ar-Rahman 26.