Waspadai Syahwat Tersembunyi

Ibnul Atsir rohimahullah berkata,

“Syahwat tersembunyi itu adalah merasa suka amalan kita diketahui oleh orang lain..” (An Nihayah fii goribil hadits).

Pengen eksis dan tampil juga termasuk syahwat tersembunyi…
Oleh karena itu, salafushalih paling tidak suka memperlihatkan amalnya kepada orang lain.

Enak tersembunyi gak dikenali orang..
Selamet dari syahwat tersembunyi…

Dalam hadits:

إن الله يحب العبد التقيّ الغنيّ الخفيّ

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, kaya (hati) dan tersembunyi..” (HR Muslim)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

FIQIH Ad Da’wah – Batasan 1 – Mentauhidkan Allah

Dari pembahasan kitab FIQIH Ad Da’wah ‘inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – 22 – Tidak Sempurna Kecuali Dengan Ilmu dan Amal  – bisa di baca di SINI
.
=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan..  faedah dari kitab qowaaid dan dhowaabit fiqih ad da’wah.. kemudian beliau masuk kepada pembahasan.. yaitu BATASAN-BATASAN DIDALAM BERDAKWAH

Setelah menyebutkan kaidah-kaidah seputar dakwah, maka beliau akan menyebutkan batasan-batasan dalam berdakwah.

⚉ BATASAN KE-1 : PARA ROSUL SEMUANYA MEMBUKA DAKWAH MEREKA AGAR MANUSIA BERIBADAH HANYA KEPADA ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA

➡️ Yaitu mentauhidkan Allah Subhanahu WaTa’ala

⚉ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Semua Rosul memerintahkan manusia agar hanya beribadah kepada Allah saja.. dan mengikhlashkan ibadah hanya untuk Allah..”

Dimana mereka tidak takut kecuali kepada Allah. .tidak berharap kecuali kepada Allah.. tidak berdoa kecuali kepada Allah Subhanahu WaTa’ala saja.

Dan Allah Subhanahu WaTa’ala tentunya dalam Al Quran menyebutkan tentang dakwah para Nabi dan Rosul seluruhnya kepada tauhid.

⚉ Allah berfiman dalam QS An-Nahl: 36:

‎وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thoghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (Rosul-Rosul)..”

➡️ Kenapa para Nabi dan Rosul memulai dakwah dengan tauhid..?

1️⃣ Karena itulah tujuan diciptakannya manusia.. dimana tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah..

⚉ Allah berfirman dalam QS Az-Zariyat: 56:

‎وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku..”

2️⃣ Bahwasanya seluruh amal tidak akan diterima tanpa tauhid.

Maka dengan tauhidlah semua amal akan diterima oleh Allah. Sholat seseorang.. puasa seseorang.. demikian pula ibadah-ibadah yang lainnya apabila disertai dengan kesyirikan maka amal ibadah itu akan batal.. tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu WaTa’ala

⚉ Allah berfirman dalam QS Az-Zumar: 65 :

‎وَلَقَدۡ أُوحِيَ إِلَيۡكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ لَئِنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi..”

3️⃣ Karena dengan mentauhidkan Allah lah akan muncul kekuatan untuk beribadah kepada Allah.

Karena dengan seseorang mentauhidkan Allah saja maka amal-amal yang lainpun akan muncul dari sana. Orang yang tidak mengenal Allah, bagaimana akan beribadah kepada Allah Subhanahu WaTa’ala.. bagaimana akan takut kepada Allah Subhanahu WaTa’ala.. Tentu hal itu mustahil.

Maka dengan mengenal Allah Subhanahu WaTa’ala akan muncul berbagai macam amal yang luar biasa.

4️⃣ Tauhid itu kunci masuk surga. Karena surga hanya untuk orang-orang yang mentauhidkan Allah Subhanahu WaTa’ala saja.

Adapun orang-orang yang mati diatas kesyirikan, mereka kekal selama-lamanya didalam api neraka.

➡️ Maka atas dasar itulah, wajib atas para da’i untuk memulai dakwah dengan tauhid terlebih dahulu sebelum yang lainnya.. agar manusia betul-betul faham tentang tauhid.

Kemudian baru diajarkan tentang sholat, zakat, puasa, dan yang lainnya..
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari Kitab FIQIH Ad Da’wah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.
.
.
Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – FIQIH Ad Da’wah ‘Inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – At Takfiir wa Dhowabithhu – Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa – Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil Haq – Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

Meninggalkan Perkara Yang Diragukan Kehalalannya

Waro’ adalah meninggalkan semua yang dikhawatirkan dapat merusak akherat…

Meninggalkan perkara yang diragukan kehalalannya adalah sikap waro’ yang terpuji…

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wa sallam bersabda:

إني لأنقلب إلى أهلي؛ فأجد التمرة ساقطة على فراشي، ثم أرفعها لآكلها ثم أخشى أن تكون صدقة فألقيها

“Sesungguhnya aku pulang ke rumahku, lalu aku menemukan sebutir kurma yang jatuh di atas kasurku. Kemudian aku ambil untuk dimakan tapi aku khawatir ia adalah kurma sedekah maka aku lemparkan..”
(HR Bukhari dan Muslim)

Imam Al Baghawi rahimahullah berkata, “Hadits ini adalah dalil sikap waro’. Yaitu sesuatu yang diragukan kehalalannya hendaknya ditinggalkan..”

[Syarhussunnah 6/100]

#Selfreminder
#Selfreminder
#Selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Konsisten Dalam Amal Ma’ruf Nahi Munkar

Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

“Jika anda memerintahkan hal yang ma’ruf, jadilah orang yang paling konsisten melaksanakannya.. apabila tidak demikian, anda akan celaka.. Jika anda melarang suatu kemungkaran, jadilah orang yang paling konsisten menjauhinya.. kalau tidak demikian, anda akan celaka..”

[ Az-Zuhd Lil Imam Ahmad – 444 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Perbarui Niat Karena Allah dan Lanjutkan

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah berkata,

“Meninggalkan amal karena manusia termasuk riya’.. dan beramal karena manusia termasuk syirik..”

[ Majmu’ al-Fatawa – 23:174 ]

note: Jika hendak mengerjakan sesuatu, namun khawatir riya’, maka hendaknya istighfar, ta’awudz (berlindung kepada Allah), perbaharui niat, dan tetaplah lanjutkan amal tersebut.. Allahu a’lam

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Jangan Ghibtoh Kecuali Kepada 2 Orang

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya…”

[ HR. Bukhari – 73, Muslim – 816 ]

note: Ghibthoh adalah berangan-angan agar mendapatkan nikmat seperti yang ada pada orang lain tanpa mengharapkan nikmat tersebut hilang..

Akibat Tolong Menolong Dalam Dosa dan Permusuhan

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata:

النَّاس إذا تعاونوا على الإثم و العدوان أبغض بعضهم بعضاً

“Manusia bila saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan mereka pasti akan saling membenci satu sama lainnya..” (Majmu Fatawa 15/128)

Karena dosa menimbulkan permusuhan..
Dan meretakkan persaudaraan…
Maka Allah memerintahkan kita untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa…
Agar menutup celah setan…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Jangan Memaki Siapapun

Dari Jabir bin Sulaim Al Hujaimi rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

يا رسول الله ، أنا من أهل البادية ، وفي جفاؤهم ، فأوصني . فقال : ” لا تحقرن من المعروف شيئا ، ولو أن تلقى أخاك ووجهك منبسط ، ولو أن تفرغ من دلوك في إناء المستقي ، وإن امرؤ شتمك بما يعلم فيك فلا تشتمه بما تعلم فيه ، فإنه يكون لك أجره وعليه وزره . وإياك وإسبال الإزار ، فإن إسبال الإزار من المخيلة ، وإن الله لا يحب المخيلة ، ولا تسبن أحدا ” . قال : فما سببت بعده أحدا ، ولا شاة ولا بعيرا

“Wahai Rosulullah aku berasal dari pedesaan, beri aku wasiat..”

Beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda..

● jangan meremehkan kebaikan sedikitpun walaupun dengan tersenyum di wajah saudaramu.. Walaupun dengan menuangkan air ke bejana orang yang meminta air..

● jika ada yang mencacimu dengan aib yang ia ketahui ada pada dirimu, janganlah membalas mencacinya dengan aib yang kamu tahu ada pada dirinya.. karena pahalanya untukmu dan dosanya untuk dia..

● jangan memakai kain melebihi mata kaki karena itu termasuk kesombongan dan Allah tidak menyukai kesombongan.., dan

● jangan memaki siapapun..”

Jabir berkata, “Semenjak itu aku tidak pernah memaki siapapun walaupun kepada kambing dan unta..”

(HR Abu Dawud dan An Nasai)

Wasiat-wasiat yang agung…
Maka camkanlah…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah