Category Archives: Mutiara Salaf

MUTIARA SALAF : Barometernya Adalah Ketaatan

Allah Ta’ala berfiman,

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu..”

[ Al-‘Ankabuut: 62 ]

● Ibnu Katsir rohimahullahu Ta’ala berkata,

“Sesungguhnya Allah taala memberikan harta kepada orang yang Dia cintai dan kepada orang yang tidak Dia cintai. Dia pun menyempitkan rezeki kepada orang yang Dia cintai dan kepada orang yang tidak Dia cintai.

Barometer dalam permasalahan ini tiada lain adalah “KETAATAN” kepada Allah Ta’ala dalam dua kondisi tersebut..

Apabila seseorang diberi kekayaan, maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah atas hal tersebut. Namun jika ia berada dalam kemiskinan, maka hendaknya ia bersabar”

[ Tafsir Ibnu Katsir 8/388 ]


ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Balaslah Salam Dengan Yang Lebih Baik

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

“Apabila diucapkan salam kepadamu, maka balaslah salam itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah maha memperhitungkan segala sesuatu..”

[ An-Nisaa’/4: 86 ]

Imam Ibnu Katsir rohimahullah menjelaskan,

“An-Nisaa’: 86, artinya: apabila seorang muslim mengucapkan salam kepadamu, maka balaslah/jawablah dia dengan (lafazh) salam yang lebih baik dari ucapan salamnya, atau balaslah dengan ucapan salam yang serupa. Maka menambah (dengan ucapan salam yang lebih baik ketika menjawab salam) adalah dianjurkan, sedangkan (menjawab salam dengan lafazh) yang serupa adalah wajib..”

[ Tafsir Ibni Katsir – 1/705 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Melalaikan Ibadah Di 10 Hari Awal Dzulhijjah

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Amal sholih di 10 hari (di awal) bulan Dzulhijjah -diantaranya puasa- lebih dicintai oleh Allah dibandingkan amal sholih di 10 terakhir dari bulan Ramadhan..

Walaupun demikian, terhadap 10 hari (di awal) bulan Dzulhijjah ini manusia melalaikannya. Hari-hari tersebut berlalu sementara manusia seperti kebiasaan mereka..

Engkau tidak menjumpai ada peningkatan dalam membaca al-Qur’an maupun ibadah-ibadah yang lainnya.. bahkan untuk sekedar ber-takbir saja sebagian mereka ada yang kikir untuk melakukannya..”

[ Asy-Syarhul Mumti’ – 6/470 ]
.
#dzulhijjah

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Akibat DUA Perkara #1

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
تحصل الهموم والغموم ‏والأحزان من جهتين :
‏احداهما: الرغبة فى الدنيا والحرص عليها
‏والثانى : التقصير فى أعمال البر والطاعة”
“Kegundahan dan kesedihan terjadi akibat dua perkara:
Pertama: Terlalu menginginkan dunia dan tamak padanya.
Kedua: Melalaikan amal kebaikan dan ketaatan..”

(Uddatush-shobirin 1/265)

Saat hati sangat menginginkan dunia..
Ia menjadi gundah karenanya dan khawatir tidak dapat meraihnya..
Bila ia telah meraihnya..
Ia dihinggapi kekhawatiran untuk kehilangannya..

Namun ketika hati mengharapkan akhirat..
Ia berharap pahala saat mencari dunia..
Ketika ia telah meraihnya..
Ia khawatir hisabnya kelak di hari akhirat..
Sehingga dunia itu tidak ia simpan di hatinya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Dengki

الحقد أصل الشرِّ، ومن أضمر الشر في قلبه أنبت له نباتًا مرًّا مذاقه، نماؤه الغيظ، وثمرته الندم
(روضة العقلاء ص ١٣٤)

Ibnu Hibban rohimahullah berkata,

“Dengki adalah pokok keburukan. Siapa yang menyembunyikan keburukan di hatinya maka akan tumbuh pohon yang pahit rasanya. Tumbuhnya dari kemarahan, dan buahnya adalah penyesalan..”

[ Roudhotul ‘Uqolaa – 134 ]

Dengki yang membuat iblis tak mau tunduk kepada perintah Allah untuk sujud kepada Adam ‘alaihissalam..

Dengki yang membuat kaum yahudi tak mau beriman kepada nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam..

Dengki seringkali menghinggapi orang yang diberi kelebihan lalu ada saingan yang melebihinya..

Hampir tak ada hati yang selamat dari dengki..
Karena hidup tak lepas dari persaingan..

Namun orang-orang mulia berusaha memadamkan kedengkiannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Pokok Semua Kesalahan Ada TIGA

قال ابن القيم – رحمه الله – :
” أصول الخطايا كلها ثلاثة :
الكِبْرُ : وهو الذي صار إبليس إلى ما أصاره .
والحرص : وهو الذي أخرج آدم من الجنة .
والحسد : وهو الذي جر ابن آدم على أخيه .
فمن وقي شر هذه الثلاثة فقد وقي الشر فالكفر من الكبر والمعاصي من الحرص والبغي والظلم من الحسد ” .

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Pokok semua kesalahan ada tiga (yaitu)..

1️⃣ Sombong. Hal inilah yang menjadikan Iblis seperti itu.
2️⃣ Rakus (Ambisi). Hal inilah yang menjadikan nabi Adam dikeluarkan (Allah) dari dalam Surga.
3️⃣ Iri dan dengki. Inilah yang menyebabkan putra Adam (Qobil) berbuat zholim terhadap saudaranya (yaitu membunuh Habil).

Maka barangsiapa dilindungi (Allah) dari keburukan tiga kesalahan tersebut, maka sungguh ia telah dilindungi dari segala keburukan. Yang demikian ini karena kekufuran itu terjadi disebabkan sifat sombong, perbuatan maksiat disebabkan sifat rakus (ambisi terhadap dunia), dan perbuatan zholim terjadi disebabkan sifat iri dan dengki..”

(Lihat kitab Al-Fawaaid hal. 58)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Muhammad Wasito MA,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Ucapan Adalah Tawanan Hingga

والكلام أسيرك ، فإذا خرج من فِيْكَ صِرتَ أنت أسيره ، واللهُ عند لسان كلِّ قائل {ما يلفظ من قول إلا لديه رقيبٌ عتيدٌ} .
الداء والدواء [٢٤٩]

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Ucapan adalah tawananmu, bila ia keluar dari mulutmu maka kamulah yang menjadi tawanannya.. dan Allah akan mencatat ucapan setiap orang..”

[ Ad-Daa’u wa Ad-Dawaa – 249 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Selalu Merasa Khawatir Akan Dosa Yang Dilakukan

قال الحسن البصري رحمه الله: “إن الرجل يذنب الذنب فما ينساه وما يزال متخوفا منه حتى يدخل الجنة”.
الزهد للإمام أحمد

Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

“Sesungguhnya ada seseorang berbuat dosa lalu ia tidak melupakannya dan selalu merasa khawatir karenanya.. sampai ia masuk ke dalam surga..”

[ Az Zuhd Lil Imam Ahmad ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL