Category Archives: Rochmad Supriyadi

Didiklah Anakmu

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

(ditulis ulang oleh Ust. Rochmad Supriyadi LC)

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا}

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)

Seorang ibu, ayah, serta pengajar, akan ditanya di hadapan Allah tentang pendidikan generasi ini. Apabila mereka baik dalam mendidik, maka generasi ini akan bahagia dan begitu pula mereka juga akan bahagia di dunia dan akhirat. Namun, apabila mereka mengabaikan pendidikan generasi ini, maka generasi ini akan celaka, dan dosanya akan ditanggung oleh pundak-pundak mereka. Oleh karena itu dikatakan dalam sebuah hadits,

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan pemimpin akan ditanyai tentang kepemimpinannya” (Muttafaqun ‘alaihi).

Berita gembira bagimu wahai para pengajar, dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam,

فَوَاللهِ لَيَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ خُمْرِ النَّعَمَ

“Demi Allah, jika Allah menunjuki seseorang lewatmu, ini lebih baik daripada unta-unta merah”

Berita gembira bagi kalian berdua wahai ayah dan ibu, dengan sebuah hadits yang shahih:

اِذَ مَاتَ اْلإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal, maka amalannya terputus kecuali tiga perkara. Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat serta anak shalih yang mendoakannya” (HR. Muslim).

Wahai para pengajar, hendaknya engkau memperbaiki dirimu terlebih dahulu.

Kebaikan menurut anak-anak adalah apa-apa yang engkau lakukan. Sebaliknya, keburukan menurut mereka adalah apa-apa yang engkau tinggalkan.

Baiknya perilaku pengajar dan kedua orang tua di hadapan anak-anak merupakan sebaik–baiknya pendidikan bagi mereka.

Nikmat Keturunan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Dia; maka mengapa kalian berpaling?” (Fathir: 3)

Dari sekian nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib untuk disyukuri ialah adanya anak di tengah keluarga. Merupakan idaman, harapan dan dambaan bagi yang telah berkeluarga, adanya anak yang dapat menjadi penghibur bagi keduanya. Selain itu, terbetik harapan agar ia menjadi anak yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lagi berbakti kepada orangtua, serta menjadi anak yang baik lagi beragama.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia melalui sebab adanya orangtua. Karena itulah Allah agungkan hak kedua orangtua atas anaknya (yaitu kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang anak kepada kedua orangtuanya). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat baik) kepada kedua orangtuanya.” (Al-’Ankabut: 8)

Adakah harapan dan dambaan serta kebanggaan yang lain bagi orangtua yang muslim dan beriman, jika anak yang lahir darinya dan dididik di atas fitrahnya, selain mendapati anaknya menjadi anak shalih yang senantiasa mendoakan orangtuanya, dan di hari kiamat ia menjadi sebab terangkatnya derajat kedua orangtuanya?

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad supriyadi LC حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜 ✽ 〜- – – – – –

Imam Sujud Sahwi Karena Lupa Qunut Shubuh

394. BBG Al Ilmu – 23

TANYA
Saya mau bertanya : pada saat sholat shubuh berma’mum dengan imam, lalu imam lupa membaca qunut shubuh, kemudian mau akhir sholat melakukan sujud sahwi, bagaimana menyikapi kejadian ini..?

JAWAB
Qunut shubuh bukan rukun sholat, juga bukan wajibat dan juga bukan sunnah nya. Hingga tidak perlu sujud sahwi. Tetapi kalau imam nya sujud sahwi ikut saja. Karena tangungjawab terletak pada imam.

والله أعلم بالصواب

Dijawab oleh,
Ustadz Rochmad Supriyadi Lc, حفظه الله تعالى

Syaithon Terbelenggu

(Ust Rochmad Supriyadi)

Salah satu keistimewaan bulan suci Ramadhan adalah dibelengunya para setan dan jin durhaka.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Bila telah masuk bulan puasa maka dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu neraka dan dibelengu para setan”
(HR Bukhary dan Muslim)

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ini bulan ramadhan telah datang, dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu neraka dan setan-setan dibelenggu”
(HR Ahmad dan Nasa’i)
Berkata Syikhul Islam, “Makna dari dibelenggu para setan yaitu hingga melemah kekuatan mereka serta amal mereka lantaran terborgol, maka tidak bergerak bebas dibulan puasa seperti diwaktu lain”.
Tdk dikatakan para setan mati atau terbunuh. Akan tetapi “dibelenggu”, yaitu bahwa syaiton menganggu akan tetapi lebih ringan di bulan ini bila di banding bulan lainnya, maka dari sini tergantung kekuatan orang yg puasa itu sendiri, semakin sempurna maka gangguan ringan tdk seperti yg nilai puasanya kurang.

Dizaman sekarang ini banyak manusia tdk mengenal tipu daya syaiton atau melupakannya, hingga tdk kenal sejauh mana bahaya permusuhannya dgn anak cucu adam, yg senantiasa ingin menjerumuskan kedalam kemurkaan Allah dan menjauhkan dari rahmat Allah.

Allah سبحانه وتعالى berfirman, “Sesungguhnya syaiton adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah mereka musuh bagimu, sesungguhnya mereka menyeru para pengikutnya agar menjadi penghuni neraka”.
(QS Fathir 6)
Permusuhan dg mereka kekal hingga hari kiamat, maka barang siapa yg senantiasa bersibuk di bulan suci ini dg tdk menjalankan ketaatan, bahkan dgn bermaksiat, perbuatan sia-sia, banyak bicara, maka sungguh ia terjerumus dlm godaan setan, dan godaan mereka tdk pernah berhenti.

– – – – – •(*)•- – – – –

Zakat Dan Shadaqah

(Ust Rochmad Supriyadi)

Sesungguhnya bulan ramadhan adalah bulan yg panuh kebaikan, keberkahan, dan ketaatan, bulan puasa, memakmurkan sholat, bulan tarawih, memakmurkan tilawah, bulan yg penuh kemuliaan dan ihsan.

Dahulu Nabi صلى الله عليه وسلم adalah manusia terbaik, terlebih di bulan puasa, dikarenakan puasa memiliki hubungan kuat dg infak dan sedekah. Orang-orang kaya dapat merasakan sengsaranya menahan makan dan minum, dalam rangka ketaatan kpd Allah, mereka dapat berbagi rasa kpd saudara-saudara nya kaum muslimin yg terbatas keadaan mereka sepanjang masa, hingga terlahirkan belas kasih dan rahmat dihati mereka kepada para miskin tersebut, dan mendorong utk menyalurkan harta nya utk zakat, §edekah, nafakoh mustahabah.

Allah سبحانه وتعالى telah fardhukan zakat dalam firman-Nya,”Sesungguhnya sodakoh hanyalah teruntuk kepada orang fakir, miskin, para amil zakat, orang yg mualaf hati nya, para budak, orang-orang yg terlilit hutang, dan perang dijalan Allah, serta orang yg kehabisan bekal dlm perjalanan. semua itu fardhu dari Allah, Allah adalah Dzat Yg Maha Mengetahui lagi Maha Hikmah”.
(QS At-Taubah 60)
Banyak didalam ayat ttg perintah menunaikan zakat, menafkahkan sebagian rizki, pujian kpd orang yg sedekah, dan ganjaran bagi yg berinfak. Dan dalam Sunnah diterangkan berbagi zakat, semisal zakat ternak, tumbuhan, harta, perdagangan, diterangkan secara rinci ttg perkara tsb. Diantara faidah sedekah adalah : – Bahwa sedekah adalah syiar agama sekaligus dalil tentang iman nya seseorang, Nabi صلى الله عليه وسلم menjelaskan, “Sedekah adalah burhan ( petunjuk )”. (HR Muslim)
Yaitu petunjuk yg menunjukkan keimanan pelaku nya, dan dalil atas cinta nya kpd Allah, karena ia berkorban dgn harta yg ia cintai kpd Allah.

– – – – – •(*)•- – – – –

Wahai Pelaku Kejahatan, Berhentilah…

Disadur dari pena : Syaikh Abdurrozak Al Badr حفظه الله تعالى

Sesungguh nya disetiap malam bulan puasa romadhon malaikat menyeru, ” Wahai pelaku kebaikan, bersegeralah, wahai pelaku keburukan, berhentilah “.

Dalam perbincangan yg lampau kita ulas tentang berlomba dlm kebajikan dan ketaatan dibulan nan suci lagi barokah ini, namun tak lupa bulan suci ini juga ladang yg muliya utk menghentikan segala bentuk keburukan dan maksiyat, dan sarana utk menjauh dan menghindar dari dosa yg menghantar kpd kebinasaan serta ukubat dari Dzat Yang Maha Kuasa.

Bulan ini merupakan musim taubat, inabah dan rujuk ke jalan yg lurus, dan musim berlomba bg yg sebelumnya telah istiqomah. Meski demikiyan ada saja seorang hamba yg senantiasa terus menerus terjerumus kedalam lembah hitam, kemaksiatan, dan kenistaan dibulan ketaatan dan ampunan ?!

Mereka ini yg dimaksudkan dlm Hadist, ” Wahai pelaku keburukan, behentilah !”.Yaitu, perintah agar bertaubat kpd Allah dan meninggalkan perbuatan keji nya agar tdk menyesal sebelum kehilangan kesempatan, bisa jadi engkau tutup usia dlm kedaan melakukan keburukan, atau lewat bulan suci ini akan tetapi tdk menambah pada dirimu melainkan kejelekan, maka alangkah buruk nasib mu disaat bulan romadhon ini.

Sebagaimana diketahui semua bahwa keburukan dan kejelekan semuanya haram dilakukan kapanpun baik berkaitan dg jiwa pribadi atau dg yg lain dari hak para makhluk, yg berupa perkataan dan perbuatan bahkan keburukan yg terselib dlm hati sekalipun. Demikiyan juga yg bersifat bacaan, pendengaran serta tayangan.

Allah berfirman,” Katakan lah, Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yg terlihat dan yg tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yg benar, dan mengharamkan kamu jikalau mempersekutukan Allah dg sesuatu” ….

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Wahai Pencinta Kebajikan Datanglah

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzy dan Ibnu Majah, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, bersabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam, “Bila datang malam pertama di bulan Ramadhon, maka dibelenggulah para syaiton dan jin yang durhaka, ditutuplah pintu neraka, hingga satu pun tak terbuka, dan dibuka pintu-pintu surga, maka tidak tertutup satu pintupun. Dan menyerulah suatu makhluk dengan seruan “Wahai pecinta kebajikan, berlombalah! Wahai pelaku keburukan, berhenti lah! Dan sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyiapkan hamba-hamba yang dibebaskan dari sentuhan neraka!” Dan yang demikian setiap malam. HR Tirmidzy dan Ibnu Majah.

Dan ditegaskan dalam riwayat Imam Ahmad dalam Musnadnya, bahwa makhluk yang menyeru tersebut adalah Malaikat dari malaikat-malaikat Allah Ta’ala, dan hal itu dilakukan setiap malam di bulan Ramadhon setiap harinya hingga usai Ramadhon. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan malaikat menyeru, ‘Wahai pelaku kebajikan, bersegeralah! Wahai pelaku keburukan, berhentilah!’. Hal ini hingga romadhon selesai”. (HR Ahmad).

Sekiranya orang-orang yang beriman tidak mendengar seruan malaikat tersebut, akan tetapi hendaknya seruan tersebut dirasakan nyata secara yakin, karena yang memberikan kabar adalah makhluk yang jujur yang wajib dibenarkan yang tidak bicara melalui hawa, akan tetapi wahyu yang diwahyukan. Maka hendaknya seorang muslim bisa merasakan di malam-malam ramadhon yang penuh barokah dengan seruan malaikat yang muliya ini. Dan hendaknya mampu merealisasikan di dalam kehidupan kesehariannya, dalam akhlak dan seluruhnya. Hendaknya membandingkan dirinya di jalan manakah ia menempuhnya?

Keduanya adalah seruan, dan keduanya dimaksudkan untuk kelompok manusia tertentu. “Wahai pelaku kebajikan…. Wahai pelaku keburukan…..”.

———————————————

10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Umat ini Allah muliakan dengan datangnya Ramadhan, bulan yang dapat membersihkan jiwa dari dosa dan perbuatan sia-sia.

Adapun orang yang beruntung menggunakan waktu-waktunya untuk tilawah, berbuat taat, menebar sedekah, sehingga mampu menyulap amal dan hatinya menjadi suci, meraih ampunan dan mendapatkan ridwan serta keridhoan.

Hampir – hampir bulan nan suci meninggalkan kita dan hanya tersisa 10 hari darinya. Termasuk petunjuk Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Apabila masuk 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, Beliau menghidupkan malamnya untuk ibadah, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya”. (HR.Bukhary Muslim).

Dan diriwayatkan, “Bila datang Ramadhan Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh dalam ibadah tidak seperti di hari lainnya, dan bila memasuki 10 terakhir, lebih bersungguh-sungguh tidak di seperti hari Ramadhan biasanya”.( HR.Muslim).

Hasan Al-Basry berkata, “Tidaklah di suatu hari muncul fajar yang menyingsing, melainkan terdengar seruan dari langit, ‘Aku makhluk baru di hari ini, dan aku menjadi saksi atas amalmu, oleh karenanya berbekallah dengan kebajikan, sesungguhnya hari ini tidak akan terulang kembali selamanya”.

Di dalam malam yang sepuluh ini, Allah menyebutnya dengan malam yang penuh barokah, yang mana diturunkan padanya suatu surat yang terbaca hingga hari kiamat, yaitu firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qodar). (QS. Al Qodr: 1).

Berkata Imam An Nakh’i, “Beramal di malamnya lebih mulia seribu bulan di waktu lainnya”.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qodar penuh keimanan dan hanya mencari pahala dari Allah semata, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau”. (HR.Bukhary Muslim).

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Sholat Jama’ah

Para ulama’ telah sepakat bahwa sholat jama’ah(bagi laki-laki) adalah disyariatkan dan merupakan syiar islam yang dhohir. Kemudian terjadi khilaf diantara ulama, apakah sholat jama’ah tersebut wajib diadakan dalam sholat lima waktu?

√ Sebagian berpendapat: ini merupakan fardhu kifayah.
√ Sebagian berpendapat: ini hanya sunnah.
√ Sebagian berpendapat: ini adalah sunnah muakkadah.
√ Sebagian berpendapat: ini adalah wajib fardhu ‘ain.

Walaupun tidak berkaitan dengan sah/ tidaknya sholat, jika seseorang sholat sendiri tidak jama’ah meski mampu untuk mendatangi jama’ah ia berdosa lantaran meninggalkan jama’ah dan sholatnya sah.

Dan yang akhir ini adalah pendapat yang dirajihkan ulama’ diantaranya Imam Ahmad ibn Hanbal rahimahullah. Diantara dalilnya adalah:

~Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seberat-berat sholat bagi munafiqin adalah sholat Isya’ dan Fajar, jikalau mereka mengetahui keutamaan yang ada padanya niscaya mereka akan datang walau dengan merangkak, dan sungguh aku berkeinginan agar sholat ditegakkan dan aku perintahkan seseorang mengimami manusia, dan aku beserta rombongan keliling membawa kayu bakar dan membakar rumah orang-orang yang tidak datang jamaah”. (HR.Bukhary-Muslim).

~Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya seseorang yang buta datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak memiliki penuntun untuk ke masjid”. Kemudian meminta keringanan untuk tidak ke masjid, dan diberi keringanan, tatkala ia berpaling ia dipangil kembali dan ditanya, “Apakah kamu mendengar pangilan adzan?”. Ia berkata, “Iya”. Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Penuhi pangilan tersebut”. (HR.Muslim).

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Racun Hati

Ust. Rochmad supriyadi LC

Ketahuilah semua bentuk dan jenis maksiyat dapat meracuni hati manusia, membawa petaka, bahkan dapat membinasakannya.

Berkata Ibnul Muba’rok rahimahullahu Ta’ala ;

” Aku melihat dosa-dosa dapat mematikan hati , Bahkan akan mewariskan kehinaan bagi pecandu nya , Menghindari dosa akan menjaga hidup nya hati , Dan menjahui segala dosa sebaik bekal untuk jiwamu “.

Diantara racun yang paling mengakar didalam hati manusia dan berkembang adalah ;

” Berlebih-lebihan dalam berbicara “.

diriwayatkan dari Anas dari Nabi صلى الله عليه وسلم dengan sanad yang lemah, ” Tidak akan lurus iman seseorang hingga lurus hatinya, dan tidaklah lurus hati seseorang hingga lurus lisannya”. ( Riwayat lemah dari imam Ahmad dan Ibnu Abi Dunya ). Berkata Abdullah ibn Umar, ” Janganlah kaliyan berbanyak-banyak berbicara selain dengan berdzikir kepada Allah, karena hal itu akan membuat kerasnya hati, dan sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah adalah orang yang keras hati nya”.

Berkata Umar ibn Khothob ,” Barang siapa yang banyak bicara pasti banyak tergelincirnya, dan barang siapa yang banyak tergelincir pasti banyak dosa nya, dan barang siapa yang banyak dosanya pastilah neraka utama bagi nya”.

Nabi صلى الله عليه وسلم berpesan kepada sahabat Mu’adz dengan sabda nya,” Jaga lisanmu ini !”. HR TirmiÐzy dan Hakim.