MUTIARA SALAF : Memperbaiki Diri

Dulu, ‘Atho Al Khurasani rohimahullah (Seorang Tabi’in ahli fiqih dari Hijaz) tidak akan beranjak dari majelisnya hingga mengucapkan :

اللَّهُمَّ هَبْ لَنَا يَقِينًا مِنْكَ حَتَّى تُهَوِّنَ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، وَحَتَّى نَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنَا إِلَّا مَا كَتَبْتَ عَلَيْنَا، وَلَا يُصِيبُنَا مِنَ الرِّزْقِ إِلَّا مَا قَسَمْتَ لَنَا

“Ya Allah, berilah kami rasa yakin terhadap diri-Mu sehingga mampu menjadikan kami menganggap ringan musibah dunia yang ada, sehingga kami meyakini bahwa tidak ada yang menimpa kami kecuali apa yang telah Engkau tetapkan kepada kami, dan meyakini bahwa rezeki yang kami peroleh adalah apa yang telah Engkau bagi kepada kami.”

[Diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Al Yaqin, 108]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Berbaik Sangka Kepada Allah

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

” فالآلام والمشاق إما إحسان ورحمة ، وإما عدل وحكمة ، وإما إصلاح وتهيئة لخير يحصل بعدها ، وإما لدفع ألم هو أصعب منها ” اﻫـ .

“Kesakitan dan kesulitan bisa jadi kebaikan dan rahmat atau keadilan dan hikmah (dari Allah)..

Bisa jadi perbaikan dan persiapan kepada kebaikan yang akan ia raih setelahnya, dan bisa jadi untuk menolak kesusahan yang lebih berat dari itu..”

• (شفاء العليل) (٢٥٠/١) .

Maka berbaik sangkalah kepada Allah..
Karena Allah lebih sayang kepada hamba-Nya..
Melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya…

Dítulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Ia Tak Pernah Menyebutkan Kebaikannya

Sungguh kagum melihat seorang yang banyak kebaikannya dan jasanya untuk umat namun ia tak pernah mengungkitnya di hadapan manusia apalagi di sosial media..

Jadi ingat perkataan Ibnul Qoyyim rohimahullah, beliau berkata:

فإن الله إذا أراد بعبد خيراً سلبه رؤية أعماله الحسنة من قلبه والإخبار بها من لسانه ، وشغله برؤية ذنبه ، فلا يزال نصب عينيه حتى يدخل الجنة ، فإن ما تقبل من الأعمال رفع من القلب رؤيته ومن اللسان ذكره .

“Sesungguhnya Allah apabila menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, dijadikan hatinya tak mengingat amal amal kebaikannya, dan dijadikan lisannya tak ingin mengabarkan amalnya kepada manusia. Allah jadikan ia sibuk mengingat dosa dosanya. Senantiasa dosa itu berada di pelupuk matanya hingga ia masuk surga..

Karena tanda amal diterima itu adalah menjadikan hati tak mengingatnya dan lisan tak mengabarkannya..”

(Lihat kitab Thoriqul Hijrotain hal. 169-172)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Pakaian Pertengahan

Malik bin Nadhlah rodhiyallahu ‘anhu berkata:

“Aku mendatangi Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan memakai baju yang jelek dan lusuh..

Beliau bersabda, “Apakah kamu memiliki harta..?”
“Punya..” jawabku.
Beliau bertanya lagi, “Harta apa..?”
Aku menjawab, “Semua harta telah Allah berikan kepadaku.. unta, kuda, hamba sahaya dan kambing..”

Beliau bersabda,

إذا آتاك الله عز وجل مالا فلير عليك

“Apabila Allah memberimu harta, maka hendaklah terlihat pada dirimu..”

(HR Ahmad dengan sanad yang shohih)

Namun bukan dengan memakai pakaian yang amat mahal karena itu termasuk pakaian syuhroh.. akan tetapi pakaian yang bagus dan tidak jelek sebagai rasa syukur kepada Allah atas pemberian-Nya…

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Salaf terdahulu memakai pakaian pertengahan.. tidak terlalu mahal dan tidak jelek.. dan mereka memilih pakaian yang bagus khusus untuk sholat Jum’at, hari raya dan bertemu dengan teman teman..”

(Al Muntaqo An Nafiis Min Talbis Iblis hal. 256)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Keutamaan Bulan Haram # 2

Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata,

“Allah mengkhususkan empat bulan tersebut (dzulqo’dah, dzulhijjah, muharrom, rojab) sebagai bulan Harom, dianggap sebagai bulan suci, seseorang yang melakukan maksiat pada bulan-bulan tersebut dosanya akan lebih besar, demikian pula amalan sholeh yang dilakukan di bulan-bulan tersebut, akan mendapatkan pahala yang lebih banyak..”

[ Lathoiful Ma’arif – 207 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Allah Membagi Amalan Sebagaimana Allah Membagi Rezeki

Amalan-amalan sholeh itu seperti rezeki yang dibagi-bagikan Allah kepada hamba-hambaNya.. ada yang jadi tukang kayu, ada pengusaha, ada pedagang, dll.

Demikian pula amalan sholeh,
– ada orang yang dimudahkan untuk selalu sholat malam (namun jarang puasa sunnah)..

– ada yang sebaliknya dimudahkan untuk selalu puasa sunnah (namun jarang sholat malam)..

– ada yang dimudahkan untuk sholat malam dan puasa sunnah..

– ada yang dimudahkan Allah untuk bersedekah namun tidak pandai berceramah..

– ada yang pintar ceramah tapi tidak mampu bersedekah, dan demikianlah..

Karenanya masing-masing kita hendaknya menekuni amal sholeh yang dimudahkan Allah baginya, dan jangan pernah menyepelekan amalan sholeh tersebut, serta jangan pernah pula menyepelekan amal sholeh orang lain.

Bukankah tanpa donatur, dakwah sulit untuk berjalan..? dan bukankah dana tanpa arahan da’i juga kurang optimal..?

Sebagaimana sholat malam merupakan sebab masuk surga, maka demikan pula puasa, bersedekah, dan berdakwah.

Menekuni amalan sholeh yang Allah mudahkan bagi kita -apapun bentuk amalan sholeh tersebut- merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Allah yang telah memudahkan segalanya

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah