Category Archives: Rochmad Supriyadi

JIWA YANG MUTMAINAH

Apa bila jiwa seseorang merasa tenang tatkala kembali dan ingat akan Allah سبحانه وتعالى , sejuk disaat menyebut Nya, rindu akan bertemu Nya, bahagia dan ridho disaat berhadapan dengan Nya, maka jiwa ini adalah jiwa yang Mutmainah.

Allah سبحانه وتعالى berfirman, ” Wahai jiwa yang mutmainah (tenang) , kembalilah kepada tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi Nya. Masuklah kedalam golongan hamba-hamba Ku. Dan masuklah kedalam surga Ku “. (QS Al-Fajr 27-30)

Berkata Ibnu Abbas, “Mutmainah artinya jiwa yang senantiasa jujur terhadap Tuhannya.”

Berkata Qotadah, “Mutmainah adalah jiwa seorang mukmin yang senantiasa merasa tenang terhadap apa yang Allah janjikan kelak, dan senantiasa bahagia mengenal nama dan sifat-sifat Nya yang dikhabarkan olih Nya dan olih rosul Nya, senantiasa yakin akan datangnya perkara setelah kematian dari alam barzah dan kejadian kiamat, dan iman akan taqdir Allah bahkan pasrah dan ridho, hingga tidak berkeluh dan kesah, tdk terpengaruh apa yg datang dan terlewatkan, memahami betul kandungan dari firman Allah سبحانه وتعالى ,” Tidaklah suatu musibah yg menimpa hamba kecuali atas ijin Allah, dan barang siapa beriman kepada Allah atas musibah tersebut niscaya hati nya akan mendapat petunjuk “. (QS At-Taghobun 11)

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Bersholawat

Ust. Rochmad supriyadi LC

Diriwayatkan olih sahabat Muliya, Abu Hurairah, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa mengucap sholawat kepadaKu sekali, niscaya Allah سبحانه وتعالى mendoakan kepada orang tersebut sepuluh kali “. HR Muslim.

Berkata Ibnul Aroby , Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى telah berfirman,” Barang siapa yang datang membawa satu kebajikan maka baginya sepuluh kali lipat semisal nya “. QS Al-An’am 160.

Didalam Ayat muliya ini diterangkan, bahwa siapa saja yang berbuat kebaikan sekali, ia akan mendapat sepuluh kali lipa balasan dari Allah سبحانه وتعالى , Demikiyan pula mengucap Sholawat untuk Nabi صلى الله عليه وسلم sekali maka bagi nya mendapat sholawat atau do’a dari Allah سبحانه وتعالى sepuluh kali. Dan do’a dari Allah adalah jauh lebih baik dan muliya dari hanya sekedar satu pahala kebajikan.

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah Ibnu Mas’ud, dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang betebaran dimuka bumi yang menyampaikan salam kepadaKu dari para umatku “. HR Ahmad dan Nasa’i.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Hari terbaik bagi kaliyan adalah hari Jum’ah, hari tersebut diciptakan Adam, dihari itu ia diwafatkan, dihari itu ditiup sangkakala, dan manusia di bangkitkan, maka perbanyaklah bersholawat kepadaku, sesungguhnya sholawat kaliyan dihantarkan kehadapanku”.

Para sahabat bertanya, Bagaimana dihantarkan kehadapanMu sedang engkau sudah menjadi tanah?

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Sesungguhnya Allah Azza Wajalla mengharamkan tanah untuk memakan jasad para Nabi “. HR Ahmad dan Abu Dawud dan Ibnu Majah.

Berdzikir

Hati sangat membutuhkan siraman dzikir,berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,” Berdzikir untuk hati manusia, ibarat air tawar bagi ikan yang hidup diperairan, bagaimanakah keberadaan ikan tersebut jika sekiranya air nya mengering atau loncat kedaratan? “.
Berdzikir adalah makanan bagi hati dan ruh manusia, jika tanpa nya ibarat jasad tanpa arwah, atau jasad tanpa makan. Faidah dari berdzikir diantaranya mampu menjaga diri dari tipudaya syaithon, bahkan mampu mengusirnya, dan sebaliknya berdzikir akan mendatangkan ridho Ar-Rahman Yang Maha Perkasa, dan mampu menghilangkan keresahan hati, dan mendatangkan ketentraman dan ketenangan jiwa, mendatangkan cahaya hati dan wajah, dan memperolih manisnya iman dan kecintaan Allah azza wajalla.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa mengucap kalimat ” Lha ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahua a’la kulli syai’in qodir ” sehari seratus kali , maka baginya mengimbangi pahala membebaskan sepuluh budak, dan ditulis baginya seratus kebajikan, dan dihapus baginya seratus keburukan, dan ia mendapat penjagaan dari godaan syaithon dari pagi nya hingga sore, dan tiada yg mampu menandinginya kecuali seseorang yang beramal lebih banyak dari nya”. HR Bukhary dan Muslim.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa mengucapkan kalimat ” Subhanallahu wabihamdihi “, ia akan ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga”. HR Tirmidzy.
Berkata Ibnu Mas’ud ,” Aku lebih suka bertasbih kepada Allah سبحانه وتعالى dari pada berinfak sejumlah beberapa dinar dijalan Allah Azza WaJalla “.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Istighfaar

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Istigfar adalah memohon magfiroh, dan arti magfiroh adalah berlindung dari dampak keburukan dosa dan menutup dari nya.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Dan beristigfarlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Penyayang “. QS Al Muzammil 20.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Dan barang siapa yang berbuat keburukan atau mendholimi dirinya, kemudian ia beristigfar kepada Allah, niscaya ia akan menjumpai Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” QS An-Nisa’ 110.

Sering kali kalimat istigfar beriringan dengan kalimat ” Taubat “, adapun makna Taubat adalah; Berlepas diri dari dosa , baik dengan hati dan anggota badan , dan hukum istigfar seperti hukum do’a, jikalau diterima Allah سبحانه وتعالى maka Allah mengijabahi dan diampuni dosa nya. Terlebih bilamana istigfar tersebut bertepatan dengan waktu ijabah seperti tengah malam.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Demi Allah, Aku beristigfar kepada Allah dan bertaubat dalam sehari lebih dari tujuhpuluh kali “. HR Bukhary dan Muslim.

Berkata A’isyah ,” Beruntunglah bagi seorang hamba yang menjumpai didalam lembaran catatan amalnya kalimat istigfar yang banyak “.

Berkata Al-Hasan,” Perbanyaklah istigfar dirumah-rumah kaliyan, waktu-waktu kaliyan, perjalanan-perjalanan kaliyan, pasar-pasar kaliyan, majlis-majlis kaliyan, dan dimanapun kaliyan berada, karena kaliyan tidak mengetahui kapan magfirah Allah سبحانه وتعالى turun “.

Bahaya Lisan

Ust. Rochmad supriyadi LC

Diriwayatkan dari sahabat mulia Mu’adz ibn Jabal, suatu hari bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم , ” Apakah kita dimintai pertanggung-jawaban atas apa yang kita ucapkan?”. Maka bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم ,” Celaka dirimu wahai Mu’adz!” , Bukankah manusia ditelungkupkan wajah mereka dineraka atau bibir mereka dikarenakan hasil dari lisan mereka?!”. HR Tirmidzy dan Hakim.

Disebutkan didalam hadist Abu Hurairah, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Paling banyak yang memasukkan manusia kedalam api neraka adalah dua lobang , yaitu mulut dan farji “. HR Ahmad dan Tirmidzy.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Bisa jadi seseorang mengucap satu kalimat yang ia tidak sangka-sangka ternyata menghantarkannya kejurang neraka lebih jauh dari jauhnya timur dan barat “. HR Tirmidzy.

Berkata sahabat Uqbah ibn A’mir, wahai Rosulullah, bagaimana kunci selamat dari ini? Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم ,” Tahan lisan mu ini , penjarakan di dalam rumahmu, dan menangislah atas kesalahanmu “. HR Bukhary dan Muslim.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa yang menjamin untuk ku celah antara kedua janggut nya dan celah antara dua pahanya pasti aku jamin bagi nya surga”. HR Bukhary.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berbicara dengan kebajikan atau diam “. HR Bukhary dan Muslim.

Berkata Ibnu Mas’ud ,” Tidaklah pantas untuk ditahan dan dipenjarakan dari anggota badan ini melainkan lisan ini”. Berkata Al-Hasan,” Tidaklah seseorang mampu menjaga agamanya selagi tidak menjaga lisan nya “.

Racun Hati

Ust. Rochmad supriyadi LC

Ketahuilah semua bentuk dan jenis maksiyat dapat meracuni hati manusia, membawa petaka, bahkan dapat membinasakannya. Berkata Ibnul Muba’rok rahimahullahu Ta’ala ;

” Aku melihat dosa-dosa dapat mematikan hati , Bahkan akan mewariskan kehinaan bagi pecandu nya , Menghindari dosa akan menjaga hidup nya hati , Dan menjahui segala dosa sebaik bekal untuk jiwamu “.

Diantara racun yang paling mengakar didalam hati manusia dan berkembang adalah ;

” Berlebih-lebihan dalam berbicara “.
diriwayatkan dari Anas dari Nabi صلى الله عليه وسلم dengan sanad yang lemah, ” Tidak akan lurus iman seseorang hingga lurus hatinya, dan tidaklah lurus hati seseorang hingga lurus lisannya”. ( Riwayat lemah dari imam Ahmad dan Ibnu Abi Dunya ).

Berkata Abdullah ibn Umar, ” Janganlah kalian berbanyak-banyak berbicara selain dengan berdzikir kepada Allah, karena hal itu akan membuat kerasnya hati, dan sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah adalah orang yang keras hati nya”.

Berkata Umar ibn Khothob ,” Barang siapa yang banyak bicara pasti banyak tergelincirnya, dan barang siapa yang banyak tergelincir pasti banyak dosa nya, dan barang siapa yang banyak dosanya pastilah neraka utama bagi nya”.

Nabi صلى الله عليه وسلم berpesan kepada sahabat Mu’adz dengan sabda nya,” Jaga lisanmu ini !”. HR TirmiÐzy dan Hakim.

Do’a

Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Berdo’a lah kaliyan kepadaKu, niscaya Aku akan kabulkan, sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadah(berdo’a) kepada Ku niscaya akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina “. QS Gho’fir 60.

Didalam Ayat mulia ini, Allah memerintahkan para hamba agar senantiasa memanjatkan do’a dan hajat hanya kepada-Nya semata, dan Allah berjanji utk mengabulkannya, dan Allah jadikan do’a dan permintaan hajat sebagai ibadah muliya, dan Allah mencela lagi murka kepada siapa saja yang engan memanjatkan do’a dan dihukumi sebagai makhluk sombong, yang terancam akan dimasukkan jahannam.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, ia akan dimurkai (Allah) “. HR Tirmidzy.

Berkata Sya’ir :” Janganlah kaliyan sekali-kali meminta hajat kepada anak Adam,Akan tetapi mintalah hajat kepada Dzat yang pintunya tidak pernah tertutup , Allah senantiasa murka jikalau engkau tidak meminta kepada Nya , Lawan dari itu,bila engkau meminta kepada bani Adam senantiasa ia murka kepadamu “.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,”Do’a adalah ibadah”.HR Tirmidzy. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,”Sesungguhnya Allahسبحانه وتعالى adalah Dzat Yang Maha Hidup Maha Pemurah malu bila seorang hamba berdo’a mengankat tangan kemudian hamba tersebut tidak membawa hasil”.HR Tirmidzy.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,”Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturohmi kecuali Allah berikan satu dari tiga keadaan,bisa jadi dikabulkan segera,bisa jadi disimpan untuk diakhirat, dan bisa jadi di palingkan dari keburukan musibah”. HR Ahmad dan Bazzar.
Berkata Umar,”Aku tidak peduli pada pengabulan do’a ,akan tetapi aku hanya peduli pada terpanjatkan nya do’a”.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Kedudukan Hati

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat Nya,” Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya “.QS Al-Isra’ 36.

Sesungguhnya hati memiliki kedudukan mulya dlm anggota badan, ia sebagai pengatur, segala perintah datang darinya, menggerakkan badan sesuai kehendaknya, semua dibawah kendalinya, disana pula isyarat untuk istiqomah dalam kebenaran dan kluar dari ketaatan. Semua tergantung apa yang diyakini sang hati dan dikehendaki.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Ketahuilah, sesungguhnya didalam anggota badan terdapat segumpal darah, bila ia baik maka seluruh anggota badannya akan berperilaku baik, bila ia buruk, maka anggota badannya akan berperilaku buruk “. HR Bukhary-Muslim.

Singkat kata, Hati adalah raja dan penguasa, dan anggota badan bergerak karenanya, dan tidak akan melahirkan pahala di akhirat kelak, melainkan bila niyat yang didalam hati lurus.

Hati yang kelak akan dilihat Allah dan diminta pertanggungjawaban, olih karena nya perhatian akan bersihnya hati dan terhindar dari noda-noda yang akan merusak nya serta mengobati hati yang berpenyakit, lebih utama untuk kita bersibuk dari amal selainnya.

Kedudukan Hati

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat Nya,” Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya “.QS Al-Isra’ 36.

Sesungguhnya hati memiliki kedudukan mulya dlm anggota badan, ia sebagai pengatur, segala perintah datang darinya, menggerakkan badan sesuai kehendaknya, semua dibawah kendalinya, disana pula isyarat untuk istiqomah dalam kebenaran dan kluar dari ketaatan. Semua tergantung apa yang diyakini sang hati dan dikehendaki.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Ketahuilah, sesungguhnya didalam anggota badan terdapat segumpal darah, bila ia baik maka seluruh anggota badannya akan berperilaku baik, bila ia buruk, maka anggota badannya akan berperilaku buruk “. HR Bukhary-Muslim.

Singkat kata, Hati adalah raja dan penguasa, dan anggota badan bergerak karenanya, dan tidak akan melahirkan pahala di akhirat kelak, melainkan bila niyat yang didalam hati lurus.

Hati yang kelak akan dilihat Allah dan diminta pertanggungjawaban, olih karena nya perhatian akan bersihnya hati dan terhindar dari noda-noda yang akan merusak nya serta mengobati hati yang berpenyakit, lebih utama untuk kita bersibuk dari amal selainnya.

ILMU & KEUTAMAANNYA

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kaliyan dan orang-orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat “. Al-mujadalah 11.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Katakanlah (wahai Muhammad) , Apakah sama antara orang-orang yang memiliki ilmu dan orang-orang yang tidak memiliki ilmu?” Az-Zumar 9.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa yang Allah kehendaki bagi nya kebajikan, niscaya Allah fahamkan bagi nya agama nya “. HR Bukhary – Muslim.

Ilmu senantiasa membimbing pemilik nya pada jalan menuju surga, dan akan menerangi dan menunjuki pada hidayah dan menjauhkan pada jalan kegelapan dan kesesatan.

Berkata Al-Hasan,” Ilmu ada dua jenis, Ilmu secara lisan dan ini adalah hujjah bagi anak cucu Adam, sebagaimana terdapat dalam hadist, ” Al-Qur’an hujjah yang akan menguatkan dirimu atao akan membinasakan mu “. HR Muslim.

Dan ilmu jenis yang kedua adalah ilmu yang akan menguatkan hati, dan ini adalah ilmu yang bermanfaat. Yaitu ilmu tentang Allah dan nama serta sifat-sifat Nya, yang akan mendatangkan khosyah, mahabbah, tawakal dan seterusnya.

Berkata Ubadah ibnus Shomith رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ,” Ilmu yang akan pertama kali terangkat dari manuasia adalah khusyuk dan khosyah “.

Bilamana ilmu yang berada di hati terangkat, maka tinggallah ilmu yang berada di lisan. Selagi manusia tidak mengamalkan ilmu lisan ini dan tidak memperhatikan nya maka hilanglah ilmu secara keseluruhannya, dan tinggallah seburuk-buruk manusia dan dengan nya tegak hari kiyamat.