Dua Kelompok

Di dunia ini, ada dua kelompok :
– ada pembela kebenaran, dan
– ada pembela kebatilan,

Tapi hal ini tidaklah mengherankan karena Allah pun mengabarkan bahwa kelak di Akhirat juga ada dua kelompok..

فَرِيْقٌ فِى الْجَنَّةِ وَفَرِيْقٌ فِى السَّعِيْر

“Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka..”
(As-Syura: 7)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

ref : https://www.facebook.com/185923485244723/posts/1402880533549006/

Jangan Bersedih Saudaraku Dan Bersabarlah

Jangan bersedih saudaraku dan bersabarlah .. Dihina karena membela agama Allah adalah kemuliaan.

=====

Jangan bersedih ketika engkau dihina karena Allah, karena itu adalah cara Allah memuliakanmu.

Lihatlah Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, beliau banyak dihina karena menyampaikan risalah Allah ‘Azza wajalla. Tapi itu malah menjadikan beliau semakin mulia.

Lihatlah banyaknya hinaan kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam yang Allah ceritakan dalam Alquran:

وَقَالُوا يَاأَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ

“Mereka mengatakan: wahai orang yang Adz-Dzikr (Alqur’an) diturunkan kepadanya, sungguh kamu benar-benar GILA..” [Al-Hijr: 6]

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ

“Mereka mengatakan: apakah kami harus meninggalkan tuhan-tuhan kami, karena seorang PENYAIR yang gila..” [Ash-Shaffat: 36].

وَقَالُوا مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ

“Mereka mengatakan: dia hanya DIAJARI orang lain dan gila..”

فَذَكِّرْ فَمَا أَنْتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَلَا مَجْنُونٍ

“Maka berilah pengingat, sungguh dengan nikmat Rabb-mu engkau bukanlah seorang DUKUN dan bukan pula seorang yang gila..” [Ath-Thur: 29].

بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ

“Bahkan mereka mengatakan: Al-Quran itu hanyalah MIMPI-MIMPI KACAU, atau hasil kebohongan Muhammad, atau bahkan dia hanyalah penyair..” [Al-Anbiya’: 5].

وَعَجِبُوا أَن جَاءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَـذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ

“Mereka heran karena kedatangan seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka. Dan orang-orang kafir itu mengatakan: orang ini adalah penyihir yang BANYAK DUSTA..” [Shad: 4].

Lihatlah, dari ayat-ayat di atas saja banyak sekali hinaan dan cacian yang bisa kita simpulkan: ada gila, ada penyair yang biasanya banyak lebay dan halu, ada diajari orang lain = hanya copas, ada dukun, ada pembawa mimpi-mimpi kacau, dan ada pendusta.

Iya ada 6 hinaan, ini baru sebagian yang Allah sebutkan dalam Alquran, bagaimana dengan yang terjadi sebenarnya..?!

Tapi apakah Nabi kita shollallahu ‘alaihi wasallam menjadi hina karenanya..? sama sekali tidak, bahkan beliau semakin mulia di sisi Allah ta’ala dan juga tengah-tengah manusia..!

Begitu pula dengan siapapun yang dihina karena perjuangannya membela agama Allah .. hinaan kepada dia karenanya, akan menjadikan dia semakin mulia, wallahu a’lam.

Oleh karena itu, bersabarlah dan jangan terlalu bersedih .. Yakinlah bahwa habis gelap terbitlah terang, “alaisash shubhu biqoriib..”

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Diantara Keutamaan Dzikir Pagi Dan Petang

⚉ Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)..”

(QS. Qaf: 39)

⚉ Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Dzikir pagi dan petang seperti baju besi, semakin bertambah ketebalannya maka pemiliknya semakin tidak tertimpa (bahaya)..

Bahkan kekuatan baju besi itu malah mampu memantulkan kembali anak panah sehingga kembali terkena pemanahnya sendiri..”

[ Al Waabilush Shoyyib – 71 ]

berikut adalah e-book ringkas Dzikir Pagi dan Petang dengan text yang besar dan faedahnya, silahkan klik link 1 kali atau 2 kali untuk download pdf

DZIKIR PAGI v.3.2

DZIKIR SORE v.3.2

DZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU v.3.2

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Harta Kalian Pada Hakikatnya Bukanlah Milik Kalian

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rosul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar..”
.
[ Qs. Al Hadiid/57 : 7 ]

Al Qurthubi rohimahullah berkata tentang ayat 7 dari Qs Al Hadiid/57,

“Hal ini menunjukkan bahwa harta kalian pada hakikatnya bukanlah milik kalian. Kalian hanyalah bertindak sebagai wakil atau pengganti dari pemilik harta yang sebenarnya. Oleh karena itu, manfaatkanlah kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya untuk memanfaatkan harta tersebut di jalan yang benar sebelum harta tersebut hilang dan berpindah pada orang-orang setelah kalian..”

[ Tafsir Al Qurthubi ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Menebar Cahaya Sunnah