Tj Jual Beli Dengan Pembayaran Hutang

404. BBG Al Ilmu – 393

Pertanyaan:
1. Saya mau bertanya tentang jual beli, Contoh kasusnya seperti ini :
Ada seseorang mau menjual barangnya seharga 30 juta, namun karena terdesak kebutuhan dia memerlukan uang sebesar 20 juta dibayar diawal, sehingga terjadilah kesepakatan “si pembeli boleh ambil barang ini, Lalu boleh menjualnya kembali kepada siapapun dengan harga berapa pun, nanti jika sudah terjual maka kekurangannya yang 10 juta diberikan kepada si penjual pertama..dan jika ada keuntungan berapa pun nilainya adalah hak dari si pembeli pertama tadi..”

Misal : barang yang dibeli dari penjual tadi, kemudian dijual kembali ternyata laku 100 juta.
dari 100 juta tadi, 10 juta nya di berikan kepada penjual pertama, sisa nya 90 juta adalah keutungan pembeli pertama berdasarkan kesepakatan tersebut diatas..”

Pertanyaannya : apakah transaksi jual beli tersebut diatas boleh?

Jawaban:
Ust. Kholid Syamhudi Lc

Boleh, karena dengan mencicil 20 juta tersebut dia sudah melakukan jual beli yang sah dan barang sudah menjadi milik pembeli pertama. Hanya pembeli pertama berhutang 10 juta. Lalu pembeli pertama menjual lagi barang miliknya jadi keuntungan memang milik pembeli pertama.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Pentingnya Berbagi Dengan Sesama

403. BBG Al Ilmu – 87

Pertanyaan:
Boleh minta referensi beberapa dalil (quran dan sunnah) yang menunjukan pentingnya “berbagi dengan sesama” ?

Jawaban:
Banyak sekali dalil dalam hal ini. Diantaranya adalah:

Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:
“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah: 
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033)

Sumber:
http://muslim.or.id/ramadhan/dahsyatnya-sedekah-di-bulan-ramadhan.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Berharganya Waktu

402. BBG Al Ilmu – 87

Pertanyaan:
Boleh minta referensi beberapa dalil (quran dan sunnah) yang menunjukan berharganya “waktu” ?

Jawaban:
Banyak ayat dan hadits membicarakan perkara ini. Diantaranya sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Gunakanlah dengan baik lima perkara sebelum datang lima (yang lain): masa mudamu sebelum datang masa tua; masa sehatmu sebelum datang masa sakit; masa kayamu sebelum datang masa miskin; masa luangmu sebelum datang masa sibuk; masa hidupmu sebelum datang kematian. (HR. Al Hakim, Al Baihaqi dan di shahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 1077)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Merupakan hak Allâh atas hamba-Nya di setiap waktu yang berlalu dalam hidupnya untuk menunaikan kewajiban ubudiyah yang ia persembahkan kepada Allâh dan untuk mendekatkan dirinya kepada-Nya. Jika seorang hamba mengisi waktunya dengan ibadah yang wajib ia lakukan, maka ia akan maju menuju Allâh. Sebaliknya, jika ia isi dengan mengikuti hawa nafsu, bersantai ria atau menganggur, ia akan mundur. Seorang hamba kalau tidak melangkah maju, ia pasti bergerak mundur. Tidak ada yang berhenti di tengah jalan. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
(yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur [ al-Mudattsir/74:37]

Beliau rahimahullah melanjutkan:
“Jika tidak maju, ia pasti mundur. Seorang hamba senantiasa berjalan, tidak berhenti. Kalau tidak ke atas, pasti ke bawah; Kalau tidak maju, pasti mundur…..Itulah detik-detik kehidupan yang berlalu dengan cepat menuju surga atau neraka! Ada yang melaju cepat dan ada pula yang bergerak lamban. Ada yang terus maju dan ada pula yang mundur. Tidak ada seorangpun yang berhenti di tengah jalan! Hanya saja dalam perjalanan ini ada yang berbeda arah tujuan dan ada pula yang berbeda akselerasi kecepatannya!” (Madârijus Sâlikîn, I/267).

Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/3627/slash/0/menjadi-hamba-allah-24-jam/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Puasa Syawal Kurang Dari 6 Hari

401. BBG Al Ilmu – 383

Pertanyaan:
Kalau seandainya puasa syawal kita dapat kurang dari 6 hari misal 4 hari karena ada satu hal tidak bisa melaksanakan 6 hari, apakah pahalanya sama atau gimana?

Jawaban:
Para ulama berbeda pendapat mengenai masalah ini.

Sebagian berpendapat puasa 6 hari yang dilakukan di luar syawal sama pahalanya dengan yang dilakukan di bulan syawal. Sebagian lagi berpendapat pahalanya tidaklah sebesar puasa yang di lakukan pada bulan syawal, dan sebagian lagi berharap pahala yang sama besarnya dengan mereka yang puasa 6 hari di bulan syawal bilamana ada udzur.

As syaikh bin Baz rahimahullah termasuk yang condong pada pendapat ketiga. Beliau menyatakan (terjemahan lepas): 

“…Puasa enam hari Syawal adalah ibadah sunnah (mustahabb), bukan wajib. Anda akan mendapatkan pahala sebatas puasa yang mampu anda lakukan. Namun ada harapan untuk memperoleh pahala penuh (puasa setahun) bila ada udzur syar’i yang menyebabkan terhalangnya anda menyelesaikan 6 hari di bulan syawal, karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata:
“Jika seorang ahli ibadah jatuh sakit atau safar, ia tetap diberi pahala ibadah sebagaimana ketika ia sehat atau sebagaimana ketika ia tidak dalam safar” (Shahih Bukhari).

Jadi Anda tidak harus mengganti apa yang tidak Anda lakukan. (Majmu’ Fatawa al-Syaikh Ibnu Baz (15/389, 395).‬

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.islam-qa.com/en/83292

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Menyikapi Istri Yang Malas Shalat Dan Malas Silaturahim

400. BBG Al Ilmu – 207

Pertanyaan:
Istri saya susah kalau di suruh sholat/ibadah. Selalu ngebantah kalau saya bilang tentang agama, bagaimana menyikapinya ? soalnya saya takut pertanggung jawabannya nanti, Jika saya ajak silahturrahmi ke keluarga saya dia juga tidak mau.

Jawaban:
Ust. Abdussalam Busyro Lc

Membangun rumah tangga memang banyak lika-likunya, banyak godaannya, terkadang masalah tersebut datangnya dari istri terkadang dari suami. Apa yang anda hadapi memang berat dan إِنْ شَاءَ اللّهُ bisa di selesaikan dengan baik, coba lakukan hal2 berikut ini:

1. Ajaklah bicara dengan baik hal keluarga khususnya masa depan anak,

2. Ajaklah keluar rumah berdua untuk menumbuhkan suasana yang baik

3. Sesekali kita ajak ketempat teman dia atau sahabatnya
agar dia mau untuk bersilaturahim yang diawali dari teman2 dekatnya

4. Belikan buku2 ringan yang membahas tentang islam khususnya tentang berbuat baik

5. Perbanyak doa semoga Allah سبحانه وتعالى memudahkan urusannya, melunakkan hatinya dan mendapat hidayah.

Boleh juga seorang suami memberikan ancaman ataupun ucapan yang sifatnya keras (seperti cerai) sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan nasehat atau mendiidik istri.

Tambahan:
Tentang dia malas mengerjakan shalat, beri tahu dia bahwa shalat adalah perintah Allah, bukan perintah suami. Seseorang dikatakan muslim bila menjalankan shalat. Bila tidak, maka dia menjadi kafir, sedangkan orang kafir tidak boleh menikah dengan orang Islam. Bacakanlah hadits berikut ini dengan bahasa nasihat, semoga istri mau sadar dan segera rajin shalat lagi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Sesungguhnya perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya maka dia kafir.” (HR. An-Nasa’i; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam
dalam Al-Misykah, 1/126)
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/istri-tidak-mau-berjilbab-dan-tidak-shalat/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Mengerjakan Amalan Sunnah Shalat Isyraq Di Mushalla

399. BBG Al Ilmu – 271

Pertanyaan:
Mengenai pahala shalat Isyraq, bagaimana kalau di musholla ? karena masjid jauh sekali dari rumah, apakah bisa dan sama ?

Jawaban:
Salah satu Hadits mengenai shalat Isyraq adalah sebagai berikut:
Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala haji dan umrah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menambahkan:
“Sempurna..sempurna..sempurna…” (HR. At Turmudzi no.589 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

Zhahir kalimat jama’ah di hadis ini, mencakup jama’ah di masjid, Jama’ah di perjalanan, atau di rumah bagi yang tidak wajib jamaah di masjid karena udzur.

Mengenai lokasi bukan di masjid tapi di mushalla (setelah shalat shubuh berjama’ah), Ustadz M Abduh Tuasikal Lc mengatakan BOLEH.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2869-meraih-pahala-haji-dan-umroh-melalui-shalat-isyroq-.html

http://www.konsultasisyariah.com/dalil-shalat-isyraq/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Pahala Yang Dijanjikan Dalam Puasa 6 Hari Syawal

398. BBG Al Ilmu – 271

Pertanyaan:
Ana mau tanya Puasa Syawal. Menurut Hadistnya gimana Ustat. Yang ana Tahu. Pahalanya setahun, bukannya setahun itu ada Idul Fitri dan Idul Adha. Ana belum paham Ustat. Syukron

Jawaban:
Betul, pahalanya seperti puasa setahun sebagaimana sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana bisa setahun ?

Orang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang semisal. Puasa ramadhan adalah selama sebulan berarti akan semisal dengan puasa 10 bulan. Puasa syawal adalah enam hari berarti akan semisal dengan 60 hari yang sama dengan 2 bulan. Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal akan mendapatkan puasa seperti setahun penuh. (Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56 dan Syarh Riyadhus Sholihin, 3/465)
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2709-jangan-lupa-lakukan-puasa-syawal.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Memberi Makan Fakir Miskin Bukan Sebab Dihapuskannya Dosa

397. BBG Al Ilmu – 271

Pertanyaan:
Ada statement bahwa Untuk menghapus dosa2, bisa dengan memberi makan yang fakir. Jadi Orang yang kaya yang tetep berbuat dosa/maksiat bakal kehapus dosanya asaL ngasih makan banyak orang fakir. Apakah ada dalil sahih terkait statement di atas ?

Jawaban:
Ust. Badrusalam Lc

Tidak benar. Orang yang bersalah harus bertaubat nasuha (sebenar2nya taubat) jika ingin dosa2nya dihapus Allah Ta’ala.

Taubat tidaklah ada tanpa didahului oleh penyesalan terhadap dosa yang dikerjakan. Barang siapa yang tidak menyesal maka menunjukkan bahwa ia senang dengan perbuatan tersebut dan menjadi indikasi bahwa ia akan terus menerus melakukannya. Akankah kita percaya bahwa seseorang itu bertaubat sementara dia dengan ridho masih terus melakukan perbuatan dosa tersebut? Hendaklah ia membangun tekad yang kuat di atas keikhlasan, kesungguhan niat serta tidak main-main.

Jika dosa tersebut berkaitan dengan hak anak Adam, maka ada satu hal lagi yang harus ia lakukan, yakni dia harus meminta maaf kepada saudaranya yang bersangkutan, seperti minta diikhlaskan, mengembalikan atau mengganti suatu barang yang telah dia rusakkan atau curi dan sebagainya.

Namun apabila dosa tersebut berkaitan dengan ghibah (menggunjing), qodzaf (menuduh telah berzina) atau yang semisalnya, yang apabila saudara kita tadi belum mengetahuinya (bahwa dia telah dighibah atau dituduh), maka cukuplah bagi orang telah melakukannya tersebut untuk bertaubat kepada Allah, mengungkapkan kebaikan-kebaikan saudaranya tadi serta senantiasa mendoakan kebaikan dan memintakan ampun untuk mereka. Sebab dikhawatirkan apabila orang tersebut diharuskan untuk berterus terang kepada saudaranya yang telah ia
ghibah atau tuduh justru dapat menimbulkan peselisihan dan perpecahan diantara keduanya.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
Ust. Badrusalam Lc

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/syarat-taubat-diterima.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Wajibnya Seorang Muslim Untuk Mencari Nafkah & Jangan Pernah Menjadi Beban Bagi Orang Lain

Oleh : Ust. Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

Ikhwani….
ALLAH & Rasul-Nya memerintahkan & menganjurkan kpd kaum muslimin seluruhnya utk bekerja mencari nafkah, utk keperluan pribadinya, orang tuanya, anak & istrinya apabila dia telah berkeluarga.

Artinya bekerja utk mencari rezeki yg halal. & sesungguhnya kita mengetahui dg jelas dari petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa para Nabi & Rasul seluruhnya mereka mencari nafkah, mereka bekerja keras & berusaha utk menghidupi diri serta keluarganya & ini merupakan bentuk kemuliaan, karena mereka para Nabi & Rasul sangat menyukai makan dari jerih payah sendiri, hasil keringat sendiri & yg demikian adalah lebih terhormat & nikmat.

Perhatikan pelajaran diatas, yg kita mengetahui mereka adalah orang yg mulia tetapi tetap mereka mencari nafkah utknya & keluarganya.

Sedangkan mengadahkan tangan, meminta2 kpd orang lain serta makan dari hasil jerih payah orang lain merupakan suatu kehinaan pada dirinya & menghilangkan kehormatan padanya & termasuk perbuatan tercela. Olh sebab itu islam agama yg mulia ini sgt menganjurkan akan kita berusaha & bekerja serta berharap kepada ALLAH, karena ALLAH lah yg memberikan rezeki kepada seluruh makhluk.

Akhir pembahasan ini saya akan membawakan hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلمyg menunjukkan tanda2 kemuliaan seorang mukmin.

Malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi yg mulia صلى الله عليه وسلم ;Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin yaitu pada Shalatnya diwaktu malam & TIDAK PERNAH MENGHARAPKAN sesuatu kepada orang (silsilah shohihah:831)

& harus diketahui;
Biasanya orang yg selalu berharap dgn apa yg ada pada tangan manusia biasa mereka akan mengalami KEKECEWAAN!

Sebaliknya! apabila mereka putus asa atas apa yg ada pada tangan manusia, niscaya mereka akan menjadi yg paling kaya & bahagia.

Semoga memberikan manfaat & pelajaran yg berharga bagi orang yg mau mengambil pelajaran.

BBG Al Ilmu adalah group yang berfungsi sebagai media untuk belajar Islam yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman para Sahabat.  Mohon maaf kami belum bisa menjawab pertanyaan yang diajukan melalui website. Kami mengundang anda bergabung di komunitas BBG Al Ilmu.

Kontak Kami

Untuk bergabung, silahkan add Blackberry PIN:
2A625612
Kemudian kirim pesan singkat:
“Bergabung di Al Ilmu”
Invitation akan dikirim dalam waktu 5 hari kerja, Insya Allah.

Menebar Cahaya Sunnah