Category Archives: Rochmad Supriyadi

LIQO’ bersama SYAIKH SA’AD IBNU NA’SIR AS-SISTRY

Dalam kunjungan ke trawas beliau menasehatkan agar senantiasa teguh menyusuri jalan ilmu, dikarenakan sangat butuhnya umat terhadap penuntut2 ilmu.

Hal itu dirasakan tidak lain dan bukan karena banyaknya penyeru-penyeru keburukan yg ada d tengah masyarakat, mereka mendakwahkan kebathilan dan kesesatan, sekiranya para masyarakat mengikutinya niscaya ia akan terjerumus ke lembah neraka jahanam.

Demikiyan pula dikarenakan penyakit kebodohan melekat pada masyarakat, hingga dlm urusan agama mereka tidak mengetahuinya, terlebih urusan halal haram, sunnah dan bid’ah, sehingga merancaukan pandangan mereka.

Dilain sisi pahala menebar aqidah dan manhaj yang lurus sangat besar disisi Allah سبحانه وتعالى , bahkan ini merupakan sebaik-baik ucapan dan perkataan.

Dikarenakan besar dan penting nya menebar ilmu, maka Syaikh dalam wasiat beliau menegaskan agar para penuntut ilmu dan Da’i agar mereka meluruskan Niat-niat mereka, dan menjaga Hati dari berbagai kotoran dan penyakit serta memperhatikan adab-adap penuntut ilmu, hingga mampu melaksanakan tugas mulia ini dengan baik

Adab menuntut ilmu tidak terbatas hanya etika mengajar dan mendakwahkan ilmu saja. Akan tetapi adab-adab tsb menyebar di segala aspek kehidupannya.
Bagaimana etika penuntut ilmu tatkala berhadapan dengan masyarakat, dengan para pemimpin dan penguasa, dengan tokoh masyarakat, dengan orang bodoh, dengan keluarga, dengan saudara, kerabat, anak dan istri, tetangga, serta etika disaat berhadapan dengan pelaku mungkar, kejahatan, yg mana semua itu butuh pada ta’sil syar’i (kaidah2 syariat) yg hendaknya dikuasai dg baik.

Memperbaiki diri pribadi dan hati merupakan pusat obyek perbaikan sebelum menata masyarakat sekitar. Hendaknya menyempurkakan ketaqwaan dan tawakal, roja, khouf, kpd Allah سبحانه وتعالى.

– – – – -〜¤✽¤〜- – – – –

ROJA’ / BERHARAP

Roja’ artinya berharap nya hati untuk menanti apa yang dicintai disisinya.
Jikalau harapan tersebut tanpa sebab musabab, maka berarti ia sedang tertipu dan kepandiran lebih tepat untuk nya. Sebagaimana dalam ungkapan sya’ir, “Engkau berharap tercapainya keberhasilan sedang dirimu tidak menjalani sebab -sebabnya. Sesungguhnya suatu bahtera tidak akan berlayar di pasir yg kering”.

Demikian juga, jikalau sesuatu yang diharapkan tersebut dipastikan terjadi, maka ini bukanlah harapan, sebagaimana ucapan seseorang, “Aku berharap terbitnya matahari”. Akan tetapi ucapan yang tepat, “Aku berharap hujan turun”.
Ia katakan disaat ia melihat mendung di langit.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad dijalan Allah, merekalah orang-orang yang sesungguhnya berharap kepada rahmat Allah سبحانه وتعالى dan Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
(QS Al Baqoroh 218)
Ayat diatas menunjukkan sesungguhnya mereka-merekalah yang berharap rahmat Allah. Dan barang siapa yang harapannya membawa ketaatan dan menjauh dari maksiat, maka harapan tersebut adalah benar dan sebaliknya jika mengiring kearah maksiat, menjauh dari ketaatan maka harapan tersebut adalah tipuan belaka.

Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Taubat

(Ust Rochmad Supriyadi Lc)

Taubat artinya kembali kepada Dzat Yang Maha Penutup Aib, Yang Maha Tahu Segala Sesuatu.

Taubat merupakan permulaan jalan utk mengapai kemuliaan, modal utama bagi suatu keberuntungan, kunci menuju keistiqomahan.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,
“Dan bertobatlah kalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, semoga kaliyan beruntung”
(QS An-Nur 31)
Ayat ini adalah surat madaniyah, yang ditujukan kepada ahli iman dari kalangan generasi manusia terbaik, agar mereka bertaubat setelah menuntaskan keimanan dan kesabaran, merealisasikan perintah jihad dan hijrah.
Jikalau ayat ini turun kpd mereka umat yang dirahmati, maka sesungguhnya ayat ini lebih pantas bagi kita agar merelaisasikannya.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,
“Dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka sungguh ia termasuk orang yang dhalim lagi aniaya “.
(QS Al Hujurot 11)

Dari sini bisa disimpulkan bahwa manusia ada dua jenis, Órang yang mau betaubat dan lawan nya orang yang tidak bertaubat, yaitu orang dzalim. Dan disebut dzalim, karena ia bodoh terhadap Tuhan nya serta hak-hak-Nya.
aubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah, dengan penuh penyesalan atas dosanya, menjauh dan meninggalkan, serta tidak akan mengulang lagi dilain waktu.

– – – – -〜¤✽¤〜- – – – –

Cinta Dunia

Penyakit yang mengeluti kebanyakan umat islam sebagaimana yang di isyaratkan dalam riwayat yang masyhur adalah Al WAHN. Yaitu cinta dunia dan takut mati.

Çinta dunia merupakan sumber ketergelinciran. Sedangkan harta mengandung banyak penyakit, paling tidak ia akan menjadikan seseorang sombong dan takabur, minimal, menyibukkan dari mengingat Allah dan Ayat-ayat Nya.Sedang orang yang lalai ,ia adalah orang yg merugi.Bila ia jauh dari mengingat Allah,ia akan terkuasai syaiton,dan syaiton akan menghiasi keburukan-keburukan seolah kebaikan.

Seseorang yang mabuk dunia keadaannya lebih parah dari mabuk arak, orang tersebut tidak akan pernah sadar dan siuman kecuali bila telah merasakan sempit dan gelap nya liang lahat.

Berkata Yahya ibnu mu’adz ,” Dunia merupakan araknya syaithon, barang siapa yang mabuk,ia tidak akan sadar hingga merasakan hadirnya kematian dan ia tergolong dari orang2 yg menyesal selamanya”.

Diriwayatkan oleh Anas, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa yg Akhirat memenuhi keinginan hati nya, maka Allah jadikan rasa kaya berada dihatinya, dan dikumpulkan baginya perbendaharaan harta, datang kepadanya isi dunia, sedang ia merasa tÍdak butuh pada nya. Dan barang siapa dunia memenuhi isi hatinya, maka Allah jadikan kefakiran melekat dihadapan matanya, dan menjauh darinya perbendaharaan harta, dan gemerlap dunia menjauh darinya kecuali apa yg ditaqdirkan bagi nya”. HR Tirmidy.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Tawakal

(Ust Rochmad Supriyadi Lc)

Tawakal adalah kejujuran dalam besandarnya hati kepada Allah سبحانه وتعالى didalam meraih kebaikan dan menghindar keburukan didalam urusan dunia dan akhirat.

Allah سبحانه وتعالى ,” Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya”.QS At-Talaq 3.
Diriwayatkan dari sahabat Umar, dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Jika sekiranya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana para bangsa burung, meninggalkan sarang dalam keadaan lapar, kembali dalam keadaan kenyang makanan “. HR Tirmidzy.

Berkata Said ibnu Ju bair, ” Tawakal adalah kumpulan dari keimanan “. Tawakal tidaklah meniadakan dan bersebarangan dengan menjalankan sebab-musabab yang di takdirkan Allah yang telah digariskan dalam sunah Nya pada para makluk.

Sesungguhnya Allah memerintahkan para makluk agar menempuh sebab-sebab, dan juga memerintahkan tawakal.

Singkat kata, menempuh sebab musabab adalah ibadah, dan tawakal hati adalah ibadah dan keimanan.

Berkata Salaf ,” Mencela usaha (menempuh sebab musabab) maka sungguh ia mencela sunnah Allah, dan barang siapa mencela tawakal maka ia mencela keimanan “.

Dikatakan pula ,” Barang siapa tidak menempuh sebab-akibat, maka sungguh ia melecehkan syariat, dan barang siapa yang hanya bergantung dengan sebab-akibat maka ia melecehkan tauhid “.

Salaf Dan Syukur

Imam Ahmad meriwayatkan didalam kitab Musnad nya, Bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم berpesan kepada Mu’adz serayaya bersabda,” Demi Allah, Aku mencintaimu, Aku bepesan kepadamu agar kamu tidak melupakan disetiap akhir sholatmu do’a ” Ya Allah mudahkan untukku agar senantiasa mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan baik “. HR Ahmad dan Tirmidzy.

Syukur adalah pengikat dan sebab yang menjadikan bertambahnya suatu nikmat.
Berkata Umar ibn Abdul Aziz,” Ikatlah suatu nikmat agar terus menerus turun dengan banyak besyukur kepada Allah”.

Berkata Aly ibn Abi Tholib,” Sesungguhnya suatu nikmat akan terus bersambung dengan bersyukur, dan syukur pula yang akan menjadikan nikmat bertambah, dan keÐuanya terikat dalam satu ikatan, bertambahnya nikmat tdk akan putus selagi hamba senantiasa bersyukur”.

Abul-Mughiroh bila ditanya, Bagaimana keadaanmu pagi ini? Ia menjawab,” Pagi ini kami penuh dengan kenikmatan, akan tetapi tidak pandai untuk mensyukurinya”. Dikatakan kepada Abu Hazim, bagaimana bersyukurnya mata? Ia menjawab; Bila kamu melihat kebaikan maka kamu ceritakan, dan bila melihat keburukan maka kamu menutupinya. Bagaimana bersyukurnya telinga? Ia menjawab; Bila engkau mendengar kebaikan maka kamu hafalkan, dan jika mendengar keburukan maka engkau tinggalkan. Bagaimana bersyukurnya tangan? Ia menjawab; jangan engkau mengambil yang bukan hak kamu, dan jangan kamu menahan hak Allah yang telah dititipkan kepadamu.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Bersyukur

Bersyukur adalah memberikan pujian kepada yang memberikan karunia nikmat dari suatu kebajikan.

Syukurnya seorang hamba berkisar pada tiga rukun, yaitu Mengakui pemberian nikmat secara bathin, Menyebut-nyebut puji dan syukur secara dhohir, Menggunakan nya pada jalan keta’atan.

Dengan ini kita simpulkan, bersyukur berkaitan dengan hati, lisan, dan anggota badan. Hati mengakui akan adanya nikmat, lisan senantiasa memuja dan memuji, anggota badan menggunakan nikmat tersebut di jalan keta’atan.

Allah سبحانه وتعالى kaitkan syukur dengan iman dalam firman Nya,” Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha mengetahui “. QS An-Nisa’ 147.

Allah khabarkan bahwa hamba yang bersyukur merekalah orang-orang yang khusus diberikan karunia kenikmatan, sebagaimana firman Nya ,” Demikiyanlah Kami menguji sebagiyan mereka dengan sebagiyan yang lain, agar mereka berkata,” Orang orang semacam inikah diantara kita yang diberi anugrah olih Allah ? “, Maka Allah berkata ” Bukankah Allah lebih mengetahui tentang hamba-hamba Nya yang bersyukur kepada Nya ?”. QS Al-An’am 53.

Allah membagi manusia ada dua jenis, Bersyukur dan Kafir,sebagaimana firman Nya,” Sungguh, Kami telah menunjukkan kepada manusia jalan yang lurus, akan tetapi diantara mereka ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur “. QS Al-Insan 3.

Dan Allah memberikan ancaman kepada mereka yang kafir, Allah berfirman ,” Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengumandangkan ” Sungguh jika kaliyan bersyukur, niscaya Aku akan tambah nikmat kepadamu, tapi bila kaliyan kufur dan mengingkari nikmat-Ku, maka pastilah adzabKu amat sangat keras “. QS Ibrahim 7.

 Ditulis oleh Ustadz Ust. Rochmad supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Bujukan Nafsu

Jiwa bilamana penuh dengan bujukan, maka jiwa tersebut adalah jiwa yang tercela. Ia tidak akan bisa terbebas kecuali bila mendapat taufiq dari Allah سبحانه وتعالى.

Allah menceritakaan keadaan jiwa dalam firman Nya,” Dan Àku tidak menyatakan diriku bebas dari kesalahan , karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan , kecuali nafsu yang diberi rahmat olih tuhanku “. QS Yusuf 53.

Allah berfirman,” Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat Nya kepadamu, niscaya tidak seorangpun diantara kamu bersih dari perbuatan keji dan mungkar selama-lama nya, akan tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki “. QS An-Nur 21.

Nabi صلى الله عليه وسلم mengajari umat nya dalam khutbah hajah , ” Dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa kami, dan keburukan amal-amal kami “. HR Abu Dawud dan Ibnu Majah.

Didalam sabda tersebut dikhabarkan bahwa keburukan senantiasa ada dan melekat didalam jiwa dan mengakibatkan munculnya amal-amal buruk, jika Allah tidak memberi taufiq niscaya ia akan terjerumus dalam keburukan.

Marilah kita berlindung kepada Àllah سبحانه وتعالى agar dijauhkan dari jiwa yang buruk dan keji.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Sebaik-baik Cita Cita

Allah سبحانه وتعالى berfirman dlm Ayat-NYA ,” Harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yg terus menerus adalah lbh baik pahala nya d sisi Tuhanmu serta lbh baik utk mjd harapan dan cita-cita”. QS Al-Kahfi 46.
Kandungan Ayat Mulia diatas, memberikan peringatan agar banyak beramal salih, dan tdk bersibuk dg perhiasan dan gemerlapan dunia dari harta benda dan kluarga, sehingga melalaikan dari apa yg lbh kekal d akhirat yg jauh lbh berharga.
Allah سبحانه وتعالى telah sebutkan gemerlap dunia di dalam Ayat QS Ali-Imran 14-15, dan Allah beritahukan apa yg lbh berharga dlm Firman-NYA, ” Katakanlah,” Maukah aku kabarkan kpd-mu apa yg lbh baik dari yg demikiyan?” Bagi org-org yg bertaqwa tersedia disisi Tuhan mereka surga-surga yg mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal d dlm nya, dan pasangan2 yg suci serta ridha Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba2 nya”.

Berkata para ulama ttg ayat diatas, semua bersepakat pada satu perkara, yaitu Amal yg mendatangkan Ridho Allah سبحانه وتعالى ,yg diantaranya berupa menjaga Sholat Lima Waktu, sebagaimana d riwayatkan para salaf diantaranya Ibn Abbas, Said ibn Jubair, Abu Maisaroh, dan Amr ibn Syarahbil.
– Adwa’ul Bayan 562-

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Jaga Pandangan Anda

Mata merupakan karunia yang Allah سبحانه وتعالى kepada hamba, sepantasnya hamba tersebut menjaga dan memelihara, serta menggunakan nya sejalan dengan Aturan dan rambu-rambu agama.

Didalam atsar disebutkan,” Pandangan adalah panah beracun yang dilemparkan iblis, maka barang siapa yang menundukkan dan menahan pandangan nya karena Allah niscaya ia akan merasakan kemanisan dan ketentraman dihati nya hingga hari perjumpaan dengan Nya “. HR At-Thobrony dengan sanad yg lemah.

Berkata para salaf,” Antara mata dan hati terdapat celah dan jalan, bila mata rusak dan busuk, niscaya busuk pula hati manusia tersebut bak layaknya tong sampah yg diisi penuh dengan najis dan kotoran, hingga tidak dapat lagi merasakan makrifat dan kecintaan Allah, tidak kenal lagi inabah dan mahabah, dan akan senantiasa melakukan apa yg berlawanan itu semua”. Membiarkan mata secara bebas adalah dosa dan melanggar aturan agama, Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Katakanlah kepada para mukminin laki-laki agar mereka menahan pandangan mereka dan menjaga farji-farji mereka, hal itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui dengan apa yg mereka lakukan “. QS An-Nur 30.

Berkata salaf,” Barang siapa yg memakmurkan bagian dhohir tubuh nya dengan menampakkan sunnah, dan memenuhi bathin nya dg senantiasa terus-menerus murokobah, menahan pandangan dari penglihatan haram, menjaga diri dari syubhat, memakan barang halal, niscaya firasat nya tidak akan kliru “.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –