Category Archives: Mutiara Salaf

MUTIARA SALAF : Perkara Yang Mempengaruhi Hubungan Sesama Muslim

Imam al-Muzanii rohimahullah mengatakan,

‏إذا وجدت من إخوانك جفاءً فتب إلى الله فإنك أحدثت ذنبا، وإذا وجدت منهم زيادة ود فذلك لطاعة أحدثتها، فاشكر الله تعالى

“Jika engkau mendapati sikap kasar dari saudara-saudaramu, bertaubatlah engkau kepada Allah.. sebab, hal itu merupakan tanda bahwa engkau telah melakukan sebuah dosa. .

Jika engkau mendapati mereka semakin cinta (kepadamu), itu disebabkan ketaatan yang engkau lakukan. Karena itu, bersyukurlah engkau kepada Allah Ta’ala..”

[ Faidhul Qodir – 5 / 437 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

MUTIARA SALAF : SEPULUH Hal Yang Tiada Manfaatnya

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

عُشُرَةُ أَشْيَاءِ ضَائِعَةِ لَا يَنْتَفِعُ بِهَا: عِلْمٌ لَا يَعْمَلُ بِهِ، وَعَمَلٌ لَا إِخْلَاَصٌ فِيهِ وَلَا اِقْتِدَاءٌ، وَمَالٌ لَا يُنْفِقُ مِنْهُ فَلَا يَسْتَمْتِعُ بِهِ جَامِعُهُ فِي الدُّنْيَا وَلَا يُقَدِّمُهُ أَمَامَهُ إِلَى الْآخِرَةِ، وَقَلْبَ فَارِغَ مِنْ مَحَبَّةِ اللهِ وَالشَّوْقِ إِلَيْهِ وَالْأُنْسَ بِهِ

وَبَدَنٌ مُعَطَّلٌ مِنْ طَاعَتِهِ وَخِدْمَتِهِ، وَمَحَبَّةً لَا تَتَقَيَّدْ بِرِضَاءِ الْمَحْبُوبِ وَاِمْتِثَالِ أَوَامِرِهِ، وَوَقْتَ مُعَطَّلٍ عَنِ اِسْتِدْرَاكِ فَارِطِهِ أَوِ اِغْتِنَامُ بَرٍّ وَقُرْبَةٍ، وَفِكْرٌ يَجُولُ فِيمَا لَا يَنْفَعُ، وَخِدْمَةً مِنْ لَا تَقَرُّبُكَ خَدَّمَتْهُ إِلَى اللهِ وَلَا تَعَوُّدٌ عَلَيْكَ بِصُلَاَّحِ دُنْيَاِكَ، وَخَوْفَكَ ورجاؤك لِمَنْ نَاصِيَتِهِ بِيَدِ اللهِ وَهُوَ أَسَبْرٌ فِي قَبْضَتِهِ وَلَا يَمْلِكُ لِنَفْسُهُ حَذَرًا وَلَا نَفْعَا وَلَا مَوْتَا وَلَا حَيَاةٌ وَلَا نُشُورَا.

“Ada sepuluh hal yang sia-sia, tiada manfaatnya..

1. Ilmu yang tidak diamalkan

2. Amal yang tidak dilandasi keikhlasan dan (tidak) mengikuti petunjuk Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam

3. Harta yang tidak digunakan (hanya disimpan). Pemiliknya tidak bisa menikmatinya di dunia, tidak pula menggunakannya untuk persiapan masa depannya di akhirat

4. Kalbu yang tidak memiliki kecintaan kepada Allah, kerinduan pada-Nya, dan ketenangan bermunajat dengan-Nya.

5. Tubuh yang tidak dipakai untuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah

6. Kecintaan (kepada Allah) tetapi tidak terikat (mengharap) ridho-Nya dan tidak melaksanakan perintah-Nya

7. Waktu yang tidak digunakan untuk memperbaiki diri atau berbuat kebajikan dan ibadah

8. Pikiran yang digunakan pada sesuatu yang tidak bermanfaat

9. Melayani seseorang tetapi pelayananmu terhadapnya tidak mendekatkan dirimu kepada Allah, tidak pula menguntungkan urusan duniamu

10. Takut dan harapan kepada sesama hamba padahal dia di bawah kuasa Allah; tidak mampu memberi celaka, manfaat, kematian, kehidupan, dan kebangkitan.

وَأَعْظَمَ هَذِهِ الْإِضَاعَاتِ إضاعتان، هُمَا أَصْلٌ كُلَّ إِضَاعَةٍ: إِضَاعَةُ الْقَلْبِ وَإِضَاعَةِ الْوَقْتِ ؛ فَإِضَاعَةَ الْقَلْبِ مِنْ إِيثَارِ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ، وَإِضَاعَةَ الْوَقْتِ مِنْ طُولِ الْأَمَلِ

Kesia-siaan terbesar ada pada dua hal, keduanya pangkal segala kesia-siaan : kalbu dan waktu.

KALBU YANG SIA-SIA karena mengutamakan dunia daripada akhirat..

WAKTU YANG SIA-SIA karena panjang angan-angan.

فَاِجْتَمَعَ الْفَسَادُ كُلَّهُ فِي إتباع الْهَوَى وَطُولَ الْأَمَلِ، وَالصُّلَاَّحَ كُلَّهُ فِي اِتِّبَاعٍ لِهُدًى وَالْاِسْتِعْدَادِ لِلِقَاءِ واللَّه الْمُسْتَعَانَ

Seluruh kerusakan berporos pada sikap mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Seluruh kebaikan berpangkal pada mengikuti petunjuk Nabi shollaallahu ‘alayhi wa sallam  dan mempersiapkan diri menghadap Allah.

Hanya Allah tempat memohon pertolongan..”

[ Al Fawaid – 162 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Diantara Tanda Kemunafikan

Wahb bin Munabbih rohimahullah berkata,

للمنافق ثلاث علامات: يكسل إذا كان وحده، وينشط إذا كان أحد عنده، ويحرص في كل أموره على المحمدة.

“Seorang munafik memiliki tiga tanda :
1. malas jika sendirian,
2. semangat jika bersama orang lain, dan
3. dalam semua urusannya, selalu berusaha mendapatkan pujian..”

[ Hilyatul Auliya’ – 4 / 47 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Ucapan Mereka Lebih Berguna

Hamdan bin Ahmad rohimahullah pernah ditanya, “Mengapa ucapan ulama Salaf lebih berguna dari ucapan kita..?”

Beliau menjawab, “Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa dan keridhoan ar-Rohmaan.. Sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan diri, mencari dunia dan keridhoan manusia..”

[ Shifatush Shofwah – 2 / 234 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Perkara Yang Mempengaruhi Keutamaan Amal

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata :

إِنَّ الْأَعْمَالَ لَا تَتَفَاضَلُ بِالْكَثْرَةِ، وَإِنَّمَا تَتَفَاضَلُ بِمَا يَحْصُلُ فِي الْقُلُوبِ حَالَ الْعَمَلِ

“Sesungguhnya amal itu bertingkat-tingkat keutamaannya bukan karena banyaknya, namun karena apa yang ada di hati saat beramal..” (Majmu fatawa 25/282)

Apa yang ada di hati berupa :
– keikhlasan
– kekhusyuan
– cinta dan takut
– berharap akan rahmat-Nya

Semua itu amat mempengaruhi keutamaan amal.. amal walaupun besar tapi kurang ikhlas, maka berkurang pula pahalanya..

dan amal yang kecil namun disertai hati yang ikhlas dan rasa cinta yang besar, ia menjadi besar pahalanya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Salah Satu Akhlak Tercela

Amru bin Al ‘Ash rodhiyallahu ‘anhu berkata:

لا أَمَلُّ ثوبي ما وسعني،
ولا أملُّ زوجتي ما أحسنت عِشرتِي،
ولا أملُّ دابٌَتِي ما حملتني،
إن الملال من سيء الأخلاق.

“Sesungguhnya aku tidak bosan dengan bajuku selama masih mencukupiku..

Aku tidak bosan dengan istriku selama ia masih mau menemaniku..

Aku tidak bosan dengan kendaraanku selama ia masih bisa membawaku..

Sesungguhnya mudah bosan itu adalah akhlak tercela..”

تاريخ دمشق [۱٨٣/٤٦].

Penterjemah,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Janganlah Menjadikan Faidah Dunia Sebagai Pokok

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

بعض الناس عندما يتكلمون على فوائد العبادات يحولونها إلى فوائد دنيوية ، فمثلا يقولون في الصلاة رياضة وإفادة للأعصاب ، وفي الصيام فائدة إزالة الرطوبة وترتيب الواجبات ، ‏والمفروض ألا نجعل الفوائد الدنيوية هي الأصل، لأن الله لم يذكر ذلك في كتابه ، بل ذكر أن الصلاة : تنهى عن الفحشاء والمنكر ، وعن الصوم أنه سبب للتقوى .

“Sebagian orang ketika berbicara tentang faidah ibadah mereka membicarakan faidah dunia.. seperti ucapan mereka bahwa sholat itu adalah olah raga dan faidah untuk otot. Puasa faidahnya menghilangkan ruthubah..

Padahal seharusnya kita tidak menjadikan faidah dunia sebagai pokok. Karena Allah tidak menyebutkan hal itu dalam kitab-Nya. Tapi menyebutkan bahwa sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar, dan puasa menyebabkan ketakwaan..”

 القول المفيد : (138/2)

Diterjemahkan oleh.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Diantara Nikmat Yang Paling Ajaib

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

ومن أعجب النعـــــــــــم عليه
‏نعمة النسيان
‏فإنه لولا النسيان لما سلا شيئا
‏ولا انقضت له حسرة
‏ولا تعزى عن مصيبة
‏ولا مات لـــــــه حزن
‏ولا بطل لـــــــه حقد
‏ولا استمتع بشيء من متاع
‏الدنيا مع تذكر الآفات.

“Diantara nikmat yang paling ajaib adalah lupa. Karena kalau bukan karena lupa, tentu sesuatu itu tak terasa manis..
– penyesalan tak pernah selesai,
– musibah tak pernah berlalu,
– kesedihan selalu merundung,
– kedengkian tak pernah padam,
– bahkan kenikmatan dunia tak terasa menyenangkan bila selalu mengingat kepedihannya..”

( Miftah Dar Assa’adah 2/887 )

Diterjemahkan oleh.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Perkara Yang Menakjubkan

Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala mengatakan,

Tidak mengherankan bila seorang hamba merendahkan dirinya kepada Allah, dan terus beribadah kepada-Nya, dan tidak bosan berkhidmat kepada-Nya, karena adanya hajat dan butuhnya dia kepada-Nya.

Namun yang MENAKJUBKAN adalah bila seorang RAJA menarik rasa cinta hamba-Nya dengan bermacam-macam kenikmatan, dan menarik hati hamba-Nya dengan berbagai kebaikan, padahal Dia sama sekali tidak membutuhkan hamba tersebut.

Cukuplah sebagai KEMULIAAN, karena Anda adalah hamba-Nya… dan cukuplah sebagai KEBANGGAAN, karena Dia adalah Robb Anda.

( Al-Fawaid, hal: 35 )

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Diantara Kelembutan Hati Seorang Mukmin

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

من دلائل رقة قلب المؤمن،
أن يتوجع لعثرة أخيه المؤمن
إذا عثر،
حتى كأنه هو الذي عثر بها، ولا يشمت به.

“Diantara tanda kelembutan hati mukmin adalah merasa sedih ketika saudaranya tergelincir seakan ia sendiri yang tergelincir.. dan ia tidak bergembira dengan ketergelincirannya..”

(Madarijussalikin 1/436)

Karena kaum mukminin satu sama lainnya bagaikan satu badan..

Mukmin ingin agar ia dan saudara-saudaranya seiman dapat bersama masuk jannah dan selamat dari jahannam..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL