Category Archives: Display Picture Dakwah

MUTIARA SALAF : Untuk Dilewati Bukan Dimiliki

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Sesungguhnya dunia tercipta hanyalah untuk dilewati bukan untuk dimiliki, agar engkau bisa mengambil pelajaran di dalamnya bukan untuk engkau memakmurkannya.. maka bunuhlah hawa nafsumu yang suka condong kepadanya, dan terimalah nasehatku, janganlah engkau gantungkan harapan kepadanya..”

[ Al-Mudhisy hal 274 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Bagaikan Mimpi Ketika Tidur

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Hari-hari di dunia ini bagaikan mimpi-mimpi ketika tidur atau laksana bayangan yang akan segera hilang.. apabila dunia bisa membuat tertawa sesaat, maka ia juga bisa membuat banyak tangisan..

Jika dunia (yang fana) bisa membahagiakan sehari atau beberapa hari, maka ia juga bisa menyengsarakan beberapa bulan atau bahkan sekian tahun..”

[ ‘Uddatush Shoobirin – 336 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Do’a ZIARAH KUBUR

do’a saat ziarah kubur..(yang digaris bawahi)
.
ASSALAAMU ’ALAYKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIIN..
.
WA INNAA IN-SYAA ALLOOHU LA-LAAHIQUUN..
.
AS-ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH..
.
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian..”
.
Nabi shollalahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan para sahabat ketika keluar menuju kubur dengan membaca doa di atas. Hadits di atas dari Sulaiman bin Buraidah, dari bapaknya.
.
(HR. Muslim, no.975)
.
Silahkan di save, share, repost..
.
Baarokallahu fiikum..

Beberapa Bentuk Sholat Sunnah WITIR dan Bacaan Dzikir Setelahnya…

JUMLAH ROKA’AT dan CARA PELAKSANAAN SHOLAT SUNNAH WITIR
.
Witir boleh dilakukan SATU, TIGA, LIMA, TUJUH atau SEMBILAN roka’at. Berikut rinciannya.
.
⚉   PERTAMA: Witir dengan SATU roka’at. (HR. Abu Daud no. 1422. Syaikh Al Albani mengatakan Shohih)
.
⚉   KE-DUA: Witir dengan TIGA roka’at.
.
Di sini boleh dapat dilakukan dengan dua cara:
[1] TIGA roka’at, sekali salam. (HR. Al Baihaqi)
[2] Mengerjakan DUA roka’at terlebih dahulu kemudian salam, lalu ditambah SATU roka’at kemudian salam. (HR. Ahmad 6/83). Cara kedua ini lebih utama, simak di SINI untuk penjelasannya.
.
⚉   KE-TIGA: Witir dengan LIMA roka’at.
.
Cara pelaksanaannya adalah dianjurkan mengerjakan LIMA roka’at sekaligus dan tasyahud pada roka’at kelima, lalu salam. (HR. Muslim no. 737)
.
⚉   KE-EMPAT: Witir dengan TUJUH roka’at.
.
Cara pelaksanaannya adalah dianjurkan mengerjakannya tanpa duduk tasyahud kecuali pada roka’at KE-ENAM. Setelah tasyahud pada roka’at KE-ENAM, tidak langsung salam, namun dilanjutkan dengan berdiri pada roka’at KE-TUJUH. Kemudian tasyahud pada roka’at KE-TUJUH dan salam. (HR. Muslim no. 746)
.
⚉   KE-LIMA: Witir dengan SEMBILAN roka’at.
.
Cara pelaksanaannya adalah dianjurkan mengerjakannya tanpa duduk tasyahud kecuali pada roka’at KE-DELAPAN. Setelah tasyahud pada roka’at KE-DELAPAN, tidak langsung salam, namun dilanjutkan dengan berdiri pada roka’at KE-SEMBILAN. Kemudian tasyahud pada roka’at KE-SEMBILAN dan salam. (HR. Muslim no. 746) Dalil yang sama berlaku untuk 7 dan 9 Roka’at Witir.

MUTIARA SALAF : Balaslah Salam Dengan Yang Lebih Baik

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

“Apabila diucapkan salam kepadamu, maka balaslah salam itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah maha memperhitungkan segala sesuatu..”

[ An-Nisaa’/4: 86 ]

Imam Ibnu Katsir rohimahullah menjelaskan,

“An-Nisaa’: 86, artinya: apabila seorang muslim mengucapkan salam kepadamu, maka balaslah/jawablah dia dengan (lafazh) salam yang lebih baik dari ucapan salamnya, atau balaslah dengan ucapan salam yang serupa. Maka menambah (dengan ucapan salam yang lebih baik ketika menjawab salam) adalah dianjurkan, sedangkan (menjawab salam dengan lafazh) yang serupa adalah wajib..”

[ Tafsir Ibni Katsir – 1/705 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Satu Lagi Do’a Setelah Tasyahud Akhir – Sebelum Salam

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى  berikut ini :

ini adalah salah satu do’a yang dibaca saat dalam sholat, yaitu setelah tasyahud akhir (sebelum salam).. Di riwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan hadits ini dinyatakan shohih oleh Syaikh al-Albani rohimahullah.

Dan dalam riwayat Imam an-Nasa’i 1301, ada tambahan sedikit (garis merah) dalam lafazh do’anya dan hadits ini juga dinyatakan shohih oleh Syaikh al-Albani rohimahullah dalam Shohiiih an-Nasa’i, jadi KEDUA LAFAZH DO’A DIATAS.. Allahu a’lam

Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mengamalkannya di sholat-sholat kita baik di sholat fardhu/wajib yang 5 waktu maupun di sholat-sholat sunnah seperti sholat Dhuha pagi ini dst..

ARTIKEL TERKAIT
Dzikir Yang Dahsyat
Dzikir Sebelum Meninggalkan Pertemuan Yang Bukan Majelis Ilmu

Mutiara Sayyidul Istighfar

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan sayyidul istighfar.
“Allahumma anta Robbii.. Laa ilaaha illa anta kholaqtanii..
Sampai: abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii..”
“Aku kembali kepada-Mu dengan kenikmatan-Mu kepadaku..
Dan aku kembali dengan membawa dosaku..”

Renungkanlah..
Menyaksikan Nikmat..
Pengakuan Dosa..

Sebuah mutiara yang amat berharga..
Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rohimahullah berkata..
“Seorang hamba berjalan kepada Allah antara menyaksikan ni’mat dan melihat aib diri..
Menyaksikan ni’mat menimbulkan cinta, pujian dan rasa syukur..
Dan melihat aib diri menimbulkan penghinaan diri, ketundukan dan taubat..”

(Shohih Al Wabil Ash Shoyyib hal 16-17).

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

.
.
Rosulullah Shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni Surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni Surga.”
.
[HR. Bukhari no. 6306, 6323]

da171114-0009

PENTING..! – Dzikir Sebelum Meninggalkan Pertemuan Yang Bukan Majelis Ilmu

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى  berikut ini :

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang duduk di suatu majelis lalu di majelis itu banyak perbuatan dan kata-kata yang salah dan tidak pantas (sia-sia), kemudian sebelum bangkit dari majelis itu ia membaca (dzikir di bawah),

Subhaana-kallahumma wabihamdika, asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayka | Maha suci Engkau ya Allah, segala puji untuk-Mu, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu

maka Allah akan menghapus dosa dan kesalahannya yang terjadi di majelis tersebut..”

[HR. At-Tirmidzi no 2433 – Hasan Shohih]

ARTIKEL TERKAIT
Dzikir Yang Dahsyat – Yuuk Baca..