Category Archives: Mutiara Salaf

Jangan Paksa Dia Untuk Menikahinya

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al Utsaimin rohimahullahu ta’ala berkata,

“فلا يصح إجبار الرجل علی نکاح من لا يريد ، ولا إجبار المرأة على نكاح من لا تريد “.

Tidak sah memaksa seorang pria untuk menikahi wanita yang tidak dia sukai, demikian pula tidak sah memaksa seorang wanita untuk menikah dengan pria yang tidak disukainya.

(Az-Zawaj wa Majmu’ah As’ilah fii Ahkamihi, hlm. 15)

Terlalu Banyak Bergaul Dapat Merusak Hubungan Dengan Suami

Ibnu Muflih Al-Hambaly rohimahullahu Ta’ala berkata,

وأصلح ما يفعله الرجل : أن يمنع المرأة من مخالطة النساء، فإنهن يفسدنها عليه”.

Termasuk perkara terbaik yang dilakukan oleh seorang suami adalah melarang istri dari (banyak) bergaul dengan kaum wanita .. karena sesungguhnya mereka bisa merusak hubungannya dengan suaminya.

(Al-Furu’ – Ibnu Muflih – 5/108)

Akibat Merendahkan Orang Lain

Al Imam Muhammad al Munawy rohimahullah berkata,

فينبغي للإنسان أن لا يحتقر أحدًا؛ فربما كان المحتقَر أطهرُ قلبًا، وأزكى عملًا، وأخلص نية، فإنَّ احتقار عباد الله يورث الخسران، ويورث الذُّل والهوان.

Semestinya seseorang tidak merendahkan siapa pun. Bisa jadi, orang yang dianggap rendah justru :
– lebih bersih hatinya,
– lebih suci amalnya, dan
– lebih ikhlas niatnya.

Merendahkan hamba hamba Allah sungguh akan mengakibatkan kerugian dan mewariskan kerendahan serta kehinaan.

(Faidhul Qodir – 5/380)

Tanda Sahabat Sejati

Maimun bin Mihran mengatakan kepada Ja’far bin Burqan – rohimahumallah-,

يا جعفر، قل لي في وجهي ما أكره، فإن الرجل لا ينصح أخاه حتى يقول له في وجهه ما يكره.

Wahai Ja’far, katakanlah kepadaku di hadapanku langsung tentang hal-hal yang tidak aku sukai.

Karena sesungguhnya seseorang belumlah menasehati saudaranya dengan sebenarnya, sampai dia mengatakan hal-hal yang tidak disukai oleh saudaranya itu langsung di hadapannya.

(Siyar A’lamin Nubala’ – 5/75)

Balasan Sesuai Dengan Perbuatan

Ibnul Qoyyim rohimahullahu ta’ala berkata,

Balasan itu semisal dengan perbuatan yang dilihat dari jenis perbuatan itu sendiri, baik dalam kebaikan maupun keburukan :

● Maka barangsiapa menutupi (aib/kekurangan) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya.

● Barangsiapa yang memberikan kemudahan terhadap orang yang sedang kesusahan, niscaya Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan di akhirat.

● Barangsiapa yang menghilangkan dari seorang mukmin satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan duniawiyyah, maka niscaya Allah akan menghilangkan satu kesulitan dari kesulitan-kesulitannya di hari kiamat.

● Barangsiapa yang mencari-cari kesalahan (aib/kekurangan) saudaranya, maka niscaya Allah akan membongkar kesalahan (aib) dirinya.

● Barangsiapa yang menimpakan kemudhorotan (bahaya) kepada seorang muslim, maka Allah Akan menimpakan kemudhorotan pula kepadanya.

● Barangsiapa yang memberikan kesulitan (menyulitkan orang lain), maka niscaya Allah juga akan memberikan kesulitan (kesusahan) kepadanya.

● Barangsiapa yang menelantarkan (tidak menolong) seorang muslim dalam suatu kondisi yang seharusnya kita memberikan pertolongan padanya, maka niscaya Allah akan menelantarkannya (tidak menolongnya) dalam suatu kondisi yang semestinya Allah menolongnya.

● Orang-orang yang penyayang (kepada saudaranya) maka niscaya Ar-Rohmaan (Dzat yang Maha Penyayang) akan menyayangi mereka, dan sesungguhnya Allah akan menyayangi dari kalangan hamba-hamba-Nya yang penyayang.

● Barangsiapa yang berinfaq, maka niscaya Allah akan berinfaq (melapangkan rezeki) untuknya.

● Barangsiapa yang memberikan maaf dari haknya (mengalah), maka Allah akan memaafkan baginya dari hak-Nya (adzab).

● Barangsiapa yang memberikan ampunan/maaf (kepada sesama hamba), niscaya Allah akan memberikan ampunan baginya.

Maka Inilah syariat Allah, ketetapan, wahyu, pahala dan hukuman Nya. Seluruhnya tegak di atas prinsip dasar ini (balasan sesuai perbuatan).

(I´laamul Muwaqqi´iin – 1/150)

Balasan Bagi Orang Yang Berlapang Dada Dan Mudah Memberi Maaf

Al Imam Ibnu Hibban rohimahullah berkata,

‏الواجب على العاقل لزوم الصفح عند ورود الإساءة عليه من العالَم بأسرهم؛ رجاء عفو الله جل وعلا عن جناياته التي ارتكبها في سالف أيامه.

Yang wajib atas orang yang berakal adalah selalu berlapang dada dan memaafkan ketika datang perbuatan buruk terhadap dirinya dari seluruh dunia, dalam rangka mengharapkan pemaafan dari Allah Jalla wa ‘Alaa atas berbagai kejahatan yang telah dia lakukan pada hari-harinya yang telah lalu.

(Roudhotul ‘Uqola)

Duka Yang Menjadi Penggugur Dosa

Al Hakam rohimahullah mengatakan,

إذا كَثُرَتْ ذُنُوبُ العَبْدِ، ولَمْ يَكُنْ لَهُ مِنَ العَمَلِ ما يُكَفِّرُها عَنْهُ، ابْتَلاهُ اللَّهُ بِالحُزْنِ لِيُكَفِّرَها عَنْهُ.

Jika dosa (seorang hamba) telah menumpuk dan ia tidak memiliki amalan yang dapat menghapuskannya, maka Allah akan mengujinya dengan kesedihan agar dosa-dosanya berguguran.

(At Taubah – Ibnu Abid Dunya, hlm. 131)

Ridho Allah Bagi Hamba Yang Pandai Bersyukur

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

إنَّ الل‍َّهَ لَيَرضى عَنِ العبْدِ يأكُلُ الأكْلةَ فيحمَدُهُ عليها، ويشرَبُ الشَّرْبةَ فيحمَدُهُ عليها

“Sesungguhnya Allah betul-betul ridho pada seorang hamba yang makan lalu dia memuji Allah atas nikmat makanan tersebut dan dia minum lalu memuji Allah atas nikmat minuman tersebut..”

(HR. Muslim – 2734)

● Al-Qurthubi rohimahullah mengatakan,

فيه دلالة على أن شكر النعمة وإن قلت سبب نيل رضا الله تعالى

Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa mensyukuri nikmat -meskipun sedikit- merupakan sebab (seseorang) menggapai ridho Allah.

(Syarah Shohih Muslim 42/450)

● Syaikh Al-Utsaimin rohimahullah juga menjelaskan,

ورِضا الل‍َّهِ يحصُلُ به كلُّ مقصودٍ، فيحصُلُ به مغفرةُ الذُّنوبِ، وتكفيرُ السَّيِّئاتِ، ورِفعةُ الدَّرجاتِ؛ ولهذا ينبغي للإنسانِ كلَّما أكَلَ أو شرِبَ أنْ يحمَدَ الل‍َّهَ على ذلك؛ حتَّى يحصُلَ له هذا الخيرُ الكثيرُ، وهو أنْ يَرضَى الل‍َّهُ عنه.

Dengan ridho Allah :
– semua tujuan jadi tercapai,
– akan diampuni dosa-dosa,
– dihapuskan kesalahan-kesalahan, dan
– akan ditinggikan derajatnya.

Oleh karenanya, hendaklah setiap kali seseorang makan atau minum agar dia memuji Allah sehingga dia bisa mendapatkan kebaikan yang banyak ini, yaitu Allah meridhoinya.

(Fatawa Su’al ‘Alal Hatif, I/205)

Dua Macam Kesedihan

Ibrahim bin Adham rohimahullah berkata,

Kesedihan itu ada dua, yaitu kesedihan yang bermanfaat bagimu dan kesedihan yang merugikan bagimu, maka :

– kesedihan yang bermanfaat bagimu adalah kesedihanmu terhadap akhirat, dan

– kesedihan yang merugikan bagimu adalah kesedihanmu terhadap dunia.

(Al Bidayah wan Nihayah – 10/141)

Membiasakan Anak Anak Untuk Beribadah Sejak Kecil

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata,

الأطفال الصغار يُثابون على ما يفعلونه من الحسنات وإن كان القلمُ مرفوعاً عنهم في السيئات

“Anak kecil akan diberi pahala atas amal kebaikan yang mereka kerjakan meskipun pena diangkat dari mereka jika mereka mengamalkan keburukan (tidak dicatat sebagai dosa, -pent.).

وكانوا يُصوِّمون الصغار يوم عاشوراء وغيرَه

Dahulu, para salaf membiasakan anak-anak untuk berpuasa hari Asyuro dan hari selainnya.

فالصبي يثاب على صلاته وصومه وحجه وغير ذلك من أعماله، ويُفضّل بذلك على من لم يعمل كعمله

Anak kecil akan diberi pahala atas sholat, puasa, haji, dan amal lainnya yang mereka lakukan. Dengan amalan-amalan itu, anak kecil tersebut lebih utama jika dibandingkan anak kecil lain yang tidak beramal seperti itu..”

[ Majmu’ Fatawa – 4/278 ]

=========
program wakaf :

  • 3 sumur bor 
  • pengaliran mata air sungai 4.5 Km ke 3 dusun
  • pembangunan tempat wudhu masjid assunnah Sulaiman Fauzan

mau ikutan..?

BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 9996
AL ILMU INFAQ

informasi lengkapnya, klik : https://bbg-alilmu.com/archives/71141