Silahkan KLIK gallery poster di bawah ini..
(( Silahkan save poster dengan resolusi tinggi dari Telegram Channel kami : https://t.me/bbg_alilmu ))
Silahkan KLIK gallery poster di bawah ini..
(( Silahkan save poster dengan resolusi tinggi dari Telegram Channel kami : https://t.me/bbg_alilmu ))
kilas balik perjalanan jama’ah haji..
.
1888 : kloter 1 berangkat +/- 4.5 bulan sebelum wuquf
.
2019 : kloter 1 berangkat +/- 1 bulan sebelum wuquf
.
alhamdulillah alladzii bi-ni’matihi tatimmush-shoolihaat.. bersyukurlah kepada Allah atas segalanya, termasuk kemudahan perjalanan para jama’ah haji..
.
https://t.co/GYAa0BYmLy
Allah Subhaana waTa’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya EMPAT BULAN HARAM. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka JANGANLAH KAMU MENGANIAYA DIRI KAMU DALAM BULAN YANG EMPAT ITU.” (QS. At Taubah: 36)
Al Hafizh Ibnu Katsir rohimahullah berkata dalam tafsirnya:
“Allah Ta’ala berfirman, “MAKA JANGANLAH KAMU MENGANIAYA DIRI KAMU DALAM BULAN YANG EMPAT ITU,” maksudnya: Dalam bulan-bulan yang terhormat ini. Karena dosanya lebih berat dan lebih besar dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. Sebagaimana dosa maksiat di negeri al haram juga dilipatgandakan. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
“Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al Hajj: 25)
Maka demikian pula dalam bulan-bulan haram, dosa-dosa di dalamnya dilipatgandakan.”
.
Empat bulan Haram tersebut adalah: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, Muharrom, Rojab.
.
Lalu beliau (Ibnu Katsir rohimahullah) membawakan atsar dua sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa dan Abu Qatadah rodhiyallahu ‘anhu yang menguatkan ucapan beliau.
Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Allah menjadikan dosa di dalam bulan-bulan haram itu lebih besar serta menjadikan amalan saleh dan pahala juga lebih besar.” (Latho-if Al Ma’arif – 207)
Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Kezhaliman di bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya dibandingkan kezhaliman pada bulan-bulan lainnya.”
Wallahu a’lam
KEMBALI KE ARTIKEL ( KLIK DI SINI )
.





Yang akan hadir undangan pernikahan… Berikut do’anya..
INGAT SIAPA MAHROM ANDA SEBELUM BERJABAT TANGAN DENGAN PENGANTIN & ORANGTUA KEDUA MEMPELAI… Klik LINK berikut untuk daftar mahram : https://bbg-alilmu.com/archives/43042
Allah Ta’ala berfirman dalam hadits qudsi ‘Aku (tergantung) persangkaan hamba-Ku kepada-Ku’. Apakah hal ini berarti bahwa ketika seseorang berprasangka kepada Allah rahmat-Nya lebih luas dibanding hukuman-Nya, maka hamba ini akan perlakukan dengan kasih sayang (rahmat) lebih besar dibandingkan dengan hukuman. Begitu juga sebaliknya ? Bagaimana sikap yang seimbang dalam mengamalkan hadits ini ?
⚉ JAWABAN
Alhamdulillah…
PERTAMA:
Berprasangka baik kepada Allah Ta’ala merupakan ibadah hati yang mulia. Belum banyak orang memahami dengan sebenarnya. Akan kami jelaskan menurut keyakinan ahlu sunnah wal jamaah dan sesuai dengan pemahaman salaf, baik ucapan maupun perbuatan.
Sesungguhnya berprasangka baik kepada Allah Ta’ala yakni meyakini apa yang layak untuk Allah, baik dari nama, sifat dan perbuatanNya. Begitu juga meyakini apa yang terkandung dari pengaruhnya yang besar. Seperti keyakinan bahwa Allah Ta’ala menyayangi para hamba-Nya yang berhak disayangi, memaafkan mereka dikala bertaubat dan kembali, serta menerima dari mereka ketaataan dan ibadahnya. Dan meyakini bahwa Allah Ta’ala mempunyai berbagai macam hikmah nan agung yang telah ditakdirkan dan ditentukan.
Siapa yang mengira bahwa husnu-zhon kepada Allah tidak perlu diimbangi dengan perbuatan telah keliru dan salah, serta tidak memahami ibadah ini dengan cara yang benar. Tidak bermanfaat berprasangka baik dengan meninggalkan kewajiban atau dengan melakukan kemaksiatan. Barangsiapa yang berprasangka seperti itu maka dia termasuk terpedaya, memiliki pengharapan yang tercela serta keinginan yang mengada-ada dan merasa aman dari azab Allah. Semuanya itu membahayakan dan membinasakan.
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Telah jelas perbedaan antara husnu-zhon dan ghurur (terpedaya diri sendiri). Berprasangka baik mendorong lahirnya amal, menganjurkan, membantu dan menuntun untuk melakukannya. Inilah sikap yang benar. Tapi kalau mengajak kepada pengangguran dan bergelimang dalam kemaksiatan, maka itu adalah ghurur (terpedaya diri sendiri). Berprasangka baik itu adalah pengharapan (raja), barangsiapa pengharapannya membawa kepada kataatan dan meninggalkan kemaksiatan, maka itu adalah pengharapan yang benar. Dan barangsiapa yang keengganannya beramal dianggap sebagai sikap berharap, dan sikap berharapnya berarti enggan beramal atau meremehkan, maka itu termasuk terpedaya.” (Al-Jawabu Al-Kafi, hal. 24)
Syekh Sholeh Al-Fauzan hafizhohullah berkata: “Prasangka yang baik kepada Allah seharusnya disertai meninggalkan kemaksiatan. Kalau tidak,maka itu termasuk sikap merasa aman dari azab Allah. Jadi, prasangka baik kepada Allah harus disertai dengan melakukan sebab datangnya kebaikan dan sebab meninggalkan kejelekan, itulah pengharapan yang terpuji. Sedangkan prasangka baik kepada Allah dengan meninggalkan kewajiban dan melakukan yang diharamkan, maka itu adalah pengharapan yang tercela. Ini termasuk sifat merasa aman dari makar Allah.” (Al-Muntaqa Min Fatawa Syekh Al-Fauzan, 2/269)
KE-DUA
Seharusnya, seorang muslim senantiasa berprasangka baik kepada Allah Ta’ala. Ada dua tempat yang selayaknya seorang muslim memperbanyak husnu-zhon kepada Allah.
⚉ PERTAMA: Ketika menunaikan ketaatan (kepada Allah).
Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu dia berkata, Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً (رواه البخاري، رقم 7405 ومسلم ، رقم 2675 )
“Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba kepada-Ku. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingat-Ku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diri-Ku. Kalau dia mengingat-Ku di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR Bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)
Dapat diperhatikan dalam hadits ini, hubungan yang sangat jelas sekali antara husnu-zhon dengan amal. Yaitu mengiringinya dengan mengajak untuk mengingat-Nya ‘Azza Wa Jalla dan mendekat kepada-Nya dengan ketaatan. Siapa yang berprasangka baik kepada Tuhannya Ta’ala semestinya akan mendorongnya berbuat ihsan dalam beramal.
Hasan Al-Bashri rohimahullah berkata:
“Sesungguhnya seorang mukmin ketika berbaik sangka kepada Tuhannya, maka dia akan memperbaiki amalnya. Sementara orang buruk, dia berprasangka buruk kepada Tuhannya, sehingga dia melakukan amal keburukan.” (Az Zuhdu, karya Imam Ahmad bin Hanbal – hal 402)
Ibnu Qayim rohimahullah berkata:
“Siapa yang dengan sungguh-sungguh memperhatikan, akan mengetahui bahwa husnu-zhon kepada Allah adalah memperbaiki amal itu sendiri. Karena yang menjadikan amal seorang hamba itu baik, adalah karena dia memperkirakan Tuhannya akan memberi balasan dan pahala dari amalannya serta menerimanya. Sehingga yang menjadikan dia beramal adalah prasangka baik itu. Setiap kali baik dalam prasangkanya, masa semakin baik pula amalnya.
Secara umum, prasangka baik akan mengantar seseorang melakukan sebab keselamatan. Sedangkan kalau melakukan sebab kecelakaan, berarti dia tidak ada prasangka baik.” (Al-Jawabu Al-Kafi, hal. 13-15 )
Abul Abbas Al-Qurtubi rohimahullah berkata:
“Pendapat lain mengatakan, maknanya adalah: Mengira akan dikabulkan apabila berdo’a, mengira diterima ketika bertaubat, mengira diampuni ketika memohon ampunan, mengira diterima amalnya ketika melaksanakannya dengan memenuhi persyaratan, serta berpegang teguh terhadap kejujuran janji-Nya dan lapangnya Keutamaan-Nya.
Saya katakan demikian, karena dikuatkan dengan sabda Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam; ‘Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan (do’anya).’ (HR. at-Tirmizi dengan sanad shohih)
Begitu juga seyogyanya bagi orang yang bertaubat, orang yang memohon ampunan dan pelaku suatu amal yang bersungguh-sungguh dalam melaksanakan semua itu, hendaknya meyakini bahwa Allah akan menerima amalnya dan memaafkan dosanya. Karena Allah Ta’ala telah berjanji akan menerima taubat yang benar dan amal yang sholeh.
Sedangkan kalau dia beramal dengan amalan-amalan tersebut tapi berkeyakinan atau menyangka bahwa Allah Ta’la tidak menerimanya dan hal itu tidak bermanfaat, maka hal itu termasuk putus asa terhadap rahmat dan karunia Allah . Itu termasuk di antara dosa besar. Barangsiapa yang meninggal dunia dalam kondisi seperti itu, maka dia akan mendapatkan apa yang dia kira (yakini). Sebaliknya, mengira bakal diampuni dan mendapat rahmat sementara dia terus menerus melakukan kemaksiatan, maka hal itu termasuk kebodohan. Hal itu dapat menjerumuskannya kepada pemahaman murji’ah (seseorang tidak akan kafir dengan perbuatannya).” (Al-Mufhim Syarh Muslim, 7/ 5,6)
⚉ KE-DUA: Ketika mengalami musibah dan saat menjelang kematian.
Dari Jabir rodhiyallahu ‘anhu dia berkata, Aku mendengar Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam tiga hari sebelum wafat bersabda:
لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ ( رواه مسلم، رقم 2877 )
“Janganlah salah satu di antara kalian meninggal dunia kecuali dia berprasangka baik kepada Allah.” (HR. Muslim, 2877)
Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah, 10/220 dikatakan, “Seorang mukmin diharuskan berprasangka baik kepada Allah Ta’ala, dan lebih ditekankan dalam prasangka baik kepada Allah ketika ditimpa musibah dan ketika akan meninggal dunia.”
Al-Khatab berkata, “Dianjurkan bagi yang akan meninggal dunia berprasangka baik kepada Allah Ta’ala. Berprasangka baik kepada Allah meskipun sangat dianjurkan ketika mau meninggal dunia dan dalam kondisi sakit, akan tetapi sepantasnya seseorang senantiasa berprasangka baik kepada Allah.” (Silahkan lihat dalam kitab Syarh Muslim, karangan Nawawi, 17/10.)
Dari penjelasan tadi, jelas bahwa berprasangka baik kepada Allah Ta’ala itu tidak boleh disertai dengan meninggalkan kewajiban dan tidak pula dengan melakukan kemaksiatan. Barangsiapa yang menyakini hal itu, maka dia tidak menempatkan nama, sifat dan perilaku Allah yang selayaknya untuk difahami secara benar. Dirinya terjatuh pada kesalahan yang fatal.
Sementara orang-orang mukmin yang mengenal kepada Tuhannya, maka dia beramal dengan sebaik mungkin dan berprasangka baik kepada Tuhannya bahwa Dia akan menerimanya. Berprasangka baik ketika akan meninggal dunia, bahwa Dia akan memaafkan dan memberi rahmat kepadanya meskipun mereka kurang dalam melakukan kebaikan. Maka dia berharap dapat merealisasikan hal itu kepada-Nya Ta’ala sebagaimana yang Allah janjikan.
Wallahu a’lam.
Selama bulan ramadhan 1440/2019, kami posting tausiyah harian dari tanggal 1 s/d 30 ramadhan. Bila anda belum sempat mengikutinya, kami mencoba menghadirkannya kembali dalam bentuk gallery
Silahkan KLIK gambar pertama, lalu setelah itu gambar bisa digeser ke kiri/kanan. Untuk kembali ke page semula, klik tanda X yang tampak di kanan atas gallery. Semoga bermanfa’at, baarokallahu fiik
.
bismillahirrohmaanirrohiim
alhamdulillah wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…
berikut ini adalah laporan kegiatan selama bulan ramadhan 1440 hijriyah, dimana ada 13 program yang berjalan dan selesai selama bulan ramadhan, dan 1 program lagi yang masih berjalan hingga saat ini, dengan total penerimaan sebesar rp. 567.875.000
1. PROGRAM – I’TIKAF
8,000 paket nasi ifthor dan sahur – rp. 148.640.000
alhamdulillah program berjalan sukses, para muhsinin telah membantu ifthor dan sahur dan juga makanan/minuman ringan bagi sekitar 437 muktakifin yang di tersebar di 7 masjid dari tanggal 21 s/d 30 ramadhan, sbb:
– masjid sunnah kembang kerang lauk, lombok timur – 60 orang
– masjid jabir, ds toya, lombok timur – 70 orang
– masjid sunnah dsn nyiur, lombok timur – 22 orang
– masjid sunnah dsn bantek, lombok timur – 60 orang
– masjid menara iman, kudus – 100 orang
– masjid ma’hadul qur’an, boyolali – 50 orang
– masjid ponpes al ittiba’, klaten – 75 orang
========================================
2. PROGRAM – IFTHOR KHUSUS 10 HARI TERAKHIR
2.200 paket nasi ifthor – rp. 53.700.000
alhamdulillah, di mulai tanggal 21 s/d 28 ramadhan diadakan kajian sore yang dilanjutkan dengan buka bersama di belasan masjid di lombok timur dan juga di desa marantale, sulawesi tengah dan di wilayah sumur, pandeglang, banten. total sekitar 2.200 paket nasi ifthor disediakan bagi sekitar 2.200 jama’ah. program ini terpisah dari program no 1 dan di ikuti oleh jama’ah yang bukan peserta i’tikaf (muktakifin).
========================================
3. PROGRAM – IFTHOR KURMA
850 kg (85 dus) kurma – rp. 27.135.000
alhamdulillah, total 650 kg (65 dus) kurma dibagikan untuk ifthor ke sekitar 50 masjid di lombok timur mulai tanggal sekitar 4 ramadhan. setiap masjid menerima minimal 10 kg (1 dus) kurma dan belasan masjid menerima masing-masing 20 kg (2 dus) kurma tergantung banyaknya jama’ah yang hadir di masjid saat ifthor. sekitar 200 kg (20 dus) kurma dibagi dalam 400 kantung ukuran 0.5 kg dan dibagikan ke ratusan keluarga kurang mampu di desa-desa di lombok timur mulai tanggal 12 ramadhan.
========================================
4. PROGRAM – PENGADAAN KIPAS ANGIN DINDING
80 unit – rp. 32.700.000
alhamdulillah, total 82 unit kipas angin dinding diserahkan ke sekitar 42 masjid di lombok timur mulai tangal 5 ramadhan. kipas angin dinding ini diperlukan untuk menyejukkan udara di dalam masjid saat ibadah sholat dan kajian dilaksanakan. setiap masjid rata-rata menerima 2 unit kipas angin dinding lengkap dengan kabelnya dan biaya pasang.
========================================
5. PROGRAM – PENGADAAN DISPENSER
2 unit – rp. 3.200.000
alhamdulillah, pada tanggal sekitar 5 ramadhan, 1 unit diserahkan ke masjid sunnah kembang kerang lauk dan 1 unit lagi ke masjid jabir, ds toya, lombok timur dalam rangka menunjang kegiatan i’tikaf di masing-masing masjid.
========================================
6. PROGRAM – PERBAIKAN SOUND SYSTEM MASJID
1 unit – rp. 1.500.000
alhamdulillah, 1 unit diserahkan ke masjid sunnah kembang kerang lauk sekitar tanggal 18 ramadhan.
========================================
7. PROGRAM – PEMBELIAN KERAMIK LANTAI MASJID
90 m2 – rp. 11.500.000
alhamdulillah, program perluasan dan pemasangan keramik tempat sholat dan pengajian ibu-ibu di masjid sunnah dsn bongkot selesai di 15 ramadhan.
========================================
8. PROGRAM – RENOVASI TEMPAT WUDHU DAN WC
rp. 10.000.000
alhamdulillah, program renovasi tempat wudhu dan wc di masjid habibah juga selesai di 15 ramadhan.
========================================
9. PROGRAM – SANTUNAN JANDA MISKIN
rp. 4.000.000
alhamdulillah, program santunan kepada sekitar 100 janda miskin pada tangal 15 ramadhan. program ini rutin setiap bulannya diselenggarakan oleh ma’haul qur’an boyolali.
========================================
10. PROGRAM – SANTUNAN FAQIR MISKIN
rp. 17.000.000
alhamdulillah, program santunan kepada sekitar 85 faqir miskin pada tanggal 25 ramadhan di wilayah sumur, pandeglang, banten yang mengalami kerusakan cukup parah saat terjadi tsunami selat sunda desember 2018 lalu.
========================================
11. PROGRAM – SANTUNAN SANTRI TAHFIZHUL QUR’AN
rp. 3.000.000
alhamdulillah, program santunan kepada sekitar 30 santri yang sebagiannya adalah dari keluarga tidak mampu. mereka adalah santri pondok tahfizhul qur’an di desa marantale, parigi mautong, sulawesi tengah pada tanggal 30 ramadhan.
========================================
12. PRORAM – PENYALURAN ZAKAT MAAL
rp. 98.500.000
alhamdulillah, zakat maal di distribusikan di lombok timur dan di desa marantale dari tanggal 21 s/d 29 ramadhan.
========================================
13. PROGRAM – PENYALURAN FIDYAH
rp. 2.000.000
alhamdulillah, fidyah di distribusikan ke faqir miskin di lombok timur pada tanggal 28-29 ramadhan.
========================================
14. PROGRAM – PEMBEBASAN LAHAN DAN PEMBANGUNAN RUMAH TAHFIZH
rp. 155.000.000 – s/d 30 ramadhan 1440/2019
alhamdulillah, program ini dimulai sejak tanggal 23 ramadhan dan masih berlanjut hingga saat ini. untuk update saldo hingga saat ini, silahkan klik di SINI.
========================================
alhamdulillah alladzii bi-ni’matihi tatimmush shoolhaat.. segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua urusan menjadi baik..
kami ucapkan jazaakumullahu khoyron kepada ratusan donatur/muhsinin yang telah dengan ikhlas dan aktif berpartisipasi dalam 14 program di bulan ramadhan 1440/2019. semoga Allah menerimanya dan menjadikan infaq antum semua menjadi amal jariyah dan naungan sekaligus pemberat timbangan amal kebaikan di yaumul hisab kelak.. aamiiin
– admin –