Dua Kunci Kebahagiaan

Yunus bin Ubaid rohimahullah berkata,

ليس شيء أعز من شيئين:
١- درهم طيب.
٢- ورجل يعمل على سنة.

Tidak ada sesuatu yang lebih mulia dari 2 perkara :

1. Dirham (harta) yang halal
2. Beramal sesuai dengan Sunnah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam

(Siyar A’lam Nubala’ – 4/290)

Keberuntungan Terbesar

Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahullahu ta’ala berkata,

أعظم الرِّبْح فِي الدُّنْيَا أَن تشغل نَفسك كل وَقت بِمَا هُوَ أولى بهَا و أنفع لَهَا فِي مَعادها، كَيفَ يكون عَاقِلا من بَاعَ الْجنَّة بِمَا فِيهَا بِشَهْوَة سَاعَة؟

Keberuntungan terbesar di dunia akan didapat ketika engkau mampu sepanjang waktu menyibukkan dirimu dengan hal-hal yang utama dan lebih bermanfaat bagimu di akhiratmu kelak.

Bagaimana mungkin dikatakan sebagai seorang yang berakal jika ia menjual surga beserta kenikmatan yang ada di dalamnya dengan kenikmatan syahwat sesaat..?!

(Al Fawaid – hlm 31)

Kehinaan Bagi Pelaku Maksiat

Abu Sulaiman ad-Darani rohimahullahu ta’ala berkata,

إنما هانوا عليه فتركهم ومعاصيه، ولو كرموا عليه لمنعهم عنها.

Sebenarnya, mereka (para pelaku maksiat) memang hina di sisi Allah, sehingga Allah membiarkan mereka dengan berbagai kemaksiatan yang mereka lakukan.

Andaikata mereka mulia di sisi Allah, pasti Allah akan mencegah mereka dari beragam kemaksiatan itu.

(Al-Hilyah karya Abu Nu’aim – 9/261)

SELESAI : Wakaf 2 Sumur Bor + Pembangunan Masjid

RABU PAGI – 19 FEBRUARI / 20 SYA’BAN 

Alhamdulillah, kami sudahi program wakaf yang dimulai dari bulan Rojab 1446 / Januari 2025. Kami ucapkan jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin dan muhsinah, semoga Allah memberikan balasan pahala jariyah yang melimpah.

Rekening wakaf tetap terbuka untuk program wakaf berikutnya di bulan Ramadhan 1446 insyaa Allah.
===============================
BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 7480009996
a/n : AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622


———————————-
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Bazzar (ref. Shohiihul Jaami’ no. 3602), Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

———————————

1️⃣ Sumur Bor : Masjid Assamiri, Dusun Montong Brore, Terara, Lombok Timur. Jumlah terdampak : 67 KK/268 jiwa. Sumber air saat ini dari sumur dangkal dengan debit air sangat terbatas sehingga tidak mencukupi kebutuhan harian warga sekitar masjid dan jama’ah masjid. Mayoritas warga adalah petani, buruh tani, buruh lepas dll dengan kondisi ekonomi di bawah rata-rata.

Kedalaman sumur bor hasil deteksi rotex adalah sekitar 40 meter dan berada di lahan Masjid Assamiri sehingga insyaa Allah bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar masjid dan juga jama’ah masjid.

2️⃣ Sumur Bor + Jaringan Pipa 400 meter : Dusun Aik Jambek, Desa Kuripan Selatan, Lombok Barat (Wakaf Tahap 2). Jumlah terdampak : 350 jiwa. Sumber air saat ini dari sebuah sumur yang lumayan jauh dari dusun, sehingga sebagian warga terpaksa membeli air. Mayoritas warga adalah buruh lepas dengan kondisi ekonomi di bawah rata-rata. Kedalaman sumur bor hasil deteksi rotex adalah sekitar 45 meter

Ke 2 sumur wakaf (Masjid Assamiri dan Aik Jambek) ini dilengkapi insyaa Allah dengan mesin sumur, toren, menara toren, filter dan meter listrik.

=======

3️⃣ Pembangunan Masjid Assunnah di Ds Toya, Aikmel, Lombok Timur – (Wakaf Tahap 2) .. Bangunan lama masjid qoddarallah mengalami kerusakan struktur yang cukup parah pada dinding dan atap masjid sehingga bisa membahayakan jama’ah masjid. Oleh karena itu, bangunan masjid yang lama dirobohkan dan kemudian insyaa Allah dibangun bangunan masjid yang baru yang insyaa Allah lebih luas mengingat semakin bertambahnya jumlah jama’ah dan juga kajian-kajian ilmiah bagi ummahaat, serta tempat mengaji para santri

=======

4️⃣ Pembangunan & perbaikan TPA/paud Al Mufida (Wakaf Tahap 1), dimana saat ini ada 71 santri dan 7 pengajar yang dibina oleh asaatidzah dari Assunnah Lombok. Insyaa Allah ilmu Alqur’an yang dipelajari dan dihafal oleh para santri TPA/paud Al Mufida akan menjadi amal jariyah yang melimpah bagi para muhsinin dan muhsinah. Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Alqur’an dan mengajarkannya..” (HR. Al Bukhari no. 5027)

====

Semoga Allah memberikan kemudahan, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli Lombok. 
———————————-
BANK SYARIAH INDONESIA

no. rekening : 7480009996
an. AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622
———————————-
Rosulullah shollallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya..” (HR. Muslim no. 1893)

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

Perangkap Iblis Yang Pertama

Berkata Imam Ibnul Jauzi rohimahullahu ta’ala,

Ketahuilah olehmu .. sesungguhnya perangkap Iblis yang pertama terhadap manusia ialah menghalangi mereka dari belajar ilmu.

Karena Ilmu itu adalah cahaya, maka apabila berhasil memadamkan cahaya bagi mereka, Iblis akan mudah sesuka hatinya untuk membuat mereka terombang ambing didalam kegelapan (kebodohan dan kesesatan).

(Talbis Iblis – 1/289)

Diantara Tanda Su’ul Khotimah

Abdul Haq al-Isybili rohimahullahu ta’ala menerangkan,

Ketauhilah .. su’ul khotimah tidak akan menimpa seseorang yang istiqomah secara lahirnya dan bagus batinnya. Tidak pernah terdengar ataupun diketahui yang demikian, walillaahil hamdu.

Umumnya, su’ul khotimah akan menimpa seseorang yang rusak akidahnya atau terbiasa dengan dosa besar. Dia akan terus demikian sampai maut menjemput sebelum taubat. Kematian datang sebelum dia memperbaiki keadaannya. Ajal menghampiri sebelum dia kembali (kepada Allah). Setan berhasil memperdayanya pada waktu yang genting dan menyambarnya dalam keadaan yang mencekam.

Hanya kepada Allah kita berlindung.

(Al-Jawabul Kafi, hlm. 391)

Salah Satu Cabang Dari Kemunafikan

Imam Abu Hatim rohimahullah mengatakan,

التجسس
من شعب النفاق، كما أن حسن الظن من شعب الإيمان. والعاقل يحسن الظن
بإخوانه، وينفرد بغمومه وأحزانه، كما أن الجاهل يسيء الظن بإخوانه، ولا
يفكر في جنايته وأشجانه.

Mencari-cari kesalahan orang lain adalah cabang kemunafikan, sebagaimana berbaik sangka termasuk cabang keimanan.

Orang yang berakal sehat akan berbaik sangka kepada saudara-saudaranya, dan bersendiri dengan duka dan kesedihannya.

Sementara itu, orang yang jahil akan berburuk sangka kepada saudara-saudaranya dan tidak akan berpikir tentang kesalahan sendiri dan perkara-perkara yang mestinya dia sibuk dengannya.

(Roudhotul ‘Uqola, hlm. 127)

Nasehat Dalam Rangka Menyambut Datangnya Ramadhan

Syaikh Sholeh Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhohullah berkata,

Wajib bagi kaum muslimin untuk memohon kepada Allah agar dia :
– bisa sampai ke bulan Ramadhan, dan
– diberi kemampuan untuk berpuasa serta melaksanakan sholat tarawih padanya, dan juga
– bisa beramal sholeh pada bulan Ramadhan.

Sebab, bulan tersebut merupakan kesempatan besar (untuk beribadah) dalam kehidupan seorang muslim.

● “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dikarenakan keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang terdahulu..” (HR. Al Bukhari)

● ”Barangsiapa yang sholat malam pada bulan Ramadhan dikarenakan keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang terdahulu..“ (HR. Al Bukhari)

Oleh karena itu, ini adalah kesempatan besar bagi setiap muslim (untuk beramal). Mungkin saja dia tidak bisa mendapatkan kesempatan kedua setelahnya.

Maka dari itu, seorang muslim hendaknya :
– bergembira dan merasa senang dengan datangnya bulan Ramadhan,
– menyambutnya dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan,
– menggunakan kesempatan pada bulan tersebut untuk memperbanyak ketaatan,
– sholat di malam hari dan berpuasa pada siang harinya,
– membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.

Yang demikian itu, merupakan ghonimah bagi setiap muslim.

Adapun orang-orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mempersiapkan berbagai kegiatan-kegiatan yang negatif seperti :
– acara musik,
– acara drama yang bersambung,
– acara-acara lawakan atau perlombaan kuis
yang semua ini melalaikan kaum muslimin (dari ibadah), maka mereka ini adalah bala tentara setan.

Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati dari mereka, dan mentahdzir (memperingatkan dari) mereka.

Bulan Ramadhan bukanlah waktu untuk bermain-main atau perkara sia-sia seperti kuis-kuis dan semisalnya, yang semua ini menyia-nyiakan waktu.

ref : http://alfawzan.af.org.sa/ar/node/14849

Masalah Yang Terkait Dengan Mengadakan Resepsi Pernikahan Di Hotel

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahullahu ta’ala.

PERTANYAAN

Apa pendapat Syaikh yang mulia tentang resepsi-resepsi pernikahan yang diadakan di hotel-hotel..?

JAWABAN

– Resepsi-resepsi pernikahan yang diadakan di hotel-hotel itu banyak mengandung kesalahan dan banyak kritikan-kritikan terhadapnya, di antaranya adalah kebiasaan berlebih-lebihan dan melebihi kebutuhan yang sebenarnya.

– Yang kedua, hal seperti itu menyebabkan sikap memaksakan diri di dalam penyelenggaraan resepsi di hotel, resepsi melebihi kebutuhan dan hadirnya orang-orang yang tidak diperlukan.

– Yang ketiga, hal seperti itu sering mengakibatkan terjadinya percampur-bauran (ikhtilath) antara laki-laki dan perempuan, baik yang berasal dari hotel itu sendiri atau dari lainnya. Jika demikian, maka itu adalah ikhtilath yang sangat tercela.

Maka dari itulah keluar suatu keputusan dari Dewan Kibar Ulama yang dibawa kepada raja, isinya adalah nasihat agar penyelenggaraan pesta dan resepsi pernikahan (walimatul ‘urs) di hotel-hotel dilarang, karena banyak keburukan yang timbul karenanya, demikian pula qushurul afrah (gedung-gedung pesta pernikahan) yang disewa dengan harga yang sangat mahal, semuanya dimuat di dalam nasihat tersebut agar dilarang sebagai :
– wujud dari rasa kasih sayang kepada masyarakat, dan
– demi menjaga sikap sederhana, dan
– tidak berlebih-lebihan atau melakukan penghambur-hamburan (mubadzir), dan
– supaya mereka yang hidup sederhana dapat membiayai pernikahannya dengan tidak memaksakan diri.

Sebab, jika ia melihat anak pamannya (saudara sepupunya) atau salah seorang kerabatnya dengan memaksakan diri melakukan resepsi pernikahan di hotel dan melakukan pesta secara besar-besaran, maka ia akan menyainginya atau melakukan hal yang serupa dengan terpaksa berhutang dan mengeluarkan pembelanjaan yang sangat besar, atau ia menunda pernikahan karena takut akan beban biaya yang sangat besar itu.

Maka nasihat saya kepada segenap kaum Muslimin adalah jangan menyelenggarakan pesta atau resepsi pernikahan di hotel dan tidak pula melakukannya di gedung-gedung pesta (qushurul afrah) yang sangat mahal, akan tetapi cukuplah menyewa gedung yang sewanya ringan (murah).

Bahkan menyelenggarakan resepsi pernikahan di rumah sendiri atau di rumah salah seorang karib kerabat itu lebih baik, jika hal itu memungkinkan.

(Fatawal Mar’ah hal. 59-60 – Syaikh Ibnu Baz)

Antara Berkaratnya Hati Dan Bersihnya Hati

Imam Ibnul Qayyim rohimahullahu ta’ala berkata,

Tidak diragukan lagi, bahwa hati itu akan berkarat sebagaimana berkaratnya tembaga dan perak dan selain keduanya.

Dan yang dapat membersihkannya adalah dengan dzikir, karena dzikir itu akan membuatnya bersih seperti kaca yang bening. Tetapi kalau dia tinggalkan dzikir maka hatinya kembali berkarat.

Dan berkaratnya hati terjadi karena dua sebab :
– karena lalai dari mengingat Allah
– karena dosa dan maksiat kepada Allah

Dan bersihnya hati dengan dua perkara :
– dengan banyak Istighfar
– dengan banyak dzikir

Maka barangsiapa yang kelalaiannya kepada Allah lebih dominan di sepanjang waktunya, maka karat didalam hatinya pun semakin banyak, Sedangkan karatnya hati itu tergantung dengan kelalaiannya kepada Allah Ta’ala.

(Al Wabilus Shayyib – 40)

📍 قال ابن القيم – رحمه الله – :

« ولا ريب أن القلب يصدأ كما يصدأ النحاس والفضة وغيرهما،

وجلاؤه بالذكر؛ فإنه يجلوه
حتى يدعه كالمرآة البيضاء، فإذا ترك صدأ.

🔹وصدأ القلب بأمرين:
📍بالغفلة
📍والذنب
🔸 وجلاؤه بشيئين:
🔸بالاستغفار والذكر .

📌فمن كانت الغفلة أغلب أوقاته, كان الصدأ متراكبا على قلبه، وصدؤه بحسب غفلته ».

[ «الوابل الصيب» (ص ٤٠) ]

Menebar Cahaya Sunnah