Category Archives: Mutiara Salaf

Kabar Gembira

Allah ta’ala berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗٓ ۙاَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَاۤىِٕمٍۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ (٥٤)

Wahai orang-orang yang beriman..! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.

(Q.S. Al-Ma’idah ayat 54)

Syaikh Ibrahim Arruhaili hafizhohullah berkata,

“Padanya terdapat kabar gembira yang agung untuk umat islam. Yaitu siapa yang murtad dari agama islam maka Allah akan menggantikannya dengan kaum yang lain yang lebih baik, yang disifati dengan sifat sifat yang agung yang disebutkan dalam ayat tersebut..”

(Husnul Ifadah 7-8)

Dan kita saksikan sendiri janji Allah ini. Saat di negeri kita banyak yang murtad, di belahan dunia sana banyak yang masuk islam dan keislaman mereka bagus.

Maka buat kamu yang murtad, ingatlah bahwa islam tidak akan menjadi sirna dengan murtadnya kamu bahkan islam semakin bercahaya.

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Diantara Tanda Hati Yang Sehat

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

ومنها: أن يكون اهتمامه بتصحيح العمل أعظم منه بالعمل، فيحرص على الإخلاص فيه والنصيحة والمتابعة والإحسان، ويشهد مع ذلك منة الله عليه فيه وتقصيره فى حق الله.

Diantara tanda hati yang sehat adalah ketika perhatiannya untuk meluruskan amal ibadah itu lebih besar dari (semangat) beramal.

Maka ia bersungguh sungguh untuk :
– ikhlas,
– meluruskannya,
– mutaba’ah, dan
– ihsan

Dan ia mengakui bahwa amal itu adalah pemberian dari Allah dan ia merasa masih banyak kekurangan dalam melaksanakan hak Allah.

(Ighotsatulahafan 1/72)

Maka ia berusaha untuk mencari dalilnya sebelum beramal..
Dan berusaha sesuai dengan tuntunan Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam..

Karena amal ibadah tanpa ikhlas dan mutaba’ah adalah sia sia..

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(*) Mutaba’ah = mengikuti sunnah dan petunjuk Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam

Bersungguh Sungguh Di Hari Hari Terakhir Ramadhan

Ibnu Rojab rohimahullahu ta’ala berkata,

ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻗﺪ ﻋﺰﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺣﻴﻞ ﻭلم ﻳﺒﻖ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ، ﻓﻤﻦ ﻣﻨﻜﻢ ﺃﺣﺴﻦ ﻓﻴﻪ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﻤﺎﻡ، ﻭﻣﻦ ﻓﺮﻁ ﻓﻴﺨﺘﻤﻪ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﻰ ﻓﺎﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﺨﺘﺎﻡ، ﻓﺎﺳﺘﻤﺘﻌﻮﺍ ﻣﻨﻪ ﺑﻤﺎ ﺑﻘﻲ من ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻨﻴﺮﺓ ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ

Wahai para hamba Allah, sesungguhnya bulan Ramadhan pasti akan berlalu. (Sekarang) tidak tersisa (dari Ramadhan) kecuali sedikit (hari saja).

Barangsiapa di antara kalian telah berbuat baik padanya, hendaklah ia menyempurnakannya.

Adapun yang meremehkannya, hendaklah ia menutupnya dengan kebaikan. Amalan itu tergantung akhirnya.

Karena itu (bersungguh-sungguhlah) memanfaatkan malam-malam yang penuh cahaya dan siang Ramadhan yang masih tersisa.

ﻭﺍﺳﺘﻮﺩﻋﻮﻩ ﻋﻤﻼً ﺻﺎﻟﺤﺎً ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻜﻢ ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻌﻼﻡ، ﻭﻭﺩﻋﻮﻩ ﻋﻨﺪ ﻓﺮﺍﻗﻪ ﺑﺄﺯﻛﻰ ﺗﺤﻴﺔ ﻭﺳﻼﻡ

Sampaikanlah ucapan perpisahan dengan amalan sholeh, yang akan bersaksi untuk kalian di sisi Dzat Yang Maharaja, Yang Maha Mengetahui. Sampaikanlah ucapan perpisahan ketika berpisah dengan Ramadhan dengan penghormatan dan salam yang paling suci.

(Lathoif al-Ma’arif 1/209)

Keutamaan Berdo’a Dengan Nama Allah – Al Hayyu & Al Qoyyuum –

Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala mengatakan,

Sesungguhnya pada nama Allah :
– Al Hayyu (yang Maha Hidup Kekal), dan
– Al Qoyyuum (yang terus menerus mengurus makhluk-Nya)
memiliki pengaruh yang istimewa terhadap pengkabulan do’a dan terangkatnya berbagai kesulitan.

Oleh karenanya dahulu Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam apabila beliau bersungguh sungguh dalam do’a beliaupun mengatakan, ‘Yaa Hayyu Yaa Qoyyuum..’

(Zaadul Ma’ad 188/4)

قال العلامة ابن القيم رحمه الله تعالى:

«إنَّ لِاسْمِ الْحَيِّ الْقَيُّوم تَأْثِيرًا خَاصًّا فِي إجَابَةِ الدَّعَوَاتِ، وكَشْفِ الْكُرُبَاتِ،

وَلِهَذَا كَانَ النَّبِيُّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-
إِذَا اجْتَهَدَ فِي الدُّعَاءِ قَالَ: «يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ».

زاد المعاد(١٨٩/٤)

Introspeksi Diri Di Hari Ke 16 Ramadhan

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahullah memberikan nasihat,

فإن هذا الشهر الكريم قد ذهب أكثره, اليوم السادس عشر، ونسأل الله أن يوفقنا وإياكم لمضاعفة الجهود في كل ما يرضيه، وأن يعيننا وإياكم على المسابقة إلى كل خير

Sungguh bulan (Ramadhan) yang mulia ini, sebagian besarnya telah meninggalkan kita.

Hari ini adalah hari ke 16 (di bulan Ramadhan). Kami memohon kepada Allah supaya kami dan Anda diberi taufik untuk dalam melipat-gandakan kesungguh-sungguhan untuk melaksanakan hal-hal yang diridhoi-Nya. Demikian pula semoga Allah menolong kami dan Anda untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

هذه الأيام الفاضلة الباقية يُشرع للمؤمن فيها أن يضاعف الجهود وأن يعتني بما فاته في البقية من طاعة الله جل وعلى, كثرة الصلاة، كثرة التسبيح والتهليل والتكبير والتحميد، كثرة قراءة القرآن الكريم بالتدبر والتعقل،كثرة الصدقة, كثرة النصيحة والتوجيه للخير والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، إلى غير ذلك من وجوه الخير،

Pada hari-hari ini, (hari-hari) yang mulia dari yang tersisa (di bulan Ramadhan), disyariatkan bagi seorang mukmin untuk melipat-gandakan kesungguh-sungguhannya dan hendaknya serius (memperbaiki) apa-apa yang telah terluputkan olehnya pada hari yang tersisa, dengan :

– memperbanyak ketaatan kepada Allah Jalla Wa ‘Ala,
– memperbanyak sholat,
– memperbanyak tasbih, tahlil, takbir, tahmid, dan
– memperbanyak bacaan Alqur’anul-karim dengan disertai tadabur dan tafakur,
– memperbanyak sedekah,
– memperbanyak nasihat,
– membimbing dalam kebaikan, amar makruf nahi mungkar, dan yang selainnya dari berbagai kebaikan.

فكلما تقدم الشهر ينبغي للمؤمن أن يزيد في العمل ويستدرك في البقية.

Oleh karena itu, setiap berlalu (waktu) pada bulan (Ramadhan ini), hendaknya seorang mukmin menambah amalannya dan memperbaiki (apa yang kurang) pada (hari-hari) yang tersisa.

ref : http://www.binbaz.org.sa/fatawa/

Apa Yang Bisa Menghilangkan Ujian Dan Cobaan..?

Syaikh Sholeh Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhohullah

PERTANYAAN

إذا أبتلى الإنسان، ووقع عليهِ البلاء، ما هو الشيء الذي يرفعه، وكيف يلجأ الإنسان إلى الله عز وجل، في حال ابتلائه بهذه الأمراض؟

Apabila seseorang diuji dan tertimpa suatu musibah, apa yang bisa menghilangkan musibah tersebut..? Bagaimana cara seseorang bersandar kepada Allah ‘azza wa jalla ketika diuji dengan penyakit-penyakit ini..?

JAWABAN

بالدعاء، يرفعهُ الله عنهُ بالدعاء، يدعو الله أن يرفع عنه ما أصابهُ، وأن يخفف عنهُ والله، (قَرِيبٌ مُجِيبٌ)، ثانياً:ـ اذا كان هذه المصيبة او هذا البلاء، أصابهُ بسبب ذنب، فانه يتوب إلى الله من هذه الذنوب، ومن هذا الذنب الذي أصابهُ العقوبة بسببه

– Dengan do’a. Allah akan menghilangkan musibah itu dari dirinya dengan do’a. Dia berdo’a kepada Allah agar menghilangkan musibah yang menimpanya dan meringankannya. Allah Mahadekat dan Maha Mengabulkan do’a.

– Yang kedua, apabila musibah atau bencana ini menimpanya karena dosa, dia seharusnya bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa tersebut dan dari dosa yang menyebabkan dia tertimpa hukuman itu.

ref : https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/15386

Introspeksi Diri Setelah Berlalunya Sepuluh Hari Pertama Ramadhan

Syaikh Sholih Al-Fauzan حفظه الله تعالى berkata,

ﻓﻠﻨﺤﺎﺳﺐ ﺃﻧﻔﺴﻨﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻌﺸﺮِ ﺍﻟﺘﻲ ﻣﻀﺖ ﻛﻴﻒ ﻗﻀﻴﻨﺎﻫﺎ.

“Hendaklah kita semua mengintrospeksi diri-diri kita pada sepuluh hari pertama bulan Ramadhan yang telah berlalu, bagaimana kita menghabiskannya.

ﻭﻫﻞ ﺣﻔﻈﻨﺎﻫﺎ ﺑﻄﺎﻋﺔِ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻭﺍﺳﺘﻔﺪﻧﺎ ﻣﻨﻬﺎ

Apakah kita memakainya untuk menaati Allah ‘Azza wa Jalla dan kita mengambil faedah darinya..?

ﻓﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺣﺴﻦَ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺣﻔِﻈَﻬَﺎ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺑﺎﻟﺘﺰﻭﺩِ ﻭﺍﻹﻛﻤﺎﻝِ ﻟﺒﻘﻴﺔ ﺍﻟﺸﻬﺮِ

Barangsiapa telah berbuat baik pada sepuluh hari pertama dan menjaganya, maka hendaklah ia mempersiapkan bekal dan menyempurnakan (amalan) untuk sisa bulannya.

ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻣﻔﺮﻃًﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺸﺮِ ﺍﻟﻤﺎﺿﻴﺔ ﻭﻣﺘﻜﺎﺳﻼً، ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺑﺎﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﺍﻻﺳﺘﺪﺭﺍﻙِ ﻟﻤﺎ ﺑﻘﻲَ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺸﻬﺮِ

Adapun siapa yang meremehkan sepuluh hari yang telah lalu dan bermalas-malas, maka hendaklah ia bertobat dan segera menyusul (dengan memperbanyak amal) pada waktu yang tersisa dari bulan ini.

ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﻔﻮﺕَ ﻛﻠُّﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﺤﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ.

Sebelum terluput semuanya dalam keadaan ia tidak mendapatkan apa-apa..”

(Majaalis Syahri Ramadhan Al-Mubaarok hlm. 46)

Nasehat Bagi Yang Tertinggal Sholat Maghrib Berjama’ah Di Masjid Karena Berbuka Puasa

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhohullah berkata,

ﻭﻫﻨﺎ ﺃﻣﺮ ﻳﺠﺐ اﻟﺘﻨﺒﻴﺔ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﻫﻮ ﺃﻥ ﺑﻌﺾ اﻟﻨﺎﺱ ﻗﺪ ﻳﺠﻠﺲ ﻋﻠﻰ ﻣﺎﺋﺪﺓ ﺇﻓﻄﺎﺭﻩ ﻭﻳﺘﻌﺸﻰ ﻭﻳﺘﺮﻙ ﺻﻼﺓ اﻟﻤﻐﺮﺏ ﻣﻊ اﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺠﺪ

Pada kesempatan ini, ada satu perkara yang wajib diingatkan, yaitu :

(Kebiasaan) sebagian orang yang duduk di meja makannya untuk berbuka dan langsung makan malam sehingga dia meninggalkan sholat Maghrib berjama’ah di masjid.

ﻓﻴﺮﺗﻜﺐ ﺑﺬﻟﻚ ﺧﻄﺄ ﻋﻈﻴﻤﺎ، ﻭﻫﻮ اﻟﺘﺄﺧﺮ ﻋﻦ اﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺠﺪ، ﻭﻳﻔﻮﺕ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﺛﻮاﺑﺎ ﻋﻈﻴﻤﺎ، ﻭﻳﻌﺮﺿﻬﺎ ﻟﻠﻌﻘﻮﺑﺔ

Dengan demikian, dia terjatuh pada kesalahan besar, antara lain :
– tertinggal sholat berjama’ah di masjid,
– terluput dari pahala yang besar, dan
– menyebabkan dirinya sendiri (terancam) dengan hukuman (dari Allah subhanahu wa ta’ala)

ﻭاﻟﻤﺸﺮﻭﻉ ﻟﻠﺼﺎﺋﻢ ﺃﻥ ﻳﻔﻄﺮ ﺃﻭﻻ، ﺛﻢ ﻳﺬﻫﺐ ﻟﻠﺼﻼﺓ، ﺛﻢ ﻳﺘﻌﺸﻰ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ

Oleh karena itu, disyariatkan bagi orang yang berpuasa untuk berbuka dahulu (sekadar membatalkan puasanya, -pent.). Kemudian, dia pergi menunaikan sholat berjama’ah (di masjid). Setelah itu, baru dia makan malam.

(Al-Mulakhkhosh al-Fiqhi 1/381)

Nasehat Bagi Para Wanita Muslimah Yang Menyiapkan Makanan Untuk Orang Yang Berpuasa

Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan hafizhohullah

PERTANYAAN

الاخت تقول تقضي المرأة المسلمة غالباً كثير من الوقت في المطبخ مشغولة بإعداد الأنواع من الأطعمة فيفوت عليها إغتنام اوقات الشهر ياشيخ ، هل من توجيه لها ؟ وهل تؤجر في إعداد هذه الاطعمة ؟

Seorang saudari (perempuan) bertanya tentang seorang wanita yang menghabiskan waktunya di dapur untuk menyiapkan berbagai jenis makanan sehingga luput darinya kesempatan meraih keutamaan di bulan Ramadhan ini.

Wahai Syaikh, apa nasihat untuk sang wanita ini..? Dan apakah dia mendapat pahala dengan menyiapkan makanan..?

JAWABAN

نعم هي مؤجورة في هذا، لأنها تعد الطعام للصائمين وهذا من التعاون على البر والتقوى، فهي مؤجورةٌ في هذا ولا يمنعها الطبخ والعمل من التسبيح والتهليل والتكبير وتلاوة ماتحفظه من القرآن لا يمنعها هذا الطبخ من ذكر الله – عز وجل –

Iya.

Dia mendapat pahala dengan perbuatannya menyiapkan makanan karena dia menyiapkan makanan untuk orang-orang yang berpuasa.

Hal ini termasuk tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Oleh karena itu, dia mendapatkan pahala dengannya.

Adapun kegiatan memasaknya, tidaklah menghalangi dia untuk melakukan beberapa amalan seperti :
– bertasbih,
– tahlil,
– takbir, dan
– membaca Alqur’an dari hafalannya

Kegiatan memasaknya, tidaklah menghalangi dia dari dzikir kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.

ref : http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=144522

Bagaimana Bisa Ada Orang Seperti Ini

Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rohimahullah berkata,

وَ كَيْفَ يتصور أن يحب الإنسان نفسه، ولا يحب ربه الذي به قوام نفسه؟!

Bagaimana bisa (ada orang) seperti ini .. dia mencintai dirinya sendiri, tetapi dia tidak mencintai Robb-nya yang menopang dirinya..!

(Mukhtashor Minhajul Qoshidin, hlm. 314)