Category Archives: Kajian Audio

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-9

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-8) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 9 🌼

Bahwa kemenangan kaum muslimin dan kebaikan keadaan mereka terikat dengan 2 perkara:
1. Ilmu yang bermanfaat.
2. Amal Sholeh.

Berdasarkan firman Allah [QS At-Taubah: 33]

‎هو الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون

Dialah Allah yang telah mengutus Rasulnya dengan Huda (ilmu)
‎وَدِينِ الْحَقِّ  yaitu amal, untuk memenangkan di atas agama seluruhnya, walaupun orang-orang musyrikin itu tidak suka.”

Di sini Allah menyebutkan bahwa tujuan mengutus Rasul-Nya adalah membawa ilmu dan amal.
Untuk apa…?
Untuk Allah menangkan diatas seluruh agama.

Selama umat Islam mempraktekkan ilmu dan amal, menggabungkan 2 perkara ini, maka mereka pasti akan di berikan oleh Allah, KEMULIAAN dan KEMENANGAN.
Namun ketika salah satunya tidak ada, hanya berilmu tapi tidak beramal atau beramal tapi tanpa ilmu, maka disaat itu Allah akan hinakan mereka.

1. ILMU YANG BERMANFAAT.

Allah Ta’ala juga berfirman [QS At-Taubah: 122]

‎۞ وما كان المؤمنون لينفروا كافة ۚ فلولا نفر من كل فرقة منهم طائفة ليتفقهوا في الدين ولينذروا قومهم إذا رجعوا إليهم لعلهم يحذرون

Tidaklah layak kaum mukminin semuanya pergi ke medan perang, kalaulah ada sekelompok dari mereka untuk Tafaqquh dalam agama, agar mereka memberikan peringatan kaumnya ketika kembali kepada mereka. Agar mereka waspada.

Di sini Allah meyuruh agar ada sekelompok kaum muslimin yang betul-betul tafaqquh dalam agama agar menjadi da’i-da’i yang mengajarkan mereka tentang dien.

Dan tentu akhowat Islam, kita berusaha untuk menuntut ilmu tentunya kepada para ulama.
Demikian pula kita berusaha untuk semaksimal mungkin menyampaikan ilmu. Terutama di zaman sekarang ini.

Kata Syaikh Al-Albani rahimahullah:
Jihad yang paling besar di zaman sekarang ini adalah menuntut ilmu dan menyebarkan ilmu.”

Dan akhowat Islam, dengan ilmu yang bermanfaat kita bisa mengetahui jalan yang haq.
Dengan ilmu yang bermanfaat kita bisa memilah mana aqidah yang benar, mana aqidah yang tidak benar.
Mana ibadah yang sesuai sunnah mana ibadah yang tidak, bahkan dengan ilmu yang bermanfaat kita melakukan TASHFIYAH (pembersihan Islam dari penyimpangan-penyimpangan).

2. AMAL SHALEH

Maka amal sholeh ini adalah merupakan buah daripada ilmu.
Dimana dengan amal sholehlah hati menjadi lurus, dengan amal sholehpun keadaan manusia menjadi lurus.
Dengan amal sholeh seseorang menjadi bekal menuju kehidupan akhirat tentunya.
Maka Islam menggabungkan 2 perkara yaitu ILMU dan AMAL.

Sebagaimana Allah juga berfirman [QS Al-Fatihah : 6-7]

‎اهدنا الصراط المستقيم
‎صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين

Berikan kami hidayah kepada jalan yang lurus, apa itu…?
Jalan orang-orang yang engkau berikan nikmat atas mereka, bukan jalan orang-orang yang di benci yaitu Yahudi, kata Rasulullah.
Dan pula orang yang sesat yaitu Nasrani.
(Sebagaiman Riwayat Tarmidzi demikian).

Orang Yahudi di benci, kenapa..?
Karena mereka berilmu tapi tidak beramal.
Sedangkan orang Nasrani tersesat karena beramal tanpa ilmu.

👉🏼  Berarti JALAN YANG LURUS ITU ADALAH MENGGABUNGKAN ANTARA ILMU dan AMAL.
Maka merekalah orang-orang yang di berikan nikmat atas mereka.

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-8

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-7) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 8 🌼

Bahwa mereka tidak menentang nash dengan akal, tidak pula dengan hawa nafsu, tidak pula dengan perasaan, tidak pula dengan ucapan siapapun dari manusia.
Karena manhaj salaf mengagungkan dari diatas segala-galanya.

Akal hanya di gunakan untuk memahami bukan untuk menentang
hawa nafsu wajib mengikuti keinginan Allah dan Rasul-Nya.
Perasaanpun demikian, pendapat manusia, itu semua di bawah pendapat Allah dan Rasul-Nya.

Kewajiban seluruh manusia adalah untuk mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.

Maka kewajiban kita adalah untuk senantiasa lebih mengagungkan dalil daripada akal ataupun pendapat manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela orang-orang yang lebih mengikuti hawa nafsunya daripada mengukuti perintah Allah dan Rasul-Nya.

Allah berfirman [ QS Asy Syura : 15]

‎ ۖ واستقم كما أمرت ۖ ولا تتبع أهواءهم

Dan istiqomahlah sebagaimana kamu di perintahkan dan jangan kamu mengikuti hawa nafsu mereka.”

Allah juga berfirman [QS Al-Ahzab: 36]

‎وما كان لمؤمن ولا مؤمنة إذا قضى الله ورسوله أمرا أن يكون لهم الخيرة من أمرهم ۗ

Tidak layak bagi mukmin tidak pula mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan perkara, mereka mencari alternatif yang lain dari mereka sendiri.”

Tidak layak apabila Allah dan Rasul-Nya sudah memutuskan, maka tidak boleh kita tolak dengan hawa nafsu kita atau akal kita atau pendapat seorang alim atau kyai atau yang lainnya.

👉🏼 MAKA KEWAJIBAN KITA ADALAH MENJADIKAN ALLAH dan RASUL-NYA SEGALA-GALANYA.
Dan ITU KESEMPURNAAN IMAN.

Allah berfirman [QS An_ Nisaa’: 65]

‎فلا وربك لا يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم لا يجدوا في أنفسهم حرجا مما قضيت ويسلموا تسليما

Maka tidak demi Rab-mu, mereka tidak beriman sampai mereka berhakim kepadamu dalam perkara yang mereka perselisihkan diantara mereka, kemudian mereka tidak mendapatkan rasa berat untuk menerima keputusan-Mu dan mereka taslim dengan sebenar-benarnya taslim.

Ini ayat menyebutkan bahwa keimanan tidak sempurna sampai terpenuhi 3 syarat.

👉🏼 Yang PERTAMA: Berhakim kepada Rasulullah dalam perkara yang di perselisihkan.
Berarti mendahulukan Rasulullah dari segala-galanya.

👉🏼 Kemudian yang KE DUA: Tidak mendapatkan rasa berat untuk menerima keputusan Rasul.

👉🏼 Kemudian yang KE TIGA : Taslim

Maka dari itulah orang yang lebih mendahulukan ro’yunya atau hawa nafsunya berarti dia belum taslim.
Dia belum menyerahkan dirinya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman [QS Al-Hujurat: 1]

‎يا أيها الذين آمنوا لا تقدموا بين يدي الله ورسوله

Hai orang-orang yang beriman jangan kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya.

Artinya juga, jangan mendahulukan perkataan siapapun dari pada perkataan Allah dan Rasul-Nya.

Disebutkan dalam Hadits Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash, ia berkata; Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan sekali cabut dari dada manusia tapi dengan di wafatkannya para Ulama. Maka tersisalah orang-orang yang bodoh yang di mintai fatwa, lalu berfatwa dengan ro’yunya.”
Maka mereka sesat dan menyesatkan
Kata Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam (HR Bukhori dan Muslim).

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-7

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-6) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 7 🌼

Bahwa mereka mengagungkan seluruh perkara-perkara agama.
Maka mereka menyerukan kepada apa yang di seru oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai kemampuan.

Manhaj salaf tidak pernah meremehkan perkara masalah apapun dari urusan agama.
Adapun orang yang tidak mengikuti salaf, mereka meremehkan sebagian perkara agama dengan alasan furu’ (cabang) katanya.
Sehingga mereka menganggap bahwa masalah furu’ itu tidak perlu di besar-besarkan.

Sehingga dengan seperti itu mereka tidak menghormati masalah-masalah yang sifatnya furu’.
Masalah-masalah yang mereka anggap sepele, seperti masalah jenggot, masalah isbal dan yang lainnya.

Sedangkan PENGIKUT MANHAJ SALAF TIDAK PERNAH MEREMEHKAN MASALAH-MASALAH AGAMA SEKECIL APAPUN JUGA.

Allah Ta’ala berfirman [QS Al-Baqarah : 208] :

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

Hai orang-orang yang beriman, masuklah di dalam Islam seluruhnya.”

Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya, jilid 1 halaman 335:
Allah memerintahkan hamba-hambanya yang beriman yang membenarkan Rasulnya, agar mereka berpegang kepada seluruh tali-tali Islam dan syari’at-syari’atnya.
Dan mengamalkan seluruh perintah-perintahNya. Dan meninggalkan semia larangan-laranganNya. Selama mereka punya kemampuan.”

Allah juga berfirman [QS Al-Hajj : 32]

‎ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka itu adalah termasuk ketaqwa’an hati.

Disini Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa orang yang mengagungkan syiar-syiar Allah, itu adalah menunjukkan ketaqwaan hati. Sedangkan seluruh agama, seluruh yang Allah perintahkan dalam Alqur’an dan di perintahkan oleh Rasul, sekecil apapun itu adalah syiar Allah yang harus kita agungkan.

Allah juga berfirman [QS An-Nur : 15]

‎إِذۡ تَلَقَّوۡنَهُۥ بِأَلۡسِنَتِكُمۡ وَتَقُولُونَ بِأَفۡوَاهِكُم مَّا لَيۡسَ لَكُم بِهِۦ عِلۡمٞ وَتَحۡسَبُونَهُۥ هَيِّنٗا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٞ

Ingatlah ketika kalian mengambilnya dengan lisan-lisan kalian dan kalian mengucapkan dengan mulut-mulut kalian, apa-apa yang tidak ada padanya ilmunya dan kalian menganggap itu hina atau remeh. Padahal itu di sisi Allah besar.”

Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang meremehkan perintah-perintah Allah, syariat Allah yang mereka anggap remeh, maka ini termasuk perkara kemunafikan.

Dan berapa banyak yaa ahowat Islam, perkara-perkara yang di anggap remeh, tapi ternyata…سُبْحَانَ اللّهِ … itu tonggak kebaikkan kaum muslimin.

Contoh misalnya masalah yang berhubungan dengan takjil atau mempercepat/mempergegas berbuka puasa. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Senantiasa umatku diatas kebaikan, selama mereka bergegas berbuka puasa.”

Ini dia masalah meluruskan shaff, ternyata jika kita tidak lakukan itu menyebabkan itu hati kita bercerai berai.
Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan Hadits An-Nu’man bin Basyir raddliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎ عِبَادَ اللهِ لَتُسَوُنَّ صُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوْهِكُمْ

hai hamba-hamba Allah luruskan shaff-shaff dan kalian atau Allah akan jadikan hati kalian bercerai berai.

Nah ini Ikhwatul Islam,
👉🏼 JADI KITA DI
DALAM MENDIDIK ADALAH DIDIKLAH MEREKA DALAM MENGAGUNGKAN SYARIAT-SYARIAT ALLAH SEKECIL APAPUN.
Selama itu adalah perintah Allah dan perintah Rasulnya. Kita mengagungkan Ia.
Jangan menganggap meremeh masalah yang dianggap katanya furu’ (bercabang)

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-6

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-5) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 6 🌼

Mereka memulai dakwah mereka, dengan yang dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Mereka mendahulukan apa yang di dahulukan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Maka dengan cara seperti ini sangat memungkinkan untuk menghasilkan maslahat dan menjauhi mafsadah.

Maksud beliau adalah dalam berdakwah kita hendaknya melihat mana yang lebih di dahulukan yaitu masalah TAUHIDULLAH JALLA WA ‘ALA.

Ambil sebuah contoh misalnya nasihat Luqman kepada anaknya.

Allah Ta’ala berfirman [QS. Luqman : 13]

‎وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, dimana Luqman menasehatinya. Ia berkata, ‘Hai anakku jangan kamu sekutukan Allah. Sesungguhnya kesyirikan itu adalah kedholiman yang agung.”

Maka para Rasulpun demikian, mereka memulai dakwah dari TAUHIDULLAH JALLA WA ‘ALA.

Tidak ada Rasul yang memulai dakwahnya dari ekonomi misalnya, atau dari politik misalnya……Tidak ada.
Semua Rasul berdakwah di mulai dari tauhid, menjauhkan agar manusia menjauhkan kesyirikan.

Allah berfirman: [QS Al-Anbiyaa:25]

‎وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Tidaklah kami utus seorang Rasulpun, kecuali kami wahyukan kepadanya , bahwa tidak ada ILLAH yang berhak di sembah kecuali Aku. Maka sembahlah Aku.”

Maka di dalam berdakwah, ketika TIDAK memulai dari sisi tauhid, tapi lebih misalnya mendahulukan masalah-masalah yang lain.
Ini adalah ciri dakwah yang tidak sesuai dengan manhaj para nabi.

Dan dakwah seperti ini tidak akan berdiri di atas azas yang kokoh.
Karena pondasi seseorang adalah tauhid.
Pondasi amal tauhid seseorang tidak akan beramal, kecuali apabila aqidah telah kuat di hati, menghujam di dada.
Tapi ketika aqidah itu masih lemah, maka dia tidak akan membuahkan amal.

Adanya orang-orang yang masih suka berbuat maksiat itu akibat dari pada lemahnya keimanan, lemahnya aqidah.

Maka dari itulah, ketika pondasinya telah di kuatkan, إِنْ شَاءَ اللّهُ untuk membuat diam dan yang lainnya itu lebih kokoh lagi… bi-iznillah.

Oleh karena itulah ya Akhowat Islam , semua yang mereka memulai dakwahnya dari TAUHIDULLAH, pasti Allah akan bela, Alllah akan tolong mereka.
Bahkan buah dan hasilnya akan lebih berkah.

Maka lihatlah bagaimana dakwahnya Syaikhul Islam Taimiyah, dakwahnya Syaikh Muhamammad bin Abdul Wahab dan juga para ulama-ulama yang mereka memulai dakwahnya dari TAUHIDULLAH JALLA WA ‘ALA.
Maka sangat berkah sekali dan hasilnya pun juga memberikan berbagai macam kebaikan-kebaikan.

Ya inilah ya Akhul Islam, kaidah yang ke 6 yang harus kita perhatikan di dalam masalah berdakwah yaitu memulai yang paling penting, kemudian setelahnya yang penting-penting.
Jangan sampai kita memulai yang tidak terlalu penting, lalu kita tinggalkan yang lebih penting dari itu.

Demikian pula kita dalam menuntut ilmupun juga demikian.
Kita mulai menuntut ilmu dari perkara yang paling penting terlebih dahulu.
Yaitu untuk masalah tauhid, masalah iman dan segala sesuatu yang menyempurnakan keimanan.

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-5

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-4) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 5 🌼

Bahwa dakwah yang mereka prioritaskan dan pertama kali mereka serukan adalah TAUHID

Maka dakwah tidak akan pernah sukses, dan ibadahpun tidak akan di terima kecuali dengan Tauhid.

Karena para Rasul demikian di perintahkan oleh Allah.

Allah berfirman [QS Al-Anbiyaa:25]

‎وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Tidaklah kami utus seorangpun Rasul sebelummu, kecuali Kami wahyukan kepadanya: Bahwa tidak ada Illah yang berhak di sembah kecuali Aku, maka beribadahlah kepada Ku.”

Nabi juga ketika mengirim para da’i ke negeri-negeri, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang beliau ajarkan kepada mereka supaya yang pertama kali mereka dakwahkan adalah LAA ILLAAHA ILLALLAH

Seperti dalam hadits Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengutus Mu’az ke Yaman, beliau bersabda:
Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum ahli kitab, maka hendaklah yang pertama kamu dakwahi adalah syahadat LAA ILLAAHA ILLALLAH

Maka dari itulah dakwah-dakwah yang tidak memulai dari tauhid, hakikatnya adalah dakwah yang membuang pokok dan azas segala sesuatu.
Makanya dakwah para Nabi dari tauhid dulu.
Karena itulah pokoknya, azasnya.
Amalnya tidak akan di terima kecuali dengan tauhid.

Bahkan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan datang kecuali dengan adanya tauhid.

Maka TAUHIDULLAH yaitu mengesakan Allah dan menjauhkan kesyirikan adalah sumber kemenangan, sumber keberkahan, sumber pertolongan, bahkan sumber berbagai macam kebahagiaan bagi seorang hamba adalah Tauhidullah Jalla Jalalu

Maka suatu dakwah yang tidak memperhatikan masalah tauhid itu adalah dakwah yang tidak sesuai dengan dakwah para nabi.

Kita lihat di zaman sekarang ada yang memulai dakwah , dan prioritas dakwahnya terlihat dalam masalah politik, yang lain bahas masalah khilafa, yang lain bahas masalah fadhail amal.
Ini semua tentunya dakwah yang tidak sesuai dengan manhaj para Rasul.

Dakwah yang haq, dakwah yang sesuai dengan manhaj para Rasul adalah dakwah yang menitik beratkan kepada masalah tauhid.
Menjadikan manusia untuk hanya mentauhidkan Allah dan menjauhkan kesyirikan.

Karena itulah perintah Allah yang teragung/ yang terbesar.
Bahkan itulah tujuan penciptaan manusia dan jin.

Allah berfirman:
Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaku saja.

Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.
Maka seorang yang beramal dengan amal apa saja, kalau ia berbuat syirik tidak akan di terima Allah.

Maka bagaimana suatu dakwah akan tegak, akan menang sementara mereka tidak peduli dengan adanya kesyirikan. Tidak berusaha untuk mengingkari kesyirikan.

👉🏼 Maka dakwah yang haq adalah dakwah yang benar-benar mengagungkan masalah tauhid.
Dakwah yang benar-benar memprioritaskan masalah Tauhid Wallahi jalla wa’ala

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silakan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Do’a Kala Dilanda Kesedihan #1

Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) : DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A…

ALLAAHUMMA INNII ‘ABDUK,
WABNU ‘ABDIK.. WABNU AMATIK,
NAASHIYATII BIYADIK,
MAADHIN FIYYA HUKMUK,
‘ADLUN FIYYA QODHOO-UK,
AS-ALUKA BIKUL-LISMIN HUWA LAK,
SAMMAYTA BIHI NAFSAK,
AW ANZAL-TAHU FII KITAABIK,
AW ‘ALLAMTAHU AHADAN MIN KHOLQIK,
AWIS TA’-TSARTA BIHI FII ‘ILMIL GHOIBI ‘INDAK,
AN TAJ’ALAL QUR’AANA ROBII’A QOLBII
WANUURO SHODRII
WAJALAA-A HUZNII
WA DZAHAABA HAMMII

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku.”

Do’a di atas didasarkan pada hadits dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallah ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan lalu berdo’a (dengan do’a di atas) . . . melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan.

Ibnu Mas’ud berkata, “Ada yang bertanya, Ya Rosulallah, bolehkah kita mempelajarinya ?’ Beliau menjawab, Ya, sudah sepatutnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya‘.

(HR. Ahmad dalam Musnadnya I/391, 452, Al-Hakim dalam Mustadraknya I/509, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya VII/47, Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2372, Al-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir no. 10198 –dari Maktabah Syamilah-. Hadits ini telah dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim, keduanya banyak menyebutkannya dalam kitab-kitab mereka. Juga dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Takhriij Al-Adzkaar dan dishahihkan oleh Al-Albani  dalam al-Kalim al Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Shahihah no. 199.)

Jangan Tinggalkan Do’a Ini Di Akhir Sholat…

Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A…

da250915-2108

DAFTAR KOMPLIT – Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

Berikut ini adalah kumpulan berbagai artikel terkait ibadah Do’a.

Selamat menyimak dan mengamalkannya…  Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

    1. Hakikat Do’a
    2. Adab # 1 – Benar-Benar Men-TAUHID-kan Allah
    3. Adab # 2 – Berdo’a Dalam Hal-Hal Yang Di Syari’atkan
    4. Adab # 3 – Yakin Bahwa Hanya Allah Yang Meng-IJABAH Doa
    5. Adab # 4 – Terpenuhinya DUA Syarat Ini
    6. Adab # 5 – Terus Ber-DO’A
    7. Adab # 6 – Makanan, Minuman dan Rezeki Yang Halal
    8. Adab # 7 – Tidak Maksiat Kepada Allah
    9. Adab # 8 – Isi Doa Tidak Berlebih-Lebihan
    10. Adab # 9 – Tidak Tergesa-Gesa Ingin Do’a Segera Di Kabulkan
    11. Adab # 10 – Awali Do’a Dengan Memuji Allah dan Ber-Sholawat Baik Di Luar Maupun Dalam Sholat
    12. Adab # 11 – Yakin Bahwa Do’a Akan Di Kabulkan Oleh Allah
    13. Adab (12-13) # 14 – Berusaha Mengambil Martabat Yang Paling Sempurna Dalam Ber-DO’A
    14. Adab # 15 – Do’a Untuk Diri Sendiri Baru Kemudian Do’a Untuk Orang Lain
    15. Adab # 16 – Beriman Bahwa Manfa’at dan Mudhorot Hanya Dari Allah
    16. Adab # 17 – Dibolehkan Bertawassul Dengan TIGA Hal Ini
    17. Adab # 18 – DO’A Yang Mudah Namun Sarat Isinya
    18. Adab # 19 – Menyebut Nama Allah Di Akhir D’oa
    19. Adab # 20 – Suci Dari Najis dan Hadats
    20. Adab # 21 – Berdo’a Di Tempat Yang Suci Dari Najis
    21. Adab # 22 – Memakai Pakaian Yang Bagus
    22. Adab # 23 – Tidak Berdo’a Seperti Sajak
    23. Adab # 24 – Mengangkat Tangan
    24. Adab # 25 – Memperlihatkan Kebutuhan Kepada Allah
    25. Adab # 26 – Tetap Berdo’a Saat Senang
    26. Adab (27-28) # 29 – Sabar dan Jangan Bosan Berdo’a
    27. Adab (30-31) # 32 – Berbaik Sangka Kepada Allah dan Yakin Allah Akan Kabulkan Do’a Kita
    28. Keutamaan Berdo’a Dengan Nama Allah ‘Al Hayyu’ Dan ‘Al Qoyyuum’
    29. Dua Perkara Penting Untuk Dipahami Ketika Berdo’a
    30. Diantara Do’a Dan Dzikir Ketika Mengalami Kesedihan Dan Kesulitan
    31. Ada Apa Dengan ‘DO’A BERBUKA PUASA’ Yang Populer Di Masyarakat..? 
    32. Adab PAKAIAN Saat Berdo’a
    33. Adakah Dalil Mengusap Wajah Setelah Do’a..? 
    34. Agar Terhindar Dari Ikhtilaf Para Ulama Tentang Membaca Do’a Dari Al Qur’an Dalam Sujud
    35. Amalan Bagi Pasutri Yang Tidak Memiliki Anak Untuk Mendo’akan Mereka
    36. Amalan Yang Paling Utama
    37. Apa Hukumnya Do’a dan Dzikir Tanpa Wudhu..?
    38. Apakah Berdosa dan Diterima Do’anya Seorang Istri Yang Suaminya Berpenghasilan Haram..?
    39. Apakah Do’a Dikhususkan Di Sujud Terakhir Saja..?
    40. Apakah Do’a Setelah Wudhu Mengangkat Tangan..?
    41. Apakah Perlu Merubah Dhomir (Kata Gabnti Orang) Dalam Bacaan Do’a Untuk Mayat Wanita dan Pria…?
    42. Bagaimana Caranya Agar Hati Bisa IKHLAS Terus..? Adakah Do’anya..?
    43. Bagaimana Isi ‘KHUTBAH NIKAH’ Yang Sebenarnya..? Dan Kapan Dilakukannya..?
    44. Berharap Do’a Dari Orang Yang Kita Beri Hadiah
    45. Boleh Memilih Bila Ada Contoh Beberapa Do’a Untuk Suatu Amalan
    46. Bolehkah Do’a Yang Biasa Dibaca Dalam Sholat Dibaca Diluar Sholat…?
    47. Bolehkah Dzikir Saat Menjalankan Aktifitas Harian..?
    48. Bolehkah Membaca Sayyidul Istighfar Saat Do’a Dalam Sujud..?
    49. Bolehkah Meminta Do’a Orangtua..?
    50. Bolehkah Merutinkan Do’a Yang Tidak Berasal Dari Al Qur’an dan Hadits..?
    51. Bolehkah Seseorang Berdo’a Dengan Do’a Yang Tidak Ada Dalilnya Dalam Al Qur’an dan Hadits …?
    52. Buku Kumpulan Do’a Yang Direkomendasi
    53. Dilarang Berdo’a Dalam Keadaan Marah Kepada Allah
    54. Do’a Ayah Bagi Anak Laki-lakinya
    55. Do’a Berlindung Dari Kesyirikan
    56. Do’a Di Sujud Terakhir dan Siapakah Yang Diperbolehkan Berdo’a Dalam Bahasa Lain Selain Arab..?
    57. Do’a Kala Dilanda Kesedihan #1
    58. Do’a Kala Dilanda Kesedihan #2
    59. Do’a Ketika Menghadapi Kesulitan
    60. Do’a Meminta Jodoh Bagi Pria dan Wanita 
    61. Do’a Memohon Cinta Allah
    62. Do’a Memohon Kemudahan
    63. Do’a Memohon Kepada Allah Agar Kerinduan Bertemu Allah Dilandasi Oleh Cinta Yang Tulus Kepada-Nya
    64. Do’a Memohon Perlindungan Dari Do’a Yang Tidak Dikabulkan
    65. Do’a Memohon Perlindungan Dari Pikun
    66. Do’a Memohon Perlindungan Dari Keburukan
    67. Do’a Menghadapi Kesulitan
    68. Do’a Perbaiki Urusan Agama, Dunia Dan Akhirat
    69. Do’a Perlindungan Untuk Anak Kecil Dan Untuk Diri Sendiri
    70. Do’a Saat Menjenguk Orang Sakit
    71. Do’a Yang Dibaca Khotib KETIKA Sedang Khutbah Jum’at
    72. DUA Do’a Yang Kita Baca Di Setiap Akhir Sholat (sebelum salam)
    73. DUA Lafazh Pujian Kepada Allah Sebelum Berdo’a
    74. Dzikir dan Do’a Pada Asalnya Tidak Dikeraskan
    75. Haram Berdo’a atau Berdzikir Sebelum Melakukan Perbuatan Maksiat
    76. HARAM Mendo’akan Ampunan Dosa Bagi Orang Kafir dan Musyrik
    77. Haruskah Kita Menghadap Kiblat Ketika Berdo’a..?
    78. Hikmah Dibalik Tertundanya Pengabulan Do’a
    79. Ibadah Apa Yang Lebih Utama Dilakukan Saat Berada Di 1/3 Malam Terakhir..? 
    80. Jangan Merubah Isi Do’a
    81. Keutamaan Mendo’akan Orangtua Di Bulan Ramadhan
    82. Jangan Tinggalkan Do’a Ini Di Akhir Sholat
    83. Membaca Sholawat Saat Berdo’a
    84. Membiasakan Diri Untuk Mendo’akan Kebaikan Bagi Sesama Muslim
    85. Mengapa Mendo’akan Kebaikan Untuk Pemimpin Muslim..?
    86. Mutiara Do’a Malam LAYLATUL QODR
    87. Niat Do’a Yang Tinggi Nilainya Di Sisi ALLAH
    88. Penghalang Dikabulkannya DO’A
    89. Penjelasan Hadits Tentang Sahabat Yang Menjadikan Seluruh Isi Do’anya Sholawat
    90. Saat Hendak Berdo’a Dalam Sujud Apakah Tetap Membaca Sholawat..?
    91. Salah Satu Contoh Memuji Allah Sebelum Berdo’a
    92. Seluruh Do’a Termasuk Do’a Dalam Sujud, Apakah Itu Amalan Lisan Atau Hati..?
    93. Sering Terlintas Di Hati… Do’a Saya Diterima Gak Ya…?
    94. Sekali Lagi… Tentang Ber-Do’a Setelah Sholat Wajib
    95. Tentang DO’A Sebelum Salam
    96. TIGA Perkara Penting Untuk Diingat Agar Kita Langgeng Dalam Berdo’a
    97. TIPS Menggunakan Waktu 1/3 Malam Terakhir Bagi Wanita Haidh
    98. daftar artikel akan terus bertambah… insyaa Allah… silahkan cek kembali dari waktu ke waktu..

 

 

 

KTT DO’A : Seluruh Do’a Termasuk Do’a Dalam Sujud, Apakah Itu Amalan Lisan Atau Hati..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

da181214-0000
da170417-1719