Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta kalian dengan kebatilan diantara kalian“
Jadi inilah 6 perkara yang berhubungan dengan maksud yang pertama yaitu DAFUL MAFAASID (mencegah mafsadat).
👉🏼 Maksud yang ke dua yaitu JALBUL MASHAALIH (mendatangkan maslahat)
Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan semua segala sesuatu yang sifatnya maslahatnya besar untuk kehidupan manusia. Allah berfirman “contohnya” [QS Al-Jumu’ah : 10]
“Kecuali apabila itu adalah perdagangan yang kalian saling ridho padanya“ Yaitu kemaslahatan karena perdagangan adalah merupakan maslahat.
Demikian pula semua maslahat di perintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan semua mafsadat dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
👉🏼 Maksud yang ke tiga yaitu: Akhlak yang baik dan adat kebiasaan yang bagus, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menganjurkan kita untuk berakhlak yang baik.
Allah berfirman [QS Al-Qalam : 4]
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Sesungguhnya engkau wahai Muhammad diatas akhlak yang baik“
Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun juga dalam hadits yang banyak menganjurkan kita kepada akhlak karimah yang baik, kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam kehidupan kita. Nah inilah daripada TUJUAN DI SYARI’ATKANNYA SYARI’AT ISLAM, sungguh sangat mulia sekali.
Dimana tidak ada agama yang lebih mulia dari agama Islam yang tujuannya yang tiada lain adalah untuk memelihara kehidupan manusia, memberikan kepada mereka maslahat-maslahatnya dan menolak dari mereka hal-hal yang bisa merusaknya.
👉🏼 Maka Islam menganjurkan kita untuk senantiasa berakhlak yang baik terhadap tetangga, terhadap saudara, terhadap penguasa, terhadap ulama, apalagi kepada orangtua. Terlebih juga akhlak kita kepada Allah Rabbul ‘Izzati wal Jalalah.
Wallahu a’lam 🌴
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
Simak Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary Lc, حفظه الله تعالى dalam rangkuman ceramah Syaikh Prof. DR. Ibrahim bin Amir Ar Ruhaily, حفظه الله تعالى berikut ini :
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
Bahwa mereka senantiasa menganjurkan untuk mempelajari sunnah Nabi, yaitu Hadits Nabi dan mengamalkannya dan memperingatkan jangan sampai kita meninggalkannya.
Ini karena sunnah Nabi adalah sebagai penjelas Alqur’an. Kita tidak akan mampu dan tidak bisa memahami Alqur’an bila kita tidak mempelajari sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu adalah aplikasi daripada Alqur’an dan perincian terhadap Alqur’anul Karim.
Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: “Bab bagaimana ilmu itu di cabut“. Kemudian beliau membawakan atsar Umar bin Abdul Aziz, dimana beliau menulis surat kepada Abu Bakr bin Hazm, kata beliau:
karena ilmu itu tidak akan binasa, sampai menjadi rahasia”
Maksudnya: Kalau ilmu itu jadi rahasia-rahasiaan akan binasalah ilmu dan hilanglah. Ini merupakan nasehat Umar bin Abdul Aziz untuk senantiasa mencatat hadis, mempelajarinya, menyebarkannya kepada manusia.
Kata Ibnul Qayyim: “Sesungguhnya sunnah itu adalah benteng Allah yang paling kuat, siapa yang masuk kedalam benteng itu, ia akan aman. Dan itu adalah pintu yang paling agung. Siapa yang akan masuk kepadanya ia akan sampai“.
Maka sunnah menyebabkan amalan kita lurus, dan Allah pun akan berikan cahaya di depan kita untuk mematikan kebid’ahan orang-orang pelaku bid’ah. Dan Ahlu Sunnah wal Jama’ah kelak pada pada hari kiamat wajahnya akan menjadi putih bersih, sementara ahlu bid’ah, kata beliau, wajahnya akan menjadi hitam .
Sebagaimana Allah berfirman [QS Al- Imran : 106]
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ
“Pada hari itu wajah-wajah yang menjadi putih dan ada wajah-wajah yang menjadi hitam”
Ibnu Abbas berkata wajah Sunnah wal Jama’ah akan menjadi putih sedangkan wajah ahlu bid’ah akan menjadi hitam. Maka sunnah adalah kehidupan dan cahaya, yang dengannyalah seorang hamba akan sampai kepada kebahagiaan, maka itu merupakan hidayah dan kesuksesannya.
👉🏼 Maka dari itu kita berusaha semaksimal mungkin untuk senantiasa mempelajari hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mengamalkannya, memahaminya dan menghafalkan.
Karena ini merupakan sesuatu yang agung, bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan orang-orang yang memperhatikan sunnah supaya di berikan cahaya di wajahnya.
Beliau bersabda: “Semoga Allah berikan cahaya kepada wajah orang yang mendengarkan sabdaku, lalu ia menghafalnya, lalu ia memahaminya, lalu ia menyampaikannya… maka itulah sunnah.”
Kata Imam Malik: “Sunnah itu bagaikan perahunya Nabi Nuh, siapa yang naik dia akan selamat, siapa yang tidak naik dia akan binasa“.
Wallahu a’lam 🌴
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.