Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 30) bisa di baca di SINI
Diantara perkara yang menghalangi seseorang dari kebenaran yaitu…
تقاعس أهل الحق
⚉ Orang-orang yang berpegang kepada kebenaran, bermalas-malasan untuk membela kebenaran. Sehingga akhirnya kebathilan semakin laris ditengah-tengah masyarakat.
Terlebih ketika membela kebenaran itu ternyata cukup berat karena harus menghadapi tantangan yang luar biasa.
Sehingga kemudian pemegang kebenaranpun menjadi pengecut, menjadi penakut dan yang lainnya, akibatnya kebenaranpun tertutupi oleh kebathilan.
⚉ Ibnu Qutaybah berkata dalam Kitab Al Ikhtilaf (hlm 60)
وإنَّما يقو ى الباطل بالسكو ت عنه
“Kebathilan itu menjadi kuat jika didiamkan.”
⚉ Ibnu ‘Aqil Alhambali berkata, dalam kitab Syifaa’ush-shuduur (hlm 147)
لو سكت الْمُحِقُّون، ونطق المبطلو ن لتعوَّ د البشر ما شاهدوا، وأنكروا ما لَمْ يشاهدوا
“Bila orang-orang yang berpegang kepada kebenaran itu diam, dan orang-orang yang diatas kebathilan itu berbicara, maka orang-orang akan terbiasa, menjadi terbiasa sesuai dengan apa yang mereka saksikan, dan mereka akan mengingkari apa yang mereka tidak saksikan.”
Maka tidak aneh ketika kebenaran itu menjadi sedikit, kebathilan itu menjadi banyak. Orang akhirnya menganggap kebathilan itulah sebagai sebuah kebenaran.
👉🏼 Maka dari itulah kewajiban orang yang berpegang kepada kebenaran untuk terus semangat, tidak diam walaupun tantangan berat.
⚉ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam kitab Arrisaalah atadmuriyah (hlm 194)
و كلَّما ضعف من يقوم بنور النبوَّة قو يت البدعة
“Setiap kali lemah, orang yang berpegang kepada sunnah nabi dalam menyampaikan sunnah, dalam membela sunnah. Maka bid’ah menjadi kuat disaat itu.”
Maka disaat itu kita tidak boleh lemah, terus dan terus kita perjuangkan sekuat tenaga, jangan takut dengan celaan orang yang mencela, cacian orang yang mencaci.
👉🏼 Maka kewajiban orang-orang yang berpegang kepada kebenaran itu, harus jangan takut cercaan orang yang mencerca.
⚉ Al Allamah ibnu Waziir berkata:
ولو أن العلماء ؛ تر كوا الذبَّ عن الحقَّ ، خو فًا من. كلام الخلق، لكانوا قد أضاعوا كثيرًا، و خافوا حقيرًا
“Kalaulah para Ulama tidak mau membela kebenaran karena takut dari ucapan-ucapan manusia, maka berapa banyak kebenaran yang akan hilang.” (Dalam Kitab Al-‘Awasim wa Al-Qawasim jilid 1/hlm 223)
Maka dari itulah kita lihat bagaimana kehebatan Syaikhul Islam dalam membela kebenaran, walaupun akhirnya Beliau dimasukan ke penjara gara-gara ahli bid’ah itu melaporkan ke penguasa dengan berbagai macam tuduhan-tuduhan yang dusta. Tapi Beliau tetap kuat didalam menyampaikan kebenaran.
👉🏼 Maka dizaman inipun juga kita harus kuat, sabar dalam menyampaikan kebenaran, walaupun mereka ahli bid’ah berusaha mem-bully para ustadz-ustadz sunnah, berusaha untuk menjatuhkan, bahkan membunuh karakternya.
Tapi kita tidak boleh diam dan terus dan terus kita sampaikan, sampai Allah memberikan kemenangan. Atau kita wafat dalam keadaan mulia.
Karena ini kewajiban setiap orang yang berpegang kepada kebenaran untuk tidak tinggal diam. Dan ini termasuk jihad yang besar, yaitu membela Sunnah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam.
⚉ Makanya Yahya bin Yahya Tamimi (guru Imam Bukhori) berkata: “Membela sunnah lebih aku sukai daripada berjihad dengan pedang dan panah.”
Ketika dikatakan, bukankah berjihad dengan pedang dan panah lebih melelahkan. Ternyata membela sunnah lebih baik, kata Yahya, “iya, bahkan jauh sekali perbedaannya.”
👉🏼 Ini pahala besar sekali, untuk kita benar-benar berjihad dengan cara membela sunnah, membantah kebid’ahan, kebathilan agar manusia faham tentang hakikat kebenaran itu.
.
. Wallahu a’lam 🌴
.
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page : https://t.me/aqidah_dan_manhaj https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 29) bisa di baca di SINI
Diantara perkara yang menghalangi seseorang dari kebenaran…
انتساب أهل الباطل
⚉ Orang-orang ahli bathil menisbatkan keyakinan mereka yang menyimpang kepada Ulama-Ulama atau orang-orang yang terhormat secara dusta.
Seperti contoh misalnya orang-orang syi’ah mereka mengklaim bahwa mereka ahlul bait dan pecinta ahlul bait, karena mereka tahu kaum muslimin sangat mencintai ahlul bait. Maka dengan cara klaim seperti ini mereka mendapat dukungan.
Demikian pula sebagian kaum as’ariyah ataupun orang-orang yang menolak sebagian sifat Allah, menisbatkan kepada sebagian Ulama, seperti Imam Syafi’i, bahkan juga ada yang menisbatkan kepada sebagian sahabat secara dusta tanpa ada sanad. Bahkan mereka mengklaim bahwa Imam Syafi’i yang mampu memiliki buku yang mendudukan hal itu, padahal bukunya dusta atas nama beliau.
Sehingga akhirnya menyebabkan sebagian orang, karena menghormati orang-orang tersebut, menerima keyakinan tersebut.
⚉ Ibnu Qayyim rohimahullah berkata:
فإنَّه من شأن الناس كلام من يعظم قدر ه فِي نفو سهم
“Sesungguhnya diantara kebiasaan manusia adalah mengagungkan ucapan orang yang sangat mereka hormati”
حَتَّى إنَّهم ليقدَّمون كلامه على كلام اللّٰه ورسو له
“Sampai-sampai mereka mendahulukan ucapan orang tersebut diatas ucapan Allah dan Rasul-Nya.” Dan mereka mengatakan orang ini paling tahu tentang Allah dari kami.”
“Dengan cara seperti inilah orang-orang Rofidoh, Batiniyah, Isma’iliyah, Nashiriyah, bisa dengan mudah untuk melariskan kebathilan mereka.”
حين أضافو ها إل َى أهل بيت رسول اللّٰه ﷺ
“Ketika mereka menisbatkan ucapan mereka kepada Ahli Bait, walaupun secara dusta”
لَما علموا أن المسلمين متفقون على مَحبتهم
“Karena mereka tahu kaum muslimin semuanya mencintai Ahli Bait (mengagungkan Ahli Bait).”
Maka kesempatan ini mereka gunakan untuk supaya keyakinan mereka laris ditengah-tengah kaum muslimin.
Kata Beliau:
فلا إله إلا اللّٰه كم من زندقة وإلحاد وبدعة قد نُفقت فِي الو جود بسبب ذلك
(Kata Beliau): “berapa banyak kezindikan, penyimpangan, kebid’ahan yang telah laris ditengah-tengah masyarakat, disebabkan karena ini.” Terlebih masyarakat mudah sekali untuk menerima hal-hal seperti itu tanpa berusaha mencari kebenaran.”
Kata Beliau: “Contoh-contoh tentang kedustaan ahli bid’ah atas Ahlus-sunnah banyak sekali (kata Beliau) dan itu sudah maklum”, sudah masyur.
Diantaranya yang disebutkan oleh Sufyan bin Uyainah, bahwa Amr bin Ubaid ditanya tentang masalah, lalu ia menjawab padanya.
Kemudian ia berkata, “ini adalah termasuk pendapat Al Hasan”, maka seseorang berkata kepadanya Tapi mereka meriwayatkan dari Al Hasan tidak sesuai dengan ini. Ia berkata (dia mengatakan) bahwa, “maksud saya adalah ini pendapat yang bagus”. Al Hasan yaitu pendapat bagus .
Ini mereka ingin melariskan pendapatnya dengan cara berusaha menisbatkan kepada salah seorang Ulama Salaf terdahulu yang dihormati secara dusta, supaya apa..? Supaya laris ditengah-tengah masyarakat Ahlus-sunnah wal Jama’ah
Allahulmusta’an
.
. Wallahu a’lam 🌴
.
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page : https://t.me/aqidah_dan_manhaj https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/