Category Archives: Hadits

Pahala Yang Lebih Baik

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Tidaklah Allah memberikan nikmat kepada seorang hamba kemudian ia berkata ‘Alhamdulillah..’ kecuali apa yang Allah berikan kepadanya (berupa pahala) lebih baik daripada kenikmatan yang ia ambil..”

(HR. Ibnu Majah no. 3805)

Saat hamba mengucapkan alhamdulillah ketika diberi nikmat..
Maka pahala mengucapkan alhamdulillah itu..
Lebih utama dan lebih baik dari kenikmatan yang ia dapatkan..

Itulah kemuliaan seorang mukmin yang diberi taufik oleh Allah..
Sehingga setiap nikmat yang ia rasakan..
Mendapatkan pahala yang besar dengan ucapan alhamdulillah…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Terbiasa Lambat Dalam Ibadah

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah melihat para shahabat lambat dari shof yang pertama. Maka beliau bersabda,

تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ ، لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ

“Majulah dan ikutilah aku, dan hendaklah shoff di belakang mengikuti shoff di depannya. Suatu kaum yang selalu lambat, maka Allah akan lambatkan..” (HR Muslim no 438)

Maksudnya Allah akhirkan mereka dari rahmat dan surga-Nya serta karunia-Nya yang agung.

Syaikh Utsaimin rohimahullah berkata,

وعلى هذا ؛ ​فيخشى على الإنسان إذا عوَّد نفسه التأخر في العبادة أن يبتلى بأن يؤخره الله عز وجل في جميع مواطن الخير​.

“Oleh karena itu, dikhawatirkan bila seorang insan terbiasa lambat dari ibadah, Allah jadikan ia lambat dalam setiap kebaikan..” (Majmu fatawa 13/54)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badru Salam حفظه الله تعالى

HADITS : Do’a Ayah Bagi Anak Laki-lakinya

bagi para ayah yang memiliki anak lakil-laki, senantiasa do’akanlah kebaikan dan hidayah bagi sang anak.. dan waspadalah dari mendo’akan keburukan bagi sang anak, karena..

Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr], telah mengabarkan kepada kami [Isma’il bin Ibrahim] dari [Hisyam Ad Dastuwa`i] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Ja’far] dari [Abu Hurairah] ia berkata,

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ada tiga macam do’a yang akan dikabulkan yang tidak ada keraguan padanya :

– do’a orang yang terzholimi,
– do’a musafir, dan
– do’a ayah (menimpakan keburukan) atas anak laki-lakinya..”

[HR. At-Tirmidzi 1828]
Al Albani berkata : hadits shohih

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَى الْحَجَّاجُ الصَّوَّافُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ نَحْوَ حَدِيثِ هِشَامٍ وَأَبُو جَعْفَرٍ الَّذِي رَوَى عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يُقَالُ لَهُ أَبُو جَعْفَرٍ الْمُؤَذِّنُ وَلَا نَعْرِفُ اسْمَهُ وَقَدْ رَوَى عَنْهُ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ غَيْرَ حَدِيثٍ

HADITS : Do’a Perlindungan Untuk Anak Kecil Dan Untuk Diri Sendiri

Sahabat Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ يَقُولُ:

“Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam membacakan do’a memohon perlindungan terhadap al-Hasan dan al-Husain (keduanya adalah cucu beliau). Beliau membacakan,

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku memohon perlindungan kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap kejahatan setan dan binatang yang mengganggu, dan dari setiap mata yang hasad (dengki)..”

Kemudian beliau bersabda,

هَكَذَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يُعَوِّذُ إِسْحَاقَ وَإِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ

“Demikianlah (dahulu) ayah kalian, Nabi Ibrahim, juga membacakan do’a memohon perlindungan untuk putra beliau, Ismail dan Ishaq alaihimussalam..”

(HR. at-Tirmidzi no. 2060. Hadits ini dinilai shóhih oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih at-Tirmidzi no. 2060)

● Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rohimahullah menjelaskan,

“Ketika seseorang mengamalkan hadits di atas, dia boleh mengganti dhomir (kata ganti) untuk menyesuaikan..”

[ Nur ‘Ala ad-Darb: Kaifiyyah Wiqayah ath-Thifl Min al-‘Ain ]

● Yang berikut adalah do’a perlindungan untuk diri sendiri :

Banyak Berbicara Yang Tidak Berfaedah

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda (yang artinya),

“Sesungguhnya Allah meridhoi kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga pula. Allah meridhoi kalian bila kalian hanya menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya, serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya, dan janganlah kalian berpecah belah..

Dan Allah membenci kalian bila kalian suka ‘qiila wa qoola’ (berkata tanpa berdasar), banyak bertanya (yang tidak berfaedah), serta menyia-nyiakan harta..”

[ HR. Muslim ]

hadits
#banyakbicara

Do’a Yang Mengumpulkan Dunia Dan Akherat

Dari Thoriq bin Asyyam rodhiyallahu ‘anhu,

أنه سمع النبي ﷺ وأتاه رجل فقال: يا رسول الله: كيف أقول حين أسأل ربي؟
‏قال: ”قل: اللهم اغفر لي، وارحمني، وعافني، وارزقني -ويجمع أصابعه إلا الإبهام- فإن هؤلاء تجمع لك دنياك وآخرتك“.

“Ia mendengar Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam didatangi seorang laki laki. Ia berkata, “Ya Rosulullah, apa yang aku ucapkan bila aku meminta kepada Robbku..?”

Beliau bersabda, “Ucapkanlah :

Allaahummagh-firlii
Warhamnii
Wa ’aafinii
Warzuqnii

Yang artinya: “Ya Allah ampuni aku, rahmati aku, berilah aku ‘afiat dan rezeki..”

Beliau kumpulkan semua jari jemarinya kecuali jempol seraya bersabda, “Do’a ini mengumpulkan bagimu dunia dan akheratmu..”

(Silsilah Hadits Shohih no 1318)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Salah Satu Penyebab Allah Mencintai Kita

Rosulullah Shollallahu ’alaihi Wasallam bersabda,

أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ

“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya.

Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya, “engkau mau kemana..?”

Ia menjawab, “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini..”

Malaikat bertanya, “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya..?”

Orang tadi mengatakan, “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla..”

Maka malaikat mengatakan, “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya..“

(HR. Muslim no.2567)

Mengunjungi teman yang kita cintai karena Allah..
Adalah penyebab Allah mencintai kita..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menunjukkan Orang Lain Kepada Kebaikan

جَاءَ رَجُلٌ إلى النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ، فَقالَ: إنِّي أُبْدِعَ بي فَاحْمِلْنِي، فَقالَ: ما عِندِي، فَقالَ رَجُلٌ: يا رَسولَ اللهِ، أَنَا أَدُلُّهُ علَى مَن يَحْمِلُهُ، فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ: مَن دَلَّ علَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ.

Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “sesungguhnya kendaraanku mati, bisakah engkau membawaku..?”

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “aku tidak punya..”

Lalu ada seorang laki-laki berkata, “wahai Rosulullah, aku akan menunjukkannya kepada orang yang bisa membawanya..”

Maka Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “siapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka ia mendapat pahala yang sama dengan yang melakukannya..” (HR Muslim)

Saat kita tak punya..
Lalu ada saudara kita yang membutuhkan..
Maka kita hubungi teman kita yang punya kelebihan harta agar membantu dia..
Maka kita telah menunjukkannya kepada kebaikan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kehidupan Seorang Mukmin

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن المؤمن خلق مفتنا توابا نسيا وإذا ذكر تذكر

“Sesungguhnya mukmin itu tercipta dalam keadaan suka terfitnah, segera bertaubat, dan suka lupa. Namun ketika diingatkan ia segera kembali..”

(HR. Ath Thabrani)

Demikianlah kehidupan mukmin..
ia manusia dan bukan malaikat..
terkadang ia jatuh dalam dosa dan kesalahan..

namun saat diingatkan..
ia segera kembali dan bertaubat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Salah Satu Adab Berdo’a

Fadholah bin ‘Ubaid rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Ketika Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan duduk-duduk, masuklah seorang laki-laki.

Orang itu kemudian sholat dan berdo’a, ‘Ya Allah, ampunilah (dosaku) dan berikanlah rahmat-Mu kepadaku’

Maka Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Engkau telah tergesa-gesa, wahai orang yang tengah berdo’a. Apabila engkau telah selesai melaksanakan sholat lalu engkau duduk berdo’a, maka (terlebih dahulu) pujilah Allah dengan puji-pujian yang layak bagi-Nya dan bersholawatlah kepadaku, kemudian berdo’alah’

Kemudian datang orang lain, setelah sholat dia berdo’a dengan terlebih dahulu mengucapkan puji-pujian dan bersholawat kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, maka Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, ‘Wahai orang yang tengah berdo’a, berdo’alah kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan do’amu..’

(HR. at-Tirmidzi no 3476)

Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani rohimahullah – Shohiihul Jaami’ no 3988

nb  : salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a..