Images

Dengan siapa kamu berteman…

image

Penjelasan hadits :

Diantara tujuan Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan segala macam perbedaannya adalah agar mereka saling mengenal.

Namun, hal itu bukan menjadi patokan bahwa ia telah mematuhi perintah Allah & berhak mendapatkan surga-Nya. Justru yang menjadi patokan adalah kadar ketaqwaan seseorang terhadap Rabb-nya.

Seseorang boleh-boleh saja berteman dengan siapa pun. Namun, ia tetap harus memperhatikan batasan-batasan syariat dalam sebuah tali pertemanan. Karena teman -sedikit banyak- memberikan pengaruh terhadap perilakunya. Teman yang baik, akan membuahkan perilaku yang baik. Sedangkan teman yang buruk, akan menularkan efek yang buruk.

Marilah kita bangun tali pertemanan diatas ketaqwaan dan keimanan kepada Allah Ta’ala agar kita bisa memetik buahnya di akhirat kelak.

✒ Ust Ridwan Arifin Lc

Courtesy of Jodoh.

Sunnah Yang Sering Terabaikan…

image

Penjelasan hadits :

1. Hadits ini jelas melarang kita meniup makanan/minuman untuk mendinginkannya. Larangan ini meski hanya makruh (dibenci), tidak sampai berdosa bila dilanggar, namun seorang muslim yang baik tidak akan mengabaikannya karena ia akan mendapat pahala dengan meninggalkannya sekaligus memetik hikmah lainnya.

2. Tahu atau tidak, seorang muslim yakin bahwa semua yang dilarang dalam Islam pasti mengandung bahaya yang lebih besar dari manfaatnya.
Bila ia tahu hikmah tersebut, imannya bertambah.
Jika ia tidak tahu, ia tetap mengimaninya.

3. Di antara hikmahnya adalah karena udara yang kita tiupkan mengandung CO2 (karbon dioksida).
Bila bereaksi dengan H2O (air) dalam minuman atau sebagian makanan, akan berubah menjadi H2CO3 (asam karbonat) yang meningkatkan resiko penyakit jantung.
Ini yang baru diketahui, tentu Allah Al-‘Alim Al-Hakim memiliki rahasia lain yang kita belum ketahui.

4. Al-Hafidzh Ibnu Hajar juga menjelaskan bahwa meniup makanan/minuman panas merupakan perangai ketergesaan yang tercela dalam Islam.

5. Solusinya ialah dengan sabar menunggu hingga dingin sembari berzikir, mengipasi/dengan kipas angin, dan lain-lain asal tidak kita tiup.

Wallahu a’lam.

✒ Ustadz Fajri hafidzahullah

Courtesy of Program JODOH

Yang terlalaikan… Saling berbagi hadiah…

image

Penjelasan hadits :

Hadits tersebut berisikan anjuran untuk saling memberikan kebaikan berupa hadiah, baik sesuatu yang besar maupun kecil.

Islam menganjurkan agar umatnya saling mencintai dan bersatu di dalam ukhuwah islamiyah. Oleh karena itulah, islam pun menganjurkan hal-hal yang menjadi sebab tumbuhnya kasih sayang dan persatuan di antara kaum muslimin. Salah satunya, adalah dengan saling memberikan hadiah yang nantinya akan menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kita.

Seorang yang diberikan hadiah oleh orang lain dianjurkan untuk menerima hadiah tersebut meskipun hanya sesuatu yang tidak seberapa harganya. Karena, dengan menerima hadiah akan menyenangkan hati orang yang memberikan hadiah tersebut.

Wallahu ta’ala a’lam.
و صلى الله على نبينا محمد.

Ust. Riki (mahasiswa Universitas Islam Madinah)
Courtesy of JODOH.

?Ust Riki

Do’a Setelah Makan…

Tambahan penjelasan :
.
Ada dua lafazh dzikir sesudah makan yang serupa dan berasal dari dua hadits. Hadits yang satu diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dan hadits satu nya lagi diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi, rohimahumallah.
.
Yang digambar yang kami posting ini adalah lafazh dari hadits yang diriwayatkan oleh imam Abu Dawud, sedangkan lafazh dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi tidak ada kata “tho’aama”. Keduanya BOLEH di amalkan.
.
Wallahu a’lam

Pahala menunjukkan kebaikan…

image

Penjelasan Hadits

Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang yang menunjukkan kepada suatu amal kebaikan kemudian orang lain melakukan kebaikan tersebut, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.

Sebagai contoh, apabila ada seorang yang membutuhkan bantuan meminta kepada kita untuk membantunya, namun kita tidak mampu memberikan bantuan dan kita katakan datanglah kepada fulan yang mampu untuk membantu anda. Kemudian orang tersebut membantunya, maka kita pun mendapatkan pahala sebagaimana orang yang membantu tersebut mendapatkan pahala.

Demikian pula halnya orang yang mendakwahkan orang lain kepada hidayah, kemudian orang tersebut mengikutinya, maka dia pun mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikuti hidayah tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.

Sebaliknya, barangsiapa menunjukkan atau mengajak orang lain kepada kesesatan atau kemaksiatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang melakukannya.

و الله تعالى أعلم،
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.

✒ Ust Riki Lc

Courtesy of JODOH.

Sudahkah anda melakukannya …?

aib 1

Hadits ini merupakan sebuah anjuran untuk menutupi aib seorang muslim, baik aib secara fisik maupun aib yang ada pada perbuatannya. Maka, selayaknya seorang muslim apabila mengetahui suatu aib pada diri muslim yang lain, hendaknya ia berusaha untuk tetap merahasiakan hal tersebut kecuali ada sebuah kemaslahatan dalam membicarakan aib tersebut kepada orang lain. Sama saja, apakah aib itu berupa aib fisik, maupun aib dalam hal agama, harta, atau kehormatannya.

Adapun ganjaran bagi orang yang menutupi aib orang lain adalah sebagaimana disebutkan di dalam hadits di atas. Yaitu, pada di akhirat kelak Allah akan menutupi aib yang ada pada dirinya berupa kekurangan dan dosa-dosa yang pernah dilakukannya dari seluruh makhluk. Ini merupakan sebuah ganjaran yang besar. Karena, seluruh amalan setiap manusia akan ditampakkan oleh Allah ta’ala. Maka, jika Allah menutupi dosa-dosanya dari hadapan seluruh makhluk, berarti itu merupakan kemuliaan dan keutamaan yang besar.

Semoga Allah menutupi dan menghapus dosa-dosa kita yang tampak maupun yang tidak pernah kita tampakkan di dunia. Aamiin.
Walhamdulillahi robbil ‘alamin.

Ust Riki Lc

Courtesy of JODOH

Adakah Ciri-ciri Ini Di Diri Anda….?

image

Hadits diatas, selain menerangkan sifat-sifat yang dikategorikan sebagai bentuk nifaq, juga menegaskan akan pentingnya bersifat jujur, tepat janji, & amanah, yang merupakan kebalikan dari sifat nifaq diatas.

Sifat nifaq merupakan penyakit hati, dimana hanya si pelaku yang tahu & sadar akan hal tersebut. Bila ia hinggap didalam hati seseorang, maka ia akan merusak orang tersebut & juga orang yang ada disekitarnya.

Mengingat akan bahaya sifat nifaq yang begitu besar bagi kehidupan manusia, Allah Ta’ala (dengan rahmat-Nya kepada kaum mukminin) memberitahukan kepada hamba-Nya melalui lisan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wasallam akan sifat orang-orang yang dihinggapi penyakit nifaq. Sehingga mereka bisa mengambil langkah-langkah pencegahan sebelum mereka dirusak oleh sifat tersebut.

Dahulu, orang munafik benar-benar menyembunyikan sifatnya (khawatir bila diketahui khalayak ramai). Namun, melihat kondisi manusia yang kian waktu kian menjauh dari petunjuk Allah & Rasul-Nya shallallahu’alaihi wasallam, sifat ini semakin nampak atau bahkan sengaja ditampakkan. Allahul musta’an. Bila demikian halnya, maka tugas kita bukanlah menghukumi bahwa si fulan munafik. Akan tetapi, tugas kita adalah berdoa meminta perlindungan kepada Allah agar terjauh dari sifat nifaq tersebut.

اللهم اهدنا لأحسن الأخلاق لا يهدي لأحسنها إلا أنت واصرف عنا سيئها لا يصرف عنا سيئها إلا أنت.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

✒ Ust Ridwan Arifin Lc

(Jodoh)