Images

Jangan Saling Mencela…

Renungkan…
.
➡️ Yang dipilih, akan dihisab oleh Allah…
.
➡️ Yang gak kepilih, akan dihisab oleh Allah…
.
➡️ Yang nyoblos, akan dihisab oleh Allah…
.
➡️ Yang golput, akan dihisab oleh Allah…
.
➡️ Yang nyoblos dan mencela dan merendahkan saudaranya yang golput, akan dihisab oleh Allah…
.
➡️ Yang golput dan mencela dan merendahkan saudaranya yang nyoblos, juga akan dihisab oleh Allah…
.
.
Allahu Ta’ala berfirman dalam surat Qaf (# 50) ayat ke 17 dan 18 (yang artinya),
.
(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. (17)
.
Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (18)
.
.
ALLAAHUMMA HAASIBNII HISAABAN YASIIRON…
.
Yaa Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah…
.
.
#hisab
#mencela
#merendahkan
.
.

 

Dzikir Masuk Pasar…

MESKIPUN TUJUAN ANDA KE PASAR BISA BERBEDA-BEDA – UNTUK BELANJA atau SEKEDAR CEK HARGA atau MENGHADIRI PENGAJIAN DI MASJID YANG ADA DI DALAM KOMPLEK PASAR, dll – JANGAN LUPA BACA DZIKIR MASUK PASAR SEBAGAI BERIKUT :
.
▪️LAA ILAAHA ILLALLAH
▪️WAHDAHU LAA SYARIKA LAH,
▪️LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU,
▪️YUHYII WA YUMIIT,
▪️WA HUWA HAYYUN LAA YAMUUT,
▪️BI YADIHIL KHOIR,
▪️WA HUWA ‘ALA KULLI SYA-IN QODIIR
.
Artinya :
▪️Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya,
▪️Milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian,
▪️Dialah yang menghidupkan dan mematikan,
▪️Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati,
▪️Ditangan-Nyalah segala kebaikan,
▪️Dan Dia maha mampu atas segala sesuatu
.
Yang dimaksud dengan pasar adalah semua tempat berkumpulnya para pedagang, yang didatangkan dan diperjual-belikan padanya berbagai macam barang dagangan, dan ini mencakup pasar tradisional, pasar modern, mall, dan lain-lain. Wallahu a’lam
.

Bagaimana dengan MINI MARKET ? apakah juga bisa dianggap pasar ? baca jawabannya berikut ini : Apakah Mini Market Juga Dianggap Pasar Yang Mana Kita Dianjurkan Baca Dzikir ?
.
Dzikir ini sangat ringan, namun memberikan nilai pahala sangat besar. Mengapa bisa demikian? Jawabannya karena dzikir ini dibaca di pasar. Di baca di tempat umumnya manusia lupa Allah, jauh dari ibadah.
.
Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
.
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar.” (HR. Muslim 671).
.
Kata an-Nawawi rohimahullah,
.
“Karena pasar, umumnya dalah tempatnya orang curang, menipu, transaksi riba, sumpah palsu, menyalahi janji, tidak ingat Allah, dan aktivitas lainnya yang semakna. Masjid adalah tempat turunnya rahmat. Sementara pasar kebalikannya.” (Syarh Shahih Muslim, 5/171).
.
Di saat manusia dalam kondisi lupa Allah, ada diantara hamba-Nya yang justru berdzikir dan mengingat Sang Pencipta. Di saat semua manusia sibuk dengan dunia dan perdagangannya, dia justru menjadi orang yang ingat Allah. Banyak berdzikir ketika di masjid, atau ketika di tengah majlis dzikir, adalah perbuatan yang lumrah. Namun berdzikir di tempat umumnya orang lupa Allah, adalah amalan yang istimewa.
.
Wallahu a’lam
.
Silahkan bagi yang hendak save, share, posting ulang… Semoga bermanfa’at, baarokallahu fiik
.
.
#pasar
#dzikir
#dosa
#kebaikan
#rumah
#surga
.
.

Yuuk Baca Malam Ini dan Setiap Malam Sesudahnya…

REMINDER : YUUK BACA 2 AYAT TERAKHIR DARI QS. AL BAQARAH…
.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN “..cukup baginya..” ?
.
➡️ Dr. Dib al-Bugha [ dalam Ta’liq Shahih Bukhari, 5/84 ] mengatakan :
.
“Dua ayat ini akan menjaganya dari segala keburukan, dan melindunginya dari segala yang dibenci. Ada sebagian ulama yang mengatakan; dua ayat ini menjadi sebab baginya untuk bangun malam. Sehingga dia bisa mudah melakukan tahajud.”
.
➡️ Al Qadhi ‘Iyadh rohimahullah [ dalam Ikmal Al-Mu’allim, 3: 176 ] mengatakan,
.
“Bahwa makna hadits bisa jadi :
▪️ dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari shalat malam.
.
▪️ atau orang yang membacanya dinilai menggantungkan hatinya pada Al-Qur’an.
.
▪️ atau bisa pula maknanya terlindungi dari gangguan setan dengan membaca ayat tersebut.
.
▪️ atau bisa jadi dengan membaca dua ayat tersebut akan mendapatkan pahala yang besar karena di dalamnya ada pelajaran tentang keimanan, kepasrahan diri, penghambaan pada Allah dan berisi pula do’a kebaikan dunia dan akhirat..
.
➡️ Imam Nawawi rohimahullah [ dalam Syarh Shahih Muslim, 6: 83-84.] mengatakan,
.
“Bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya,
▪️ menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti sholat malam.
.
▪️ ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit.”
.
Semua makna tersebut kata Imam Nawawi bisa memaknai maksud hadits.
.
Wallahu a’lam…
.
Yuuk baca malam ini dan setiap malam sesudahnya hingga ajal tiba.
.
#sunnahnabi
#sunnah
#sholat
.
.
https://www.instagram.com/p/Bv_vmT-A_4u/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=h2fcpf0xvpxi

Betapa Besarnya Pahala Bagi Pemilik Akhlak Mulia…

BETAPA BESARNYA PAHALA BAGI PEMILIK AKHLAK MULIA…
.
Dalam hadits shohih lainnya, Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

مَا مِنْ شَىْءٍ يُوضَعُ فِى الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلاَةِ

“Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlak yang mulia. SESUNGGUHNYA ORANG YANG BER-AKHLAK MULIA BISA MENGGAPAI DERAJAT ORANG YANG RAJIN PUASA dan RAJIN SHOLAT.”

[HR. Tirmidzi no. 2134. Syaikh Al-Abani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih Al Jaami’ no. 5726]
.
Diantara akhlak yang mulia ditafsirkan oleh para salaf dengan menyebutkan beberapa contoh :
 Ramah, bermuka manis
 Dermawan, suka memberi
 Suka memberi kebahagiaan pada orang lain
 Gemar melakukan kebaikan
 Menahan diri dari menyakiti orang lain
 Menahan amarah di hadapan manusia
.
.
Jangan lupa berdo’a memohon kepada Allah agar kita memiliki akhlak yang mulia, dan salah satu adab dalam berdo’a yaitu memulainya dengan memuji Allah dengan Nama-Nama-Nya Yang Agung, lalu ber-sholawat baru setelah itu berdo’a.
.
Berikut adalah salah satu do’a yang diajarkan oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam.
.
Dalam suatu hadits shohih, Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam memanjatkan do’a,

اللّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ

“…ALLAAHUMMAH-DINII
LI-AHSANIL AKHLAAQI,
LAA YAHDII LI-AHSANIHAA
ILLAA ANTA…”
.
Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik. Tidak ada yang dapat menunjuki pada baiknya akhlak tersebut kecuali Engkau” [HR. Muslim no. 771]
.
Salah satu waktu utama untuk berdo’a adalah:
 ketika kita sedang sholat, yaitu saat sujud (di setiap sujud), lalu setelah tasyahud akhir (sebelum salam)
 di 1/3 malam terakhir
 saat hujan turun
 di hari Jum’at setelah masuk waktu ‘Ashar
 dll
.
Semoga Allah mengaruniakan kepada akhlak yang mulia… Aamiiin
.
Silahkan di share, semoga bermanfaat…
.
.
#doa
#doanabi
#sunnah
#akhlak
.
.
Follow: @bbg_alilmu
Follow: @bbg_alilmu
Follow: @bbg_alilmu
.
http://instagram.com/bbg_alilmu
.

Ingat..! Kita Berada Di Bulan Rojab…

INGAT… KITA BERADA DI SALAH SATU BULAN HAROM… ROJAB…
.
JANGAN LENGAH… Saling mengingatkan…
.
Allah berfirman :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya EMPAT BULAN HARAM (DZUL QO’DAH, DZUL-HIJJAH, MUHARRAM, ROJAB). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
.
.
⚉  Al Hafizh Ibnu Katsir rohimahullah berkata dalam tafsirnya:
.
“Allah Ta’ala berfirman, ‘Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,’ maksudnya: Dalam bulan-bulan yang terhormat ini. Karena dosanya lebih berat dan lebih besar dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. Sebagaimana dosa maksiat di negeri al haram juga dilipatgandakan. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al Hajj: 25)
.
Maka demikian pula dalam bulan-bulan haram, dosa-dosa di dalamnya dilipatgandakan.”
.
Lalu beliau (Al Hafizh Ibnu Katsir rohimahullah) membawakan atsar dua sahabat Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam yaitu Ibnu ‘Abbas dan Abu Qatadah rodhiyallahu ‘anhum yang menguatkan ucapan beliau.
.
⚉  Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Allah menjadikan dosa di dalam bulan-bulan haram itu lebih besar serta menjadikan amalan saleh dan pahala juga lebih besar.” (Latho-if Al Ma’arif- 207)
.
⚉  Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Kezholiman di bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya dibandingkan kezholiman pada bulan-bulan lainnya.”
.
Wallahu a’lam
.
.