Audio

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Anjuran Untuk Mema’afkan Orang Yang Berbuat Buruk

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

===============

HAKIKAT BID’AH dan Hukum-Hukumnya – Tercelanya Bid’ah # 1…

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Makna Sunnah…) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Tercelanya Bid’ah # 1 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita melanjutkan kajian kita… sekarang pembahasan :

⚉  Tercelanya Bid’ah – ‎ذم ابدع

Ketahuilah bahwa bid’ah itu banyak sekali bahayanya terutama terhadap agama Islam, karena bid’ah itu merusak syari’at dan kemurnian Islam, dimana di masukkan kedalam Islam hal-hal atau perkara-perkara yang sama sekali bukan dari Islam.

Bahkan bid’ah juga menikam kesempurnaan Islam, padahal Islam ini sudah sempurna.
Allah Ta’ala berfirman [Al-Maa-idah: 3]

‎الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ

“Pada hari ini Aku telah sempurnakan untukmu agamamu”

Bahkan bid’ah juga menikam akan sifat amanah Rosul, karena seakan-akan ada sesuatu yang belum disampaikan oleh Rosul dan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam belum sempurna menyampaikan Islam ini.

Oleh karena itulah Rosulullah‎ shollallahu ‘alayhi wasallam setiap khutbah jum’at selalu mengingatkan akan bahaya bid’ah. Beliau bersabda:

‎فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ ﷺ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Sebenar-benar ucapan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam, seburuk-buruk perkara adalah yang di ada-adakan, dan setiap yang diada-adakan itulah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat.”

Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam selalu sampaikan itu di khutbah Jum’atnya dan di kesempatan-kesempatan yang lainnya. Menunjukkan betapa bahayanya bid’ah terhadap kesempurnaan agama ini.

Disini Beliau (penulis) menyebutkan ayat-ayat dari Alqur’an dan Hadits yang mencela bid’ah.

Diantaranya:

1⃣ QS Aali-Imran : 7

‎هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ

“Dialah Allah yang telah menurunkan kepadamu Al Kitab, diantanya ada ayat-ayat muhkamaat dan itu adalah UMMUL-KITAAB dan yang lainnya mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang ada dalam hatinya kecondongan kepada kesesatan, mereka mengikuti apa-apa yang mutasyaabihaat karena mencari-cari fitnah dan mencari-cari penafsiran sesuai dengan keinginan sendiri.”

‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata:  Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam membacakan ayat ini, lalu Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

‎فَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ فَأُوْلَئِكَ الَّذِيْنَ سَمَّى اللهُ فَاحْذَرُوْهُمْ.

‘Kalau kamu melihat orang-orang yang selalu mengikuti ayat-ayat mutasyaabihaat, mereka itulah yang Allah namai dalam ayat tersebut, maka waspadalah kamu darinya’” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim)

Ibnu ‘Abbas menafsirkan, sebagaimana di keluarkan oleh Imam Al Ajurri, bahwa yang dimaksud ayat ini masuk padanya orang-orang khowarij, demikian pula semua ahli bid’ah, yang mereka menafsirkan ayat dengan hawa nafsu mereka, dengan akal mereka sendiri, tidak mau mengikuti pemahaman para sahabat Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam

2⃣ QS Al An’am : 153
Allah Ta’ala berfirman :

‎وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan bahwasanya inilah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah ia, dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan yang lainnya, niscaya jalan-jalan itu akan memecah-belah kalian dari jalan-Nya.”

Imam Mujahid ketika menafsirkan ‘Jangan kamu mengikuti jalan-jalan yang lainnya, niscaya jalan-jalan itu akan memecah-belah kalian dari jalan-Nya’
Kata Imam Mujahid ‘jalan-jalan yang lainnya’ yaitu “Bid’ah dan Syubhat”

Karena bid’ah itu memalingkan kita dari jalan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam yang merupakan sunnahnya maka orang yang mengikuti kebid’ahan dia akan berpecah-belah dari sunnah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam dan meninggalkannya.

Ayat ini menunjukkan bahwa makna perpecahan itu artinya tidak mengikuti sunnah, maka ahli bid’ah di sebut ‘ahlul furqoh’ oleh para Ulama, kenapa ? Karena mereka tidak mau mengikuti sunnah, berarti mereka memecahkan diri mereka dari sunnah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Anjuran Untuk Senantiasa Ridho Dan Sabar

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

===============

HAKIKAT BID’AH dan Hukum-Hukumnya – Makna Sunnah…

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Berpegang Teguh Dengan Sunnah…) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Makna Sunnah 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan Hakikat Bid’ah dan Hukumnya… kemudian kita masuk ke pembahasan…

⚉  Makna Sunnah

Makna ‘sunnah’ secara bahasa dari kata ‘sanna sunatan’ yang artinya mempunyai makna yaitu ‘ath-thoriiqoh wa siiroh’ (tata cara dan siroh)
maka kata-kata ‘sanna’ mempunyai tata cara seperti Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda dalam hadits Riwayat Muslim

‎مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً

“Siapa yang memulai sebuah tata cara yang baik maka ia mendapatkan pahala, dan pahala orang-orang yang mengamalkan sampai hari kiamat.”

‎وَمَنْ سَنَّ سُنَّةً سَيِـّئَةً

“Dan siapa yang memulai tata cara yang buruk

‎عَلَيْهِ وِزْرُهَا

Ia dapat dosanya dan dosanya orang yang mengamalkan sampai hari kiamat”

Kata ‘SANNA SUNNATAN’ dalam hadits ini mempunyai makna secara bahasa, artinya: membuat atau memulai sebuah cara.

Dan tentunya yang di maksud dengan ‘sunnah hasanah’ yaitu tata cara yang sesuai dengan dalil dari Alqur’an dan Hadits Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wasallam

Adapun secara istilah, maka sunnah itu ada dua makna:
1. Makna yang umum
2. Makna yang khusus

⚉  Adapun makna yang umum (kata Beliau)
Sunnah bermakna umum artinya syariat Islam yang ada dalam Alqur’an dan Sunnah
Atau yang di istimbat dari pokok-pokok tersebut.
Ini namanya Sunnah secara makna umum.

⚉  Kata Syaikhul Islam dalam kitab Majmu Fatawaa ( jilid 21/hlm 317)
“Sunnah adalah yang ditunjukkan oleh dalil syari’at
Sebagai keta’atan kepada Allah dan Rosul-Nya
Baik itu dilakukan langsung oleh Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam
Atau ada sahabat yang melakukannya, namun Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wasallam tidak melarangnya
Atau sesuatu yang Nabi tidak lakukan di zamannya karena belum ada pendorongnya atau karena masih ada penghalangnya.
Maka apabila telah shohih bahwa Nabi memerintahkan atau menganggapnya perkara yang baik, maka itu adalah sunnah.”

👉🏼  Jadi makna sunnah secara umum adalah mengikuti jejak kaki Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam secara batin dan dzohir. Dan mengikuti jalannya dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Sebagaimana Allah menyebutkan dalam Surat Attaubah ayat 100 dan mengikuti wasiat Rasulullah shollallahu ‘alayhi wasallam dalam Haditsnya

‎فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى

“Berpeganglah kepada sunnahku dan sunnah khulafa ‘ur rasyidin yang tertunjuki setelah ku, peganglah ia kuat-kuat dan gigit ia dengan gigi geraham dan jauhi perkara-perkara yang baru karena setiap perkara yang diada-adakan itu bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat.”

Jadi ini makna sunnah secara umum, itu semua yang Rosulullah ajarkan kepada umatnya adalah Sunnah Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam.

⚉  Adapun makna secara khusus ini sesuai dengan disiplin ilmunya, seperti contohnya

⚉  Sunnah menurut ILMU HADITS
yaitu sinonim dengan hadits, semua yang berasal dari Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam berupa ucapan, perbuatan ataupun persetujuan.

⚉  Sunnah menurut ILMU USHUL FIQIH
yaitu setiap yang diminta untuk melakukannya namun permintaannya tidak kuat seperti yang wajib.

⚉  Sunnah menurut ILMU AQIDAH
yaitu kebalikan dari bid’ah.

⚉  Sunnah menurut ILMU FIQIH (yang disebutkan oleh Imam Al Juwaini), yaitu yang apabila dilakukan dapat pahala, ditinggalkan tidak berdosa.

Ini adalah makna sunnah secara khusus dan itu muncul dengan munculnya disiplin-disiplin ilmu
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN