Hanya Meminta Dunia

Allah Ta’ala berfirman:

فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

“Diantara manusia ada yang berkata, ‘Wahai Robb kami berikanlah kepada kami dunia..’ sementara tiada bagian baginya di akherat..” (QS Al Baqarah: 200)

Sa’id bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas berkata menafsirkan ayat tersebut :
“Ada kaum arab yang apabila wukuf berdo’a, ‘Ya Allah jadikanlah tahun ini banyak hujan, tetumbuhan dan binatang ternak beranak pinak..’ Namun mereka tidak meminta akherat sama sekali. Lalu Allah turunkan ayat tersebut..

Kemudian datanglah kaum mukminin berdo’a : ‘Robbanaa aatina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar..’
Maka Allah memuji orang yang meminta dunia dan akherat..”

(Tafsir Ibnu Katsir)

Saat dunia lebih besar di hati kita..
Maka kita lebih banyak meminta dunia daripada kebaikan akherat..
Padahal akherat lebih baik dan lebih kekal..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

Sunnah Memperbanyak Do’a Saat Berpuasa

Imam An Nawawi rohimahullah berkata,

Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a :

– demi urusan akhirat dan dunianya,
– juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan,
– begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.

(Al-Majmu’, 6: 273)

=======

KUMPULAN ARTIKEL – KUPAS TUNTAS TENTANG (KTT) DO’A

dalam link di bawah, temukan kompilasi puluhan artikel audio dan tulisan seputar tata cara berdo’a sesuai tuntunan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam..

mungkin salah satunya dapat menjawab pertanyaan anda selama ini, klik :

https://bbg-alilmu.com/archives/33134

Harumnya Keikhlasan

Ibnu Rojab Al Hanbali rohimahullah berkata,

رائحة الإخلاص كرائحة البخور الخالص ، كلَّما قوي ستره بالثياب فاح وعبق بها .
‏ورائحة الرياء كدخان الحطب ، يعلو إلى الجو ثم يضمحل وتبقى رائحته الكريهة

“Harumnya keikhlasan bagaikan wanginya gaharu yang murni. Semakin ditutupi baju semakin semerbak..

Sedangkan baunya riya bagaikan asap kayu bakar. Ia membumbung tinggi awalnya lalu melemah dan tersisa baunya yang tak sedap..”

(Majmu’ Rasail, 758)

Karena keikhlasan dicintai Arrohmaan..
Ia harum semerbak sepanjang zaman..
Walaupun orang-orang yang tidak suka berusaha memburukkannya..

Sedangkan riya..
Dibenci oleh Allah pencipta alam semesta..
Baunya tak enak walaupun orang orang berusaha mewangikannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah