● Al Imam Abu Muhammad bin Hazm rohimahullah berkata,
ﻛﻢ ﺭﺃﻳﻨﺎ ﻣﻦ ﻓﺎﺧﺮ ﺑﻤﺎ ﻋﻨﺪﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺘﺎﻉ ﻓﻜﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺳﺒﺒﺎ ﻟﻬﻼﻛﻪ -ﺑﻌﻴﻦ ﺣﺎﺳﺪ ﺃﻭ ﻛﻴﺪ ﻋﺪﻭ- ﻓﺈﻳﺎﻙ ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺒﺎﺏ ﻓﺈﻧﻪ ﺿﺮٌّ ﻣﺤﺾ ﻻ ﻣﻨﻔﻌﺔ ﻓﻴﻪ ﺃﺻﻼ.
Betapa banyak kami melihat seseorang yang membanggakan sesuatu yang berharga yang dia miliki, lalu hal itu menjadi sebab kebinasaannya melalui pandangan mata orang yang dengki atau makar orang yang memusuhi.
Maka, jangan sekali-kali engkau melakukannya, karena sesungguhnya hal itu hanya mengakibatkan keburukan tanpa ada manfaatnya sama sekali.
(Al Akhlaq was Siyar – 166)
==========
● Allah Ta’ala berfirman,
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَوَلَدًا
“Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu ‘maasyaa Allaah laa quwwata illaa billaah’ sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan..” (Qs. Al Kahfi: 39)
Para ulama menjadikan ayat ini dalil bahwa harta bisa terkena ‘ain dan boleh diruqyah ketika terkena ‘ain.
● Ibnu Katsir rohimahullah berkata,
قال بعض السلف: من أعجبه شيء من حاله، أو ماله، أو ولده فليقل: مَا شَاءَ اللَّهُ لا قوة إلا بالله ـ وهذا مأخوذ من هذه الآية الكريمة
Sebagian salaf mengatakan, orang yang kagum pada :
– keadaannya, atau
– hartanya, atau
– pada anaknya,
hendaknya ia mengucapkan :
مَا شَاءَ اللَّهُ لا قوة إلا بالله
MAASYAA ALLAAH LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH
Ini diambil dari ayat yang mulia ini..”
(Tafsir Ibnu Katsir)
ARTIKEL TERKAIT
Dua Do’a Melindungi Diri Dan Anak Dari ‘Ain – Pengaruh Mata Jahat