Tj Ancaman Bagi Mereka Yang Menolak Hukum Waris

160. BBG Al Ilmu – 271

Pertanyaan:
Apa hukum orang yang tidak terima hukum faraid, dan mencari hukum dunia ?

Jawaban:
Ilmu fara’idh atau fiqih mawaris merupakan ilmu yang sangat penting. Oleh karena itu, Allah sendiri dan secara langsung mengatur bagian-bagian fara’idh ini, yang 1/2, 1/4, 1/8, 2/3, 1/3 dan 1/6. Ini berbeda dengan hukum-hukum lainnya, seperti shalat, zakat, puasa, haji dan lain-lain yang nash-nashnya bersifat global.

Orang yang tidak memakai hukum mawarits dalam pembagian hartanya, sama halnya dengan orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah. Ancaman terhadap mereka sama dengan ancaman terhadap siapa saja yang tidak berhukum dengan Allah. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” [Al-Maidah : 44]

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “…barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah disertai pengingkaran, sedangkan ia mengetahui bahwa Allah menurunkan hukum tersebut, sebagaimana yang diperbuat oleh Yahudi, maka dia telah kufur. Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah karena lebih condong kepada hawa nafsu tanpa pengingkaran (terhadap hukum tersebut), maka dia telah berbuat zhalim atau fasik” [Zadul Masir 2/366]

Allah mengancam orang-orang yang menyelisihi batasan-batasan fara’idh Islam tersebut dalam firman-Nya. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya dan melanggar ketentuan-ketentuanNya, niscaya Allah memasukkannya kedalam api neraka, sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan” [An-Nisa : 14]

Untuk pembahasan lengkap, silahkan buka link berikut:

http://almanhaj.or.id/content/2347/slash/0/relevansi-hukum-waris-bias-isu-gender-egalitarianisme-pluralisme-dan-ham/

http://almanhaj.or.id/content/2025/slash/0/ilmu-mawarits-hukum-yang-terabaikan/‬

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Sumbangan Dan Membantu Fisik Lembaga Sosial Yang Pimpinannya Diduga Syi’ah

159. Tj – 2

Pertanyaan:
Bila ada yang punya info,bagaimana hukumnya menyumbang ke lembaga sosial seperti MER-C? Lalu bagaimana hukumnya membantu pada lembaga tersebut

Jawaban:
Jika berita yang beredar itu shahih (bahwa pendiri Mer-C adalah pembela syiah rafidhah dan turut mencela أهل السنة والجماعة), maka ketahuilah wahai kaum muslimin bahwa orang syiah yang hidup bersama kaum muslimin selalu menyembunyikan hakikatnya dan selalu menggunakan tipu daya, khianat dan berbuat jahat cukuplah pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang mereka menjadi saksi akan hal tersebut sejak dahulu kala dan dapat dirasakan dizaman kita ini, berkata Syaikhul Islam :

Adapun Rafidhah (Syiah), mereka tidak berinteraksi sosial dengan orang lain kecuali menggunakan kenifakan karena agama yang ada dihatinya adalah agama yang rusak yang membawanya untuk berdusta, khianat, menipu dan berbuat jahat terhadap orang sehingga dia melakukan kejahatan apa saja. (Minhajus Sunnah 3/260).

Untuk ulasan lengkapnya
silahkan buka link berikut:

http://almanhaj.or.id/content/2928/slash/0/bahaya-syiah-sebuah-realita/

http://www.gensyiah.com/

Masih ada lembaga2 sosial lain yang bergerak di bidang yang sama dan bermanhaj salaf jika ada yang ingin bergabung.

Dan jika ada yang ingin membantu ikhwan di Suriah, silahkan buka link berikut:
http://www.konsultasisyariah.com/donasi-peduli-muslim-suriah/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Hukum Mendengarkan Musik Dan menyaksikan Sinetron

158. Tj – 207

Pertanyaan:
Ustadz, kalau mendengari atau nyanyi musik boleh tidak? Dan ada hadis nya tidak?

Jawaban:
Banyak dalil dalam Al Qur’an dan Hadits mengenai hal ini. Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin pernah ditanya mengenai mendengarkan musik dan mengikuti sinetron, dan jawaban beliau:
“…Mendengarkan musik dan nyanyian haram dan tidak disangsikan keharamannya. Telah diriwayatkan oleh para sahabat dan salaf shalih bahwa lagu bisa menumbuhkan sifat kemunafikan di dalam hati. Lagu termasuk perkataan yang tidak berguna. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan”.[Luqman : 6]

Mendengarkan musik dan lagu akan menjerumuskan kepada suatu yang diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya.
“Artinya : Akan ada suatu kaum dari umatku menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat musik”.[HR Bukhari dari hadits Abu Malik Al-Asy’ari atau Abu Amir Al-Asy’ari]

Berdasarkan hal ini saya menyampaikan nasehat kepada para saudaraku sesama muslim agar menghindari mendengarkan musik dan janganlah sampai tertipu oleh beberapa pendapat yang menyatakan halalnya lagu dan alat-alat musik, karena dalil-dalil yang menyebutkan tentang haramnya musik sangat jelas dan pasti. Sedangkan menyaksikan sinetron yang ada wanitanya adalah haram karena bisa menyebabkan fitnah dan terpikat kepada perempuan. Rata-rata setiap sinetron membahayakan, meski tidak ada wanitanya atau wanita tidak melihat kepada pria, karena pada umumnya sinetron adalah membahayakan masyarakat, baik dari sisi prilakunya dan akhlaknya.

http://almanhaj.or.id/content/1668/slash/0/hukum-mendengarkan-musik-dan-lagu-serta-mengikuti-sinetron/‬

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Siapa Sajakah Wali Nikah

Siapakah wali nikah bagi seorang wanita:
Mereka dari jalur nasab ada 12 jenis lelaki.
Mereka berhak menjadi wali untuk menikahkan wanita kpd mempelainya sesuai dg urutan berikut,

Adapun jika mereka tidak ada maka barulah walinya adalah wali hakim. Adapun budak maka majiakannya:
Jika budak udah dibebaskan maka mantan majikannya yg membebaskannya/pembebasnya sebagai urutan akhir.

Mereka yang dari jalur nasab secara berurutan adalah

1. Anak laki
2. Cucu laki dari anak laki
3. ayah
4. kakek dari jalur ayah
5. Saudara kandung
6. Saudara seayah
7. Anak laki dari saudara kandung
8. Anak laki dari saudara seayah
9. Paman kandung(saudara bapak kita yg sekandung dg beliau)
10. Paman seayah (saudara bapak kita yg seayah dg beliau)
11. Anak laki paman kandung(sepupu)
12. Anak laki paman seayah.(Sepupu)

Dua belas urutan ini jangan diloncat loncat jika ada yg teratas maka dialah yg berhak menjadi wali bagi perempuan,

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadl.
Pin bb 24E94EA9

Kebutuhan Orang Kaya Kepada Si Faqir Lebih Daripada Kebutuhan Si Faqir Kepada Si Kaya

(dari Ust Firanda Andirja)

Demikianlah nasehat Syaikh Sa’ad Asy-Syatsri kepada sang pemilik hotel, untuk memotovasinya berinfaq.

Apa maksud dari perkataan Syaikh ??

Si faqir tatkala butuh dengan bantuan si kaya ia hanya membutuhkan bantuan sedikit yg bisa menghilangkan rasa laparnya dan memenuhi kebutuhannya.

Adapun si kaya…….. pada hakekatnya lebih butuh kepada si faqir, ia lebih butuh untuk bersedekah kepada si faqir, karena :

1) bukankah si kaya membutuhkan pahala dan ampunan pada hari kiamat ?? Sungguh ia sangat membutuhkannya…. Pahala yang ia butuhkan itu bisa ia raih dengan bersedekah kepad si faqir.

2) Dengan bersedekah kepada si faqir jadilah rezekinya penuh keberkahan, akan ditambah oleh Allah سبحانه وتعالى, bahkan Allah tambahkan berlipat-lipat, sementara si faqir hanya mengambil sedikit sedekah darinya.
Allah سبحانه وتعالى memberi rizki kepada si kaya melalui si faqir.

Karenanya tatkala si kaya membantu si faqir hendaknya ia menghadirkan dalam hatinya bahwa si kayalah yg lebih butuh kepada si faqir

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Kerinduan Orang-Orang Yang Baik, Kepada Tempat Yang Paling Baik

Surga…dia adalah harapan/tujuan yang sangat tinggi yang senantiasa diusahakan agar dapat diraih oleh kaum mukminin sepanjang zaman.

Surga…adalah yang menjadi penggerak jiwa-jiwa para salafus shaleh untuk mencontohkan pengorbanan mereka yg sangat tinggi untuk meraihnya.

Surga…adalah tujuan seorang mukmin yang paling mulia, yang senantiasa selalu diamati oleh pandangan-pandangan yang menyejukkan. Dan yang membuat segenap jiwa yang merindukannya menjadi tergesa-gesa disetiap tempat, waktu dan keadaan untuk meraihnya.

Surga..adalah harapan yang paling agung bagi seorang mukmin. Masuk kedalamnya dan hidup didalamnya merupakan cita-cita serta angan-angan yang senantiasa menghantui hati seorang mukmin sepanjang kehidupannya didunia ini!

Surga… membuat seseorang untuk bersegera bertaubat dari segala dosa, lalu merekapun bersegera untuk berbuat kebajikan,kebenaran dari setiap amal-amal perbuatannya.

Wahai saudara-
saudariku…Walaupun terkadang jalan menujunya dipenuhi dengan mara bahaya, ujian yg sgt berat, kesusahan,kepedihan atau sesuatu yang terkadang kita berat untuk meninggalkan bahkan terkadang perlu dilalui dengan kematian.

Akhirnya kami memohon kepada ALLAH memasukkan diri-diri kita kedalam surga.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

” فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ، وَأَعْلَى الْجَنَّةِ…..

“Apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah surga Firdaus, karena ia adalah surga yang terletak paling tengah dan paling tinggi”
[HR al-Bukhari: 2790]

Panjatkanlah doa-doa Anda di sepanjang hari, terutama di sepertiga malam terakhir.

Jangan lupa, sertakan kami dalam doa Anda.

Dan semoga Allah mengumpulkan kita semuanya di Surga Firdaus.

Semoga bermanfaat.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Patutkah Kita Menyombongkan Diri

Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc

Wahai saudaraku sesungguhnya kematian itu pasti terjadi, dan tidak ada keraguan padanya. Allah Ta’ala berfirman:

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ‬‬

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”.(QS. Qaf:19).

Siapakah Чαπƍ mampu menolak sakarotul maut? Apabila telah datang ajal maka tidak ada Чαπƍ mampu mengundur-undurkannya, walaupun hanya sesaat, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

‫‫وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ‬‬

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”.(QS. al-A’raf:34).

Siapakah Чαπƍ mampu menangguhkan datangnya ajal kematian bila sudah siap menjemput?

Lalu kenapa kau sombong wahai manusia, padahal kau akan dimakan cacing-cacing tanah?

Lalu mengapa engkau congkak, padahal ‎​δ¡ dalam tanah kau akan berbaring?

Kenapa kau menununda-nunda taubat dan amal shalih padahal kematian akan datang tiba-tiba?

Marilah kita merenungi firman-firman Allah berikut:

‫‫كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ‬‬

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(QS. Ali Imron:185).

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ. وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ‬‬

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”. (QS. ar-Rahman:26-27). 

‫‫وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ‬‬

“Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, Tuhan apapun yang lain. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. (QS. al-Qashash:88).

Semoga kita bisa mengambil ‘ibroh dari setiap Чαπƍ kita pelajari, dan kita dapatkan.

 Ditulis oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba حفظه الله تعالى
— ~ ~ ~ ⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ~ ~ ~ —

Fawaid Kitab I’lamul Muwaqqi’in Karya Ibnu Qayyim Rahimahullah

Ust. Badrusalam Lc

Setelah beliau menyebutkan keutamaan generasi shahabat, tabi’in dan tabi’uttabi’in dan generasi keempat yang lebih mengagungkan nash al qur’an dan hadits dari pendapat dan ro’yu beliau berkata:

“Kemudian datanglah setelah mereka sebuah generasi yang mencerai beraikan agama mereka.. Yang menjadikan fanatik madzhab sebagai keyakinan yang harus diterima.. Mereka merasa puas dengan sebatas taqlid.

Imam Asy Syafi’I rahimahullahu berkata, “Kaum muslimin bersepakat bahwa siapa yang telah jelas kepadanya sunnah Rasulullah, ia tidak boleh meninggalkannya hanya karena mengikuti pendapat seseorang”.

Imam Abu Umar ibnu AbdilBarr dan ulama lainnya berkata, “Manusia bersepakat bahwa muqallid (pembeo) tidak dianggap sebagai ahli ilmu. Karena ilmu itu adalah mengenal al haq dengan dalilnya.”

ijma’ ini menunjukkan bahwa orang yang fanatik dan taqlid buta keluar dari kumpulan ulama, dan gugur sebagai pewaris para Nabi..

Bagaimana bisa disebut pewaris para Nabi orang yang berusaha menolak dalil untuk mengikuti imam yang ia ikuti, dan menghabiskan umurnya dalam fanatik madzhab. Sungguh ia adalah fitnah yang membabi buta..

(Dari hal 15-17).

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Renungan Untuk Penuntut Ilmu Syar’i

Wahai saudara-saudariku para penuntut ilmu…
Sungguh kalian adalah orang yg terhormat
Kalian adalah para pejuang pembela serta pemelihara agama yg mulia ini…
Kalian adalah sebagai seorang dokter bagi manusia yg terkena penyakit syahwat & syubhat!…

Untuk itu wahai saudara-saudariku…
Hindarilah sejauh mungkin perbuatan dosa & maksiyat
Fokuskan & Sibukanlah dirimu untuk senantiasa mempelajari ilmu syar’i yang mulia ini…
Dan memohonlah kepada ALLAH agar dimudahkan untuk mendapatkannya serta mengamalkannya…

Ikhwan & akhwat sekalian…
Hiasilah dirimu.. dengan akhlak yg mulia nan terpuji…

Dan janganlah engkau mencemari dirimu dengan akhlak-akhlak yg buruk…

Akhlak-akhlak yg akan menurunkan martabatmu menuju kepada kehinaan serta kerendahan dirimu dengan sebab akhlakmu yg buruk nan tercela!…

Wahai para penuntut ilmu, bergaullah dengan manusia dengan akhlak yg mulia, mereka sangat menanti belaian tanganmu! Sapaanmu…

Apabila ada kesalahan pada saudaramu disebabkan karna kejahilannya maka nasehatilah mereka dengan ilmu yg benar! Serta da’wahkan kepadanya dengan penuh kasih sayang.

Karena pada hakekatnya penuntut ilmu adalah manusia yg paling faham tentang kebenaran dan yg paling sayang kepada makhluk.

Semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala memajukan da’wah yang haq ini, yg bersumber murni dari Alqur’an dan sunnah sesuai dengan apa yang difahami oleh para sahabat Nabi yg mulia صلى الله عليه وسلم

Akhirnya, kami memohon kepada ALLAH subhaanahu wa ta’la agar memberikan kepadaku & kepada antum serta antunna agar diberikan taufiq untuk istiqomah dijalan yg haq ini serta diberikan kemudahan untuk dapat mengamalkan dari ilmu yg telah kita miliki yg dengannya اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ akan memberikan manfaat untuk kita semua baik ketika kita hidup di dunia yg fana ini maupun ketika kita berada didalam kubur kita masing-masing ketika tidak ada sesuatu yg dapat membahagiakan kita didalam kubur kita!

(Ustadz Ahmad Ferry Nasution)

Menebar Cahaya Sunnah