Category Archives: Kajian Audio

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-29

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 28) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 29 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosulillah…

Diantara perkara yang menghalangi seseorang dari kebenaran…

صدور الباطل من شيخ له قبول

⚉  Kebathilan tersebut ternyata di ucapkan oleh seorang Syaikh, seorang Ustadz, atau seorang Ulama yang sangat dihormati.

Dimana tentunya yang namanya Ustadz atau Ulama bukanlah malaikat, bukan pula nabi yang bisa jadi dia jatuh kepada kesalahan.
Ketika kesalahan terjadi pada seorang Ustadz, seorang Syaikh yang sangat di hormati, maka dianggaplah itu sebagai sebuah kebenaran dan harga mati. Sehingga murid-muridnya membelanya mati-matian karena itu adalah pendapat gurunya yang ia sayangi, yang ia hormati tersebut.

Ini adalah merupakan perkara yang menyebabkan akhirnya mereka terhalang dari kebenaran, bahkan menganggap kebathilan atau kesalahan tersebut sebagai sebuah kebenaran yang tidak boleh ditolak.

⚉  Ibnu Qayyim rohimahullah berkata:

‎أن حبك للشيء يعمي ويصم

“Cintamu kepada sesuatu itu, seringkali membuat kamu buta.”

‎عن تأمل قبائحه ومساو يه

“Dari memperhatikan kekurangan-kekurangan yang ada padanya.”

Maksudnya… seseorang ketika sudah sangat mencintai seorang Ustadz atau seorang Ulama, itu membuat kita buta, sehingga seakan-akan semua yang di ucapkannya bagaikan wahyu dari langit, yang tidak boleh ditolak.
Ini adalah merupakan sikap yang tidak benar.

Banyak diantara kita mengatakan, “Iya kami tidak taqlid, kami tidak fanatik”. Tapi ternyata didalam perbuatannya, sehari-harinya menunjukkan betapa fanatiknya dia. Sampai dia membela mati-matian, tidak peduli apakah perkataannya Ustadz tersebut benar atau tidak, yang terpenting bagaimana dia membela mati-matian Ustadz yang ia sangat hormati tersebut.

⚉  Syaikhul Islam rohimahullah berkata:

تَجده يذم القول وقائله بعبارة ، ويقبله بعبارة ، و يقرأ كتب التفسير والفقه وشر و ح الحديث ، و فيها تلك المقالات الَّتِي كان يذمُّها

“Kamu akan dapati ada seseorang yang mencela suatu perkataan dan yang mengatakannya dengan ungkapan, tapi juga menerima dengan ungkapan lain. Membaca kitab-kitab tafsir, fiqih dan syarah-syarah hadits. Dan didalamnya ternyata ada perkataan-perkataan yang ia cela tersebut.”

فيقبلها من أشخاص أُخر ، و يُحسن الظنَّ بِهم

“Dan ia menerima dari orang lain, dari pribadi yang lain, dimana ia ber-husnuzhon kepada mereka.”

و قد ذكرو ها بعبار ة أُخرى

“Dan mereka menyebutnya dengan ungkapan yang lain, yang padahal sebetulnya sama.”

Maksudnya… terkadang seseorang itu menerima suatu perkataan yang sebetulnya ia cela, karena yang mengucapkannya itu adalah orang yang sangat ia ikuti, yang ia sangat cintai.
Tapi karena ia mengungkapkannya dengan bahasa yang enak, dia bisa menerima itu. Sementara kalau di ucapkan oleh orang yang tidak ia sukai, ia pasti akan tolak itu.

و هذا مِمَّا يو جد كثيرًا

“Dan ini banyak sekali terjadi”

و السالِم من سلَّمه اللّٰه

“Orang yang selamat tentu yang diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Kemudian beliau berkata juga:

وهاهنا أمر خفي ينبغي التفطُّن له

“Disini juga ada perkara yang penting untuk kita pahami.
Bahwa terkadang banyak Ulama mengucapkan atau memilih pendapat yang lemah, karena ia sudah berijtihad, dan sebetulnya Ulama ini sudah dapat pahala.
Tapi orang yang membela pendapat Ulama ini, karena membelanya bukan karena Allah, tapi karena untuk meninggikan yang ia cintai tersebut (Ustadz yang ia hormati tersebut), maka ia tidak mendapatkan pahala sama sekali bahkan bisa jadi dosa.”

Karena tujuan dia bukan untuk menegakkan kalimat Allah yang paling tinggi, tapi untuk menegakkan, meninggikan kalimat Ustadznya itu sebagai yang paling tinggi.

Tentu ini perkara yang tidak dibenarkan.

👉🏼   Maka dari itulah kewajiban kita, untuk apabila kita hendak menuntut ilmu atau menyukai seorang ‘alim… harus kita yakini, bahwa ia adalah manusia bukan Nabi bukan Malaikat.
Jangan sampai ketika Ustadz yang kita sangat cintai tersebut mengucapkan kata-kata yang tidak benar, lantas kita langsung telan, karena kita sangat menghormatinya, sangat mengagungkannya, sangat kagum dengan keilmuannya. Sehingga akhirnya menyebabkan kita jatuh juga kepada kebathilan

‎نسأل الله السلامة والعافية

.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-28

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 27) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 28 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosulillah…

Diantara perkara yang menyebabkan seseorang terhalang dari kebenaran…

التزام أصول فاسدة

⚉  Berpegang kepada pokok-pokok yang rusak, kaidah-kaidah yang sesat.

⚉  Contohnya misal… menjadikan nenek moyang sebagai sandaran di dalam berkeyakinan, sehingga lebih mendahulukan nenek moyang daripada syari’at.

⚉  Contoh lain misalnya… seperti keyakinan mu’tazilah yang mengatakan bahwa akal lebih tinggi dari dalil, sehingga mereka boleh menolak dalil, kalau tidak sesuai dengan akal mereka… dan boleh menetapkan sifat Allah dengan akal saja tanpa dalil, jelas ini merupakan kesesatan.

⚉  Contoh lagi misalnya… seperti orang sufi yang menganggap bahwa mimpi itu (mimpi wali) sebagai hujjah, kalau menurut mereka wali tidak mungkin salah mimpinya.
Sehingga akhirnya mimpi dijadikan sebagai dalil, sehingga akhirnya mereka menolak banyak dalil dari Alqur’an dan Hadits hanya sebatas mengikuti mimpi atau wangsit, karena menurut mereka wali itu katanya mahfudz (terjaga).
Itu dijadikan sebuah kaidah bagi mereka.

Maka ini adalah merupakan kaidah-kaidah dan pokok-pokok yang menyimpang.

Kita Ahlussunnah wal Jama’ah berkeyakinan bahwa dalil itu adalah :
⚉  Alqur’an,
⚉  Hadits yang shohih,
⚉  Demikian pula ijma’ para Ulama, terutama ijma’ Salafush-sholeh,
⚉  Demikian pula qiyas yang jalih (yang benar).
⚉  Demikian pula pemahaman para sahabat Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam.

👉🏼   Maka kita punya kaidah, bahwa semua yang bertabrakan dengan Alqur’an dan Hadits itu harus ditolak, yang harus kita kedepankan adalah Alqur’an dan Hadits yang shohih, karena wahyu tidak mungkin salah.

Apabila terjadi perbedaan antara wahyu dengan ro’yu (akal) maka kita harus tuduh dulu akal, dan lebih mengedepankan wahyu, itu kaidah yang benar… pokok yang benar.

Adapun apabila kita jadikan kaidah sebaliknya, akal yang menghukumi wahyu, sehingga setiap wahyu yang tidak sesuai dengan akal ditolak oleh akal, pasti akan terjadi kesesatan, bahkan ia akan terhalang dari berbagai macam kebenaran.
Halnya seperti iblis yang menolak perintah Allah dengan akalnya.

Maka ini adalah perkara yang menyebabkan seseorang terhalang dari kebenaran.

⚉  Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmuu Fatawa (jilid 5/ hlm 120)

من ابتغى الهدى فِي غير الكتاب والسُّنة لَمْ يز دد من اللّٰه إلا بُعدًا

“Siapa yang mencari hidayah dari selain Alqur’an dan Sunnah, tidak akan menambah ia, kecuali kejauhan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Penulis buku ini berkata: “Jalan menuju Allah itu hanya satu, yaitu yang berasal dari wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Allah berfirman [QS Al-An’am : 153]

‎وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

“Dan bahwasanya inilah jalanku yang lurus maka ikutilah, jangan kamu ikuti jalan-jalan yang lainnya, niscaya jalan-jalan tersebut akan memecah belah kalian dari jalannya.”

Dalam ayat ini mengatakan bahwa jalan yang lurus itu adalah jalannya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam, maka siapa yang mengikuti jalan-jalan yang lainnya itulah yang akan menyebabkan kita menyimpang dari jalan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam.

👉🏼   Maka… setiap pokok-pokok dan kaidah-kaidah yang bertabrakan dengan Alqur’an dan Hadits Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam wajib kita tolak… wajib kita buang jauh-jauh.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Tujuan Menuntut Ilmu Untuk Mengamalkannya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-27

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 26) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 27 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosulillah…

Diantara penghalang seseorang dari kebenaran…

عدم تصور الباطل على ما هو عليه

⚉  Tidak bisa melihat kebathilan dengan gambaran yang jelas.

Ini akibat daripada قليل العلم (kurang ilmu), و غير الرَّاسخ (kurang kokoh keilmuan).

Dimana karena kurangnya keilmuan dan kurang kokoh keilmuan, ia tidak bisa melihat kebathilan dengan gambaran yang jelas, tapi gambaran kebathilan itu samar kepada dia, karena banyaknya syubhat. Akibatnya orang ini, karena tidak bisa melihat gambaran kebathilan dengan jelas, ia terkadang menganggapnya sebagai sebuah kebenaran.

Oleh karena itulah… bahkan orang-orang yang berpegang kepada kebathilan sendiri, mereka tidak bisa menjelaskan kebathilan merekapun juga dengan secara terang dengan hujjah-hujjah yang kuat dan kokoh, masih akan ada padanya keguncangan.

⚉  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimallah berkata dalam Majmuu’ Fatawa (jilid 12/ hlm 13)

فهذه المسائل إذا تصوَّرها الناس على و جهها تصورًا تامًّا ظهر لَهم الصَّواب

“Masalah-masalah seperti ini apabila manusia bisa melihatnya sesuai dengan gambarannya yang jelas dan tegas akan tampaklah kepada mereka kebenaran.

وقلَّت الأهواء والعصبيات ، و عر فوا موارد النَّزا ع

Tentu juga akan sedikit hawa nafsu dan fanatisme, dan mereka akan mengetahui perkara-perkara yang diperselisihkan tersebut, mana yang haq, mana yang bathil.

فمن تبيَّن له الحقُّ فِي شيء من ذلك اتَّبعه

Maka siapa yang telah jelas kepadanya kebenaran dalam permasalahan-permasalahan tersebut, hendaklah ia mengikutinya,

ومن خفي عليه تو قَّف حَتَّى يبيَّنه اللّٰه له

dan siapa yang tersembunyi, maka dia akan تو قَّف (diam) sampai Allah berikan kepadanya penjelasan,

و ينبغي له أن يستعين على ذلك بدعاء اللّٰه

dan hendaklah ia minta pertolongan dengan cara berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Ini beliau mengatakan bahwa kalaulah manusia melihat kebathilan itu dengan gambaran yang jelas, tentu mereka akan lari darinya tentu mereka akan sedikit fanatismenya, dan paham mana (yang) haq, mana (yang) bathil.

Tapi ketika kebathilan itu tidak bisa dilihat dengan jelas, banyak orang yang terhalang.

⚉  Syaikh ‘Abdurrahman Assa’diy berkata:

فإن كل عاقل إذا تصوَّر مذهب المشر كين جزم ببطلانه قبل أن تُقام البراهين على ذلك

“Setiap orang yang berakal, apabila ia melihat keyakinan orang-orang musyrikin dengan jelas, maka dia akan memastikan akan kebathilan keyakinan mereka tersebut, sebelum ditegakkan hujjah-hujjah atasnya.”

Artinya… orang yang menggunakan akal pikiran, saat ia menggunakan akalnya dengan kuat dan cerdas, sebatas itu saja sudah bisa melihat akan kebathilan keyakinan orang-orang musyrikin, dimana mereka mempersekutukan Allah dan menjadikan selain Allah sebagai tandingan.

Bagaimana kalau itu sudah jelas ditegakkan dalilnya dari Allah dan Rasul-Nya.

👉🏼   Maka inilah diantara sebab mengapa seseorang itu terhalang dari kebenaran akibat tidak bisa melihat kebathilan dengan bentuk atau gambaran yang sejelas-jelasnya. Sehingga karena disana ada syubhat kesamaran… akibatnya dia menyangka bahwa itu termasuk kebenaran.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Tujuan Menuntut Ilmu Adalah Untuk Mengambil Manfa’atnya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Ilmu Sebagai Hiasan Dan Penyelamat

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-26

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 25) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 26 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosulillah…

Diantara perkara yang menyebabkan seseorang terhalang dari kebenaran yaitu…

الجهل بأهل الباطل و مقالاتهم

⚉  Bodoh terhadap kebathilan dan perkara-perkara yang berhubungan dengan kebathilan.

⚉  ‘Umar bin Khattab rodhiallahu ‘anhu berkata, sebagaimana dikeluarkan oleh Ibnu Sa’ad dalam “Athobaqoot” (jilid 4/ hlm 129), Alhaakim berkata (sanadnya shahih), ‘Umar bin Khattab berkata:

‎قد علمت و ربَّ الكعبة متَى تَهلك العرب

“Sungguh aku telah mengetahui demi Robb-nya Ka’bah, kapan kaum Arab bangsa Arab ini akan binasa.

‎إذا وُلَّي أمر هم من لَمْ بصحب الرسولﷺ و لَمْ يعا لِج أمر الجا هلية

Yaitu apabila yang memimpin mereka adalah orang-orang yang tidak pernah bersahabat dengan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam dan tidak pernah mengetahui perkara jahiliyah.”

⚉  Syaikh ‘Abdullatiif bin ‘Abdurrahman Allusyaikh berkata

و هذا لأن من لا يعر ف الشر ك، و ما عابه القر آن وذمَّه؛ وقع فيه وأقره

“Ini dikarenakan orang yang tidak mengenal kesyirikan, tidak mengenal apa yang dicela oleh Alqur’an dan dicaci oleh Alqur’an biasanya ia akan jatuh kepadanya bahkan ia menyetujuinya.

‎و هو لا يعر ف أنه الذي عليه أهل الجاهلية

Sementara ia tidak tahu perkara-perkara jahiliyah yang dicela oleh Alqur’an tersebut.

فينتقض بذلك عر ى اﻹسلام

Sehingga terlepaslah dengannya tali-tali Islam.”

⚉  Hudzayfah Ibnul Yaman (seorang sahabat) rodhiallahu ‘anhu berkata juga, sebagaimana dikeluarkan Imam Bukhori

كان الناس يسألون رسول اللّٰهﷺعن الخير

“Adalah orang-orang bertanya kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam tentang kebaikan

و كنت أسأله عن الشر مَخافة أن يُدر كنِي

Dan sementara aku bertanya kepada Rosulullah tentang keburukan, karena aku takut sekali untuk jatuh kepada keburukan itu.”

⚉  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata di dalam kitab Alfaruqubayna ‘Ibaadah ahli Islam wal ‘Iman (halaman 139)

فمعر فة المسلم بدين الجاهلية هو مِمَّا يُعرَّ فه بدين اﻹسلام

“Seorang muslim yang mengenal tentang agama jahiliyah, itu membuat ia semakin mengenal hakikat agama Islam

‎الذي بعث اللّٰه به رسله

yang dengannya Allah mengutus para Rosul menurunkan kitab-kitab.

و يعر ف الفر ق بين دين المسلمين الحنفاء أهل التو حيد واﻹخلاص اتَّبا ع الأنبياء و دين غيرهم

Dengan seperti itu ia bisa membedakan antara agama kaum Muslimin yang hanif di atas tauhid, yang iklas dan Ittiba’ dengan agama selain Islam.

‎و من لَمْ يُميز بين هذا و هذا ؛ فهو فِي جاهلية و ضلال و شرك و جهل

Dan orang yang tidak bisa membedakan antara ini dan itu, ia akan berada dalam jahiliyah, kesesatan bahkan kesyirikan dan kebodohan.”

Memang demikian… benar yang dikatakan oleh para Ulama.

Oleh karena itulah kalau kita lihat di zaman ini ketika banyak orang-orang yang baru hijrah tidak faham tentang jahiliyah, tentang kesesatan, tentang kebathilan… di saat muncul da’i-da’i yang keyakinannya sesat, ternyata keyakinannya (adalah) keyakinan Qodariyah atau keyakinannya (adalah) keyakinan Mu’tazilah atau Asy-ariyah atau yang sejenisnya.

Karena mereka tidak paham tentang hakikat, firqoh-firqoh yang tidak sesuai dengan firqoh Ahlussunnah wal Jama’ah dan tidak pernah belajar tentang aqidah-aqidah selain Ahlusunnah wal Jama’ah.

Akibatnya mereka tertipu, terkena syubhat dan yang lainnya.
Akibat daripada apa ?
Tidak memahami tentang keyakinan-keyakinan yang bertabrakan dengan keyakinan Ahlusunnah wal Jama’ah.

Yang penting da’i tersebut membawakan Alqur’an, hadits… (lalu) dianggapnya ia di atas Ahlussunah,
Walaupun aqidahnya sesuai aqidah Mu’tazilah, walaupun aqidahnya sesuai dengan Qodariyah dan yang lainnya.

Padahal kalau kita perhatikan orang-orang mu’tazilah di zaman dahulupun membawa Alqur’an dan Hadits, tapi mereka mentakwil dan menafsirkan sesuai dengan keinginan mereka, bahkan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam mensifati orang khowarij :

‎يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ

“Mereka membaca Alqur’an bahkan menghafalnya, tapi tidak sampai kerongkongannya”

Artinya mereka memahami dengan pemahaman yang dangkal… bahkan mereka membawakan hadits-hadits Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam

👉🏼   Maka dari itulah penting sekali kita mempelajari tentang keyakinan-keyakinan yang berseberangan dengan keyakinan Ahlusunnah, apa kebathilan mereka dan kesesatan mereka.

Dengan cara seperti itu, kita akan semakin faham tentang hakikat keyakinan Ahlusunnah, keyakinan yang dibawa oleh Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam dan para sahabatnya walaupun tentunya harus kita kokohkan dulu pengetahuan kita tentang Ahlusunnah dulu, setelah itu baru kita memahami tentang aqidah-aqidah selain Ahlusunnah, dengan cara itu kita semakin paham, semakin bisa membedakan mana Ahlusunnah, mana yang bukan.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Menuntut Ilmu Itu Ada Tingkatannya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Jangan Malas Menuntut Ilmu

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Perbaiki Hati Sebelum Menuntut Ilmu

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih