Tj Shalat Jum’at Di Masjid Yang Berada Dalam Satu Lingkungan Dengan Pabrik Minuman Beralkohol

553. BBG Al Ilmu – 283

Tanya:
Ana kalau hari Jum’at melaksanakan sholat Jum’at di masjid dillingkungan pabrik minuman beralkhohol. Namun antara masjid tersebut dan pabrik dibatasi pagar, namun masih satu lingkungan. Lalu bagaimana hukum melaksanakan sholat disana?

Jawab:
Ust. Irfan Helmi, حفظه الله

Hukumnya sah. Yang dilarang adalah sholat Jum’at di masjid yang berdampingan dengan kuburan.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Bacaan Dalam Shalat Dhuha

552. BBG Al Ilmu – 265

Tanya:
Apakah shalat Dhuha harus (wajib) membaca surah Adh Dhuha? Berapa ideal rakaat nya sesuai sunnah? Apakah ada batasan maksimal?

Jawab:
Ada hadits yang menganjurkan untuk membaca surat As Syams pada rakaat pertama dan membaca surat Ad dhuha pada rakaat kedua, namun Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan: “Hadis ini palsu, cacatnya ada pada Musyaji’ bin Amr. Ibn Ma’in berkomentar tentang Musyaji’: “yang saya tahu dia (musyaji’) adalah seorang pendusta.” (Silsilah Hadis Dhaif dan Palsu, hadis ke-3774).

Ini berarti tidak ada anjuran untuk mengkhususkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu, baik di rakaat pertama, rakaat kedua, maupun doa setelah shalat dhuha.

As Syaikh Ibn Baz rahimahullah mengatakan:
“Adapun yang sesuai sunah, engkau membaca surat yang mudah menurutmu setelah membaca Al Fatihah. Dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya Al Fatihah sedangkan tambahannya adalah sunah. Maka jika setelah Al Fatihah engkau membaca surat As Syamsi, Al Lail, Ad dhuha, Al Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik.” (Majmu’ Fatawa dan Maqalat Ibn Bazz, 11).

Mengenai jumlah raka’at shalat
dhuha, minimal adalah dua rakaat dan maksimalnya, yang rajih, adalah sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah bahwa tidak ada batasan maksimal untuk jumlah rakaat shalat dhuha.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/surat-yang-dibaca-ketika-shalat-dhuha/

http://www.konsultasisyariah.com/rakaat-shalat-dhuha/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Hadits Shalawat 10x Pagi Dan Sore

551. BBG Al Ilmu – 199

Tanya:
Apakah hadits berikut bisa diamalkan ?
Dari Abu Darda’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa’atku di hari kiamat nanti.”  (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma’ Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656))

Jawab:
Ust. Badrusalam, حفظه الله

Setahu ana Syaikh Al Albani rahimahullah rujuk dan melemahkan hadits tersebut dalam silsilah hadits dla’if.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Bait Syair Yang Membuat Imam Ahmad Rahimahullah Menangis

Dikisahkan, ada seseorang yang mendatangi Al-Imam Ahmad dan bertanya kepada beliau, “Wahai Imam, bagaimana menurut anda mengenai sya’ir ini?”

Beliau menjawab, “Sya’ir apakah ini?” di mana orang tersebut membaca sya’ir berikut

إذا ما قال لي ربي اما استحييت تعصيني

Jika Rabb-ku berkata kepadaku, “Apakah engkau tidak malu bermaksiat kepada-Ku?”

وتخفي الذنب عن خلقي وبالعصيان تأتيني

Engkau menutupi dosamu dari makhluk-Ku tapi dengan kemaksiatan engkau mendatangi-Ku

فكيف أجيبُ يا ويحي ومن ذا سوف يحميني؟

Maka bagaimana aku akan menjawabnya? Aduhai, celakalah aku dan siapa yang mampu melindungiku?

أسُلي النفس بالآمالِ من حينٍ الى حيني

Aku terus menghibur jiwaku dengan angan-angan dari waktu ke waktu

وأنسى ما وراءُ الموت ماذا بعد تكفيني

Dan aku lalai terhadap apa yang akan datang setelah kematian dan apa yang akan datang setelah aku dikafani

كأني قد ضّمنتُ العيش ليس الموت يأتيني

Seolah-olah aku akan hidup selamanya dan kematian tidak akan menghampiriku

وجائت سكرة الموتُ الشديدة من سيحميني

Dan ketika sakaratul maut yang sangat berat datang menghampiriku, siapakah yang mampu melindungiku?

نظرتُ الى الوُجوهِ أليـس منُهم من سيفدينـــي

Aku melihat wajah-wajah manusia, tidakkah ada di antara mereka yang akan menebusku?

سأسأل ما الذي قدمت في دنياي ينجيني

Aku akan ditanya tentang apa yang telah aku persiapkan untuk dapat menyelamatkanku (di hari pembalasan)

فكيف إجابتي من بعد ما فرطت في ديني

Maka bagaimanakah aku dapat menjawabnya setelah aku melupakan agamaku

ويا ويحي ألــــم أسمع كلام الله يدعوني

Aduhai sungguh celakalah aku, tidakkah aku mendengar firman Allah yang menyeruku?

ألــــم أسمع لما قد جاء في قاف ويسِ

Tidakkah aku mendengar apa yang datang kepadaku (dalam surat) Qaaf dan Yasin itu?

ألـــم أسمع بيوم الحشر يوم الجمع و الديني

Tidakkah aku mendengar tentang hari kebangkitan, hari dikumpulkannya (manusia), dan hari pembalasan?

-͡ .͡▹

ألـــم أسمع مُنادي الموت يدعوني يناديني

Tidakkah aku mendengar panggilan kematian yang selalu menyeruku, memanggilku?

فيا ربــــاه عبدُ تــائبُ من ذا سيؤويني

Maka wahai Rabb-ku, akulah hambamu yang ingin bertaubat, siapakah yang dapat melindungiku?

سوى رب غفور واسعُ للحقِ يهديني

Melainkan Rabb yang Maha Pengampun lagi Maha Luas Karunianya, Dialah yang memberikan hidayah kepadaku

أتيتُ إليكَ فارحمني وثقــّـل في موازيني

Aku datang kepada-Mu, maka rahmatilah diriku dan beratkanlah timbangan (kebaikanku)

وخفَفَ في جزائي أنتَ أرجـى من يجازيني

Ringankanlah hukumanku, sesungguhnya hanya Engkaulah yang kuharapkan pahalanya untukku
Al-Imam Ahmad terus melihat bait-bait sya’ir tersebut dan mengulang-ulangnya kemudian beliau menangis tersedu-sedu. Salah seorang muridnya mengatakan bahwa beliau hampir pingsan karena begitu banyaknya menangis.

(Dari Kitab Manaqib Al-Imam Ahmad hal. 205 oleh Al-Imam Ibnul Jauzy)

::Indahnya Islam,bagi kaum yg brfikir::

Tj Membaca Surat Yang Sama Di Setiap Raka’at

550. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Apakah ada dalil mengenai pengulangan surah yang sama di setiap raka’at shalat ? Semisal di raka’at pertama membaca surah at An Nas dan di rakaa’at selanjutnya membaca surah yang sama.

Jawab:
Ada dalilnya yang membolehkan pengulangan surat yang sama di raka’at pertama dan raka’at kedua, yaitu keumuman firman Allah ta’ala:‬‬

“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran.” (QS. Al-Muzammil: 20)

Bahkan tidak mengapa mengulang-ulang surat atau ayat yang sama pada satu rakaat. Dalilnya sebagai berikut:

Diriwayatkan oleh Nasa’i (hadits, no. 1010) dan Ibnu Majah (hadits no, 1350) dari Abu Dzar radhiallahu ’anhu, dia berkata: ”Nabi sallallahu’alaihi wa sallam melakukan shalat dan membaca ayat sampai pagi secara berulang-ulang. Ayat itu adalah;

“Jikalau Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hambaMu. (akan tetapi) jikalau Engkau ampuni mereka. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Perkasa lagi Maha bijaksana.” (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Nasa’i).

Diriwayatkan oleh Bukhari (hadits  no. 5014) dari Abu Said Al-Khudri bahwa seseorang mendengar seseorang membaca ‘Qul huwallahuAhad’ berulang-ulang. Ketika pagi hari dia datang kepada Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, kemudian beliau ceritakan hal itu, dengan kesan seakan-akan meremehkannya. Maka Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Demi jiwaku yang ada di tanganNya. Sesungguhnya ia (surat Al-Ahad) setara sepertiga Al-Qur’an.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.islam-qa.com/id/65562

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

CIRI-CIRI ORANG YANG SUKA RIYA’

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu  mengatakan, Ada tiga buah tanda orang yang suka riya’ (beramal tidak ikhlas) :

1. Apabila sendirian maka dia menjadi pemalas.

2. Dan hanya bersemangat apabila berada bersama orang-orang.

3. Dia akan meningkatkan amalnya jika dipuji dan akan mengurangi amalnya jika dicela orang karena melakukannya.

(Al-Kabaa’ir, hal. 112)

PERHATIKAN BEBERAPA KALIMAT YANG PENTING UNTUK SELALU DIINGAT

1. Siapa saja yang mengenal dirinya sendiri dengan benar, niscaya dia akan selalu berusaha keras untuk selalu memperbaiki dirinya daripada bersusah payah mencari-cari aib/ kekurangan/kejelekan orang lain.

2. Siapa saja yang mengenal/mengetahui hak RABBnya niscaya dia akan selalu sibuk mencari keridhaanNya daripada sibuk menuruti hawa nafsu yang akan membinasakan dirinya.

3. Amal shalih yang paling bermanfaat dan utama adalah yang dilakukan penuh dengan keikhlasan tanpa mengharap pujian/balasan atau sanjungan dari manusia, dan mereka meyakini hal tersebut merupakan karunia dari ALLAH semata, bukan atas kemampuan pribadi atau pertolongan sesamanya.

Semoga bermanfaat, dan mendapat tempat dihati kaum muslimin dan muslimah.

Saudaramu Ahmad ferry nasution.

KEUTAMAAN BERSYUKUR KEPADA ALLAH

{ Ust Muhammad Wasitho ‘Abu Fawaz’ }

Bersyukur atas segala nikmat Allah merupakan kewajiban bagi setiap hamba yang beriman. Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala :

فاذْكُرُوْنِيْ أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْنِيْ وَلاَ تَكْفُرُوْنِ
“Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu kufur (ingkar) kepada-Ku.” (QS. Al Baqarah : 152).

–» Orang yang bersyukur kepada Allah akan mendapatkan banyak keutamaan dan manfaat, diantaranya :

1. Mendapatkan tambahan nikmat dari Allah.

Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala :

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu”. (QS. Ibrahim : 7)

2. Selamat dari siksaan Allah.

Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala :

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا
“Tidaklah Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisaa’ : 147).

Yang dimaksud Allah mensyukuri hamba-hamba-Nya ialah Allah memberi pahala terhadap amal-amal hamba-hamba-Nya, mema’afkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya.

3. Mendapatkan pahala yang besar.

Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala:
وَسَيَجْزِ اللهُ الشَاكِرِيْنَ
“Dan Allah akan memberi ganjaran pahala bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali ‘Imran: 144).

(*) Bagaimanakah Cara Mensyukuri nikmat Allah dgn benar sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya ?

–» Bapak/ibu dan saudaraku yg smg dirahmati Allah, bisa membaca penjelasan selengkapnya di Link berikut ini :

KLIK : http://abufawaz.wordpress.com/2011/12/22/berupaya-menjadi-hamba-allah-yang-selalu-bersyukur-من-فضائل-الشكر-وآدابه/

(Klaten, 22 September 2013).

– – – – – •(*)•- – – – –

DIANTARA SUNNAH NABI YANG BANYAK DILUPAKAN OLEH KAUM MUSLIMIN

Ikhwan dan akhwat yang saya hormati, diantara Sunnah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang banyak dilupakan bahkan ditinggalkan oleh sebagian besar kaum muslimin dan muslimah ialah mereka hanya mengucapkan salam/ memberikan salam kepada saudara mereka atau teman-teman yang mereka kenal saja, akan tetapi mereka tidak mengucapkan salam kepada orang yang mereka tidak mengenalinya (artinya kepada muslim/muslimah lainnya) yang secara dzahir kita mengetahui dia sebagai seorang muslim namun kita enggan untuk memulai salam kepadanya.

Wahai saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah…bahwa diantara amal yang sangat baik didalam islam ialah memberi salam kepada orang (islam) yang engkau kenal dan kepada orang (islam) yang tidak engkau mengenalnya.

Perhatikan hadits berikut ini;

Haditsnya dari sahabat Abdullah bin ‘Amr ia berkata:
Bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam: “amal apa yang terbaik didalam islam?”
Beliau menjawab: “Engkau memberikan makanan dan memberi salam kepada orang (islam) yang engkau kenal dan kepada orang (islam) yang tidak engkau mengenalnya.
(Riwayat Bukhary: 12)

Ikhwan dan akhwat sekalian yang saya hormati, apabila masing-masing kita menghidupkan kembali sunnah Nabi yang demikian إِنْ شَاءَ اللّهُ banyak memberikan manfaat untuk kita, selain kita telah mengerjakan amal shaleh dengan kita mengucapkan salam terlebih dahulu kepada mereka akan timbul rasa kecintaan kepadanya. Yang demikian dapat juga memberikan manfaat yang sangat besar untuk perkembangan da’wah yang haq ini.
Yang mana kita saksikan banyak sekali dari saudara-saudara kita meninggalkan sunnah yang demikian.

Semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkannya.

— Ust. Ahmad Ferry Nasution —