Jika Shalat Kita Tidak Bisa Mencegah Kita dari Kemungkaran dan Maksiat, Berarti Ada Masalah dengan Shalat Kita

Ust. MA Tuasikal, حفظه الله

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).

Kapan Shalat Bisa Mencegah dari Perbuatan Keji dan Mungkar?

Kata Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, “Shalat bisa demikian jika shalat tersebut dilakukan dalam bentuk sempurna mungkin. Ternyata kita dapati bahwa hati kita tidaklah berubah dan tidak benci pada perbuatan fahisyah atau mungkar setelah shalat kita, atau keadaan kita tidak berubah menjadi baik, mengapa? Bisa jadi karena shalat kita bukanlah shalat yang demikian yaitu yang bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Karena ingat, firman Allah itu benar dan janji-Nya itu betul yaitu shalat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Sebenarnya, shalat itu demikian yaitu jika engkau bertekad untuk bermaksiat atau hatimu condong pada maksiat, lalu engkau lakukan shalat, maka terhapuslah semua keingian jelek tersebut. Namun tentu saja hal itu dengan syarat, shalat itu adalah shalat yang sempurna. Wajib kita meminta pada Allah agar kita diberi pertolongan dengan shalat kita. Marilah kita sempurnakan shalat tersebut sesuai dengan kemampuan kita dengan memenuhi rukun, syarat, wajib, dan kesempurnaan shalat. Karena memang shalat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Sebagian ulama salaf sampai berkata, jikalau shalat yang kita lakukan tidak mencegah dari yang mungkar, maka sungguh itu berarti kita semakin jauh dari Allah. Nas-alullah al ‘afiyah, kita mohon pada Allah keselamatan.

Sebab “Happy”

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Sebuah nasehat dari seorang ‘alim
robbani:

Ketahuilah, mentaati Allah dan Rasul-Nya serta menjadikan keduanya sebagai hakim dalam memutuskan perselisihan adalah sebab seseorang mendapatkan kebagahagiaan di dunia dan di akhirat. Jika seseorang merenungkan berbagai kejadian di alam ini dan mencermati berbagai kerusakan yang timbul, pastilah ia tahu bahwa sebab kerusakan di muka bumi ini terjadi karena menyelisihi seruan Rasulullah  dan keluar dari ketaatan padanya. Sebaliknya, segala kebaikan yang muncul di muka bumi ini ada karena sebab ketaatan pada Rasulullah.

Begitu pula berbagai bencana dan siksaan di akhirat kelak, itu semua terjadi karena menyelisihi seruan Oleh karenanya, segala kerusakan di dunia dan akhirat disebabkan karena menyelisihi perintah Rasulullah.

Seandainya seluruh manusia mentaati Rasul dengan melakukan ketaatan dengan sebenar-benarnya, niscaya tidak akan ada satu pun kerusakan di muka bumi. Inilah yang sering kita saksikan pada berbagai musibah dan bencana yang terjadi di muka. Semua kejelekan, kerusakan dan kesusahan itu terjadi pada diri hamba karena penyelisihannya terhadap seruan Rasulullah. Jika seseorang betul-betul mentaati beliau dalam ajakannya, maka ia termasuk orang-0rang yang akan mendapatkan rasa aman dan mendapatkan keselamatan.

Jadi, dari penjelasan di atas telah diketahui bahwa berbagai kerusakan di muka bumi dan di akhirat nanti, itu semua disebabkan oleh kejahilan (kebodohan) terhadap ajaran Rasul dan enggan mengamalkan ajarannya padahal telah ia ilmui.

Recap:
Tidak akan ada keselamatan dan kebahagiaan selain dengan berusaha keras mengilmui ajaran Rasul dan mengamalkannya, kemudian
☑ Mendakwahkan ilmu kepada orang lain, dan  
☑ Bersabar dan bersungguh-sungguh dalam mendakwahkannya.

Jauhilah Zhan (Prasangka)

Ust. Fuad H Baraba’, حفظه الله

إضاءة قرآنية

Cahaya al-Quran

قال -تعالى- :

(يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم، ولا تجسسوا ولا يغتب بعضكم بعضا…).

Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang Чαπƍ beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnua sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu Чαπƍ mengunjing sebagian Чαπƍ lain…”. (QS. Al-Hujurat:12)

(اجتنبوا كثيرا من الظن) : فإن الإنسان إذا ظن بأخيه شيئًا = (تجسس عليه)
وإذا تجسس عليه (اغتابه)!..

(Jauhilah banyak dari prasangka) :
Sesungguhnya manusia, apabila berprasangka sesuatu terhadap saudaranya maka dia akan (mencari-cari kesalahannya) dan apabila dia mencari-cari kesalahan (saudaranya) maka dia akan (menggunjingnya)!..

[شرح رياض الصالحين- لابن عثيمين]

(Syarah Riyadhus Shalihin – Ibnu Utsaimin).

11 Renungan Ketika Mendapati Musibah

Ust. MA Tuasikal, حفظه الله

1- Renungkanlah bahwa manusia dan hartanya semuanya milik Allah, semuanya hanya titipan di sisi kita.

2- Setiap orang akan kembali pada Allah dan akan meninggalkan dunia.

3- Allah akan memberi yang semisal dan yang lebih baik bagi yang telah hilang.

4- Ingatlah bahwa mengeluh dan menggerutu hanya menambah derita, bukan menghilangkan musibah.

5- Jika mau bersabar dan yakin semuanya kembali pada Allah, maka itu lebih besar pahalanya dibanding dengan tidak sabar.

6- Berkeluh kesah hanya membuat musuh kita senang dan membuat Allah murka.

7- Sabar dan mengharap pahala itu lebih besar ganjarannya daripada mengharap yang telah hilang itu kembali.

8- Jika kita ridho terhadap musibah, Allah pun senang dengan sikap kita. Sebaliknya jika kita benci, Allah pun akan murka.

9- Ketahuilah bahwa Allah yang menurunkan musibah Maha Hakim dengan hikmah yang ia beri, Penuh Rahmat dengan kasih sayang yang ia beri.
Allah tidaklah menimpakan cobaan untuk membinasakan hamba, bahkan untuk menguji seberapa kuat imannya.

10- Musibah itu datang untuk menhindarkan diri kita dari penyakit jelek yaitu ujub dan sombong.

11- Ingatlah bahwa mending merasakan pahit di dunia namun dapat merasakan lezatnya kehidupan akhirat.

Diringkas dari penjelasan Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, penjelasan tentang petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat mengobati musibah.

Semoga Allah memberikan kita kesabaran ketika menghadapi setiap ujian dan cobaan.

– – – – – •(*)•- – – – –

11 Renungan Ketika Mendapati Musibah

Ust. M A Tuasikal

1- Renungkanlah bahwa manusia dan hartanya semuanya milik Allah, semuanya hanya titipan di sisi kita.

2- Setiap orang akan kembali pada Allah dan akan meninggalkan dunia.

3- Allah akan memberi yang semisal dan yang lebih baik bagi yang telah hilang.

4- Ingatlah bahwa mengeluh dan menggerutu hanya menambah derita, bukan menghilangkan musibah.

5- Jika mau bersabar dan yakin semuanya kembali pada Allah, maka itu lebih besar pahalanya dibanding dengan tidak sabar.

6- Berkeluh kesah hanya membuat musuh kita senang dan membuat Allah murka.

7- Sabar dan mengharap pahala itu lebih besar ganjarannya daripada mengharap yang telah hilang itu kembali.

8- Jika kita ridho terhadap musibah, Allah pun senang dengan sikap kita. Sebaliknya jika kita benci, Allah pun akan murka.

9- Ketahuilah bahwa Allah yang menurunkan musibah Maha Hakim dengan hikmah yang ia beri, Penuh Rahmat dengan kasih sayang yang ia beri.
Allah tidaklah menimpakan cobaan untuk membinasakan hamba, bahkan untuk menguji seberapa kuat imannya.

10- Musibah itu datang untuk menhindarkan diri kita dari penyakit jelek yaitu ujub dan sombong.

11- Ingatlah bahwa mending merasakan pahit di dunia namun dapat merasakan lezatnya kehidupan akhirat.

Diringkas dari penjelasan Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, penjelasan tentang petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat mengobati musibah.

Semoga Allah memberikan kita kesabaran ketika menghadapi setiap ujian dan cobaan.

– – – – – •(*)•- – – – –

781. Tj Bagaimana Hukum Men-sterilkan Hewan Kucing ?

781. BBG Al Ilmu – 271

Tanya:
Bagaimana hukumnya meng-kebiri hewan kucing ?

Jawab:
Para Ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Imam Ahmad rahimahullah pernah mengatakan:

“Aku tidak menyukai jika ada seseorang yang mengebiri binatang. Hal itu dibenci karena terdapat larangan tentang menyakiti binatang.” (al-Adab asy-Syar’iah, 3:263).

Berkaitan dengan hewan kucing, Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah:

“Jika populasi kucing terlalu banyak dan mengganggu, sementara tindakan mengebiri tidak sampai menyakitinya, tidak masalah mengebiri kucing. Ini lebih baik dari pada membunuh setelah kucing itu hidup. Namun jika kucing itu tidak mengganggu, barangkali dibiarkan berkembang biak akan menyuburkan kebaikan. (
Fatawa Islamiyah, 4:448).

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/hukum-mengebiri-kucing/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

780. Tj Air Musta’mal

780. BBG Al Ilmu – 271

Tanya:
Apakah ketika tangan kita mencelup ke dalam gayung, menjadikan air nya tidak suci lagi ?

Jawab:
Air musta’mal secara bahasa maknanya: Air yang sudah digunakan. Sementara menurut istilah, air musta’mal di kalangan ulama diperuntukkan untuk dua keadaan:
1. Air yang menetes dari tubuh ketika seseorang berwudhu atau mandi junub.

2. Air yang telah telah digunakan untuk bersuci (mandi atau wudhu), sementara airnya sedikit.

Karenanya, jika seseorang berwudhu atau mandi, lalu air dari kulitnya masuk lagi ke dalam bejananya maka air dalam bejana itu sudah dihukumi musta’mal. Atau seseorang berwudhu melalui kran dan di bawahnya ditadah dengan bejana, maka air dalam bejana itu adalah musta’mal. Atau seseorang berwudhu atau mandi dari bejana, dengan cara dia mencelupkan tangannya ke dalam bejana ketika dia menciduk air, maka air dalam bejana itu juga sudah musta’mal.

Pendapat yang paling benar dalam hukum air musta’mal adalah bahwa air musta’mal itu suci dan menyucikan atau bisa dipakai bersuci. Adapun dalil bahwa air musta’mal adalah suci:

Dari Al-Miswar bin Makhramah radhiallahu anhu dia berkata:
“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu, hampir-hampir saja mereka berkelahi memperebutkan air bekas wudhu beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 516)

Dari ‘Aisyah radhiallahu anha dia berkata:
“Aku pernah mandi bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu bejana, dan tangan kami saling bersentuhan.” (HR. Al-Bukhari no. 261 dan Muslim no. 484)

Dan hadits-hadits lain yang semakna dengannya. Sisi pendalilannya jelas: Seandainya air musta’mal najis, niscaya para sahabat dan Aisyah radhiallahu anhum tidak akan menggunakannya untuk bersuci.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

779. Tj Bacaan Do’a Memohon Segalan Ampunan

779. BBG Al Ilmu – 199

Tanya:
Mau tanya versi arab doa di hadist ini : “Ya اَللّهُ ,ampunilah kesalahan, kebodohan & keterlaluanku dalam segala urusan & ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku.”(HR Muslim)

Jawab:
Do’anya seperti berikut:
للَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى“

“Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii”

(Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku
saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan)

Do’a ini terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari no 6398 dan Imam Muslim no. 2719.

Sumber:
http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3289-doa-memohon-segala-ampunan.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

778. Tj Penghitungan Harta Waris Jika Meninggalkan Istri, Anak Laki Dan Anak Perempuan

778. BBG Al Ilmu

Tanya:
Bagaimana pembagian harta warisan kita dengan istri? Sedangkan kita meninggal kan 1 anak laki, 1 anak perempuan serta istri ?

Jawab:
Jika seorang suami wafat dan meninggalkan seorang istri, 1 anak laki dan satu anak perempuan, maka pembagian harta waris adalah setelah dikurangi:
– biaya pengurusan jenazah
– pembayaran hutang
– penunaian wasiat

Dengan bagian sebagai berikut:
Istri: 1/8 dari harta waris
Anak laki + anak perempuan, mendapatkan sisa harta dengan ketentuan bahagian anak laki adalah 2x bahagian anak perempuan.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://abu-riyadl.blogspot.com/p/ahli-waris.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

777. Tj Pelaksanaan Puasa Daud Jika Sakit

777. BBG Al Ilmu – 87

Tanya:
Kalau seseorang puasa daud. Dan qadarallah pada 1 hari disaat semestinya berpuasa, sakit. Kemudian ke esokan harinya sudah bisa berpuasa lagi. Apa sebaliknya dimulai puasanya ke esokan harinya tersebut, atau menunggu 1 hari lagi setelahnya? (Senin tidak puasa, Selasa sudah bisa puasa, lebih baik mulai puasa lagi Dihari Selasa atau tunggu hari rabu?)

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Ia sudah dapat pahala puasa lantaran niyat, walau ia berhalangan karena sakit. Maka jika ia puasa maka setelah sehari berikut nya, walau di hari sebelumnya ia tidak puasa.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶