فمن أصبح أو أمسى على غير توبة فهو على خطر ؛ لأنه يخشى أن يلقى الله غير تائب ، فيحشر في زمرة الظالمين.
Barangsiapa yang di pagi hari atau sore hari tidak bertaubat kepada Allah, maka ia dalam bahaya, karena ia dikawatirkan akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak bertaubat. Ia pun akan dikumpulkan dengan kelompok orang-orang yang zholim.
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
TATA CARA SHALAT ISTIKHOROH
1. Istikhoroh dilakukan ketika seseorang bertekad untuk melakukan satu hal tertentu, bukan sebatas lintasan batin. Kemudian dia pasrahkan kepada Allah.
2. Bersuci, baik wudhu atau tayammum.
3. Melaksanakan sholat dua roka’at. Sholat sunnah dua roka’at ini bebas, tidak harus sholat khusus. Bisa juga berupa sholat rawatib, sholat tahiyatul masjid, sholat dhuha, dll, yang penting dua roka’at.
4. Tidak ada bacaan surat khusus ketika sholat. Artinya cukup membaca Al-Fatihah (ini wajib) dan surat atau ayat yang dihafal.
5. Berdo’a (dengan do’a diatas) setelah salam dan dianjurkan mengangkat tangan. Misalnya: bekerja di perusahaan A atau menikah dengan B atau berangkat ke kota C, dst.
6. Melakukan apa yang menjadi tekadnya. Jika menjumpai halangan, berarti itu isyarat bahwa Allah tidak menginginkan hal itu terjadi pada anda.
7. Apapun hasil akhir setelah istikhoroh, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan sebelumnya. Karena itu, kita harus berusaha ridho dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam do’a di atas, dengan menyatakan, [ ثُمَّ أَرْضِنِى] “kemudian jadikanlah aku ridho dengannya..” maksudnya adalah ridho dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun tidak sesuai keinginanku.
إنَّ في دوام الذِّكر في الطريق ، والبيت ، والحضر ، والسفر ، والبقاع :
تكثيرًا لشهود العبد يوم القيامة ؛ فإنَّ البقعة والدار ، والجبل والأرض : تشهد للذاكر يوم القيامة ” يومئذ تحدث أخبارها “
Sesungguhnya dalam keterbiasaan seseorang berdzikir :
– di jalan,
– di rumah,
– di saat mukim dan safar
adalah upaya untuk memperbanyak saksi bagi seorang hamba di hari kiamat kelak.
Sebab suatu tempat, hamparan tanah, gunung juga bumi, mereka akan bersaksi terhadap orang-orang yang selalu dzikir mengingat Allah, “yaitu pada hari dimana bumi menyampaikan beritanya..”
“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua roka’at, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya..”
(HR. Ahmad 48, Abu Dawud 1523, At Tirmidzi 408, dan dishohihkan al-Albani)
2. Sholat dua roka’at, tata caranya sama dengan sholat pada umumnya.
3. Tidak ada bacaan khusus ketika sholat. Anda bisa membaca al-Fatihah kemudian membaca surat apapun yang anda hafal.
4. Berusaha khusyuk dalam sholatnya, karena teringat dengan dosa yang baru saja dia lakukan.
5. Ber-istighfar dan memohon ampun kepada Allah setelah sholat. Tidak ada bacaan istighfar khusus untuk sholat taubat. Bacaan istighfarnya sama dengan bacaan istighfar lainnya, misalnya membaca (klik dan lihat poster di bawah) :
– Sayyidul Istighfar
– Astaghfirullah al ‘azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilayhi
– Astaghfirullah wa atuubu ilayhi
– Do’a istighfar Nabi Ibrohiim ‘alayhissalaam (Qs Ibrohiim ayat 41)
6. Inti dari sholat taubat adalah memohon ampun kepada Allah, dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dia lakukan dan bertekad untuk tidak mengulanginya.
Waktu yang disebutkan (tentang dikabulkannya do’a) pada hari Jum’at ialah antara sholat Ashar hingga matahari terbenam.
Dahulu, apabila Said bin Jubair selesai mengerjakan sholat Ashar (pada hari Jum’at), beliau tidak berbicara dengan seorang pun hingga matahari terbenam.
Percaya (terhadap suatu berita) fitnah lebih buruk daripada memfitnah itu sendiri.
Fitnah itu sifatnya menuduh, sedangkan percaya berarti membenarkan. Orang yang menuduh sesuatu, tentu berbeda dengan orang yang menerima dan membenarkannya.
فساد القلوب متولد من ستة أشياء، أولها:
يذنبون برجاء التوبة، ويتعلمون العلم ولا يعملون به، وإذا عملوا لا يخلصون، ويأكلون رزق الله ولا يشكرون، ولا يرضون بقسمة الله، ويدفنون موتاهم ولا يعتبرون.
Rusaknya hati lahir dari enam perkara :
1. melakukan dosa dengan harapan ada kesempatan taubat untuknya,
2. mempelajari ilmu agama, tetapi tidak diamalkan
3. dan kalaupun mereka mengamalkannya (ilmu agama tsb), tidak didasari dengan keikhlasan,
4. mereka menikmati rezeki dari Allah, tetapi tidak bersyukur dengannya,
5. mereka tidak ridho dengan pembagian rezeki yang Allah berikan,
6. mereka menguburkan orang yang telah wafat, tetapi mereka tidak mengambil pelajaran darinya.
Al Harits bin Mu’awiyah Al Kindi berkata kepada Umar bin Khotthob, rodhiyallahu ‘anhu,
‘aku ingin bertanya kepadamu tentang hukum berkisah, karena mereka menginginkan aku berkisah..’
Umar berkata, ‘terserah kamu..’ seakan beliau tidak ingin melarangnya.
Al Harits berkata, ‘aku hanya ingin melaksanakan pendapatmu..’
Umar berkata, ‘aku kawatir jika kamu menjadi tukang cerita, kamu akan merasa dirimu tinggi di atas mereka. Kemudian kamu terus bercerita dan kamupun semakin merasa tinggi sehingga dikhayalkan kepadamu bahwa kamu di atas mereka bagaikan bintang di langit. Maka Allahpun merendahkan kamu di bawah kaki mereka pada hari kiamat sesuai dengan perasaanmu..’
(Diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam musnadnya no 111 tahqiq Syaikh Syu’aib Al Arnauth)
Karena manusia menyukai cerita..
Dan majelisnya lebih ramai dari majelis ilmu dan fiqih..
Sehingga saat melihat ramainya majelis, membuat hati merasa tinggi..
Itulah yang dikhawatirkan oleh Umar..
Maka saat majelis kita ramai dihadiri orang orang..
Saat itulah hati diuji keikhlasannya..
✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى