Kafarat Ghibah

‏قال العلامة ابن عثيمين رحمه الله :
.
كفارة الغيبة إن علم صاحبك ، فاذهب إليه واستسمح منه ، وإن لم يعلم فكفارة ذلك أن تستغفر له ، وأن تذكر صفاته الحميدة في المجلس الذي اغتبته فيه ؛ لأن الحسنات يذهبن السيئات
.
– لقاء الباب المفتوح

Syaikh ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Kafarat ghibah jika yang di ghibahi tahu, minta maaflah kepadanya. Jika tidak tahu maka kafaratnya mohon ampunan untuknya dan menyebut kebaikannya di majelis yang kami ghibahi ia. Karena kebaikan menghapus keburukan”

[Liqo al Baabul Maftuh]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

MUTIARA SALAF : Apabila Allah Memberimu Ilmu

قال أبو قلابة -وهو من أعلام التابعين- :

“إذا أحدثَ الله لك علماً، فأحدِثْ لله عبادةً
ولا تكن إنما همّكَ أن تحدثَ به الناسَ”

“فتح المغيث”٣/ ٢٩٤

Abu Qilabah rohimahullah, seorang tabi’in berkata,

“Apabila Allah memberimu ilmu, maka realisasikanlah dengan ibadah kepada Allah.. Jangan sampai keinginanmu yang terbesar sebatas menyampaikannya kepada orang lain..”

[ Al Ma’rifat Wattarikh 2/66 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

 

MUTIARA SALAF : Tujuan Kehidupan

Malik bin Dinar rohimahullah berkata,

“عجبًا لمن يعلم أن الموت مصيره والقبر مورده كيف تقر بالدنيا عينه؟
وكيفُ يطيب فيها عيشه”

“Mengagumkan bagi orang yang ia mengetahui bahwa kematian adalah tujuannya dan kuburan adalah tempat persinggahannya… bagaimana mungkin ia merasa senang dengan dunia..? dan bagaimana mungkin hidupnya terasa baik di dalamnya..”

[ Shifatush Shofwah ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Nikmat Yang Mengiringi Cobaan

قال ابن القيم -رحمه الله- :

” فكم لله من نعمةٍ جسيمةٍ ومنَّةٍ عظيمة تُجنى من قطوف الابتلاء والامتحان “.
____________
📚مفتاح دار السعادة (٢/٨٤٨)

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Berapa banyak nikmat yang besar dan pemberian yang agung dipetik dari ujian dan cobaan..”

[ Miftah Dar as-Sa’aadah 2/848 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Fitnah Itu Ada DUA Sebab…

‏قال ابن تيمية رحمه الله :
عامة الفتن التي وقعت من أعظم أسبابها قلة الصبر إذ الفتنة لها سببان إما ضعف العلم وإما ضعف الصبر
– المستدرك على المجموع

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Kebanyakan fitnah yang terjadi sebab terbesarnya adalah sedikitnya kesabaran. Karena fitnah itu ada dua sebab: yaitu sedikitnya ilmu dan sedikitnya kesabaran.”

[Al Mustadrok ‘alaal Majmuu’]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

MUTIARA SALAF : Tamu dan Jamuannya

‏قال ابن عقيل الحنبلي: النعم أضياف وقراها الشكر، والبلايا أضياف وقراها الصبر، فاجتهد أن ترحل الأضياف شاكرة حسن القرى، شاهدة بما تسمع وترى.
الآداب الشرعية لابن مفلح الحنبلي

Ibnu ‘Aqil Al Hanbali rohimahullah berkata,

“Nikmat itu tamu dan jamuannya adalah syukur. Ujian juga tamu dan jamuan untuknya adalah sabar…

Usahakan saat tamu pergi ia berterima kasih atas bagusnya jamuan, dan bersaksi terhadap apa yang ia dengar dan lihat.”

[al-Adaab asy-Syar’iyah Li Ibni Muflih Al Hanbali]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Lebih Baik…

‏قال شيخ الإسلام ابن_تيمية :
(مُصيبةٌ تُقبِلُ بك على الله، خيرٌ لك من نعمةٍ تُنسِيك ذكرَ الله).
__
جامع المسائل ٣٨٧/٩

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Sebuah musibah yang membuat dirimu menghadap kepada Allah, itu lebih baik dibandingkan dengan sebuah kenikmatan yang membuat dirimu lupa dari mengingat Allah..”

[Jaami’ul Masaa-il 387/9]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

MUTIARA SALAF : Bagi Yang Keinginan Terbesarnya Adalah Dunia

‏قال أبا معاوية الأسود رحمه الله :
من كانت الدنيا أكبر همه طال غداً في القيامة غمه
– الزهد لابن أبي الدنيا

Abu Mu’awiyah Al Aswad rohimahullah berkata,

“Siapa yang keinginan terbesarnya adalah dunia, maka esok di hari kiamat akan panjang kegundahannya.”

[ Az Zuhd Li Ibni Abid Dunya ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

 

Wasilah Dakwah

Sebagian orang yang berdakwah menggunakan berbagai macam wasilah untuk berdakwah… Yang harus diperhatikan dalam wasilah berdakwah adalah:

Pertama: Tidak boleh menyelisihi nash atau kaidah kaidah agama.

Kedua: Tidak boleh wasilah itu dengan perkara yang dilarang syari’at seperti musik, atau kedustaan atau sebagainya.

Ketiga: Wasilah jangan dijadikan sebagai tujuan. Contohnya membuat lembaga dakwah. Namun ketika fanatik kita hanya kepada lembaga tsb maka ini berubah menjadi hizbiyah yang terlarang.

Keempat: Tidak boleh menimbulkan kerusakan yang lebih besar akibat wasilah tersebut.

Kelima: Dugaan kuat akan terwujud tujuan dengan wasilah tersebut.

[Qowa’id Wadhowabith Fiqh Dakwah hal. 207]

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Masa Depan Yang Sesungguhnya

Syaikh Ali Musthafa ath-Thanthawi, rohimahullah berkata,

“Aku pernah duduk di bangku sekolah dasar demi masa depan. Kemudian aku belajar di jenjang SMP juga demi masa depan.

Setelah itu mereka mengatakan, “lanjutkan lagi ke jenjang SMA demi masa depan..“

Setelah lulus SMA mereka mengatakan,demi masa depan lanjutkan hingga sarjana..“

Setelah meraih gelar sarjana mereka mengatakan, “carilah pekerjaan demi masa depan..”

Setelah aku bekerja mereka mengatakan: “menikahlah demi masa depan..”

Setelah menikah mereka mengatakan: “segeralah punya momongan demi masa depan..”

Dan saat ini ketika aku menulis kata-kata ini umurku telah mencapai 77 tahun dan aku masih menunggu masa depan..

Masa depan adalah titik merah yang takkan pernah kita capai..
Karena bila kita mencapainya, masa itu berubah menjadi masa kini, lalu kita akan menghadapi masa depan berikutnya dan begitu seterusnya..

Masa depan yang sesungguhnya adalah ketika engkau membuat Allah ridho kepadamu, lalu engkau selamat dari neraka-Nya dan mendapatkan surga-Nya..“

(Risalah Ma’a An Naas)

 

Menebar Cahaya Sunnah