Batas Akhir Penyembelihan Qurban

Ust. Fuad H Baraba’, حفظه الله       

وقت الأضاحي يذهب بغروب شمس اليوم الثالث عشر من شهر ذي الحجة

Waktu penyembelihan kurban habis bersamaan dengan terbenamnya matahari hari ketiga belas bulan dzulhijjah.

امرأة ميسورة الحال، انشغلت ولم تنو الأضحية إلا في اليوم الخامس عشر من شهر ذي الحجة، فذبحت أضحية. فهل تصبح أضحية أم لا؟

Seorang wanita Чαπƍ mampu, sibuk dan belum berniat kurban kecuali pada hari kelima belas dzulhijjah, kemudian ia menyembelih kurban. Apakah itu dianggap kurban atau bukan?

الذبيحة المذكورة لا تكون أضحية؛ لأن وقت الأضاحي ذهب بغروب الشمس في اليوم الثالث عشر من شهر ذي الحجة، ولكنها تعتبر صدقة،

Sembelihan Чαπƍ tersebut tidak menjadi kurban, karena waktu berkurban telah habis dengan tenggelamnya matahari pada hari ketiga belas dzulhijjah, akan tetapi sembelihannya itu dianggap sedekah

تأكل منها وتتصدق على الفقراء، وتهدي منها لمن أحبت من الجيران والأقارب، والله ولي التوفيق.

Ia boleh makan, sedekah kepada fakir miskin, menghadiahkan kepada siapa Чαπƍ dia sukai baik tetangga, ataupun kerabat. Allahu waliyyuttaufiq.

سماحة الشيخ / عبدالعزيز بن باز -رحمه الله تعالى-

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Ta’ala.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/3813

Embun Pagi

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Setiap pagi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca subhanallah wa bihamdihi 100x..
Ucapan yang agung..
Menggugurkan dosa walaupun sebanyak buih di lautan..
Subhanallah dan alhamdulillah memenuhi apa yang ada di langit dan di bumi..
Sebelum beliau wafat..
Beliau diperintahkan oleh Allah..
Untuk memperbanyak ucapan subhanallah wabihamdih astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
suatu pagi..
Shofiyyah bintu Huyaiyy berdzikir kepada kepada Allah..
Semenjak shubuh sampai siang..
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya..
Aku membaca kalimat yang lebih baik dari yang kamu baca dari pagi sampai siang..
Yaitu subhanallahi wabihamdihi ‘adada kholqihi waridlaa nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midaada kalimaatihi..

– – – – – •(*)•- – – – –

KERINDUAN ORANG-ORANG YANG BAIK, KEPADA TEMPAT YANG PALING BAIK

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Surga…dia adalah harapan/tujuan yg sangat tinggi yg senantiasa diusahakan agar dapat diraih oleh kaum mukminin sepanjang zaman.

Surga…adalah yang menjadi penggerak jiwa-jiwa para salafus shaleh untuk mencontohkan pengorbanan mereka yg sangat tinggi untuk meraihnya.

Surga…adalah tujuan seorang mukmin yg paling mulia, yg senantiasa selalu diamati oleh pandangan-pandangan yg menyejukkan. Dan yg membuat segenap jiwa yang merindukannya menjadi tergesa-gesa disetiap tempat, waktu & keadaan untuk meraihnya.

Surga..adalah harapan yang paling agung bagi seorang mukmin. Masuk kedalamnya & hidup didalamnya merupakan cita-cita serta angan-angan yg senantiasa menghantui hati seorang mukmin sepanjang kehidupannya didunia yang fana ini!

Surga… membuat seseorang untuk bersegera bertaubat dari segala dosa dan ma’siyat lalu merekapun bersegera untuk berbuat kebajikan, kebenaran dari setiap amal-amal perbuatannya.

Wahai saudara-saudariku…

Walaupun terkadang jalan menujunya dipenuhi duri-duri kehidupan, dipenuhi dengan mara bahaya, ujian yg sgt berat, kesusahan, kesedihan atau sesuatu yang terkadang kita berat/sulit untuk meninggalkan bahkan terkadang perlu dilalui dengan pengorbanan jiwa /kematian dalam menempuhnya.

Akhirnya kita memohon kepada ALLAH, agar memasukkan diri-diri kita kedalam surga.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
” فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ، وَأَعْلَى الْجَنَّةِ…..

“Apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah surga Firdaus, karena ia adalah surga yg terletak paling tengah & paling tinggi”
[HR al-Bukhari: 2790]

Panjatkanlah doa-doa Anda di sepanjang hari, terutama di sepertiga malam terakhir atau ditempat/waktu diijabahkannya doa.

Semoga Allah mengumpulkan kita di Surga Firdaus.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

683. Tj Hukum Takbiran Pada Idhul Adha

683. BBG Al Ilmu – 319

Tanya:
Bagaimana hukum takbiran setelah shalat pada waktu hari raya I’d ?

Jawab:
Takbiran Idul Adha ada dua:

1. Takbiran yang tidak terikat waktu (Takbiran Mutlak)

Takbiran hari raya yang tidak terikat waktu adalah takbiran yang dilakukan kapan saja, dimana saja, selama masih dalam rentang waktu yang dibolehkan.

Takbir mutlak menjelang idul Adha dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah sampai waktu asar pada tanggal 13 Dzulhijjah. Selama tanggal 1 – 13 Dzulhijjah, kaum muslimin disyariatkan memperbanyak ucapan takbir di mana saja, kapan saja dan dalam kondisi apa saja. Boleh sambil berjalan, di kendaraan, bekerja, berdiri, duduk, ataupun berbaring. demikian pula, takbiran ini bisa dilakukan di rumah, jalan, kantor, sawah, pasar, lapangan, masjid, dst. Dalilnya adalah:

a. Allah berfirman, yang artinya: “…supaya mereka berdzikir (menyebut) nama Allah pada hari yang telah ditentukan…” (Qs. Al Hajj: 28)

Allah juga berfirman, yang artinya:
“….Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang…” (Qs. Al Baqarah: 203)

2. Takbiran yang terikat waktu:

Ini adalah takbiran yang dilaksanakan setiap selesai melaksanakan shalat wajib. Takbiran ini dimulai sejak setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah shalat Asar tanggal 13 Dzulhijjah. Berikut dalil-dalilnya:

a. Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dluhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi dan sanadnya dishahihkan Al Albani)

Kesimpulannya, untuk takbiran yang mutlak sunnah-nya dilakukan setiap saat, kapan saja dan di mana saja, dan juga sunnah-nya dilakukan sendiri2.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/takbiran-hari-raya.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

682. Tj Mana Yang Lebih Dahulu Dilakukan Setelah Shalat Fardhu Pada Hari-Hari Tasyrik

682. BBG Al Ilmu

Tanya:
Mana yang lebih dahulu dikerjakan setelah shalat fardhu pada hari-hari tasyrik ?

Jawab:
Syaikh Khalid Al-Musyaiqih hafizhahullah (murid senior as Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah) mengatakan:
“…Kami katakan, sebaiknya bertakbir setelah istighfar dan membaca,
اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام

Hendaknya dia istighfar 3 kali kemudian membaca; dzikir di
atas (Allahumma antas salam…. dst.), setelah itu mulai bertakbir. Dia bisa bertakbir dengan jumlah bebas, kemudian kembali berdzikir lagi…”.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/takbiran-dulu-atau-dzikir-dulu/#

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

681. Tj Sikap Terhadap Mertua

681. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Didalam al-qur’an disebutkan kita disuruh berbakti kepada kedua orang tua. Yang ana tanyakan bagaimana dalam al-qur’an dan hadits tentang kedudukan mertua. Kan Αda yang namanya durhaka kepada kedua orang tua apa juga berlaku / Αda dosa besar kepada mertua ?

Jawab:
Ust. Fuad Baraba’, حفظه الله

Mertua tidak seperti orangtua, dan berbuat baik kepada mereka adalah perbuatan baik dan termasuk amal shaleh. Karena mertua, adalah orangtua dari suami atau istri kita.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

680. Tj Apakah juga Dilarang Minum Sebelum Shalat Idul Adha

680. BBG Al Ilmu

Tanya:
Di dalam hadits hanya disebutkan Rasulullah shalallahu’alaihiwasallam “tidak makan” sebelum shalat idul adha. “Tidak makan” tersebut apakah termasuk minum?

Jawab:
Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

Larangan tersebut termasuk makan dan minum.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum
-islam/umum/4105-anjuran-tidak-makan-sebelum-shalat-idul-adha.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

679. Tj Memberi Hadiah Kepada Yang Menikah

679. BBG Al Ilmu – 403

Tanya:
Apakah ada contohnya dari Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, memberikan suatu hadiah (uang atau kado) kepada saudara/kerabat/teman yang menikah? Andaikan tidak ada, bolehkah kita melakukannya dengan beranggapan itu shadaqah?

Jawab:
Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله

Rosul صلى الله عليه وسلم bersabda rayakanlah walimah sekalipun dengan menyembelih kambing. Dari penjelasan ini ada anjuran untuk menikah dan mengkhabarkan kepada orang lain, disebutkan dalam hadits lain sejelek2 walimah adalah jika mengundang orang2 kaya dan tidak mengundang orang2 miskin.

Dan suatu hal yang baik jika kita bisa membantu mereka yang sedang mempunyai hajat pernikahan (walimah) tanpa harus membebani, dalam arti bolehnya seseorang untuk memberikan sesuatu yang bermafaat untuk kedua mempelai tanpa memberatkannya.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

678. Tj Apakah Kelakuan Rusak Anak Menyusahkan Orangtua Di Alam Kubur

678. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ada yang tanya mengenai hadits yang berbunyi:
“Setiap orang yang meninggal terputuslah semua nya kecuali amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang soleh yang ditinggalkan.” Pertanyaan: bagaimana jika seandainya anaknya mempunyai akhlak yang rusak jauh dari agama apakah juga akan membebani siksaan bagi si mayit meskipun waktu hidupnya dia sudah berusaha mendidiknya dengan benar?

Jawab:
Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله

Anak yang ditinggal oleh orang tuanya dan mempunyai akhlak yang tidak baik, maka jika orang tuanya telah menididk sebaik mungkin maka orang tua tidak berdosa karena orang tua tersebut telah memberikan apa yang menjadi hak anak.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶