Category Archives: Hadits

HADITS : Bahaya Ghibah (Menggunjing)

●  Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Tahukah engkau apa itu ghibah..?” Mereka menjawab, “Allah dan Rosul-Nya yang lebih tahu..” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain..”

Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan..?” Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya.. jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya..”

[ HR. Muslim no. 2589 ]

●  Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam juga bersabda,

“Siapa yang pernah menzholimi saudaranya berupa menodai kehormatan (seperti ghibah. pent) atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezholiman tersebut hari ini.. sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham..

Pada saat itu bila ia mempunyai amal sholih maka akan diambil seukuran kezholiman yang ia perbuat.. bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudian dibebankan kepadanya..”

[ HR. Bukhari no. 2449 ]

●  Imam Nawawi rohimahullah berkata,

“Ghibah adalah sesuatu yang amat jelek, namun tersebar dikhalayak ramai. Yang bisa selamat dari tergelincirnya lisan seperti ini hanyalah sedikit..

Ghibah memang membicarakan sesuatu yang ada pada orang lain, namun yang diceritakan adalah sesuatu yang ia tidak suka untuk diperdengarkan pada orang lain. Sesuatu yang diceritakan bisa jadi pada badan, agama, dunia, diri, akhlak, bentuk fisik, harta, anak, orang tua, istri, pembantu, budak, pakaian, cara jalan, gerak-gerik, wajah berseri, kebodohan, wajah cemberutnya, kefasihan lidah, atau segala hal yang berkaitan dengannya..

Cara ghibah bisa jadi melalui lisan, tulisan, isyarat, atau bermain isyarat dengan mata, tangan, kepala atau semisal itu..”

[ Al Adzkar – hal. 597 ]

●  Imam Qotaadah rohimahullah berkata,

“Siksa kubur itu berasal dari tiga bagian :
– sepertiganya dari ghibah (menggunjing),
– sepertiganya dari namimah (mengadu domba), serta
– sepertiganya lagi dari air kencing (tidak dibasuh dengan cara yang benar)..”

(Al-Baihaqi dalam Itsbat ‘Adzaabil Qobri no. 261, Ibnu Abid Dunya di dalam as-Shomt no. 189 dan Ibnu Rojab dalam Kitab Ahwaalul Qubur hal 65)

●  Imam Ibnu Qudamah rohimahullah mengatakan,

“Ketahuilah bahwa seseorang yang telah mendengarkan ghibah, maka dia telah berserikat dalam perbuatannya tersebut. Dia tidak (dianggap) terbebas dari dosa mendengarkan ghibah, kecuali dengan pengingkaran di lisannya..

Apabila ia takut, maka ia (wajib) untuk mengingkari dengan hatinya. Namun jika ia mampu berdiri (pergi), memotong pembicaraan ghibah tersebut ataupun (mengalihkan) dengan pembicaraan yang lain, maka dia harus untuk melakukannya..”

(Mukhtashor Minhaajul Qooshidiin 221)

●  Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

Setiap orang yang mengghibahi orang lain, hakikatnya dia telah memberikan amalan sholehnya kepada orang tersebut..

Karena itulah, sebagian salaf mengatakan, “saya ingin memberi dirham kepada orang yang mengghibahi saya.. karena orang yang mengghibahi saya telah memberikan kepada saya yang lebih baik daripada dirham ini, yakni amal sholehnya..”

[ Al Liqo Asy Syahri – 58 ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Keutamaan Banyak Amal Sholeh

Tholhah bin ‘Ubaidillah rodhiyallahu ‘anhu mengatakan,

“Ada dua orang dari kabilah Baliy datang menemui Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam.. mereka berdua masuk Islam bersama-sama.

Salah satu dari mereka lebih kuat kesungguhannya daripada yang lain.. maka, orang yang lebih bersungguh-sungguh ikut berjihad dan meninggal. Adapun yang satunya, dia hidup setahun lebih lama..

(Tholhah berkata) Aku pun bermimpi, saat aku di pintu jannah (surga), aku bertemu keduanya..

Ada yang keluar dari jannah dan mengizinkan masuk bagi yang meninggal belakangan..

Lalu keluar lagi dan mengizinkan masuk untuk yang meninggal dalam jihad..

Dia pun kembali menemuiku dan mengatakan, ‘Kembalilah, ini belum waktumu..’

Pada pagi harinya, Tholhah pun bercerita kepada orang-orang dan mereka heran dengannya..

Lalu, sampailah hal tersebut kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam dan mereka bercerita kepada beliau.

Beliau pun bersabda, ‘Kenapa kalian heran..?’

Mereka mengatakan, ‘Wahai Rosulullah, orang ini dahulu orang yang paling bersungguh-sungguh dan meninggal dalam jihad. Namun, justru orang yang kedua masuk ke jannah sebelumnya..’

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam pun mengatakan,

أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً قَالُوا بَلَى قَالَ وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِي السَّنَةِ

‘Bukankah dia hidup setahun lebih lama daripada yang ini..?’

‘Ya..’ jawab para shahabat.

‘Bukankah dia mendapati bulan Ramadhan, lalu puasa dan sholat dan melakukan sujud demikian dan demikian dalam setahun..?’

‘Ya..’ kata para shahabat.

فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Maka (derajat) antara mereka berdua lebih jauh daripada langit dan bumi..”

[ Shohih Sunan Ibni Majah 3925 ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

HADITS : Keutamaan Sholawat – Ditampakkan Di Setiap Hari Jum’at

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Hari Jum’at adalah hari yang paling utama. Karena itu perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari itu. Karena sesungguhnya sholawat kalian itu sampai kepadaku. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rosulullah, bagaimana mungkin sholawat kami sampai kepadamu, sementara kelak engkau dikebumikan..?’. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengharamkan bumi untuk menghancurkan jasad para Nabi..”

[ HR. Abu Daud ]

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya)

“Perbanyaklah bersholawat kepada ku di setiap hari Jum’at, karena sesungguhnya sholawat ummatku akan ditampakkan kepadaku di setiap hari Jum’at. Maka siapa orang yang paling banyak bersholawat kepada ku, kelak dialah yang paling dekat tempatnya denganku pada hari kiamat..”

[ HR Al-Baihaqi ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

HADITS : Keutamaan Wudhu Dengan Sempurna

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Barangsiapa yang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya (dengan memperhatikan syarat, fardhu, dan adabnya), maka dosa-dosanya akan keluar dari jasadnya, sampai-sampai keluar dari bagian bawah kukunya..”

[ HR. Muslim ]
Shohiihul Jaami’ no. 6169

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
DAFTAR KOMPLIT Tanya-Jawab – Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU

HADITS : Keutamaan Sholawat – Menggugurkan Kesalahan Dan Meninggikan Derajat Di Surga

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali maka Allah akan bersholawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)..”

[ HR. an-Nasa’i no. 1297 ]
Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani – Shohihul ‘Adabil Mufrod no. 643

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

 

Balasan Bagi Mereka Yang Beramal Di Hari-Hari Kesabaran

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْر ، الصَّبْرُ فِيهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ ، لِلْعَامِلِ فِيهِمْ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ ، – وَزَادَنِي غَيْرُهُ – قَالَوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ ؟! قَالَ : أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ

“Sesungguhnya di belakang kalian nanti akan ada hari-hari kesabaran.. orang yang bersabar padanya seperti memegang bara api.. orang yang beramal mendapatkan seperti pahala 50 orang yang beramal seperti yang ia amalkan..”

Mereka berkata, “Wahai Rosulullah, pahala 50 orang di antara mereka..?”
Beliau menjawab, “Pahala 50 orang dari kalian..”

(HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani)

Demikianlah sunnatullah..
Jalan menuju surga itu tak seindah yang dibayangkan..
Ia penuh ujian dan cobaan..

Namun.. jalan itu menjadi indah bila disertai kesabaran dan berharap ridha Allah semata..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kenapa Ramadhan Tidak Termasuk Bulan Haram..?

Kenapa bulan Ramadhan tidak termasuk bulan suci/haram..?

➡️ Karena dalil yaitu firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS At Taubah ayat 36 :

إن عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu..”

dan hadits Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil (akhiroh) dan Sya’ban..”

(HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Semenjak Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan langit dan bumi, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan jumlah bulan yaitu dua belas bulan; empat diantaranya adalah bulan haram, tiga bulan berurutan yaitu Dzul qa’dah, Dzul hijjah, lalu Muharram serta satu yang terpisah yaitu bulan Rajab. Ini merupakan bulan-bulan diagungkan, baik pada masa jahiliyyah ataupun pada masa islam, Allah mengkhususkan larangan berbuat zhalim dibulan-bulan tersebut..”

(Dyiaul Lami’ min Khutabil Jawami’ Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin jilid 5 hal 397-401)

wallahu a’lam

Do’a Memohon Perlindungan Dari Do’a Yang Tidak Dikabulkan

Do’a memohon perlindungan kepada Allah dari do’a yang tidak didengar/tidak dikabulkan, dan perlindungan dari 3 perkara lainnya..

mari kita hafalkan lafzhnya dan pahami maknanya sehingga dapat bersungguh-sungguh saat memanjatkan do’a ini terutama di waktu-waktu mustajab seperti saat hujan, 1/3 malam terakhir, Jum’at sore, saat sujud dan sebelum salam (dalam sholat)..

▪️ ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN ‘ILMIN LAA YANFA-‘U
▪️ WAMIN QOLBIN LAA YAKH-SYA-‘U
▪️ WAMIN NAFSIN LAA TASYBA-‘U
▪️ WAMIN DUAA-‘IN LAA YUSMA-‘U

jangan lupa.. salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan :

▪️memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh) : yaa Hayyu yaa Qoyyuum..

▪️lalu membaca sholawat (contoh) : Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad.. (lafazh sholawat yang utama adalah lafazh sholawat yang kita baca saat tasyahudd dalam sholat)

▪️lalu mulailah berdo’a..

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
DAFTAR KOMPLIT – Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

HADITS : Larangan Duduk Di Tempat Yang Terkena Teduh Dan Panas

Dari seorang sahabat rodhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

“Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam melarang duduk di antara (tempat yang) panas (yang tidak ada naungannya) dan (tempat yang) dingin (yang ada naungannya), dan beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘(Itu adalah) tempat duduknya setan..’ ”

[ HR. Ahmad – 3/413 ]
hadits shohih – Silsilah Shohihah: 838

Dari Qays bin Abi Hazim dari ayahnya, beliau bercerita,

“Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam melihat aku duduk di bawah terik matahari, lalu beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Pindahlah ke tempat teduh..!’ ”

[ HR. al-Hakim – 4/271 ]
hadits shohih – Silsilah Shohihah: 833

Kedua hadits di atas menunjukkan adanya larangan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bagi mereka yang duduk di tempat yang terkena teduh dan panas, atau mereka yang duduk di tempat yang semua kena panas, agar ia berpindah ke tempat yang semuanya terkena teduh.

dari segi kesehatan juga tidak baik, sebagaimana yang dijelaskan oleh al-Munawi rohimahullah bahwa,

“duduk di tempat yang sebagian terkena teduh sementara sebagian yang lain terkena sinar matahari, membahayakan bagi badan. Karena ketika orang duduk di tempat semacam ini, cairan tubuhnya rusak, karena ada 2 pengaruh yang bertolak belakang yang mengenai badan..”

[ Faidhul Qodir – 6/351 ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS